
“Kamu masih suka Taca?” tanya Arrumi.
Radi menghembuskan napasnya pelan, “Rumi, aku cuman salah ngomong aja.”
“Oke, bilang dong kamu cinta dan sayang sama aku sambil liat mata aku yang beda warna dari mata Taca,” hardik Arrumi cepat, bertemu dengan Taca tadi, membuat Arrumi tau kalau manik mata mereka berbeda.
“Kamu nggak pernah mau liat mata aku lama-lama karena mata aku hitam dan mata Taca coklat, iya kan?” bentak Arrumi keras.
Radi hanya bisa menghela napasnya keras, dia sedang malas melayani ocehan Arrumi. Ocehannya akan panjang. “Aku mau kekamar, celana aku basah.”
Radi berdiri dan berlalu dari hadapan Arrumi. Tangan Arrumi mengepal, rasa sakit benar-benar menghantamnya. Rasanya dia ingin berteriak keras, seandainya tidak ada orang disana, mungkin Arrumi sudah berteriak dengan sangat-sangat keras dan mengeluarkan isi kebun binatang dari mulut mungilnya.
Arrumi langsung mengambil tasnya dan berjalan, bukan kearah kamar miliknya, Arrumi berjalan ke arah dermaga. Arrumi mau pulang, dia sudah tidak peduli dengan suami gilanya. Suami yang hangat hanya saat mereka di ranjang.
Arrumi berjalan sambil mengangkat kepalanya tinggi, berusaha untuk mempertahankan harga dirinya yang sudah pecah berkeping-keping. Arrumi menyentuh perutnya, tangisnya hampir pecah saat menyentuh perutnya.
•••
Radi membuka pintu kamarnya dengan kesal, Arrumi benar-benar membuatnya marah. Kenapa juga Arrumi tiba-tiba bertanya pertanyaan seperti itu. Arrumi bukan wanita yang menuntut apapun. Dia tipe wanita penurut yang mudah dikendalikan, hanya cerewet. Itu saja kekurangan Arrumi.
Radi membuka celananya dan melemparkannya kesembarang arah. Dia tidak peduli, nanti juga bakal dibereskan oleh Arrumi. Diambilnya celana berwarna khaki dari dalam kopernya.
Setelah menggenakan celananya rasanya kepala Radi benar-benar berat. Radi benar-benar keceplosan tadi, itu adalah perasaannya yang paling dalam. Iya dia masih mencintai Taca.
Arrumi adalah wanita tersabar yang pernah Radi temukan. Arrumi benar-benar mengikuti semua permintaan Radi, Radi benar-benar membentuk Arrumi semirip mungkin dengan Taca dan Radi berhasil. Arrumi benar-benar mirip Taca, hanya satu yang tidak bisa Radi ubah cerewet dan keponya Arrumi kadang membuat Radi kesal.
Radi membenturkan kepalanya beberapa kali ke kasur miliknya. “Bodo kamu, Rad.”
Tangan Radi menggapai tas milik Arrumi dan entah kenapa Radi langsung melemparkannya ke arah dinding didepannya, meluapkan emosinya. Radi benar-benar kesal hari ini.
Braaakkk...
Semua isi didalam tas Arrumi langsung berhamburam keseluruh lantai, Radi hanya menatapnya sambil mendengus. Rasa kesalnya sedikit terobati setelah melempar tas Arrumi.
Saat Radi akan kembali merebahkan kembali tubuhnya, matanya menatap sesuatu di ujung kasurnya. Apa itu?
Radi turun dari kasurnya kemudian mengambil benda yang menarik perhatiannya itu, dibacanya tulidan kecil digital di benda tersebut. Jantungnya langsung berdetak keras.
“Arrumi, Arrumi...!?” teriak Radi panik.
Radi langsung mengambil handphoennya dan berlari tunggang langgang keluar dari kamarnya, mencari istrinya. Ibu dari anaknya.
•••
“Sorry, you see my wife?” tanya Radi pada pelayan yang sedang berdiri didekat kolam, Radi menunjukkan photo Arrimu yang sedang tersenyum. Photo yang Radi ambil sebulan yang lalu di penthouse miliknya.
(Maaf, kamu liat istri saya?)
“Ah, she's in the bridal room,” jawab pelayan itu sambil menunjuk ruangan pengantin. (Ah, dia ada di ruangan pengantin)
Radi langsung menggelengkan kepalanya, Radi yakin yang dimaksud pegawai itu adalah Taca bukan Arrumi istrinya. Radi yang sedang malas berdebat dengan orang, Ia langsung berlari kearah dermaga, entah kenapa dia seperti mempunyai perasaan bahwa dirinya harus berlari kearah dermaga. Mencari istrinya.
Sesampainya didermaga dia melihat Arrumi sedang berjalan menaikki kapal boat, kapal yang biasa mengantar siapa saja di Vila itu untuk kembali ke kota.
“Arrumi, Arrumi...!” teriak Radi sambil berlari seperti kesetanan untuk menangkap tangan istrinya.
Arrumi menolehkan kepalanya melihat Radi yang mengejarnya. Tapi, Arrumi sudah lelah melihat suaminya, dia sedang tidak ingin melihat suami yang tidak pernah menghargai dirinya. Suami yang selalu menyia-nyiakan dirinya.
__ADS_1
“Arrumi tunggu, Arrumi,” teriak Radi sambil meloncat kedalam kapal.
Brak..
Radi terjatuh, badannya menabrak dinding kapal, beberapa orang langsung menolong Radi, sedangkan Arrumi hanya melihat Radi dengan tatapan dingin dan pergi berjalan menjauh dari Radi.
“Are you oke?” tanya seseorang pda Radi.
“I am oke, thanks.” jawab Radi sambil berdiri dan mengangkat kedua tangannya di dada, “Arrumi tunggu.”
Radi berlari mengejar Arrumi, mencengkram tangan Arrumi dan menariknya. “Arrumi kamu budek yah?”
Arrumi hanya diam dan menatap sekilas, “Mungkin.”
“Arrumi, ini apa?” tanya Radi sambil menunjukkan benda yanh baru saja Radi temukan.
Arrumi melihat sekilas benda ditangan Radi, Arrumi langsung duduk dikursi yang menghadap danau.
“Arrumi Hasta jawab pertanyaan aku,” pinta Radi sambil duduk disamping Arrumi.
“Testpack,” jawab Arrumi singkat.
“Astaga iya tau, ini testpack. Aku tanya ini punya siapa?” tanya Radi.
“Kamu ketemunya dimana?” tanya Arrumi.
“Astaga Ar, aku ketemunya di tas kamu. Tas kamu yang ada dikamar, ini punya siapa?” Radi benar-benar gemas dengan Arrumi.
“Yah punya aku lah, aku hamil,” jawab Arrumi.
“Kamu hamil?” Radi benar-benar kaget dengan perkataan Arrumi. Arrumi istrinya hamil.
Radi terdiam mendengar perkataan Arrumi, istrinya ini benar-benar sakit hati dengan perkataanya. Radi bisa memakluminya, dia salah. Demi apapun dia salah, dia menikah dengan Arrumi kemudian membentuknya bahkan membayangkan Arrumi adalah Taca.
“Arrumi, maaf aku salah. Aku masih ingat Taca, aku salah,” ucap Radi.
Arrumi hanya diam menatap kedepan, napasnya terdengar berat. “Kamu masih cinta Taca?”
Radi diam, dimainkannya testpack ditangannya. Batinnya lelah, dia lelah membohongi dirinya sendiri, enam bulan bukan waktu sebentar untuk menekan perasaannya. Berbohong bahwa dia memiliki kehidupan pernikahan yang berbahagia. Sumpah demi apapun dia tidak merasa bahagia, hatinya kosong dan parahnya dia menyeret Arrumi wanita yang mencintai dirinya kedalam kehidupan tololnya.
“Masih, Arrumi maaf,” jawab Radi akhirnya.
Bug...
Seperti ada sesuatu yang menimpa dada Arrumi, astaga sakit dan pedih. Dada Arrumi sakit bukan main, air mata Arrumi siap meloncat keluar dari matanya. Tapi, Arrumi berjuang untuk menahan air matanya, lelaki sialan disampingnya tidak boleh melihat dirinya menangis.
“Setiap kita melakukan hubungan suami istri, kamu selalu membayangkan Taca? Princess itu nama panggilan kamu buat dia?” tanya Arrumi lagi.
“Iya,” jawab Radi pasrah, dia sudah tidak bisa berbohong lagi, Radi pasrah. Dia benar-benar tidak bisa melakukan apapun lagi.
Terdengar suara Arrumi menghirup napas dalam-dalam. Arrumi benar-benar membenci lelaki disampingnya.
“Kamu nggak punya perasaan yah, Rad. Kamu nggak punya hati nurani,” ucap Arrumi sambil tetap menatap kedepan.
“Kamu mainin aku, padahal aku tulus sayang dan cinta sama kamu. Tapi, kamu malah anggap aku orang lain. Jahat yah kamu,” ucap Arrumi lagi.
“Arrumi, maaf.”
__ADS_1
“Maaf, emang kamu sangka maaf bisa kembaliin semuanya? Emang dengan kata maaf bisa menyelesaikan semuanya?” tanya Arrumi.
“Aku salah, aku tau aku salah. Aku nggak cinta sama kamu Ar. Aku nggak bisa bohongin diri aku, aku udah coba buat jatuh cinta sama kamu, tapi nggak bisa,” jawab Radi sambil melihat testpact ditangannya.
Arrumi menutup matanya, air matanya mengalir tanpa bisa Arrumi tahan lagi. Hatinya terlalu pedih. “Bebasin aku Rad...”
Radi menatap Arrumi, “Maksudnya?”
“Bebasin aku, ceraikan aku,” jawab Arrumi sambil menatap Radi. Manik mata Arrumi benar-benar mengunci manik mata Radi yang sama-sama hitam.
Radi terdiam saat menatap mata Arrumi, Radi baru sadar kalau manik mata hitam milik Arrumi benar-benar cantik. “Arrumi kamu lagi hamil, aku nggak mungkin bisa ceraikan kamu dalam keadaan kamu hamil.”
“Aku nggak peduli, kalau kamu nggak mau gugat aku, biar aku yang gugat kamu, bebasin aku,” pinta Arrumi.
“Arrumi, aku...”
“Kamu cinta Taca, kan? Kamu nggak cinta aku, jadi buat apa kita pertahanin pernikahan ini,” ujar Arrumi.
“Arrumi, sekarang beda. Kamu hamil, kamu hamil anak aku,” ujar Radi.
“Iya ini anak kamu dan akan selalu jadi anak kamu, apapun yang terjadi. Tapi, aku mohon bebasin aku,” pinta Arrumi.
“Arrumi demi anak kita, bisa nggak kita tetap menikah?” bujuk Radi.
Arrumi menggelengkan kepalanya, “Maaf Radi, aku nggak bisa. Kamu cuman beautiful mistake (kesalahan indah) buat aku, Rad.”
“Arrumi,” bisik Radi.
“Ceraikan aku Radi, bebasin aku, aku mohon.”pinta Arrumi.
Radi menatap test pact ditangannya, menimbang-nimbang apa yang harus dilakukan oleh dirinya.
“Radi,” bisik Arrumi.
“Anak didalam...”
“Anak ini akan tetap jadi anak kamu, kamu bisa jenguk dia sesuka hati kamu. Kamu bisa sayangin dia sesuka hati kamu, aku tidak akan membatasinya. Dia anak kamu dan akan selalu menjadi anak kamu, sampai kapanpun,” ucap Arrumi sambil mengelus perutnya yang masih kempes.
“Kalau dia laki-laki dia akan menjadi teman kamu, kalau dia perempuan kamu tetap akan jadi cinta pertamanya. Aku bisa jamin itu semua,” ucap Arrumi lagi.
Radi memejamkan matanya, “Baiklah Arrumi, aku bebasin kamu. Aku ceraikan kamu.”
Sesaat mengatakan hal itu, entah kenapa Radi merasa semua beban dipundaknya hilang, Radi bisa bernapas lebih lega saat ini. Dia merasa bebas dan tenang. Dia bebas.
Berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Radi, Arrumi merasakan rasa sakit yang langsung menghujam dadanya, sebegitu mudahnya Radi melepaskan dirinya. Berarti benar, Arrumi benar-benar tidak berarti untuk Radi. Arrumi hanya bisa tersenyum lemah. Sepertinya, kebahagiaan hidupnya masih jauh dan mulai detik ini, dia harus kembali berdiri dikakinya sendiri berjuang untuk hidup bersama anak didalam kandungannya. Anak yang akan dia urus dengan penuh cinta dan kasih sayang.
“Terima kasih, Radi.”
•••
Done Radi-Arrumi selesai...
Kenapa mudah bercerai? Karena Radi tidak pernah mencintai Arrumi dan Arrumi mengatakan sampai kapanpun anak itu adalah anak Radi. Radi bisa mengurusnya dan menyayangi anaknya.
Sad ending? Yah... hidup ada bahagia dan sedihkan. Izinkan Kaka Gallon menyuguhkan akhir sedih dari dua insan bernama Radian Hasta dan Arrumi Hasta.
Siap untuk bonchapter mengenai Bernard dan Kokom? Let’s roll...
__ADS_1
XOXO GALLON