Water Teapot

Water Teapot
S2 : Curhatnya Aa Riki..


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Ting tong...


Suara bel menyandarkan Aa Riki yang sedang termenung menatap layar TV tanpa tau apa yang dia liat, lebih tepatnya TV yang menonton dirinya bukan sebaliknya.


"Sebentar.."


Klik Aa Riki membuka pintu dan terlihat kecewa saat melihat Iis yang sedang berdiri didepan pintu Apartemennya sambil membawa selusin donat kesukaan Aa Riki.


"Hai..." ujar Iis sambil tersenyum manis.


"Hai, Iis ada apa ?" tanya Aa Riki tidak bernafsu, seandainya yang datang Cicil mungkin Aa Riki akan bersemangat. Aa Riki lupa kalau dia sudah memutuskan Cicil.


"Aku boleh masuk ? Kayanya buku perkembangan anak aku ketingalan, bentar doang. Sama ini aku bawain donat, Please..." ujar Iis sambil tersenyum manis.


Aa Riki langsung mundur mengizinkan Iis masuk kedalam, Aa Riki langsung mengambil air minum di dapur.


Iis dengan cepat berjalan ke arah rak putih disamping TV kemudian mencari buku yang dimaksud. Akhirnya dia menemukan bukunya.


"Ada, ternyata ketinggalan. Maaf yah ganggu Aa," ujar Iis sambil mendekati Aa Riki yang terlihat lesu dan tidak karu-karuan.


"Iyah..."


"Aa kenapa ?" tanya Iis bingung melihat betapa lesunya Aa Riki.


Aa Riki menatap Iis sambil memaksakan diri untuk tersenyum, Aa Riki kemudian menatap Iis dari atas kebawah mencoba membandingkan Iis saat berpacaran dengan Aa Rozak dan Iis sekarang yang berpacaran dengan Juan. Tidak ada bedanya, yah mungkin karena Iis orang yang sangat sederhana.


"Iis, apa enaknya pacaran sama Juan? Apa enaknya pacaran sama anak sultan ?" tanya Aa Riki tiba-tiba membuat Iis kaget.


"Maksudnya gimana, Aa ?"


"Maksudnya apa enaknya pacaran sama Juan, diakan bisa kasih kamu apapun," ujar Aa Riki.


Iis menggaruk kepalanya bingung menjawab pertanyaan As Riki, karena walau diberi akses tak terbatas pada Kartu Kredit dan uang tabungan Juan, Iis tidak pernah mempergunakan semuanya, gajinya lebih dari cukup untuk hidupnya.


"Ngak tau, Aa. Iis ngak pernah pakai uang Juan, gaji Iis lebih dari cukup untuk kebutuhan Iis dan bayar hutang Ayah," jawab Iis jujur.

__ADS_1


Aa Riki tersenyum mendengar jawaban Iis, Aa Riki percaya 100% dengan Iis. Ah... andai Aa Riki jatuh cinta pada wanita seperti Iis bukan seperti Cicil, mungkin hidupnya lebih indah. Tapi sayangnya semesta sedang ingin membuat hidupnya menderita hingga dia harus jatuh cinta pada Cicil.


"Ngak ada sesuatu gitu yang bikin kamu seneng pacaran sama Juan ?" tanya Aa Riki masih penasaran.


Iis tersenyum mendengar pertanyaan Aa Riki, "Yang bikin seneng banyak, yang bikin kesel banyak, yang bikin sedih juga banyak, semuanya ada. Pacaran sama Juan itu kaya apa yah, kaya naik roller coaster kadang diatas kadang dibawah, kadang di jumpalitin, bahkan kadang ngak tau mau ngapain," jawab Iis sambil mengingat kelakuan Juan yang ajaib.


"Happy banget kayanya kamu, Iis."


"Aa kenapa ? Ada apa sama Cicil ?" tanya Iis tiba-tiba.


Senyuman langsung terbit diwajah Aa Riki, Iis memang paling juara dalam menebak ekspresi orang. "Aa putusin Cicil ."


"KENAPA ?!" ujar Iis bingung.


"Aa ngak sanggup, Aa terlalu takut untuk masuk kepergaulan Cicil yang semuanya kalangan atas, Aa ngak sekaya Juan. Aa minder." jawab Aa Riki.


Deg...


Astaga apa yang selama ini Iis rasakan ternyata dirasakan juga oleh Aa Riki, cuman bedanya Iis benar-benar disokong oleh Juan. Siapapun teman Juan yang berani mempertanyakan status sosialnya langsung di bungkam oleh Juan.


"Aa..."


"Iis, Aa ngak mau bikin sengsara anak orang, Aa belum mampu bertanggung jawab akan Cicil. Cicil terlalu sempurna untuk Aa. Mana Aa mampu membelikan apa yang Cicil pakai saat ini. Mungkin harga tasnya sebanding dengan harga sawah milik Abah di Citeko."


"Iis seberubah berubahnya Cicil, Aa ngak tega kalau dia harus menderita hidup sederhana sama Aa. Aa ngak tega, Cicil terlalu berharga untuk harus hidup menderita sama Aa," Aa Riki memberikan alasan pada Iis.


Entah apa yang harus Iis ucapkan lagi, Aa Riki adalah anak Abah yang paling bertanggung jawab, itulah mengapa Aa Riki adalah orang yang paling merasa bersalah akan kematian Tasya dulu.


"Aa ngelakuin ini karena Cicil udah ngak segel, bukan karena Cicil pernah melakukan hubungan badan dengan Juan dan Adipati 'kan ?" tanya Iis takut-takut.


Aa Riki menatap Iis lekat-lekat, wanita macam apa Iis dan Taca ini, kenapa mereka mau menerima kenyataan bahwa pasangannya pernah berhubungan dengan wanita lain. Tapi tunggu sebentar dia tidak bisa menjudge mereka berdua, karena sebenarnya Aa Riki pun mau menerima Cicil walau dia sudah tidak segel, Aa Riki mencintai Cicil tulus, dia tidak peduli dengan keperawanan Cicil yang dia tau dia cinta Cicil.


"Bukan, Aa ngak peduli itu semuanya, Aa pacaran sama Cicil bukan sama perawannya Cicil," jawab Aa Riki jujur, Aa Riki benar-benar meningalkan Cicil karena Aa Riki minder.


"Jadi Aa mundur karena minder ? Astaga Aa, Iis yakin Cicil ngak peduli itu semuanya," ujar Iis.


"Cicil pasti ngak peduli. Tapi, keluarganya ? Koleganya ? Is, kamu sama Juan aman, ngak bakal ada yang bilang kamu MOKONDO, sedangkan Aa ? Mau ditaruh dimana muka Aa ?" ujar Aa Riki sambil mengusap kepalanya keras-keras.


Iis terdiam dia jadi mengingat perkataan dosennya, disaat seorang wanita mengetahui pacarnya orang yang lebih berada atau memiliki status sosial yang lebih dari pada dirinya wanita tersebut akan bersyukur dan berbahagia, namun berbanding terbalik dengan laki-laki, mereka akan minder dan memilih mundur, sama seperti yang dilakukan oleh Aa Riki saat ini.


"Aa..."

__ADS_1


"Sudahlah, Aa ikhlas mungkin harus seperti ini, mungkin Cicil bukan jodoh Aa."


"...."


"Iis, kamu harus kuat yah, kamu harus kuat menghadapi keluarga Juan dan lingkungannya. Juan sayang dan cinta banget sama kamu," ujar Aa Riki sambil mengacak lembut rambut Iis.


Iis tersenyum pada Aa Riki, lelaki yang sudah Iis angap Kakaknya sendiri itu. "Doain aja yah, Aa. Doain Iis tahan, Aa tau sendirikan Iis kaya gimana orangnya."


"Iya, Aa tau. Kamu kuat Iis, tapi kalau udah menyangkut Ayah, kamu pasti mundur. Kamu tuh bilang benci-benci tapi sayang banget kamu tuh sama Ayah kamu," ujar Aa Riki sambil memukul lembut meja dihadapannya.


"Tau aja Aa ini," ujar Iis.


"Tumben kamu ngak dianter Juan ?" tanya Aa Riki, karena setaunya Iis ini sangat-sangat dijaga oleh Juan, bahkan kemanapun Iis pergi pasti lansung di telepon oleh Juan, sepertinya Juan punya satelit di sekitar Iis.


"Aku udah bilang kok mau kesini, dia santai kalau sama Aa Riki, tapi kalau sama Kang Rozak ah udahlah pusing kepala Iis, cemburunya bener-benet diluar batas normal," ujar Iis kesal.


"Hahahaaa... iyah Kang Rozak pernah cerita dia pernah dipelototin Juan cuman gara-gara ngobrol sama kamu," kenang Aa Riki.


"Tau..."


Zreeetttt Zreeeetttt....


Iis langsung tersenyum melihat tulisan dilayar handphoennya, kemudian menunjukkanya pada Aa Riki. Aa Riki langsung tersenyum.


"Panjang umur Juan," ujar Iis sambil mengangkat telepon Juan. "Iya Mas ?"


"AYANGGG AAAAAHHHH SAKIT...."


•••


Astaga Mas Juan kenapa ?!


🙈🙈🙈🙈🙈


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2