Water Teapot

Water Teapot
Berantakan


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Iis berdiam disamping ranjang Ayahnya, mencoba menenangkan Ayahnya, Bunda ? Hah... sudah jangan dicari jangan ditanya, dia sudah melarikan diri dengan anaknya. Mungkin nangkring dipasar.


"Itu kenapa banyak orang, Is, Juan itu siapa ?"


"Ngak tau, Yah. Juan itu rekan kerja Adipati, Yah," jawab Iis, Iis benar-benar tidak tau keluarga Juan. Setiap ditanya Juan hanya tersenyum. Iis berjanji didalam hatinya kalau nanti ketemu, Iis akan tanya semuanya, sampe ke akar-akarnya.


"Yang terpenting dia orang yang baik. Ayah suka melihat Juan, PDnya tinggi hahahaa..."


Iis ikut tertawa bersama Ayahnya, Iis tau itu. Juan tipe lelaki yang tingkat PDnya diatas rata-rata orang normal.


Tok tok tok tok


Iis langsung berjalan ke arah pintu keluar rumah, didepan rumah Iis sudah tidak melihat siapapun lagi, benar-benar kosong.


"Yah.."


"Nona Iis, ini ada telepon dari Tuan Wijaya," ucap lelaki berbadan tegap didepannya.


Mata Iis mengerjap, dia bingung siapa orang didepannya. Tapi tak ayal Iis langsung mengambil handphone ditangan lelaki tersebut.


"Halo.."


"Yang, udah ngak ada wartawannya ?"


Terdengar suara Juan di telepon membuat Iis langsung tersenyum.


"Udah ngak ada, Ju."


"Baguslah, udah. Ngak bakal ada yang kerumah kamu lagi kok. Udah tenang ya," ucap Juan.


"Ju, kamu tuh siapa sih ? Artis hollywood ? Gembong nark*ba ? Atau apa sih kok sampai segininya ?" tanya Iis bingung.


"Haizzzz ya kali cowo seganteng aku jadi gembong nark*ba. Nanti aku ceritain yah, semuanya," ujar Juan, 'semuanya tapi tidak bagian itu...!' batin Juan.


"Bener, yah. Janji, awas aja kalau bohong. Aku gigit kamu..!!"


"Aku mau bohong aja, Yang. Aku mau digigit..!!" pinta Juan dengan semangat 45.


"Yeh.. ngaco kamu mah..!"


"Hahaha.. ya udah, tenang. Jangan nangis lagi, Yang. Udah yah aku mau kerja dulu. Love you, Yang."


"Iya.."


"Ehhh bilang Love you juga, cepet..!"


"Haizzz centil, iya iya.. love you, more.." cicit Iis dengan suara kecil.


"Ishh.. sweet banget kamu."


Setelah Juan menutup sambungan teleponnya, Iis menyerahkan handphonenya pada lelaki tadi.


"Sudah, Bu ? Saya pamit."


Iis hanya bisa melongo melihat lelaki tersebut pergi meningalkan pekarangan rumahnya.


•••


Setelah menutup telepon dari Iis, Juan kembali menatap layar laptopnya, membaca grafik-grafik yang membuat kepalanya pecah.


Trettttt Tretttt...


Juan langsung menatap Handphonenya

__ADS_1


"Mami ?"


Juan langsung mengangkat telepon dari wanita yang melahirkannya tersebut.


"Juan, sayang... kamu mau nikah ? Sama siapa ? Kok ngak bilang Mami, ngak inget Mami masih hidup, hah ?"


Juan langsung menyungingkan senyumnya, maminya ini masih suka cerewet.


"Tadinya, Juan mau ajak Iis kerumah, tapi Adipati keburu bikin pengumuman."


"Namanya Iis ? Orang mana ?"


"Orang Citeko, Mi."


"Hah... dimana itu, emang ada ?" tanya Mami dengan suara melengking khasnya.


"Adalah Mi, di sana pokoknya. Mami sehat ?"


"Sehat, Nak. Ya udah ajak Iis kerumah, yah. Mami mau liat calon mantu Mami."


"Mami setuju ?"


"Juan, inget umur kamu dan yang terpenting kamu ngak nikah sama si Cicil Bouw itu. Kepala Mami sakit, sombongnya si Cicil itu...!!" maki Mami, Mami mengingat kembali, kelakuan Cicil pada saat diberi tahu kekurangan Juan, Mami masih ingat tatapan merendahkan Cicil pada Juan.


Juan tersenyum mengingat kebodohannya, ketololannya dulu, lebih memilih merendahkan dirinya sendiri. Berharap Cicil mau kembali kepelukkannya. Sampai-sampai dia meningalkan keluarganya, sampai-sampai dia membuka perusahaan TOKO dengan Adipati.


"Juan.. apa Iis mau menerima kamu, menerima segala kekurangan Kamu ? Kalau kelebihan cuman cewe gila yang ngak mau nerima kamu."


"Aku ngak tau, tapi aku yakin dia berbeda. Aku yakin dia mencintai aku, bukan karena status aku. Sampai sekarang dia tidak tau aku siapa, Mi." ujar Juan sambil menyenderkan punggungnya.


"Syukurlah, pokoknya ajak Iis kerumah, ngak mau tau...!" ujar Mami dengan suara yang tinggi.


"Iya, Mi.."


•••


"Pak Juan."


"Tadi ada telepon dari Pak Luhut, katanya Nona Becca bebas hari ini, Nona Becca dibantu oleh keluarga Bouw...."


Bruattt....


Kopi dimulut Juan muncrat, kemejanya langsung berubah warna. Kepala Juan tiba-tiba pusing mendengar nama keluarga Bouw.


"Cicil, jangan bilang Becca minta tolong Cicil..!!".


"Iya, Pak. Nona Becca minta tolong Nona Cicil Bouw," jawab Saka tenang, dia sudah tau reaksi Bossnya akan seperti ini.


"Astaga, kapan Becca bebas ?"


"Hari ini."


Juan terdiam, benar-benar keluarga Cicil tidak bisa dianggap enteng. Kepalanya tiba-tiba sakit.


"Cicil ada di Indonesia ?"


"Iya, Pak. Tadi pagi Nona Cicil baru landing."


"Jangan pernah izinkan Cicil masuk kegedung ini, saya tidak mau menemuinya, ingat itu Saka."


"Baik, Pak."


Saka langsung berjalan keluar dari ruangan Juan. Juan langsung mencari handphonenya kemudian menelepon Adipati. Adipati harus tau Becca bebas.


•••


Adipati yang sedang menemani Abah bermain catur.


"Bah... mau dibikinin roti coklat ?" tanya Taca sambil menyimpan kentang reregean yang sudah Taca masak.

__ADS_1


Adipati menatap kentang tersebut sambil menahan Tawa, 'kentang kurang ajar.. bikin pusing aja..!!'.


"Boleh Ta, tapi rotinya yang ngak pake renda yah." jawab Abah sambil memajukan ratunya.


Adipati yang mendengar perkataan Abah menggaruk rambutnya yang tidak gatal, 'bahasa apalagi ini, Tuhan...!! Mana ada roti ngak berenda. Semua roti juga ngak ada rendanya...!!!' batin Adipati.


Taca kembali sambil membawa roti tawar yang sudah dioles selai coklat kesukaan Abah, Taca melirik Adipati kemudian berbisik.


"Kenapa ? Bingung roti ngak pake renda ?" bisik Taca yang melihat air muka Adipati kebingungan.


Adipati mengangukkan kepalanya.


"Jadi roti tak berenda itu, roti yang ngak ada pinggirannya, Abah bilang pinggiran rotinya itu renda," jawab Taca.



Adipati hanya bisa menahan tawanya, demi semua mahluk di bumi, kenapa mertuanya ini punya banyak sekali kosa kata nyeleneh..!!!


Zzzrrtt zrrttt


Adipati langsung melihat handphonenya, melihat nama Juan disana Adipati langsung berjalan menjauh dari Abah dan Taca yang asik mengobrol sambil memakan kentang reregean dan roti tak berenda coklat.


"Yah..."


"Becca bebas, Bro."


"Kok bisa ? Kan lo udah neken keluarganya. Kok bisa dia bebas, dia minta tolong siapa ?" bisik Adipati pelan, dia takut Taca mendengarnya.


"Cicil.. gue lupa dia deket sama Cicil."


"What ???"


"Sorry Bro, gue ngak bisa bantu kalo urusannya sama Cicil. Gue males." ujar Juan dengan nada suara yang lesu.


"Oke, gue ke jakarta sekarang."


"Are you sure ?"


"Gue harus, gue ngak mau Becca bikin perkara lagi sama Taca," ujar Adipati


"Oke kalau gitu, sampai ketemu di kantor, Di." ujar Juan sambil menutup sambungan teleponnya.


Adipati hanya bisa memijat keningnya, kepalanya sakit. Dia benar-benar lupa Becca masih punya Cicil dan buat apa Cicil pulang ke Indonesia ?


"Di, kamu kenapa ? Ada masalah ?" tanya Taca sambil menatap Adipati.


"Hmm.. ngak Amore, hmm Amore, aku kejakarta dulu yah, nanti pas nikahan Entis aku baru balik lagi kesini. Kamu ngak papa kan disini ?"


"Ya udah aku ikut,"


"Ngak kamu disini aja, biarin cuti kamu nanti aku yang urus, kamu disini aja yah." pinta Adipati sambil menatap mata Taca.


Taca terdiam, tak bisa membantah.


"Oke.." ujar Taca akhirnya.


•••


Siapa yang kangen Becca kuyy tuh Becca bisa bebas hahahaaa...


Siapa yang penasaran sama Cicil se cantik apa sih mbak cicil ini ? 🙈🙈


Kepoin Ig author yah ahhahaaa...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2