Water Teapot

Water Teapot
La perla...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Tanpa terasa 5 hari sudah berlalu dari peristiwa pemotongan kapala ayam oleh Taca. Saat ini Adipati sedang duduk didepan Dokter Satria, mendengarkan semua penjelasan yang ada.


"Jadi sekarang Bapak sudah bisa melakukan aktivitas seksual dengan pasangan, Bapak. Tapi ingat Pak, jangan terlalu bernapsu nanti saya takut ada apa-apa," ujar Dokter Satria sambil menuliskan beberapa resep untuk Adipati.


"Jadi saya udah bisa ?"


"Udah, Pak," Dokter Satria yang ingat betul apa yang terjadi pada saat melakukan tindakan pada Adipati hanya bisa memakluminya.


"Oke, makasih banyak yah. Dok, saya mau pulang sekarang." ujar Adipati terburu-buru sampai-sampai dia tidak sadar kalau handphonenya tertinggal.


"Pak Adipati..."


"Kenapa, Dok ?" Adipati menghentikan langkahnya dan melirik Dokter Satria.


"Handphone dan resep anda..!" ujar Dokter Satria menahan Tawanya.


"Oh..."


•••


"Bahagia amat, Di..." ujar Juan sambil mengambil beberapa berkas di meja Adipati.


"Iyah lah, hari ini gue bakal buka 'puasa', Ju" ujar Adipati sambil tersenyum senang.


"Hahahaa...pantesan. tapi, gue mau saranin mending, buka puasanya seminggu lagi. Percaya sama aku" saran Juan sambil tersenyum misterius.


"Hah, ngak mau. Udah cukup aku harus bersabar selama 1 bulan. Ngak mau aku nunggu seminggu lagi, mohon maaf," ujar Adipati.


"Percaya sama gue deh, Di." ujar Juan sambil mencek handphonenya, mengecek dimana Iis berada.


"Ya ampun, Juan. Loe ngelacak Iis ?"


Juan langsung menunjukkan gigi putihnya pada Adipati, "hehehe... iyah, ngak papalah demi keamanan dia juga, dianya juga ngak keberatan," ujar Juan sambil mengutak ngatik layar handphonennya.


"Ngak keberatan karena dia ngak tau..!" ujar Adipati sambil mengecek layar handphonenya berharap ada notifikasi dari Taca, namun nihil. Entah kemana Taca.


"Taca di bawah, masih digedung ini juga, kerja. Nanti sore baru ketemu Iis, mereka mau ke mall.."


"Jangan bilang kamu sadap handphone Iis..!"


"Iya lah, kenapa ngak. Aku ngak mau kecolongan, bisa gila aku kalau ada yang macem-macem sama Iis," ujar Juan sambil duduk didepan Adipati.


"Kayanya dulu pas kamu sama Cicil ngak gini-gini amat, malah lebih berkesan ngak peduli," ujar Adipati sambil menatap Juan.


"Ngak tau, Di. Iis beda, Iis ngak cantik cenderung biasa, jauh standarnya dari tipe aku. Tau sendiri kan mantan aku bentukkannya kaya apa." ujar Juan sambil menyenderkan badannya kekursi.


"Iis itu galak, satu-satunya pacar lo yang ngak kegatelan ke gue yah Iis," Adipati tertawa renyah sambil mengingat amukkan Iis pada dirinya.


"Iya, dia galaknya ampun-ampunan, tobat aku juga kadang," ujar Juan.


"Dia udah tau tentang lo ?" tanya Adipati.


Juan hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Gue takut, Di. Gue takut Iis ninggalin gue."


"Tapi lo egois kalau gitu Ju, semua orang tau kelurangan lo, bahkan orang tua lo juga tau. Ngak adil kalau Iis ngak tau," Adipati mengingatkan Juan, Adipati tidak mau membuat Juan menyimpan bom waktu dihubungannya dengan Iis.

__ADS_1


"Nanti setelah gue nikah deh, baru gue kasih tau.."


"Lo jahat kalau gitu, Ju.." potong Adipati cepat.


"Gue tau, tapi gue belum mampu, Di. Sorry..."


"Pokoknya gue udah peringatin lo, yah...!" ujar Adipati yang langsung dijawab anggukan lesu oleh Juan.


•••


"Bagus mana ?" tanya Taca pada Iis yang menemaninnya di kamar ganti La Perla.


Iis melihat dua buah lingerie di depannya, yang satu warna hitam dan yang satu lagi berwarna champagne. Kepala Iis langsung buntu saat Taca menyuruh memilih lingerie mana yang bagus. Diotaknya Iis berpikir siapa yang mau membeli pakaian dalam setipis itu ?


"Ini pakaian dalam ngak kurang tipis ? Sekalian ngak usah pake baju aja.." ujar Iis kebingungan.


"Ih.. ini kan dipakenya kalau pas mau "bobo" aja sama Adipati, paling dipake sekali doang..."


"Hah... Taca sadar ini satunya aja harganya bisa buat makan 10 hari, masa dipake cuman sekali..!"


"Iya gimana lagi, Adipati kalo aku pake baju gini bawaannya pengen dirobek aja, ampir semua daleman aku ancur di sobek Adipati," ujar Taca polos sambil menempelkan kembali pakaian dalamnya ke tubuhnya.


"Ihh... liar amat..!" ujar Iis bingung.


"Udah, ah aku beli dua-duanya aja," akhirnya Taca memutuskan, bodo amat yang bayar Adipati, salah sendiri demen banget nyobek lingerie Taca.


Trittt..


Ada tanda pesan chat masuk kedalam handphone Iis, dengan cepat Iis melihat pesan tersebut.


'Juan..' batin Iis


Iis kaget membaca Chat dari Juan, ya kali dia mau beli baju tipis kaya gitu, yang ada masuk angin.


-ngaco kamu Juan, ngak aku cuman nemenin Taca beli pakaian dalam. Kok kamu tau aku ada di La perla ?


Ting.. tak berapa lama ada balasan dari Juan.


-Belilah Yang, oh BTW aku suka yang warna merah ma item yah.. heheheee.


Boom...


Wajah Iis langsung berubah merah, Iis benar-benar kebingungan menghadapi Juan yang jahilnya benar-benar diluar batas nalar Iis.


"Kenapa Iis ?" tanya Taca saat melihat wajah Iis yang memerah.


"Juan bilang dia suka yang warna merah sama item " cicit Iis sambil menatap Taca dengan tangan bergetar.


Taca tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan Iis. Iis memang masih polos, lebih polos dari dirinya, dia inget dulu Iis pernah nangis-nangis takut hamil karena pipinya dicium kang Rozak. Taca benar-benar tak habis pikir kenapa bisa Iis bertahan dari Juan yang otak mesumnya sebelas duabelas dengan Adipati.


"Ya udah..." ujar Taca sambil mengambil 4 buah lingerie sexy berwarna merah dan hitam kekasir. "Aku beliin buat kamu yah, anggap aja kado ultah," ujar Taca sambil mengedipkan matanya.


"Hah.. apa? Ngak usah ihhh..." ucap Iis ketakutan.


"Udah yuk..." ujar Taca sambil membayar dikasir kemudian memberikan satu tas pada Iis.


"Ta.. tapi..."


"Udah ah, yu kita makan..."


Taca langsung menarik Iis keluar dari La Perla.

__ADS_1


•••


Ting...


Pesan sms notifikasi masuk kedalam handphone Adipati, Adipati yang sedang rapat berusaha untuk menahan diri untuk melihat handphonennya.


"Oke.. rapat berakhir, terima kasih semuanya.." ujar Juan sambil menepuk tangannya.


Adipati langsung melihat sms notifikasi di handphonenya penasaran barang apa yang dibeli Taca. Wajahnya langsung menunjukkan senyum saat mengetahui barang apa yang dibeli Taca.


"Senyum mulu lo hari ini, padahal ini udah jam 8 malem, rapat ngaretnya gila." ujar Juan sambil mengeluarkan kemejanya dari celananya.


"Gimana ngak senyum kalau tau Taca beli ini," ujar Adipati sambil menunjukkan sms notifikasi di handphonenya.


Juan yang membaca nama tokonya langsung tersenyum, ah andai Iis membeli juga bahagia rasanya.


"Seneng ben..."


Ting..


Saat ini handphone Juan yang berbunyi, tampak Chat dari Iis. Dengan cepat Juan membuka Chatnya.


- Aku bingung, aku dibeliin Taca ini. Ini pakeknya gimana emang ngak dingin yah? Kok bisa orang tidur pake baju bentukkannya gini ?


Iis mengchat sambil memberikan gambar 4 buat lingerie 2 berwana merah dan 2 lagi berwarna hitam.


Deg...


Juan berjuang menelan salivanya, pikiriannya langsung berkelana di hutan kemesuman, tiba-tiba celanan sesak, akan tetapi dia ngak bisa melakukan pelepasan dengan Iis. Tapi Juan sedang berpikir cara lainnya.


- Aku pulang, aku nginep di apartemen kamu, pake aja yang hitam sebelah kanan, Yang. Bagus beneran ngak bohong.


Sent


Tring


- Ih dingin Juan...!!!


Juan langsung membalas Iis..


-nanti aku peluk biar ngak dingin, Iis


"Di, gue pulang dulu. Bilang makasih sama Taca udah beliin Iis La Perla, oke. Gue pulang dulu, bye..." ujar Juan sambil berlari keluar ruangan dengan tergesa-gesa meningalkan Adipati yang menahan tawanya.


"Haduh Juan, yang 'puasa' siapa yang pulang duluan siapa, parah lo, Ju..." ujar Adipati sambil tersenyum.


•••


Buat yang kurang dari 18 tahun skip bab selanjutnya. Kaka gallon mau bikin adegan ehem-ehem 🙈🙈🙈🙈🙈


Juan-Iis mah ngak bakal ada adegan ehem2 sampai sah... hahahahaa... *jangan menguji kesabaran Author yah hehehee...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2