Water Teapot

Water Teapot
S2: Happy b’day Iis


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


(Anggep aja ini pilot, Iis sama Juan ngomongnya pake bahasa inggris yah, kaka gallon mager kalau disuruh nulis artinya hehehe )


“Terima kasih sudah menggunakan jasa kami Mr. Wijaya,” ujar Pilot itu sambil menjabat tangan Juan dan tersenyum panuh hormat pada Iis yang masih memegang buket mawar.


“Sama-sama saya juga ucapkan terima kasih banyak,” ujar Juan sambil menarik Iis mendekat pada dirinya.


“Terima kasih Mrs. Wijaya,” ujar Pilog itu lagi sambil tersenyum manis pada Iis.


“Sama-sama,” ujar Iis sambil melambaikan tangannya sopan. Juan langsung mengeratkan rangkulannya menarik Iis untuk berjalan disampingnya dan menuju lift.


Sesampainya di lift Juan memeluk Iis dari belakang.


“Mas, kenapa sih semua orang manggil aku Mrs. Wijaya mulu, nikah aja belum Mas,” ujar Iis bingung.


“Kalau kamu ngak aku bilang istri aku, bisa jelajatan mata orang sini, bisa-bisa kamu diajak nikah setiap jarak 1 meter,” ujar Juan memberikan penjelasan paling ngaco yang pernah Iis dengar seumur hidupnya.


“Ngaco.”


Juan tertawa renyah, tiba-tiba lift berhenti kemudian masuklah 2 orang lelaki tampan. Mereka berdua langsung melihat Iis yang sedang tersenyum manis.


Salah satu lelaki tersebut mengerling nakal pada Iis, Iis langsung mundur selangkah dan menabrak badan Juan. Juan yang sadar ada yang menatap Iis langsung menarik Iis kebelakang badannya, menutupi Iis dengan mengunakan badannya.


Iis hanya bisa pasrah dan menyenderkan dahinya pada punggung Juan, menyembunyikan dirinya dibelakang badan Juan.


Juan menatap kedua lelaki tersebut dengan tatapan ‘senggol bacok’ membuat kedua lelaki tersebut mengalihkan pandangannya dari Iis yang masuk terlihat dari balik punggung Juan.


Ting...


Juan langsung menarik Iis dengan cepat untuk keluar dari lift, meninggalkan kedua lelaki tersebut yang masih saja mengamati kaki Iis yang terexpose.


“Apa kata aku, kalau aku ngak bilang kamu istri aku, bakal banyak yang ajak kamu nikah, berabe yang ada,” ujar Juan sambil berjalan disebelah Iis.


“Hahaha.. tenang hati aku cuman buat Mas Juan seorang pokoknya,” jawab Iis sambil mengerling nakal pada Juan.


Juan tergelak mendengar jawaban Iis sambil membuka pintu untuk memasuki kamar hotel milik mereka.


KLIKKK...


“HAPPY BIRTHDAY IIS....!!!” teriak Taca sambil menyodorkan kue ulang tahun pada Iis dan meminta Iis untuk meniup lilinnya.


Iis tersenyum melihat Taca yang membawa kue ulang tahun dengan banyak sekali ornamen ikan, Iis merasa ini kue harusnya untuk Taca yang sedang kerasukan jin Ikan.


“Tiup lilinya cepet, make a wish..!” pinta Taca sambil tersenyum senang.


Iis memejamkan matanya kemudian meniup lilin didepannya.


“Asikkk, sekarang aku yang potong kuenya yah,” ujar Taca sambil berlari kearah meja makan.


“Lah, yang ulang tahun Iis, Ta..” ujar Juan keberatan kenapa yang potong kuenya Taca.


Taca yang sadang memegang pisau langsung mendelik ke arah Juan sambil mengacungkan pisaunya ke arah Juan, “Ngak boleh ?”


Juan dan Adipati langsung mundur selangkah seram dengan tatapan Taca. Iis yang sudah biasa dengan sifat Taca hanya bisa tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


“Ya udah potong aja, sini aku bantuin. Itu lumba-lumbanya mau dipotong juga ?” tanya Iis sambil mendekati Taca yang sedang asik memotong Kue.


“Di, sumpah bini lo kerasukan apaan sih ? Serem tau, kebayang kalau dia ngamuk kaya apa,” ujar Juan sambil menatap Adipati.


“Kamu belum tau aja dulu pas ketauan video aku sama Becca, abis dapur apartemen Taca acak-acak, semua barang Taca banting. Ayam abis dia potong pake pisau dapur yang gede,” ujar Adipati sambil tersenyum mengingat tingkah ajaib Taca.


“Lo kuat, yeh...” ujar Juan sambil berkacak pinggang.


“Lucu tau, tuh liat sekarang aja dia lucu motong-motongin kue,” jawab Adipati sambil menunjuk Taca yang sedang memotongi kue dibantu Iis.


Juan hanya bisa menghela napas mendengar ucapan Adipati, karena demi apapun Taca saat ini tidak ada lucu-lucunya.


“Ju, besok jadi ?” tanya Adipati menatap Juan dan hanya dijawab anggukkan oleh Juan.


“Good luck,” ujar Adipati lagi sambil memukul bahu Juan.


Adipati dan Juan pun berbincang di sofa sambil menunggu Iis dan Taca yang sibuk memotong-motong kue. Taca yang bersikeras memotong kue mengikuti alur ikan-ikan yang ada membuat Iis sedikit geram.


“Mas, ini...” ujar Iis sambil memberikan potongan kue dengan ikan pari di atasnya. “Mas, aku sama Taca besok mau berenang sama ikan lumba-lumba, boleh ?” tanya Iis sambil menatap Juan.


Juan yang sedang memakan kuenya langsung keselek mendengar permintaan Iis.


“Hukkk hukkk hukkk...”


Iis langsung mengambilkan minum untuk Juan, “kenapa, Mas. Makannya pelan-pelan, ati-ati ih..” ujar Iis sambil memukul pelan punggung Juan.


Juan menatap Adipati dengan tatapan ‘kenapa jadi gini ?’ Dan dibalas oleh Adipati sambil mengangkat kedua tangannya.


“Tapi, kita ada acara lain, Yang..”


“Tapi aku mau berenang sama lumba-lumba, acaranya sore aja yah, kita masih disini kan?” tanya Iis sambil menatap Juan dengan tatapan puppy eyes.


Juan hanya bisa menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Iis, “Iyah, Sore aja.”


“Ju, ubah rencana ?” tanya Adipati sambil menggaruk kepalanya.


“Kayanya, tapi liat nanti lah, gue pergi dulu sebentar,” ujar Juan sambil beranjak dari duduknya kemudian mendekati Iis.


“Yang, aku pergi dulu bentar, kamu disini aja yah.”


“Oke...” jawab Iis sambil tersenyum.


Taca menatap Juan kemudian berseru, “Juan beliin boneka lumba-lumba yah.”


“Hah ??”


Adipati langsung berdiri kemudian berjalan mengikuti Juan, “Biar aku aja yang beli boneka lumba-lumbanya.”


“Oke,” jawab Taca santai.


Juan dan Adipati pun berlalu dari sana, meninggalkan Taca dan Iis yang sedang duduk.


“Iis, Juan udah lamar kamu ?” tanya Taca


“Hmm... belum, kenapa ?” tanya Iis lagi sambil memakan kue didepannya.


“Kapan atuh si dodol teh mau ngelamar, susah amat. Kalau kata Adipati keluarga Juan ribet, apalagi Papihnya. Adipati berapa kali berantem sama Papih Juan,” ujar Taca.


Jantung Iis langsung berdetak dengan cepat saat mendengar penjelasan Taca, “Emang ngapain Adipati berantem sama Papih Juan ?”

__ADS_1


“Papih Juan tuh workaholic (suka bekerja), hidupnya hanya didedikasikan untuk perusahaan, semuanya. Bahkan Juan berapa kali dijodohkan dengan anak teman-temannya, pokoknya apa yang bisa memajukan perusahaan pasti akan dilakukan oleh Papih Juan.”


“...”


“Masalahnya, Adipati muak dengan perlakuan Papih pada Juan, Papih suka semena-mena, Juan kejerumus obat-obatan terlarang juga alesannya selain karena pergaulan, Juan stress karena Papih maksa Juan untuk menikah dengan anak-anak koleganya atau mengurus perusahaan. Juan stress, Iis.”


“....”


“Kata Adipati, dulu mana ada Juan yang ketawa-ketawa. Mana ada Juan yang jahil. Pokoknya Juan itu kaya dilahirkan untuk jadi mesin pemberi keuntungan bagi keluarganya, makanya Adipati sebenernya bersyukur liat Juan sama kamu Iis, Juan lebih lepas, lebih apa yah.”


“Apa ?” tanya Iis penasaran.


“Bebas, bahkan ke Papihnya sekarang Juan sudah sedikit mencair. Dulu boro-boro angkat telepon Papihnya, Mamihnya mau ketemu aja Juan kabur-kaburan,” ujar Taca sambil tersenyum pada Iis.


Iis hanya diam menatap Taca, kepalanya berpikir keras. Iis takut untuk masuk kelingkaran keluarga Juan, kayanya Iis ngak bakal sanggup untuk berurusan dengan keluarga Juan.


“Ta... aku takut,” ujar Iis sambil menatap Taca.


Taca langsung mengerti ketakutan Iis, keluarga Juan bukan keluarga sembarangan. Tidak seperti keluarga Adipati yang santai, mungkin karena Papa Gio orang Italia jadi tidak terlalu mempermasalahkan apapun, berbanding terbalik dengan keluarga Juan. Walau Mamih Juan memberi restu, tapi kalau Papih dan Nenek Juan tidak memberi restu jangan harap ada pernikahan.


“Iis, kamu kuat Iis, Tuhan ngak akan memberikan cobaan yang ngak bisa dihadapin sama umatnya. Kamu pasti bisa. Ingat satu hal, masih ada aku sama Abah..!”


Iis langsung memeluk Taca kemudian menangis didada Taca, ketakutan Iis sudah berada diujung tanduk. Iis takut, saat ini mungkin Iis mempunyai Juan yang akan melindunginya habis-habisan, tapi kalau Juan pergi, Iis hanya punya Taca dan Abah.


Iis takut


“Ta, gimana ini. Aku udah ngak bisa mundur lagi, aku harus gimana kalau Papih Juan nyuruh aku lepasin Juan. Apa aku bisa ?” tanya Iis pada Taca sambil melap air matanya.


“Iis, kalau Papihnya minta kamu mundur, kamu mau mundur ?” tanya Taca kebingungan, jujur kalau Taca diminta mindur Taca pasti keras kepala, Taca pasti akan terus maju.


“Ta... cukup aku yang durhaka pada Ayah kandungku sendiri, Juan jangan Ta, aku ngak mau Juan durhaka sama Ayahnya sendiri, aku ngak mau Ta.” isak Iis sambil memeluk Taca erat.


Taca benar-benar hanya bisa menggelengkan kepalanya, sabar Iis memang tidak ada obatnya. Dari dulu Iis memang terlihat begajulan, seenaknya, senggol bacok, tapi kalau sudah berhubungan dengan orang tua, anak dan rasa sabar wah Taca angkat topi.


“Iis... inget ini. Yang terpenting sekarang, Juan sayang dan cinta sama kamu. Udah itu aja dulu, oke...! Pokoknya kalau ada apa-apa pintu rumah aku selalu terbuka. Nanti Adipati aku ungsiin ke Uganda deh biar kamu bisa nginep ditempat aku..!” ujar Taca sambil memeluk Iis erat.


“Makasih, Ta... makasih,” ujar Iis sambil membalas pelukkan erat Taca.


Tanpa mereka sadari Adipati dan Juan mendengarkan perbincangan mereka dari balik pintu.


“Juan...”


Juan menatap Adipati kemudian tersenyum, “Tenang, semuanya udah gue urus. Lo ngak bakal diungsiin ke Uganda sama Taca,” canda Juan sambil tersenyum, walau dihatinya Juan ketar ketir.


“Perusahaan masih aman, Juan” ujar Adipati mengingatkan bila Juan angkat kaki dari keluarganya Juan masih punya pemasukan dari perusahaan mereka berdua.


“I know, Di... gue selalu bisa ngandelin elo dari dulu, lo udah kaya adek yang ngak pernah gue milikin," ujar Juan.


•••


Panjang yeh...


ngos-ngosam nulisnya juga hahahaa


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2