Water Teapot

Water Teapot
S2: Girlfriends Abah


__ADS_3

“Kamu ngapain?” tanya Adipati saat melihat Taca mengutak ngatik summer dress miliknya.


Taca hanya bisa mendengus keras saat mendengar pertanyaan Adipati. “Ngapain? Tau ah, ini sobeknya parah, Di,” rengek Taca sambil menunjukkan bagian belakang dressnya, resleting bagian belakangnya jebol karena ditarik paksa oleh Adipati.


“Kamu tuh yah, nggak pernah sabaran tau. Ya sabar dulu gitu kalau mau ngelakuin tuh. Tunggu aku buka baju dulu atau sabar gitu, ini main tarik aja,” cerocos Taca sambil mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


“Ya ‘kan tinggal beli lagi, Amore. Makanya nanti beli bajunya yang kaya buat ibu mengusui tau nggak? Yang ada bukaan sampingnya,” canda Adipati, tawa Adipati langsung memenuhi ruangan.


“Ih... inget aku dulu pake baju kaya gitu, abis aku sama kamu. Yang ada bukan nyusuin Kafta, malah nyusuin bapaknya,” cecar Taca kesal sambil menyerahkan peniti pada Adipati.


Adipati tertawa pelan, apa yang dikatakan istrinya ini ada benarnya juga. Dulu Taca menggunakan baju yang bisa untuk menyusui, setiap Kafta selesai menyusu, Adipati pasti melakukan berbagai macam pergerakan disekitar Taca yang akhirnya membuat dirinya pasrah, pada keinginan Adipati. Taca menyebutnya gerakan bawah tanah.


“Ya udah ‘kan cuman saran, daripada baju kamu rusak terus,” Adipati mencoba mengaitkan peniti-peniti itu di baju bagian belakang Taca.


“Amore, ini kayanya nggak bakal rapih deh, nggak papa?” tanya Adipati, tangan Adipati berusaha untuk merapihkan peniti-peniti dibelakang summer dress milik Taca, agar terlihat lebih enak dipandang.


“Nggak papa, cuman sampai kebawah doang ‘kan?” tanya Taca sambil menatap Adipati.


“Iya, aku paling pesen taxi,” ujar Adipati.


“Lah, mobil Juan? Astaga Juan sama Iis,” Taca panik saat sadar dia meningalkan sahabat beserta suaminya di Trevi Fountain. “Di, gimana ini?”


Tiba-tiba Taca kaget saat disodorkan layar handphone ke hadapannya. Disana dia melihat photo Juan dan Iis yang sedang berada di danau.


“Eh, mereka di danau?” tanya Taca bingung.


“Yup, mereka udah di danau dari tadi. Jadi, mending kita pulang aja naik taxi. Apa mau jalan?” tanya Adipati.


“Kalau nggak ada bapak-bapak mesum yang suka nyobekin baju aku sih, nggak papa kita jalan dari sini ke hotel. Tapi, masalahnya, tadi ada bapak-bapak mesum yang nyobek baju aku. Kesel,” ujar Taca.


“Hahahaa... ya udah kita naik taxi aja,” ajak Adipati.


“Iya ayo, bentar,” Taca mengemasi barang-barangnya.


•••


“Tadi Riki ngapain? Nanya apa dia?” tanya Adipati.


“Aa Riki bilang katanya Abah mau nikah,” jawab Taca sambil menggeser duduknya kedekat Adipati. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman dengan pandangan supir Taxi didepannya.


“Nikah sama siapa? Ada calonnya?” tanya Adipati sambil membuka jaketnya dan menyimpan jaketnya di paha Taca, menutupi paha Taca agar tidak terexpose dan ditatap terus menerus oleh supir taxi.


Taca menarik jaket Adipati kemudian merapihkannya, agar bisa menutupi kakinya. “Ada, namanya Maybelic Thorn, panggilannya May. Umurnya 35 tahun. Orang Swiss, nemu di tinder kayanya.”


“Maybelic... Maybelic...” Adipati mengulang-ngulang namanya, entah kenapa dia seperti ingat dengan nama Maybelic.


“Kamu kenal?” tanya Taca.


“Aku nggak tau, lupa-lupa inget, Amore,” jawab Adipati lagi.


“Tau-tau mantan kamu lag...”


“Mantan Juan...!” tiba-tiba Adipati ingat. “Mantan Juan, Maybelic Thorn itu mantan Juan..!”


“Hah.....”


•••


“Sama nama aja kali, Di,” ujar Taca sambil berjalan disamping Adipati.


Mereka saat ini sedang memasuki lobby hotel, Taca yang tidak percaya May itu mantan Juan langsung berlari disamping Adipati.


“Mungkin yah, moga sama nama doang,” harap Adipati.


“Bro, dari mana?” tanya Juan tiba-tiba muncul di samping Adipati bersama dengan Iis.

__ADS_1


“Dari hotel, menyalurkan hasrat,” jawab Adipati tanpa filter.


“Sama,” jawab Juan lagi.


“Aw...” Adipati dan Juan berteriak bersamaan, karena mendapatkan cubitan maut dari pasanggan mereka masing-masing.


“Di.”


“Mas.”


Adipati dan Juan hanya bisa memamerkan gigi-gigi putihnya, pada pasanggan mereka masing-masing.


“Juan kamu punya mantan pacar namanya Maybelic Thorne? Orang Swiss umurnya 35 tahun?” tanya Taca langsung tanpa menyadari dampak yang akan ditimbulkan dari pertanyaannya untuk Iis.


“May?” tanya Juan.


“Iya, May,” ujar Taca.


“Ah, punya dia model asal Swiss, kenapa?” tanya Juan, tanpa menyadari tatapan Iis yang siap melemparkan gas tabung 3 kilo kekepalanya.


“Ada yang mau nikah sama Abah namanya May,” jawab Taca sambil berjalan ke restoran, tempat dimana Abah, Riki, Rozak, May, Kama, Kafta, Kalila dan Liz menunggu mereka.


“Aa Riki,” teriak Taca sambil melambaikan tangannya.


Riki langsung mendatangi Taca dan gerombolannya sambil menggendong Kama. Dengan cepat, Adipati mengambil Kama dari gendongan Riki.


“Mana yang mau nikah sama Abah?” tanya Taca penasaran.


“Itu, masih muda, Neng. Nggak kebayang punya ibu tiri cuman beda beberapa tahun dari Aa,” jawab Riki sambil menggusap dahinya.


Taca langsung melihat kearah yang ditunjuk Riki, matanya membulat saat melihat seorang gadis cantik berambut pirang, muda dan cantik, duduk disebelah Abah. Abah tampak malu-malu meong saat mengobrol dengan May.


“Itu mantan kamu bukan Juan?” tanya Taca waspada.


Adipati yang melihat wanita disamping Abah, hanya bisa mengehala napas dengan keras. Ternyata itu May, mantan Juan.


“Iya, itu May mantan aku,” ujar Juan.


Riki dan Taca hanya bisa menahan napasnya, astaga pelet apa yang dipake Abah sampai mantan Juan yang seorang model, jatuh cinta pada Abah.


Taca langsung mendekati Abah, “Bah, ini siapa?”


“Eh, Neng ... kenalin ini girlfriend Abah,” Abah memperkenalkan May pada Taca.


“May, ah... mungil banget anak kamu, Honey.”


“No honey, Abah... Abah ... lieur bule teh, titatadi nyangka Abah madu wae, geus dibejaan Abah, Abah teu ngarti wae, untung geulis. Coba lamun jiga ririwa geus dialungkeun ka walungan,” cerocos Abah.


(Bukan honey, Abah... Abah ... pusing bule ini, daritadi menyangka Abah madu aja, udah dikasih tau Abah, Abah, nggak ngerti aja. Untung cantik, kalau kaya setan udah dilempar ke sungai)


“Ah iya, Abah... Abah... umur berapa kamu? Manis banget, kelas berapa, Dek?” tanya May sambil mengusap bahu Taca.


Taca hampir meledak saat disangka anak sekolahan, rasanya ingin Taca lempar semua izasah miliknya ke muka May. Tapi, dia harus bersabar, sabar....


“Saya udah nikah, May. Umur saya bentar lagi kepala 3 malah,” jawab Taca sekenangnya.


“Ah... kamu tampak muda banget,” ada nada iri di suara May.


Taca duduk disamping May, sambil menatap May lekat-lelak, “Kamu bisa bahasa Indonesia?”


“Ah iya, saya dulu pernah punya pacar orang Indonesia. Dia ngajarin saya bahasa Indonesia, percintaan kilat,” ujar May sambil tersenyum genit pada Abah.


Taca hanya bisa menahan napasnya melihat Abah sedang dirayu oleh May, geli rasanya melihat orang tua sendiri sedang berpacaran. Taca menatap Riki yang sudah tidak ada ditempatnya lagi, kakaknya itu sudah melarikan diri dari sana. Mungkin geli melihat kelakuan Abah dan May.


“May, maaf mau nanya kamu mau nikah sama Abah?” tanya Taca.

__ADS_1


“Hah... no... saya hanya berteman dengan Abah, dia seorang gentleman (lelaki sejati yang menghargai wanita), saya suka ngobrol mengenai bekantan dengan Abah,” ujar May.


“Bekantan?”


“Iya, saya aktivis kemanusian, saya sedang konsen dengan hal-hal yang berbau hewan-hewan. Termasuk bekantan. Kasian bekantan itu, mulai berkurang, benar Abah?” tanya May.


Abah yang dari tadi senyum-senyum langsung mengacungkan jempolnya, “Bener, kita harus menyelamatkan bekantan, bener itu. Abah setuju,” jawab Abah ngaco, mana paham Abah tentang bekantan.


“Jadi, kamu nggak bakal nikah sama Abah ‘kan?” tanya Taca cepat, dia ingin memastikan kalau gadis cantik mantan Juan didepannya ini tidak akan berubah statusnya menjadi Nyonya Trina dan menjadi Ibunya.


“No... nggak, saya suka melajang,” ujar May sambil tersenyum manis.


“Abah ikut, Taca,” ujar Taca sambil menarik badan Abah menjauh dari May. Abah yang ditarik hanya menurut saja.


“Apa Neng?” tanya Abah ditempat yang sudah lumayan sepi.


“Abah mau nikah sama dia?” tanya Taca.


“Kata siapa, dia cuman girlfriend Abah,” ujar Abah sambil melambaikan tangan kearah May.


“Bah, Abah mau nikah sama mantan saya?” tanya Juan tiba-tiba datang bersama Adipati.


“Hah, dia mantan kamu, wah keren mantan kamu. Cantik banget, yahut...” ujar Abah sambil mengacungkan kedua jempolnya.


“Apa sih ini, Abah ih... Abah mau nikah sama dia?” tanya Taca lagi.


“Nggak, dia itu cuman girlfriend Abah,” ujar Abah sambil menatap Taca bingung. Kenapa, Taca punya pikiran kalau Abah akan menikah dengan May.


“Kata Aa Riki..!”


“Ih, si Riki mah ngaco. Dibilang dia cuman girlfriend Abah aja,” jawab Abah santai.


“So... jadi dia cuman pacar Abah aja gitu, Friends With Benefit (teman dengan keuntungan)?” tanya Adipati yang takjub, mertuanya tiba-tiba melakukan hubungan tanpa ikatan atau friends with benefit dengan May.


“Hah... nggak, dia itu girlfriends Abah,” jawab Abah lagi.


“Pacar, jadi May pacar Abah?” tanya Juan lagi.


“Abah teh pacaran sama May?” tanya Taca.


Abah mengurutkan keningnya bingung, kenapa ini anak dan menantunya menyangka dirinya berpacaran dengan May, orang yang baru dikenal Abah di tinder.


“Apa sih, nggak. May bukan pacar Abah, May itu girlfriends Abah,” jawab Abah.


“Aduh Abah, girlfriends itu pacar, Bah. Bahasa Indonesianya girlfriends itu pacar perempuan,” ujar Taca geram, saking gerammya Taca mengepalkan kedua tangannya kesal.


“Ih, ngaco. Girlfriends itu bahasa indonesianya. Temen perempuan. Girl itu perempuan kan, friends itu temen. Jadi, May itu temen perempuan Abah. Ih... nggak lulus pelajaran bahasa Inggris gini nih, lieur (pusing)” ujar Abah sambil pergi meninggalkan Taca, Juan dan Adipati yang bengong.


“Di, mertua lo emang beda, salut gue...” ujar Juan sambil menepuk bahu Adipati.


“Gue juga nggak paham, Bro...”


•••


Inget girlfriend itu bukan pacar, tapi temen perempuan 🤣🤣🤣


Ah... mau liat betapa paripurnanya mbak May?



Emang mantan bapak Juan nggak ada yang normal cantiknya hahahhaa....


Tolong itu tombol like dipencet kak, da baik ih...


XOXO GALLON

__ADS_1


__ADS_2