Water Teapot

Water Teapot
S2: Sariselkä, Finland


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Badan Iis langsung bergetar hebat saat menginjakkan kaki di bandara udara Ivalo. Suhu udara -10 derajat benar-benar membuat lutut Iis bergetar hebat. Iis langsung mencari kehangatan, dengan cepat dia memeluk Juan yang sedang berdiri menunggu mobil yang akan menjemput mereka.


“Kenapa Yang?”tanya Juan sambil membalas pelukkan Iis dengan erat.


“Dingin Mas, aku ngak kuat dingin banget,”keluh Iis sambil menggeretakkan giginya, Iis menyelusupkan kepalanya ke dada Juan.


Juan tersenyum melihat kelakuan istrinya ini, kepalanya menyelusup ke dadanya membuat bulu kuduknya berdiri. Bukan karena dingin, tapi karena nafsunya yang naik.


“Aku sirik sama Taca, Mas. Dia anget banget kelitannya,”ucap Iis sambil melihat Taca yang sudah tengelam di balik badan Adipati yang menjulang.


Mata Juan langsung melirik kearah Adipati dan Taca. Senyuman merekah melihat sahabatnya itu sudah memeluk Istrinya dengan erat. Saking eratnya Juan tidak bisa melihat dimana Taca saat ini.


Beberapa menit kemudian mobil yang akan mengantar mereka ke hotel tiba. Dengan cepat Taca mendudukkan Kama dan Kalila di Car seat khusus untuk anak. Abah dan Edy langsung masuk kedalam mobil, rasa dingin benar-benar membuat mereka berdua ingin langsung masuk kedalam mobil yang memiliki suhu udara super hangat.


Sepanjang perjalanan mereka dimanjakan dengan keindahan alam kota Sariselkä, kota yang di tutupi oleh salju. Iis berkali-kali terpukau melihat keindahan alam didepannya.


“Mas ini aku kaya snow white, bagus banget,”pekik Iis.



“Wah untung Abah bawa ini,”ujar Abah sambil menunjukkan botol sirop merk Makjan.


“Buat apa Abah?”tanya Adipati bingung, mertuanya ini benar-benar membuat Adipati was-was. Mau apa Abah bawa-bawa sirop ke sini.


“Abah mau bikin es serut..!!!”ujar Abah sambil mencium botol sirop ditangannya.


“Jangan Abah nanti Abah sakit perut, ini kotor..!!”ujar Adipati cepat, ngak lucu kalau Abah sakit perut di negara orang.


“Udah bule, tenang aja pokoknya enak aja,”ujar Abah sambil tersenyum senang.


“Udah biarin aja, biarin aja... terserah si Abah, udah biarin..!!”desis Taca sambil memeluk Adipati erat, “nanti kalau sakit perut ngak usah ditolong.”


Adipati hanya bisa menghela napas menghadapi Taca dan Abah. Menikah dengan Taca selama 1 tahun lebih membuat Adipati lebih mengenali kelakuan Abah yang absurd.


Tiba-tiba mobil berhenti di suatu tempat, Juan langsung membuka pintu mobil dan menarik Iis keluar. Iis yang kaget hanya bisa mengikuti keinginan Juan.


“Ketemu di resort, Bro,”ujar Juan sambil keluar dari mobil.


“Ciao...” ujar Adipati sambil menutup pintu mobil dengan cepat, untuk meminimalisir udara dingin yang masuk kedalam mobil.


Iis kaget karena hanya dia dan Juan yang turun dari mobil. Astaga... ada apa lagi ini, suaminya ini benar-benar tidak bisa diduga. Penuh kejutan dan memilik spontanitas yang sangat tinggi.


“Mas kok turun disini, mau apa ini? Jangan bilang kita jalan ke hotel,”tebak Iis cemas, Iis bisa pingsan kalau disuruh jalan ke hotel.


“Bentar...”ujar Juan sambil melihat kekanan dan kekiri seperti menunggu sesuatu.


Iis yang kedinginan akhirnya memeluk Juan, menelusupkan tangannya ke saku jaket Juan. “Mas, sumpah dingin banget.”

__ADS_1


“Iya tau, aku juga dingin, Yang.”


Bug..


“Aw..kok mukul?”tanya Juan bingung.


“Udah tau aku sama kamu ngak kuat dingin, kenapa harus bulan madu kesini..!!”desis Iis kesal.


“Hahahaa.. kalau ketempat dingin kamu tuh bakal meluk-meluk aku terus, ngak dilepaskan. Kalau ketempat panas, boro-boro meluk yang ada kamu udah ngacir kali, lari ke pantai,”ujar Juan sambil mengerling nakal.


Iis hanya bisa menggesekkan hidungnya ke dada Juan dengan keras, berharap bila dia melakukan itu akan memberikan suhu hangat di wajahnya.


Guk...guk....guk....


Suara anjing yang menggonggong terdengar dari kejauhan. Iis langsung mengeratkan pelukkannya pada Juan. Iis takut anjing..!!


“Mas ada anjing..!!”


“Kenapa?”tanya Juan.


“Aku takut anjing, aku pernah digigit anjing dulu..!”


“Hahahahaa...centil amat anjingnya gigit-gigit kamu,”canda Juan sambil menepuk bagian belakang pinggul Iis.


“Yeh....”


Tak berapa lama datanglah segerombolan anjing jenis siberian husky yang menarik kereta luncur. Iis mundur dua langkah kebelakang.


“Mr and Mrs wijaya?”


“Saya Liam, saya akan menjadi pemandu anda hinga sampai ke Kakslauttanen Arctic Resort,”ujar Liam sambil tersenyum.


“Oke, let’s Roll..!”ujar Juan bersemangat.


(Oke mari kita pergi*kata slank inggris)


Juan langsung duduk dikereta luncurnya, kemudian menarik tangan Iis meminta Iis untuk duduk didepannya.


“Mas, itu Huskynya ngak kecapean apa?”tanya Iis.


“Ngak, huskynya udah biasa,”jawab Juan santai sambil menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya juga tubuh Iis.


“Ready?”tanya Liam.


“Ready,”jawab Juan.


Sedetik setelah Juan berkata Ready, Iis langsung merasakan kereta luncur tersebut ditarik dengan cepat oleh anjing-anjing tersebut.


Iis langsung merasakan angin dingin yang berhembus menerpa muka dan rambutnya. Astaga rasanya dinginnya bukan main. Iis langsung mengkerutkan tubuhnya, berjuang untuk mencari kehangatan dari tubuh Juan.


Rasa dingin tidak membuat Iis mengalihkan pandangannya. Keindahan alam didepannya benar-benar membuat Iis terhipnotis. Ah... suaminya ini benar-benar membuat hati Iis meleleh.


__ADS_1


Setelah beberapa waktu Juan tiba-tiba berbisik ditelinga Iis. “Yang liat kebawah..”


Iis mengikuti instruksi Juan, dengan cepat dia melihat kearah yang ditunjuk Juan. Mata Iis membulat saat melihatnya.



“Mas itu?”


“Nanti kita tinggal di salah satu iglonya, Yang. Jadi kita bisa liat langit,”ujar Juan sambil mengigit telinga Iis dan mengelus bagian paha dalam Iis. Gerakan kecil Juan membuat Iis menahan napasnya, gairahnya tiba-tiba naik. Astaga, Iis benar-benar mendamba sentuhan Juan.


“Iya,”jawab Iis pendek, sudahlah Iis sudah pasrah. Dia benar-benar pasrah.


•••


Akhirnya Juan dan Iis sampai di resort, disana sudah ada Taca yang menunggu Iis sambil membawa paper bag.


“Ta...”panggil Iis sambil mendekati Taca.


“Udah nyampe? Asik ngak pake kereta luncur?”tanya Taca sambil memeluk Iis.


“Asik banget, cantik banget tempatnya. Kamu udah liat kamarnya?”tanya Iis.


“Udah, bagus banget. Kamu pasti suka, ah ini..”ujar Taca sambil menyerahkan paper bag pada Taca.


Iis mengambil paper bag dari Taca kemudian mengintip bagian dalamnya. Wajah Iis langsung memerah. “Ta...”


“Permintaan maaf dari aku, gara-gara Adipati kamu jadi ngak bisa malam pertama sama Juan. Maaf yah,”ujar Taca sambil mengatupkan kedua tangannya didepan wajahnya.


“Tapi, ini kaya ngak pake baju,”desis Iis sambil membulatkan matanya pada Taca.


Taca tersenyum nakal, kemudian berbisik pada Iis, “Nggak papa, biar makin liar..!!”


“Taca...”


Taca tertawa sambil menjulurkan lidahnya kemudian pergi meninggalkan Iis yang masih menatap paper bag ditangannya.


“Yang...”


“Ah iya, ayoo...”


•••


Maaf telat yah...


Kaka Gallon ada yang harus dilakuin...


Makasih semuanya masih nungguin cerita kaka gallon. Luv....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2