Water Teapot

Water Teapot
Avanza forever


__ADS_3

Saat ini Becca sedang mengesap red wine-nya, pikirannya sedang berlari ke kanan dan ke kiri. Hatinya hancur, sehancur-hancurnya mengingat peristiwa yang dia liat kemarin. Seorang Adipati Berutti yang tidak pernah jatuh cinta, melamar Taca.


Rasanya Becca muak mengingat, ingat hal tersebut. Apa yang kurang dari dirinya, dia lebih kaya, lebih terhormat, lebih cantik, keluarganya lebih terhormat daripada keluarga kampung Taca.


Apa yang salah ???


Tak terasa air mata jatuh dipelupuk matanya, Becca memang wanita selengean, tapi dia cinta pada Adipati. Aneh memang, tapi itu kenyataannya, sekasar atau sedingin apapun perlakuan Adipati padanya, cinta Becca tumbuh subur dihatinya.


"Hai, Say apa kabar ?" Sapa Jules dari belakang Becca.


"Baik, Jules. Gimana kabar kamu ?" tanya Becca sambil memberikan senyum palsunya.


"Ha.. gitulah, ngak ada yang asik. Eh.. katanya kamu mau nikah sama Adipati, yah ? Congrats yah. Pantesan Adipati sekarang ngak pernah ke cewe manapun lagi."


Becca tersenyum tipis mendengaf perkataan Jules. ' I wish' batin Becca. "Yah, gitulah... Adipati kan cinta banget sama aku," dusta Becca sambil mengesap winenya.


"Hmmm... kamu kenal yang namanya Taca ?" tanya Becca.


"Taca, ada sih yang namanya Taca temen aku ngantor dibagian HRD, kenapa emangnya ?"


"Orangnya kaya gimana, sih ?"


"Hmm... cantik, baik. Tapi rada cupu, Bec. Kenapa emangnya ?" tanya Jules kebingungan, ngapain juga Becca nyari Taca.


"Ada photonya ngak ?"


"Hmm bentar-bentar," Jules langsung mencari handphonenya dan membuka folder photo miliknya.


Becca memang sudah melihat wajah Taca pada saat di restoran Skye, tapi Becca merasa kurang jelas.


"Aduh, ngak ada deh. Lupa gue, padahal kemaren pas gue ultah gue photo-photo banyak banget."


Becca langsung merasa kecewa mendengarkan perkataan Jules.


"Emang kenapa, sih ? Taca orangnya kalem loh. Ngak aneh-aneh."


"Pelakor kok dibilang kalem." maki Becca kesal sambil melempar serbet kemeja didepannya.


Jules langsung menutup mulutnya, "OMG...SPILL THE TEA, PLEASE."


"Si Taca tuh ngedeketin Adipati, sampai-sampai Adipati tuh ningalin gue. Parah ngak, kamu denger kan rumornya yang beredar aku mau nikah sama Adipati. Nah gagal tau, gara-gara pelakor sint*ng itu," dusta Becca.


"Hah ?? Taca, astaga gue ngak nyangka, padahal anaknya kalem banget loh. Idola cowo-cowo dikantor, saking kalem dan elegantnya, loe ngak salah orang 'kan ?" tanya Jules tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Loe ngak percaya, liat ini," Becca menunjukkan photo Taca dan Adipati yang dia ambil diam-diam pada saat di Skye.


"OMG BIG NEWS," pekik Jules sambio tersenyum jahat.


"Makanya, gue mau elo kasih tau gue tentang Taca. Semuanya."


"Ow.. oke, tapi apa untungnya buat gue ?" tanya Jules sambil tersenyum licik, tidak ada yang gratis didunia ini.


"Loe bakal dapat apapun yang elo mau, pada saat gue udah nikah sama Adipati. Kedudukan, uang...."


"Juan.. gue mau Juan. Gue ngak peduli sama rumor yang, beredar. Gue butuh status, privillage dari nama keluarganya, dan uang. Gue mau jadi nyonya, gue lelah jadi jongos," ujar Jules sambil tersenyum licik, Jules akan mengadaikan apapun miliknya untuk mendapatkan Juan, dia lelah menjadi simpanan om-om.


"Done.."


"Oke, elo butuh info apa ?" tanya Jules senang.


•••

__ADS_1


Diwaktu yang sama namun ditempat berbeda, Taca dan Iis sedang mengobrol bersama di apartemen Iis. Melepas kangen dan rindu.


"Jadi, kamu sama Juan pacaran ?" tanya Taca sambil melihat gelang milik Iis.


Iis cuman bisa tersenyum, "Ngak tau, aku bingung, maksa banget dari kemaren."


Taca mengambil pizza didepannya dan mulai menggigit pizza tersebut. "Terima aja. Cobain, ngak ada salahnya kan."


"Tapi, dia kan bangsul, Ta. Aku ngak mau ah kaya Tas..."


Iis menghentikan perkataannya, takut akan reaksi Taca.


"Ngak, yakin sama aku deh. Juan ngak bakal kaya Ryan. Kamu ngak bakal kaya Tasya. Aku yakin 1000%," ujar Taca sambil meminum air putih dengan cepat.


Iis hanya bisa mengerjapkan matanya, menatap Taca. Dia tidak percaya dengan indra pendengaran dan penglihatannya, Taca benar-benar tenang membicarakan Tasya dan Ryan. Tak ada rasa sesak, sedih dan tangis.


"Ta..."


"Loe udah ngak trauma, sama kata Tasya dan Ryan ?" tanya Iis sambil berusaha menyembunyikan senyumannya.


Taca mematunh dan terdiam, kemudian menatap Iis. "Astaga, iya..."


"Kok bisa ?"


"Ngak tau."


"AHHHHH" Taca dan Iis berteriak berbarengan sambil berpelukkan, mereka meloncat-loncat.


"Astaga aku ngak nyangka dunk, aku bangga sama kamu loh, Ta."


"Iy..."


Kring kring


"ABAHHHHHHHH".


"Astaga, Neng. Ngareureuwas (ngagetin) ih. Neng dimana ? Lagi apa ? Udah makan ? Abah kangen ini, Abah lagi makan kangkung langsung inget Neng."


"Ihhh satu-satu nanyanya. Di apartemen Iis, lagi makan pizza, neng juga kangen Abah atuh," jawab Taca sambil tersenyum senang.


"Si Iis gimana kabarnya, udah punya pacar ?"


"Udah dong, Abah. Namanya Juan Wijaya, pacarnya Iis. Tinggal nunggu Iis bawa ke Pak Apo," Taca langsung mendapatkan tendangan di kakinya.


"Wah, keren. Nama calonnya kok kaya nama koperasi simpan pinjam disini yah, Neng..."


Sontak perkataan Abah membuat Taca tertawa. "Ngaco, ah Abah, mah."


"Tapi, eta si Juan punya Avanza atau Kijang ?"


"Hah ? Avanza ? Hubungannya apa sama Avanza ?"


"Eh, kalau orang kaya itu mobilnya Avanza, Kijang. Kalau bukan mobil itu mah, pasti orang biasa, Neng."


Taca terbengong-bengong mendengarkan penjelasan Abah. Tawanya hampir meledak, Taca tau Abah masih punya pikiran yang sangat kolot, tapi tidak menyangka pola pikirnya masih seperti ini.


"Abah, ngak semua orang kaya pake mobil Avanza, Abah."


"Ah, kalau orang kaya pasti punya satu mobil Avanza," ujar Abah bersikukuh dengan pendapatnya.


"Hadeuhhhh... ya udah nanti Taca tanya, Juan punya mobil Avanza atau ngak. Ah.. Abah..".

__ADS_1


"Iyah, Neng."


"Nanti, Neng pulang kampung sama calon suami, Neng yah."


"HAH... Neng punya pacar ??"


Brang Breng Brong Beletak...


Terdengar suara ramai di tempat Abah, membuat Taca menjauhkan handphonenya dari telinganya.


"Kamu punya pacar ?? SIAPA ???" tiba-tiba terdengat suara Kang Rozak.


"Kang..."


"Siapa namanya, kerja dimana ?" sekarang suara Aa Riki terdengar keras ditelinga Taca.


"Aa..."


"Neng, pacar Neng punya Avanza 'kan ????" sekarang suara Abah yang terdengar.


"Hah.. Avanza ?!"


"Iyah, awas aja pas kekampung ngak pake Avanza, Abah ngak mau yah."


Taca memukul kepalanya, ada apa ini antara Avanza dan Abah. Taca mengingat mobil-mobil Adipati, seingat Taca Adipati tidak mempunyai mobil Avanza.


"Ngak punya Avanza, Bah."


"Hah ??? Teu bisa kudu boga Avanza pokokna."


Taca cuman bisa memijat keningnya mendengarkan permintaan Abah. "Iyah nanti, Taca suruh Adipati beli Avanza."


"Nah, gitu dong."


"Jadi namanya Adipati ? Orang mana ? Kerja dimana ? Baik ngak ?" Tiba-tiba suara Kang Rozak terdengar kembali dikuping Taca.


"Baik, Kang. Udah ah, Taca sakit perut... dadahhhh..."


Taca langsung memutuskan sambungan telepon dari keluarganya.


"Pasti ditanya punya Avanza atau ngak ?" ujar Iis sambil menahan tawanya.


"Iya, ada hubungan apaan sih, antara Avanza ama Bapak-Bapak dikampung kita, hahahahaa."


Iis langsung mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum.


•••


Bonus part hahahaha...


HIDUP AVANZAAAAA...!!!! Hahhaa.. ngak semua orang kok punya pemikiran kaya gitu, cuman bapaknya Taca sama Iis doang kok. Hahahaaa...


Eh.. Becca mau ngapain ? Yah liat aja ntar yah hehehe...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2