
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Taca, Juan, Iis dan Adipati sudah sampai di Dubai Internasional Airport. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 waktu Dubai.
Mereka langsung disambut mobil yang akan mengantar mereka untuk menuju hotel yang akan mereka tempati selama beberapa hari.
Selama perjalanan Iis sudah tidak kuasa menahan kantuk, karena ini sudah jam tidurnya. Jam 8 malam waktu Dubai, berarti jam 11 malam di Indonesia bagian barat.
Berbanding terbalik dengan Taca yang terus menerus mengoceh tentang ikan. Entah kenapa semenjak hamil Taca tiba-tiba hapal semua nama-nama ikan.
“Daddy, nanti kita nginap di hotel yang banyaknya Ikannya yah? Itu ikannya udah nikah atau masih single ? Ada yang janda ngak? Eh kalau yang duda gimana ?” tanya Taca sambil menatap Adipati yang sudah sangat kelelahan meladeni kecerewetan Taca.
“Di, sejak kapan Taca jadi kaya petasan merepet gini ?” tanya Juan bingung, karena seingatnya Taca bukan tipe wanita cerewet, dia tipe wanita yang kalem.
Adipati menatap Juan, “Semenjak hamil 5 bulan, tiba-tiba jadi kaya gini. Parahnya lagi, dia manggil aku Daddy mulu,” ujar Adipati sambil mengusap keningnya.
“Lah, bagus ‘kan, jadi kaya panggilan sayang gitu, bentar lagi juga anak lo lahir, emang anak lo nanti mau manggil lo apaan ?” tanya Juan sambil menatap Taca yang masih bercoleteh tentang ikan.
“Yah, anak-anak gue sih manggil gue Daddy, masalahnya kalau dia manggil gue Daddy, banyak yang nyangka gue pacaran sama anak dibawah umur, atau bahkan nyangka gue sugar daddy yang ada,” ujar Adipati sambil menatap Juan.
“Wahahahaaa... bener juga sih, mana Taca mungil gitu. Walau dia hamil 8 bulan, ngak begitu keliatan. Taca masih pantes pake baju SMA, Di..!” ujar Juan sambil mengeratkan pelukkanya pada Iis yang sudah tertidur dibahunya.
“Nah, itu masalahnya udah berapa kali gue di pelototin emak-emak kalau jalan sama Taca, disangkanya gue ngehamilin anak dibawah umur,” ujar Adipati kesal.
Juan hanya bisa menahan tawanya melihat Adipati.
Tak berapa lama mereka telah sampai di hotel yang akan mereka tempati selama di Dubai.
“Welcome to Dubai,” ujar salah satu pegawai hotel sambil membawakan koper-koper, dan membukakan pintu mobil.
“Yang, bangun Yang...” panggil Juan sambil menggoyang-goyangkan badan Iis lembut.
“Hmm... aku ngantuk, Mas..” ujar Iis sambil mengosok matanya.
“Ya udah, aku gendong ke kamar, yah.” ujar Juan yang langsung dijawab anggukan oleh Iis. Badan Iis benar-benar remuk, dia kelelahan.
Juan langsung mengangkat Iis dengan gaya bridal style.
“Let me help you, Mr. Wijaya,” ujar salah satu petugas hotel berinsiatif untuk membantu Juan.
Dengan cepat Juan menggelengkan kepalanya, lebih baik dia sakit encok daripada harus mengizinkan orang lain menggendong Iis.
“No, its oke.” tolak Juan sopan sambil berjalan dibelakang Taca dan Adipati.
Taca tersenyum melihat Juan yang menggendong Iis, entah kenapa ada rasa bersyukur didada Taca. Sudah waktunya Iis bahagia, dia pantas berbahagia.
__ADS_1
Taca langsung memeluk tangan Adipati sambil tersenyum senang.
“Kenapa kamu, Amore ?” tanya Adipati sambil menatap Taca yang tersenyum bahagia.
“Ngak apa-apa, aku seneng Iis dapat pacar sebaik Juan,” bisik Taca takut Juan mendengarkan pembicaraan mereka.
“Dulu siapa yang marah-marah gara-gara Juan deket sama Iis, sampai nyuruh aku puasa ?” tanya Adipati sambil menjawil hidung Taca gemas.
Taca tersenyum sambil merangkul pinggang Adipati. “Aku... hahahaa, maaf yah. Hmm... kalau gitu sekarang si kembar mau ketemu Daddynya, Daddy cape ngak ?” tanya Taca sambil mengedipkan matanya.
Adipati tertawa kecil mendengarkan pertanyaan Taca. Tidak ada kata lelah dikamus Adipati, bila berhubungan dengan hal tersebut. “I will make you scream, Amore..!!”.
Muka Taca langsung memerah, dia sadar baru membangunkan macan yang sedang tidur. Tapi entah karena hormon atau memang Taca yang sudah ketularan mesumnya Adipati malah menyukai jawaban Adipati. “ I will shout your name, A-DI-PA-TI.”
Juan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kemesraan Taca dan Adipati.
“Dude, get a room..!” ujar Juan sambil pergi meningalkan mereka menuju tangga yang akan membawanya ke kamar tidurnya.
(Artinya apa yah. Kaya sana cari kamar buat bermesraan gitu lah, bingung translatenya hahaa)
•••
Treeettt... treettt..
Suara alarm dari handphone Juan membangungkan Juan dan Iis. Juan dengan cepat mematikan Alarmnya.
“Morning, Yang..”.
“Ayang, nanti aku ‘minta tolong’ lagi, kalau kamu gesek-gesek gitu,” ujar Juan sambil mencium rambut Iis.
Iis yang masih setengah sadar hanya bisa mendongkakkan kepalanya sambil menatap Juan. “Hmmm... salah sendiri kemarin kamu ngak mau tidur sama Adipati, jadi aku bisa tidur sama Taca di kamar mereka.”
“Terus ganggu Taca sama Adipati yang lagi transfusi darah putih ?” tanya Juan sambil tersenyum nakal.
Iis langsung memeluk Juan erat, Iis bersyukur mendapatkan lelaki seperti Juan, lelaki kesayangannya. “Hmm... biarin Taca udah hamil gede juga.”
“Hahaaa... tau sendiri Adipati nafsunya kaya apaan,” ujar Juan sambil mengusap bagian belakang pinggul Iis.
“Yang...”
“Hmmm.”
“Ada yang ngintip tuh, ikan pari...” kata Juan sambil menunjukan jendela di depan mereka.
(Buat videonya bisa liat di instagram storyby_gallon , oh ini hotel beneran ada yah, namanya Atlantis, The Palm Dubai)
Iis melihat jendela didepan mereka yang menyuguhkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Kemarin, Iis sama sekali tidak sadar dengan jendela tersebut, rasa ngantuk benar-benar membuat dirinya langsung ambruk. Bahkan seingat Iis dia tidur tanpa mengganti bajunya sama sekali. Tapi sekarang Iis sudah memakai piyamanya, sudah pasti Juan yang menggantikan bajunya.
__ADS_1
“Mas kamu yang ganti baju aku ?” tanya Iis sambil menatap Ikan pari didepan.
“Iyalah, ngak bakal aku izinin orang lain megang kamu,” ujar Juan sambil mencium pucuk kepala Iis dan mengusap rambut Iis.
“Mas kamu...”
“Yang, ikan hiu..!” Juan mengalihkan pembicaraan sambil menunjuk ikan hiu yang lewat didepan kaca mereka.
“Wow... itu beneran hiu ?” tanya Iis takjub dengan apa yang dilihatnya.
“Yupz, kita nginep di hotel dengan kolam terbesar di Dubai.”
Iis terus menatap berbagai macam ikan yang berenang-renang dengan cantiknya didepan matanya. Dia tidak pernah berpikir bisa datang ke tempat seindah itu.
“Yang, mandi sana. Aku mah ngajak kamu jalan-jalan sama Taca dan Adipati. Itu juga kalau mereka udah bangun sih,” ujar Juan sambil melirik jam disamping tempat tidurnya.
“Iya,” jawab Iis patuh sambil pergi meninggakan Juan sendirian.
Juan menatap Iis, memastikan Iis sudah masuk kedalam kamar mandi dan tidak akan mendengarkan pembicaraanya dengan Saka.
Juan langsung menelepon Saka, tidak peduli di Indonesia masih jam 6 pagi. Pada dering ke dua Saka sudah mengangkat teleponnya.
“Iya Pak,” ujar Saka.
“Semuanya sudah diatur ? Saya tidak mah ada kesalahan,” ujar Juan pada Saka, Juan benar-benar tidak mah ada kesalahan sama sekali.
“Sudah, Pak. Semuanya sudah diurus, semoga berhasil, Pak,” ujar Saka.
“Makasih, Saka..” ujar Juan sambil menutup sambungan teleponnya kemudian mengambil sesuatu dari dalam Tasnya.
“Harus berhasil...”
•••
Hmmm tebak-tebakan yuk, Juan mau ngapain ini ?
A. Dagang unta
B. Ternak ikan hiu
C. Jual beli ikan c*pang
D. .............. (isi sendiri)
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon