
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please...
Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Di, kamu ngak sayang beli Avanza 20 biji, sama emas sebanyak itu buat Taca ?" tanya Aa Riki sambil menghisap rokoknya.
Adipati yang sedang meminum kopinya hanya tersenyum mendengar perkataan Aa Riki. "Ngak lah, Ki. Buat Taca kan, kalau buat Rina iyah sayang, hahahaaa..."
Aa Riki tertawa mendengar candaan Adipati. "Kamu bener mau nikahin ade saya ?"
Adipati menatap Aa Riki " I really love her."
Aa Riki tersenyum, bule mesum ini benar-benar sudah jatuh cinta pada adiknya. Adiknya yang kalau sudah marah mirip petasan cabe.
"Aa kasih ijin kamu nikahin, Taca. Tapi bahagiain dia. Jangan disia-siain. Sini tangan kamu..."
Adipati dengan polosnya memberikan tangan kanannya pada Aa Riki, tiba-tiba...
"VAFFANCULO...!!!" maki Adipati sambil mengaduh kesakitan.
(F*ck you)
"Sakit, Adi ?" tanya Aa Riki sambil memiting lebih keras lagi tangan Adipati.
"Arghh... Goddamn it, it's hurt..!!!" Adipati menjerit, pitingan tangan Aa Riki seperti mau mematahkan tangan kanannya.
"Inget sakit ini, Adi. Karena kalau sampai Aa denger kamu bikin Taca nangis atau bikin perkara sama Taca. Aa bakal kasih kamu 10 kali rasa sakit ini. Ngerti kamu ?" bisik Aa Riki sambil melepaskan pitingannya.
Adipati mengerjapkan matanya, kepalanya sakit, tangannya jangan ditanya sesakit apa, Adipati yakin tangannya bakal memar. Adipati lalu menatap Aa Riki yang saat ini sedang tersenyum.
"Aku ngak bakal nyakitin Adik kamu, Rik. Itu janji aku."
"Bagus, kamu dapet restu aku," jawab Aa Riki sambil meminum kopinya.
•••
Adipati membuka kulkas mencari sesuatu untuk mengkompres tangan kanannya, saat mencari es batu untuk mengompres tangannya.
"Astaga, Di. Tangan kamu kenapa ? Kok bisa biru gitu. Ya ampun kamu jatuh ?" Taca yang tidak sengaja lewat kulkas, kaget bukan main melihat tangan Adipati. "Kamu kenapa ?".
"Ngak papa, Amore. Aku jatuh didepan." jawab Adipati berbohong.
Taca terdiam sambil melihat tangan Adipati, dengan cepat Taca mencari sesuatu untuk mengompres lengan Adipati, tanpa sadar air matanya rembes dari matanya.
"Hik...hik.."
"Amore kamu kenapa ?" tanya Adipati bingung.
"Kamu bohong, huhuhuhu... itu bisa memar pasti gara-gara kamu dipiting Aa Riki 'kan. Jangan bohong, aku tau." ujar Taca sambil mengambil sebungkus kacang polong beku dari kulkas, kemudian menempelkan di tangan kanan Adipati pelan.
Adipati diam, kemudian mengusap air mata Taca menggunakan tangan kirinya.
"Maaf, yah maaf. Keluarga aku... huhuhuhuhuhuu..." Taca menangis sambil memeluk pinggang Adipati. "Maaf yah."
"It's oke, Ta. Mereka begini karena sayang sama kamu. Ngak mau kamu nikah sama orang yang salah," ujar Adipati sambil mencium pucuk kepala Taca.
__ADS_1
"Maaf yah..." Taca mengeratkan pelukkannya.
"Iya, Amore. It's oke," jawab Adipati sambil menepuk-nepuk punggung Taca.
"Huhuhuhuhuuu..." tangis Taca makin keras.
Adipati dan Taca saling berpelukkan tanpa sadar ada 2 orang yang mengintip mereka dari balik pintu.
"Dasar bule mesum," ujar Abah geram melihat Taca dipeluk Adipati.
"Udah, Bah. Biarin... cuman meluk doang. Udah biarin aja. Yang meluk duluan juga Tacanya." ujar Aa Riki sambil tersenyum melihat kelakuan Adiknya yang sudah dewasa.
•••
"Iis...Iis..." panggil Taca lantang saat sampai didepan rumah Iis.
Tak berselang lama, keluarlah Pak Apo, Ayah Iis. "Eh, Neng Taca... Iisnya lagi ke warung, Neng. Tunggu aja. Ayo duduk. Ayah mau ngobrol sama kamu."
"Oh iya, Yah." jawab Taca sambil duduk dikursi. Saking dekatnya Taca dan Ayah Iis, Taca memanggil Pak Apo dengan panggilan Ayah.
"Ayah, mau tanya tentang pacar Iis yang baru, yang namanya Juan."
"....."
"Juan itu, orang mana ? Baik ngak orangnya ? Ayah, emang brengsek, Ta. Kamu tau mungkin dari cerita Iis. Tapi, Ayah ngak mau Iis dapat suami kaya Ayah." ujar Pak Apo sambil tersenyum pada Taca.
