
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Seorang gadis cantik, blesteran Belgia-Indonesia berjalan di bandara Soekarno Hatta, gadis itu menarik koper Louis Vuitton miliknya. Semua benda yang menempel ditubuhnya tidak ada yang murah. Kecantikkannya memancar dengan jelas. Tidak ada yang menyangka umurnya 30 tahun, gadis tersebut berjalan dengan langkah tenang dan mantap.
Handphone wanita itu berdering, dengan cepat dia mengangkat teleponnya.
"Becca ?"
"Cil, help me. Gue dipenjara.. orang tua gue udah lepas tangan. I need your help," cerocos Becca disebrang telepon.
"Why ?"
"Ha... gue bikin tunangannya Adipati diperkosa..."
"What ?? Are you kidding me ? (Apa ? Kamu bercanda ?) Lo gila yah, astaga Becca," maki Cicil, dia tidak habis pikir dengan pikiran sahabatnya itu.
"Cil, lo tau gue cinta sama Adipati, gue mana terima dia mau nikah sama orang lain," pekik Becca kesal.
"Lo bukan cinta, lo obsesi sama Adipati, Bec," ujar Cicil kesal, walau dalam hatinya dia tau, siapa yang tidak bisa lepas dari pesona Adipati Berutti, Cicil adalah salah satu wanita yang pernah merasakan kehebatan Adipati di atas ranjang.
"Come on, Cil. Tolongin gue..!" pinta Becca.
"Apa untungnya buat Gue ?" tanya Cicil, sambil terus berjalan ke arah pintu keluar bandara.
"Lo balik ke Indonesia buat dapetin Juan lagi 'kan."
Cicil menghentikan langkahnya, mulai fokus dengan perkataan Becca. "Gue pulang bukan karena mau dapetin, Juan lagi, Bec. Kisah gue sama dia udah berakhir 3 tahun yang lalu."
"Bullshit, Cil... gue tau sifat lo. Lo ngak mau kehilangan fans kan. Gue tanya elo, udah 8 bulan ini Juan ngak ngehubungi elo 'kan, padahal biasanya Juan ngehubungi lo terus-terusan," ujar Becca sambil terkekeh.
Brengsek, Becca benar-benar mengenalnya luar dan dalam. Cicil benar-benar sudah putus dengan Juan, sudah 3 tahun Cicil memutuskan hubungan dengan Juan. Cicil benar-benar mempermalukan Juan habis-habisan, dan Cicil menyukainya. Selama 3 tahun, Juan bolak balik menghubunginya, memohon padanya untuk kembali, bahkan merendahkan dirinya sebagai lelaki untuk meminta Cicil kembali.
Cicil menyukainya, ada kepuasan tersendiri saat mengetahui ada seorang lelaki yang bisa Cicil perlakukan sesuka hatinya, apalagi lelaki itu berasal dari keluarga terkaya di Indonesia, salah satu dari keluarga 9 naga Indonesia. Juan Wijaya, anak lelaki satu-satunya dari keluarga Wijaya.
Tapi sudah semenjak 8 bulan yang lalu, Juan tidak pernah menghubunginya sama sekali, bahkan kiriman bunga yang selalu diterima Cicil tidak pernah dia terima lagi. Juan benar-benar seperti hilang ditelan bumi.
"Oke, gue emang cari Juan, tapi bukan mau balikan lagi. Siapa yang mau balikan sama cowo kaya Juan. I just want my pet, back..!" ucap Cicil sambil membenarkan kacamatanya.
"Damn, Cil. Lo tega hahahaaa...!" ujar Becca sambil terkekeh.
__ADS_1
"Apa keuntungannya buat gue, kalau gue bebasin lo ?" tanya Cicil.
"Juan mau nikah..."
"Bullshit, jangan bohong Bec. 3 tahun dia ngemis ke gue. Ngak mungkin dia tiba-tiba mau nikah," Cicil kaget dengan ucapan Becca.
"So... lo bakal butuh banyak bantuan gue buat ngedapetin Juan lagi kan. You need my help, bebz..!!" Becca meyakinkan Cicil. Dia benar-benar membutuhkan koneksi dari keluarga Cicil, keluarganya tidak mau menolongnya, Juan benar-benar membuat keluarganya tidak mau menolongnya sama sekali. Satu-satunya yang bisa membantunya adalah koneksi dari keluarga Cicil.
"Oke, I will help you, but first siapa nama calon istri Juan ?" tanya Cicil sambil menyerahkan kopernya pada supir keluarganya.
"Iis namanya Iis..."
•••
HATCHIMMM....
Iis bersin saat mencuci piring dirumahnya, Iis bingung kenapa tiba-tiba dia bersin-bersin. Apa karena udara di Citeko dingin ?
"Iis, coba liat di depan rumah ada suara apa itu ?" ujar Bunda yang sedang menonton Tv.
"Yehh.. liat sendiri sana. Punya kaki ngak dipake," maki Iis pada Bunda, Istri kedua ayahnya.
Bunda hanya bisa mengulum senyumnya, dia sudah biasa mendengar gerutuan anak tirinya, dan demi apapun dia tidak perduli, yang penting saldo ATM nya terisi, dia tidak perduli dengan nyinyiran Iis.
"IISSSSS...!! KADIEU ( kesini)," teriakan Abah membuat Iis berlari mendekati Abah.
"Apa Ayah ?" tanya Iis bingung.
"Itu liat didepan banyak orang, ada apa ini ? Astaga kepala papa sakit," ujar Ayah sambil duduk dan memegangi kepalanya.
Iis langsung melihat kedepan melalui jendela, betapa kagetnya Iis karena pekarangan rumahnya tiba-tiba penuh oleh wartawan. Dengan cepat Iis langsung membuka pintu.
"Ada apa ?" tanya Iis pada orang terdekatnya.
"Ada yang namanya Iis ?"
"Saya sendiri? Kenapa ? Saya ngak maling apa-apa," ujar Iis kebingungan kenapa mereka menanyakan dirinya.
"Kak Iis benar anda akan menikah dengan Juan Wijaya ?"
"Kak Iis, kapan ketemu Juan Wijaya."
"Kak, apa kaka tau siapa Juan Wijaya ?"
Iis terdiam mendengar pertanyaan para wartawan, matanya sakit mendapatkan kilatan lampu kamera, pedih. Dengan cepat Iis membanting pintu rumahnya.
__ADS_1
"Siapa Iis, ada apa ? Kamu kenapa ?" tanya Pak Apo, sambil mendekati Iis.
"Ngak ada apa-apa, Yah." jawab Iis yang masih kebingungan.
"Aduh..." Ayah memegang kepalanya, rasa pusing langsung menyergap dikepalanya.
"Ayah, ayah kamu ngak papa? Ayah ? BUNDA BUNDA...!" teriak Iis keras membuat Bunda datang dengan langkah malas-malasan.
"Apa sih ? Ganggu banget." ujar Bunda ketus pada Iis.
"Tolong Ayah, Bunda. Iis mau nelpon Juan dulu. Didepan banyak orang semua nanyain tentang Juan, Iis bingung jawabnya," mohon Iis, sambil memberikan minum pada Ayah.
"Hadeuh, kenapa lagi sih, nyusahin banget," ujar Bunda sambil duduk disebelah Ayah kemudian mengusap-usap kepala Ayah dengan malas-malasan.
Iis hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar perkataan Bunda, ingin rasanya Iis lempar sofa didepannya. Iis langsung menghubungi Juan.
"Iya, Sayang. Kenapa ?" Juan mengangkat telepon Iis pada deringan pertama.
"Ju, didepan banyak wartawan, aku takut. Semua nanyain tentang hubungan kita. Aku kaget, Ayah sampai kambuh lagi sakit kepalanya."
Juan terdiam, berita pagi ini memang membuat Juan tersenyum, berita tentang dirinya yang sudah sold out, dan akan menikah dengan Iis benar-benar membuat geger. Berkali-kali ucapan selamat masuk ke handphonenya, baik dari kolega, teman, sahabat dan keluarga.
"Juan... aku takut, gimana kalau Ayah kumat strokenya. Ayah ngak bisa stroke lagi. Kalau dia stroke lagi, dia bisa meninggal. Kalau Ayah meninggal aku sama siapa? Si Jal*ng itu pasti langsung jual semua aset Ayah. Aku ngak apa-apa, aku masih bisa cari uang sendiri. Tapi, nanti yang nikahin aku siapa, siapa yang jadi wali aku ? Siapa Ju.. hik hikkk aku takut..." isak Iis, Iis membenci Ayahnya tapi didalam hati kecilnya dia masih takut untuk kehilangan Ayahnya.
Juan terdiam mendengar isakkan Iis, "Oke, tunggu yah, biar aku beresin. Kamu dirumah aja, nanti juga wartawannya hilang. Udah jangan nangis, Yang."
"Iya, Ju.."
"Udah.. tenang yah Sayang."
•••
Cerita Juan dan Iis dulu yah.. heheheee
nanti juga bakal bermuara sama cerita Adipati dan Taca kok. Karena tanpa Adipati dan Taca ngak bakal ada kisah cinta Juan Dan Iis..
Yang kangen kesomplekan Abah tahan... masih banyak kelakuan Abah yang bikin ngakak 🙈
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon