
Taca sedang melipat semua baju miliknya kemudian memasukkannya kedalam kardus, saat ini dia sedang membereskan apartemennya. Adipati menyuruh Taca untuk menyewakan Apartemen miliknya. Mau tidak mau Taca membereskan semuanya dibantu Iis, Bi Yuli dan Bi Rea, untuk memasukkan barang-barangnya kedalam kardus.
"Ta, udah maafan sama Adipati ?" tanya Iis.
"Hmm udah, ngak usah lama-lama berantemnya. Pusing kalau lama-lama..." ujar Taca sambil menggulung selimut miliknya.
"Coba kalau aku, kayanya ngak bakal aku maafin sehari doang, bisa sebulan aku ngamuk," ujar Iis kesal saat mengetahui kenapa Taca bisa berkelahi dengan Adipati.
"Hahahaa... makanya kamu dapetnya Juan bukan Adipati. Kalau dapetnya Adipati bisa jantungan kamu, Is.." ujar Taca sambil tersenyum nakal.
"Iya, tuhan tau yang kita butuh, Yah."
"Yupzzz...tapi aku bener-bener ngak abis pikir sama Radi, maunya apaan," ujar Taca kesal.
"Entahlah, kamu sabar aja. Atau kamu tanyain baik-baik mau dia apa. Suruh dia tobat gitu, jauhin kamu." ujar Iis.
"Emang bisa ?"
"Bisalah, cobain aja. Gimana kalau aku atur kamu ketemu sama Radi buat ngobrol bener-bener biar dia ngak deketin kamu lagi, TAPIIIIIII....."
"Tapi apaan...?" tanya Taca bingung.
"Mintalah izin sama Adipati dulu, aku ngak mau ada pertumpahan darah Ta..." ujar Iis mengingatkan.
Taca berpikir sambil menghela napasnya, sudah sebulan setelah kejadian di Singapura berlalu. Menurut kabar yang beredar Becca sudah pulang ke Kalimantan, Radi beberapa kali men Chat dirinya tapi selalu Taca abaikan bahkan beberapa kali dibalas oleh Adipati dengan kata-kata kasar.
"Hmm nanti aku tanya Adipati dulu, aku mau tenang, Iis. Radi orang baik, Iis. Aku tau itu. Dan aku ngak mau dia berubah jadi jahat hanya karena aku. Aku ngak mau," ujar Taca sambil mengenang kebaikkan Radi.
"I know.... jadi mending kamu tanyain Adipati dulu deh, kalau kata dia boleh. Aku baru bilang Radi. Kalau ngak mending, ngak usah." ujar Iis sambil mengangkat box didekatnya.
"Bisa ada pembunuhan ntar..." ujar Iis lagi.
Taca menengok ke jendela apartemennya berpikir dengan keras harus seperti apa solusinya. Taca ngak mau berkelahi lagi dengan Adipati, hidupnya sekarang lebih bahagia. Tapi, Taca mau Radi juga bahagia.
"Arghhh bodo ah..." rutuk Taca sambil mengambil box berisikan baju kemudian berjalan keluar.
"Sama aku aja, Amore," tiba-tiba Adipati menolong Taca mengangkat boxnya.
"Eh... ngak kekantor ?" tanya Taca bingung saat melihat Adipati yang tiba-tiba ada disana.
"Udah, aku kesini mau bantuin kamu," Adipati berkata sambil berjalan kearah pintu keluar kemudian menyimpan box diujung pintu.
"Ayaaangggg....." terdengar teriakan Juan yang datang kemudian memeluk Iis.
Taca dan Adipati yang melihat hal tersebut dari jauh hanya tertawa. "Di, yang kamu bilang di pesawat bener ?"
"Yang mana ?" tanya Adipati pura-pura tidak mengerti.
"Di, jangan pura-pura ngak ngerti, ituloh yang Juan man...."
Dengan cepat Adipati menutup bibir Taca dengan kedua tangannya. Kemudian menarik Taca kedalam kamar mandi yang ada dibelakangnya.
"Di, apa sih..." ujar Taca kesal sambil menarik tangan Adipati dari mulutnya.
"Amore, jangan keras-keras. Iis belum tau..."
"Hah.."
"Juan, ngak mau ngasih tau Iis, Juan takut," ujar Adipati sambil mengelus rambut Taca. Berduaan dikamar mandi membuat pikiran Adipati hilir mudik tidak karu-karuan.
__ADS_1
"Takut ? Takut apa, malah kalau ngak kasih tau Iis bakal marah besar. Iis tuh suka anak kecil, cita-cita dia punya anak banyak," ujar Taca sambil menatap Adipati yang entah sejak kapan sudah menghimpit badannya.
"Aku juga udah bilang, Juan tetep ngak mau ngasih tau," ujar Adipati sambil mencium leher Taca.
"Tapi..." kata Taca terhenti saat menerima ciuman bertubi-tubi dari Adipati yang mengigiti bibir bawah Taca dan menghisap bibir Taca dengan liar.
"Di...lagi ngobrol ini. Astaga Di....!!!" pekik Taca kaget saat menyadari dimana posisi tangan Adipati.
"Pasrah aja, Amore. Main cepet," ujar Adipati sambil terus memainkan tangannya disalah satu bagian tubuh Taca.
"Di...!!!!!" Taca pun dibuat melambung kelangit ketujuh.
•••
Iis yang baru saja memasukkan beberapa box kedalam mobil pengangkut kaget saat mendapati seseorang dibelakangnya.
"Mau kemana ?" tanya orang tersebut.
"Radi...!!!" jerit Iis sambil menyentuh dadanya kaget.
"Hai, Is.. mau kemana ? Pindah ?"
"Bukan aku yang pindah, tapi Taca. Mulai besok dia tinggal di apartemen Adipati. Ngapain kamu disini ?" tanya Iis bingung.
"Pindah, ngapain ?" tanya Radi sambil mengambil box kecil dikakinya kemudian memasukkannya kedalam mobil pengangkut.
"Ya ampun, Rad. Kok ngapain, mereka suami istri 'kan. Terserah mereka lah mau ngapain juga. Suka-suka mereka, emang situ sapa ?" ujar Iis kesal sambil menepuk kedua tangannya.
Radi menatap Iis, teman kuliahnya itu semakin cantik kalau dilihat-lihat. " Is kamu jadi cantik, efek jatuh cinta, yah ?" goda Radi sambil tersenyum jahil.
"Hah... ngak usah gombal, ada apa ?" tanya Iis ingin tahu tujuan Radi.
Iis langsung berkacak pinggang saat mendengar pertanyaan Radi. "Rad, kamu jahat beneran, tega kamu Rad bikin Taca ngamuk."
"Tapi kan itu bukti kalau Adipati itu brengsek," ujar Radi tetep dengan argumeng tidak masuk akalnya.
"Yang brengsek itu kamu..! Ngapain kamu bantuin Becca buat ngehancurin hubungan Taca sama Adipati ?" tanya Iis.
"Rencana apaan, aku ngak tau apa-apa," dusta Radi sambil mengangkat kedua bahunya.
"Bohong banget...! Radi kamu tau ngak dulu Becca pernah ngapain Taca ?"
"......"
"Becca pernah nyuruh orang buat perkosa Taca...!!! Tau ngak Taca sampai ngak waras, 3 hari Taca hilang kesadarannya, yang ngurusnya siapa ? Adipati...!!!" bentak Iis kesal.
Radi kaget dengan fakta baru yang didengarnya, dia tidak menyangka Becca melakukan tindakan sebejat itu.
"Jangan ngada..."
"Aku ngak bohong, kalau kamu ngak percaya ayo kita kekantor polisi. Kita buka lagi kasusnya....!" tantang Iis pada Radi yang masih menatap Iis dengan tatapan tidak percaya.
"Sebejat itu Becca ?"
"Astaga.... Becca tuh bejat...! Dia ngak tau diri, ngak punya otak, dia bisa bebas dari penjara gara-gara ditolong sama mantan tunangannya Juan....."
"Cicil..?" potong Radi.
"Kamu kenal Cicil Bouw ?" tanya Iis.
__ADS_1
"...."
"Eh JUBAEDAH, KAMU KENAL CICIL BOUW ?" tanya Iis lagi.
"Kenal, dikenalin Becca. Cantik yah, bingung kenapa Juan milih cewe bar-bar dari pada cewe anggung kaya Cici....."
Pletakkkk......
Iis langsung memukul Radi dengan bantal yang Iis ambil dari kardus didepannya. "Beneran minta di gantung di monas...!?" maki Iis kesal.
"Hahahaha sorry Iis, cantik banget masalahnya Cicil, suer deh..." ujar Radi sambil mengambil bantal dari tangan Iis dengan sedikit paksa.
Briuukkkk
Iis memukul Radi dengan bantal lainnya, "ya udah sana kamu pacaran sama Cicil ngak usah deketin Taca lagi, ridho aku mah...!" ujar Iis sambil membulatkan matanya.
"Hati aku udah buat Taca,"
"Tapi hati Taca buat Adipati, bule mesum yang sabar banget ngehadapin kelakuan Taca dan keluarganya yang absurd," ujar Iis kesal.
"....."
"Nyerah Rad, please..."
"Aku belum mampu, Iis..."
"Mampu ngak mampu jauhin Taca, udah stop. Taca udah bahagia dia ingin kamu bahagia. Dia sayang sama kamu makanya dia ingin kamu bahagia. Dia udah anggap kamu abangnya sendiri, Rad..." ujar Iis sambil tersenyum manis pada Radi.
Radi berpikir sebentar, pikiran dan hatinya saat ini tidak bisa berjalan dengan benar. Pikirannya memaksa Radi untuk melepaskan Taca dan berbahagia untuk pernikahannya dengan Adipati, tapi di lain pihak hatinya meronta-ronta mengatakan dia harus mempertahankan Taca, merebutnya ...!
"Rad...."
"Aku masih bingung sama hati aku."
"Hati kamu baik-baik aja. Udah tingalin Taca...!" Pinta Iis kesal.
"Kamu ada waktu ?" tanya Radi pada Iis dia butuh teman berbicara.
"Sekarang ? Ngak lah. Ngak liat ini aku udah kaya kuli angkut Tanjung Priok," cecar Iis kesal.
"Hahahahaa... ya udah, kamis bisa ketemu ?" tanya Radi pada Iis.
"Jam makan siang aja gimana ? Cari tempat di deket biro aku, oke..."
"Oke Iis makasih, you the best..!" ujar Radi sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Setelah berbincang sebentar Radi pamit pada Iis. Pergi meninggalkan Iis.
•••
Mending cewe bar-bar dari pada cewe cantik tapi ngak jelas hidupnya kaya mbak cicil 🤣.
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon