
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Taca yang sudah dari setengah jam yang lalu duduk di kamar pangantinnya, kebingungan mencari kemana Iis dan Kania. Kedua batang hidung sahabatnya benar-benar tak tampak di mana-mana.
Taca langsung menghubungi Kania dari handphonenya pada dering ke dua Kania mengangkat teleponnya.
"Ka...lo dimana ? Gue sendirian ini, gue bingung mau ngapain ?" cerocos Taca kebingungan.
"Waduh, Ta sabar... hahahaa... aku lagi di lift bentar lagi nyampe, tadi Radi tiba-tiba pulang. Jadi aku ke venue naik grab, hehehee..."
"Radi ?"
"Iya, Radi tadinya dia plus one aku, tapi ngak tau kenapa dia tiba-tiba mau pulang katanya," ujar Kania sambil memencet tombol lift.
"Oh.. ya udah cepet kesini gue bingung mau ngapain ini," ujar Taca kebingungan.
"Iya..iya.."
Klik...
Taca langsung menelepon Iis setelah menelepon Kania.
"Ngak usah nelpon, aku disini," ujar Iis sambil berjalan mendekat ke arah Taca.
"Kamu abis lari maraton ?" tanya Taca bingung melihat Iis yang kecapean.
"Ngak, aku abis nyari si Biji Ketumbar, tadi aku liat dia ngobrol sama Abah. Aku takut ada apa-apa jadi aku cari dia, eh ngak ketemu. Akhirnya aku langsung ke venue sama si Mas."
"Hah ? Biji ketumbar ? Mas ? Siapa itu ?" tanya Taca bingung.
"Mbak bisa tolong touch up sahabat saya mbak ?" tanya Taca pada salah satu Kru MUA, dengan cepat kru tersebut memperbaikki Make Up dan Hair Do Iis.
"Biji ketumbar itu Radi, tadi aku liat dia ngobrol sama Abah, aku takut ada apa-apa. Tapi ngeliat kami duduk manis disini belum ditarik pulang sama Abah kayanya situasi masih aman," ujar Iis sambil menutup matanya.
"Terus, Mas.. Mas siapa ?"
"Mas Juan, Juan tetep minta dipanggil bukan pake namanya. Ya udah biar aman aku panggil Mas Juan, biar cepet," ujar Iis kesal.
"Hahahhaa..."
"Aku dateng..." teriak Kania sambil membawa kado untuk Taca. "Maaf telat, tadi Radi tiba-tiba izin pulang jadi mau ngak mau aku naek grab kesini, untung ngak macet."
"Iyah ngak papa, aku deg deg an ini," ujar Taca sambil meremas-remas kedua tangannya.
"Rileks aja, Ta. Pikir-pikir kok ngak pake kebaya Ta ?" tanya Kania melihat baju wedding dress yang di pakai Taca.
"Ini katanya baju yang dipakai Mama Rosse pas nikah sama Papa Gio, jadi Papa minta aku pake baju ini. Untungnya muat, coba kalau ngak udah ambyar.. masa aku nikah pake baju tidur...!?" cerocos Taca sambil menatap kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Pake baju satpam aja, Ta. Biar anti mainstream...!?" canda Iis sambil mengucapkan terima kasih pada MUA yang mentouch up dirinya.
"Ihhh amit da.."
"Mbak.. siap ?" tanya seorang kru WO.
"Ta siap ?" tanya Kania dan Iis berbarengan.
"I live for this moment, girls." ujar Taca sambil memberikan senyuman tercantik miliknya.
(Aku hidup untuk momen ini)
"Oke, let's go..!" ujar Kania sambil memegang ekor gaun milik Taca.
•••
Adipati dengan gagah sudah duduk di tempat yang disediakan didepannya sudah ada Abah yang duduk dengan gagahnya menggunakan Jas dari Armani, disebelah kiri sudah duduk Pak Karto (siapa yang inget sama Pak Karto... hehehee).
Disamping sudah duduk saksi-saksi. Ada Pak Apo yang menjadi saksi dari pihak Taca. Kemudian ada Gio dan beberapa kerabat Adipati dari pihak Ibunya.
"Jadi nikah, Pak akhirnya," ujar Karyo pada Adipati.
"Iya, Pak.. nanti teriak SAHnya yang keras yah, Pak. Masalahnya nikahin Taca susah banget, Pak." ujar Adipati.
"Siap Pak Adipati." ujar Karto.
Tiba-tiba Mc mengatakan kalau pengantin wanita akan masuk kedalam ruangan, semua orang menatap Taca yang memasuki ruangan bersama Kania dan Iis.
Adipati terdiam melihat Taca, Taca cantik dan manis mengenakan Wedding dress milik Ibunya. Untungnya baju itu pas ditubuh Taca yang mungil. Taca menatap Adipati kemudian tersenyum, ada rasa hangat di diri Taca. Taca benar-benar bersyukur, bisa menikah dengan Adipati.
"Finally, Amore. Ti Amo.."
Taca menjawab ungkapan cinta Adipati dengan gengaman di tangan Adipati.
"Siap..."
Taca dan Adipati mengangukkan kepalanya, prosesi pun berlangsung sakral. Beberapa kali Abah menitihkan air matanya. Taca diam melihat Abah Taca hanya bisa menggengam tanggan Adipati.
Dan saat ijab kabul pun berlangsung. Adipati dan Abah langsung berjabat tangan, semua orang langsung diam mendoakan kelancaran ijab kabul tersebut.
"Bismillahirrohmanirrohim, ya Adipati Berutti bin Gio Berutti saya nikahkan dan kawinkan putri kandung saya Taca Safina Trina kepada ananda dengan mas kawin berupa..."
Kuping Rina dan Ceu Ningsih langsung menajam pada bagian ini, entah kenapa Rina dan Ceu Ningsih masih saja julid pada Taca.
" 20 buah mobil Toyota Avanza, 7% saham Toyota atas nama Taca Safina Trina, Perhiasan emas, Apartemen, dan Berlian 2 karat dibayar, tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Taca Safina Trina binti Suhardi Trina dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," jawab Adipati cepat sambil menatap mata Abah.
Setelah Adipati mengatakan itu serta merta semua diruangan itu mengucapkan aamiin dengan lantang. Detik itu juga berpindah sudah tanggung jawab Taca dari Abah kepada Adipati.
Pak karto tersenyum kemudian berteriak "SAHHHH SAHHH..."
__ADS_1
Taca membulatkan matanya melihat Pak Karto yang berteriak-teriak seperti supporter bola. Sedangkan Adipati mengacungkan kedua jempolnya mendengar Pak Karto berteriak Sah.
"Yang keras Pak, biar satu Hotel Kempinski denger...!!" ujar Adipati.
"Siap Pak... SAHHH SAHH, teriak semuanya SAHHH...!!" semua yang ada disana tiba-tiba berteriak keras sambil menahan tawanya.
Para Wo dan pegawai hotel ikut-ikutan berteriak " SAHH.......!!!!!".
"Sah, Amore.." ujar Adipati sambil menatap Taca yang menahan tawanya, ini pernikahan atau nonton bola sih ?
"Iya, sah, Di. Sah..." ujar Taca menahan Tawa.
Adipati langsung mencium bibir Taca membuat beberapa orang disana kaget....
Plakk...plakkk...
Tiba-tiba Abah menyambit Adipati dengan korannya, "Sabar Bule mesum, sun tangan aja, nafsu amat..!"
"Kata Abah kalau udah sah, ngak bakal mukul aku pake koran lagi, Bah." ujar Adipati sambil mengusap tangannya kesal.
"Sabarrrr..." ujar Abah.
Taca hanya bisa mengusap keningnya dengan kelakuan suami dan Ayahnya. Sedangkan Kania tertawa terbahak-bahak. Iis hanya bisa menepuk jidatnya.
"Pernikahan macam apa ini, Mas..?" tanya Iis bingung.
"Pernikahan zaman now, Yang." ujar Juan sambil merangkul Iis dari belakang, dengan cepat Iis melepaskan rangkulan Juan.
"Yang, kenapa sih, aku cuman mau meluk aja," ujar Juan kesal tidak bisa merangkul Iis.
"Ini masih gencatan senjata yah, masalah video sialan itu belum selesai..!" dengus Iis kesal sambil memicingkan matanya pada Juan.
"Oke, tapi boleh peluk yah, please.." ujar Juan sambil mengatupkan kedua tangannya.
Iis menahan senyumnya, "Iya..boleh, Mas."
"Yes.." dengan cepat Juan memeluk Iis dari belakang dengan erat.
•••
Udah tuh Sah Tacanya..
Jadi tamat yah novelnya, gimana ?
Hahahhaaa... langsung dikejar pembaca gara-gara masih banyak yang belum selesai 🤣.
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon