
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Uncle aku mau ini."
"I want more, Uncle."
"Uncle, why you so tall ?"
"Uncle, Up Up Up...."
Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba saja Juan sudah dikelilingi anak-anak kecil, semuanya mengelilingi Juan yang sedang membentuk hewan-hewan lucu menggunakan balon.
"Iya, bentar yah. Ini puddle buat kamu Lucas," ujar Juan sambil tersenyum sambil memberikan balon berbentuk puddle.
"Thank you, Uncle."
"Me, Uncle Me...."
"Up..up...up..." teriak seorang anak perempuan meminta di gendong. Juan langsung menggendong anak tersebut kemudian mendudukan di pahanya.
"What's your name, Princess ?" tanya Juan sambil memasangkan mahkota balon di kepalanya.
"Lizbet....My name is Lizbet, Uncle," ujar Lizbet sambil mengerling jenaka pada Juan.
"Ah... your name is same as my girlfriend," ujar Juan sambil mencubit pipi gembul Lizbet.
"Leally, ale you love hel ?" tanya Lizbet sambil menekan pipi Juan. Juan langsung memberikan wajah menggelikkan pada Lizbet. Juan mengembungkan pipinya kemudian mengeluarkan lidahnya berkali-kali.
"Hahahaa..." Lizbet tertawa keras.
"I love her, really love her..." ujar Juan sambil mengangkat badan Lizbet kemudian mengayunkannya seperti pesawat.
"Hahahahhaaa...." tawa Lizbet menghangatkan hati Juan, Juan terus bermain dengan anak-anak yang lainnya. Juan berlari, berguling bahkan memeluk semua anak disana.
Iis yang baru selesai berbincang dengan semua guru disana tertegun melihat Juan yang bermain dengan anak-anak. Juan tampak menikmati sekali bermain bersama anak-anak disana.
"Itu siapa, Papa idaman banget."
"Astaga ganteng amat, calon bapak idaman kayanya kalau bisa ngurus anak gitu."
"Punya istri ngak yah ?"
Beberapa guru disana saling berbisik-bisik membicarakan Juan yang sedang asik bermain dengan anak-anak.
Iis cuman bisa tersenyum mendengar bisik-bisik guru-guru itu, rasanya Iis ingin berteriak itu pacar saya, andai dia tidak harus menjaga imagenya.
Juan yang sedang menggendong Lizbet, sadar akan kehadiran Iis kemudian melambaikan tangannya pada Iis.
"Eh, dia dadah-dadah kesini dong."
"Astaga ganteng yah, gagah mukanya kaya artis," ujar Guru disebelah Iis.
"Lah, jalan kesini dong."
Juan berjalan sambil menggendong Lizbet yang bertepuk tangan mendengarkan Juan bernyanyi BINGO.
__ADS_1
"There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap)-N-G-O!
(Clap, clap)-N-G-O!
(Clap, clap)-N-G-O!
And Bingo was his name-o!"
Juan bernyanyi sambil terus berjalan menghampiri Iis, sedangkan, Lizbet terus bertepuk tangan saat mengeja BINGO.
"Mas, siapa ini. Hai Princess..." ujar Iis saat Juan sudah didekat Iis.
"Hai, Aunty my name is Plincess Lizbet," ujar Lizbet sambil melakukan Hi-5 dengan Iis.
"Wow... nama kita sama, aku juga namanya Lizbet," ujar Iis sambil menjawil hidung Lizbet gemas.
"Oh i know i know you're Uncle Juan's girlfriend, right," ujar Lizbet sambil menepuk kedua tangannya.
(Oh aku tau aku tau, kamu pacar om Juan, benar)
Iis tersenyum pada Lizbet, "Iya, aku pacar Uncle Juan," jawab Iis.
"Uncle, Lizbet mah tulun.." ujar Lizbet dengan cepat Juan menurunkan Lizbet.
"Bye Uncle, Bye Aunty..." teriak Lizbet sambil berlari keorang tuanya.
"Byeee..." ujar Iis dan Juan berbarengan.
"Oh iya, kenalin ini Juan, pacar saya," ujar iis sambil mengenalkan Juan pada guru-guru.
"Juan..." ujar Juan mengenalkan dirinya pada guru-guru disana.
"Ya udah, kami pulang dulu yah, mari semuanya," ujar Iis sambil menarik tangan Juan kemudian meningalkan guru-guru disana yang masih menggunjingkan Iis dan Juan.
•••
"Tadi, Lukas sama Lizbet lucu banget, Iis. Mereka ribut banget, kayanya lucu banget kalau punya yang kaya gitu di rumah, bakal rame kayanya," ujar Juan setelah duduk disofa apartemen Juan.
"Suka anak kecil ?" tanya Iis bingung, baru kemarin Juan bilang ngak mau punya anak sampai Iis memohon, sekarang malah bilang kalau punya anak bakal rame.
"Suka lah, imut tau mereka, apalagi pipinya astaga gembul," ujar Juan riang sambil membuka beberapa kancing kemejanya.
"Masa..."
"Iya, Yang. Imut sumpah, apalagi Lizbet lucu banget. Bibirnya itu loh lucu..." cerocos Juan.
"Lizbet yang mana ini teh ?" tanya Iis sambil menatap Juan.
"Hah..."
"Lizbet yang mana yang bibirnya lucu ?" tanya Iis sambil mengerucutkan bibirnya kearah Juan.
"Yang kecil lucu, tapi yang ini..." ujar Juan sambil mencium bibir Iis dengan lembut. "Ngangenin..."
"Haizz... gombal," ujar Iis sambil mengusap bibir Juan.
__ADS_1
"Beneran, Yang. Yang kalau disini ada anak kecil kayanya rame, yah ?" tanya Juan tiba-tiba membuat Iis tersenyum senang.
Iis langsung duduk dipangkuan Juan, "Jadi...".
"Iya, kalau disini ada anak kecil kayanya rame, hangat. Kalau perempuan galaknya kaya kamu, kalau laki-laki tengilnya kaya aku."
"Jadi kamu mau punya anak ?" tanya Iis riang sambil menyentuh kedua pipi Juan.
"Mau lah, andai aku...."
Deg
Juan menghentikan ucapannya, hampir saja dia mengatakan rahasianya, untungnya dia masih mampu menahan omongannya.
"Andai apa, Mas ?"
"Andai aku...."
'Berpikir cepetttt....!!!' batin Juan.
"Andai apa, Mas ?"
"Andai aku nikahin kamu sekarang, iya nikahin kamu sekarang...!" ujar Juan sambil tersenyum senang karena mendapatkan solusinya.
"Haizzzz yah udah nikahin aku atuh," ujar Iis cepat.
"Soon, Yang. Aku lagi ngejadwalin biar kamu bisa ketemu Papih sama Mamih, nanti aku bakal kerumah kamu, terus aku bakal lamar kamu sama orang tua aku," ujar Juan sambil mengacak rambut Iis.
"Really ??"
"Iya, tapi aku cuman mau ingetin kamu, Papih aku tuh orangnya rada keras, sama kaya Nenek aku. Jadi, kamu rada sabar yah, buat ngehadapin mereka," ujar Juan sambil mencium kening Iis.
"Iya, tapi kamu bantuin yah. Aku kalau sendirian ngak berani," ujar Iis jujur.
"Iya, pokoknya nanti kalau ada jadwal yang pas, langsung kita ketemu mereka, Oke.."
"Oke, tapi emang kalau kamu mau ketemu Papih sama Mamih kamu harus dijadwal ?" tanya Iis bingung, rasanya dia kalau mau ketemu Ayah bisa langsung datang aja kerumah Ayah.
"Hahahhaa... Papih sibuk, Yang. Aku dari dulu jarang ketemu Papih. Kalau Mamih masih seringlah, kalau Papih setahun bisa keitung jari," ujar Juan sambil tersenyum pada Iis.
"Oke, pokoknya kasih tau yah, jangan kaya kemarin aku kaget tiba-tiba ada Mamih kamu, mana aku pake kemeja kamu doang lagi kemarin," ujar Iis mengingat kejadian kemarin.
"Hehehee... tapi Mamih sayang banget sama kamu, saban nelepon nanyain kamu mulu," ujar Juan sambil tersenyum senang.
"Aku juga sayang sama Mamih, tapi aku lebih sayang sama anak Mamih. Ngangenin...!!" ujar Iis sambil mencubit kedua pipi Juan kemudian berdiri dan berjalan kekamarnya.
Juan diam menatap Iis yang pergi meningalkan dirinya, ada rasa lega didadanya karena masih bisa menutupi kekurangan dirinya dengan baik.
•••
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1