Taca hanya terdiam mendengar perkataan Pak Apo. Siapa yang ngak tau kelakuan Pak Apo, istrinya banyak ada dimana-mana. Ibu Iis sampai sakit-sakitan hingga menghembuskan bapas terakhirnya gara-gara stress melihat kelakuan suaminya yang hobi kawin lagi.
"Juan, orang baik, Yah. Dia sahabat calon suami Taca. Tapi, kalau apakah nanti Juan bakal seperti Ayah atau ngak Taca ngak tau," jawab Taca bijak.
"Hah.. Ayah takut Iis kena karma dari kelakuan Ayah. Iis anak perempuan Ayah satu-satunya. Ayah ngak mau Iis kena karma dari kelakuan Ayah, Neng," ujar Pak Apo sambil menahan air matanya.
"Moga, Juan setia dan ngak macem-macem yah, Yah," ujar Taca sambil mengusap tangan Pak Apo.
"Taca... ada apa ?" tanya Iis saat melihat Iis duduk dikursi depan rumahnya.
"Heheheheee... mau ngobrol aja Is, terus pas sampai ternyata kamu ngak ada, jadi ngobrol dikit sama Ayah heheheeee..." jawab Taca sambil menghampiri Iis.
"Oh, kekamar aku aja, yuk." ajak Iis sambil menarik tangan Taca. "Yah, kekamar dulu."
"Iya," jawab Pak Apo.
•••
"Tadi, Ayah ngomong apa aja ?" tanya Iis.
"Nanyain Juan, nanya Juan baik atau ngak. Sama dia ngak mau Juan kelakuannya sama kaya dia, tukang kawin lagi."
"Tumben waras," ucap Iis kesal.
"Husss inget ngak ada bekas Ayah didunia ini, Iis," Taca mengingatkan Iis.
Iis hanya nyengir kuda saat mendengarkan ucapan Taca. "Hahaha.. udah ah, ada apaan kamu kesini ?".
Iis langsung duduk disamping Taca sambil mengikat rambutnya tinggi-tinggi.
"Kan nanti hari jumat bakal ada pekan KB di Citeko. Nah, Aa Riki minta aku buat bantu-bantu, kamu ikut yah. Please..." pinta Taca sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Hadeuh... males ah, pasti cape banget, Ta."
__ADS_1
"Arghhh please, aku males harus berurusan sama Rina. Udah 2 kali dia bikin kepala aku migrain." pekik Taca geram.
"Emang kenapa lagi, si Rini ?" tanya Iis sambil mengulum senyum.
"Astaga liat ini..." Taca langsung menunjukkan seperempat emas yang kemarin dibeli Adipati.
"Astaga banyak amat mau dagang ???" Iis kaget melihat banyaknya emas di tas Taca.
"Buat kamu..!!"
"Hah ??? Buat AKU ??? Yakin ??" tanya Iis kaget, sambil mengambil emas yang ada didalam tas tersebut.
"Yakin, ambil aja dirumah masih banyak. Adipati kemaren marah sama Rina, saking keselnya dia beli emas satu toko, iyah satu toko, toko emasnya Ci Li yang dipasar."
"Hahahahhaaaa... parah. Ngak nyangka Adipati seromantis itu, ahhh aku jadi sirik."
"Sirik sirik... yang ada aku pusing, Iis," cerocos Taca kesal.
Taca dan Iis pun berbincang mengenai Rina dan Entis, pasangan yang lagi hot-hot nya jadi bahan gosip di Citeko. Yang sebentar lagi bakal merayakan acara pernikahan, yang katanya bakal paling meriah se desa Citeko.
Tiba-tiba...
Tuk tuk tuk...
Terdengar suara jendela kamar Iis yang diketuk dari luar. Taca dan Iis saling bertatapan.
Iis dengan cepat beranjak kemudian membuka jendela kamarnya dengan cepat.
"KEJUTAN YANGGGG....!!!" Teriak Juan sambil memegang kedua pipi Iis kemudian mencium bibir Iis.
Taca yang kaget hanya bisa menatap Iis dan Juan yang sadang berciuman.
"Astaga, Ju. Kamu ngagetin aku, tau," ujar Iis sambil memukul bahu Juan.
"Miss you, Yang."
"..."
"Jawab, Yang. Aku pulang lagi nih...!!"
"Miss.."
"Miss apa ? Ngak kedengeran," pancing Juan sambil membenarkan anak-anak rambut Iis.
"Miss you," cicit Iis malu, demi semua mahluk dimuka bumi, Iis benar-benar malu mengatakan kata-kata itu.
"Miss you, more. Yang...!!" Juan langsung mencium bibir Iis Kembali.
"Ehemmmm... Taca disini woii, ada gue..." ujar Taca geram, tapi tidak di gubris Juan, dia tetap mencium Iis dengan khitmat.
"Gue pulang, ah... BYEEE IIS BYEEEE...!!" Jerit Taca kesal sambil pergi keluar kamar Iis.
•••
Sudah author putuskan, Author akan masukan kisah Juan dan Iis. Tapi ngak papa yah kalau nanti ada karakter baru. Hohohohohohooo...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon