Water Teapot

Water Teapot
Ganti Ranjangnya...!!!!!


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Amore, aku nggak mau kamu jadi saksi dipersidangan, kamu tau jadi saksi itu berat, kamu korban disini,” ucap Adipati sambil menatap Taca. Dari semenjak Taca mengiyakan bersaksi dan berjanji besok akan kekantor polisi untuk melakukan pemeriksaan, Adipati terus mengekorinya kemanapun juga, mengungkapkan ketidak setujuannya.


"Aku tetep bakal melakukan pemeriksaan, Di." jawab Taca keras kepala sambil menyalakan kompor bermaksud memasak ayam goreng.


"Iya, tapi ‘kan nggak usah ikut pemeriksaan juga, inget, Amore. Lusa kita kerumah kamu."


Taca memejamkan matanya, "Di, tapi kamu sendiri yang bilang kalau aku nggak bersaksi, Becca bisa bebas. Aku nggak mau, aku nggak mau liat dia bebas berkeliaran."


"Iya, tapi kan bisa dicari cara lainnya, Amore.”


"Di, aku bisa, aku bisa ngelewatinnya. Yakin sama aku, Di. Aku mohon. Hidup aku nggak bakal tenang kalau tau Becca masih berkeliaran.”Taca tetap dengan keputusannya.


Taca berjalan kekulkas dan mengambil ayam ungkep.


"Amore, kamu tau kalau kamu diperiksa, penyidik bakal paksa kamu buat mengingat semuanya. Aku nggak mau, kamu kaya kemarin lagi. Aku nggak sanggup, Amore," paksa Adipati kesal karena Taca keras kepala.


"Kan, awww..." Taca menjerit kecil.


Karena kesal dengan Adipati, tanpa sadar Taca memasukkan ayam ungkep dengan serampangan sehingga membuat tangannya terkena cipratan minyak panas.


"ASTAGA, AMORE..." dengan panik Adipati mematikan kompor, kemudian menarik tangan Taca yang terkena cipratan minyak ke kran air.


"HADUH UDAH, JANTUNGAN AKU TUH...!!" bentak Adipati kesal, sambil mengaliri jari Taca dengan air yang mengalir dari keran.


"Kamu bisa nurut dikit nggak sih. Ini semua demi kebaikan kamu. Kamu kena minyak aja aku udah stress, apalagi kalau kamu kehilangan kesadaran lagi, GILA AKU YANG ADA...!" bentak Adipati lagi sambil menarik tangan Taca kesal.


"Aw.. sakit, Di."


"Maaf, Amore, maaf," Adipati langsung mengemut jari tangan Taca yang terkena minyak panas.


"Di, aku lakuin ini juga biar aku nggak ketakutan lagi. Aku nggak bisa bayangin kalau ternyata Becca masih bebas berkeliaran. Aku nggak bakal tenang, Di. Becca nekat, dia cinta sama kamu, Di..."


"Tapi aku cintanya sama kamu," potong Adipati kesal sambil mengemut jari Taca.


"Haah..." Taca hanya bisa menghela napas.


Adipati menatap Taca gemas. "Oke, fine. Tapi, aku harus ada diruangan pemeriksaan, nggak mau tau."


"Ngak bi..."


"Aku maksa, biar pengacara Juan, Pak Lubis yang urus. Pokoknya aku mau ikut masuk," potong Adipati.


Taca hanya menghela napas, sudahlah terserah Adipati, kepalanya bisa meledak bila harus merayu Adipati yang keras kepala.


"Ya udah."


"Tapi, besok aku mau potong rambut dulu, kepala aku sakit rambut panjang gini."


"Good botakin yah, Di. Biar kaya Deddy corbuzier," pinta Taca.


"Ihhh ngak deh, bisa disangka bola sepak aku nanti," ujar Adipati sambil memeluk Taca.


"Di, aku mau masak, awas..." Taca mendorong Adipati untuk menjauh, tapi Adipati tetap memeluk Taca.


"Udah, nggak usah masak deh. Pesen aja, stress aku kalau ngeliat kamu kena minyak."


"Tapi, aku lapar.”

__ADS_1


"Pesen aja pesen.” Adipati memaksa Taca.


"Tapi.”


"Pesen, atau kamu yang aku makan...!!"


Taca langsung mengambil handphonenya, kemudian memesan makanan menggunakan jasa aplikasi yang tersedia. "Udah.. udah aku pesenin makanannya. Udah yah, remuk aku kalau dimakan kamu terus, Di...!!!"


Adipati hanya bisa tertawa melihat kelakuan calon istrinya tersebut.


•••


Esoknya, Taca sudah bersiap untuk pergi ke kantor polisi untuk melakukan pemeriksaan. Diliriknya Jam dinding. 'Astaga, kemana sih Adipati. 3 jam lagi harus ketemu penyidik.'


Taca langsung mengirim pesan WA.


-Kamu dimana ? Telat nanti..!-


Sent


Taca mengigiti kukunya dengan gemas.


Tringgg



Source : Guess commercial


-Ganteng, ngak baru potong rambut-


Taca langsung membulatkan matanya, wajahnya tersipu-sipu. Rasa kesalnya meluap entah kemana.


-Ganteng, cepet pulang, aku udah siap ini.-


Taca kemudian mengikat rambutnya tinggi-tinggi, rasa panas benar-benar Taca rasakan.


"Neng, mau kemana?" tanya Bi Yuli.


"Eh, Bibi. Mau ke kantor polisi, Bi. Mau masukin si Becca kepenjara, Bi." jawab Taca sambil tersenyum manis.


"Oh, Nona Becca yang judes itu ? Yang dulu pernah nangis-nangis disini ?" ujar Bi Yuli.


"Hah... ngapain dia nangis-nangis disini, Bi ?" tanya Taca bingung.


"Udah lama sih, Neng kejadiannya. Tapi, astaga satu apartemen dibikin pusing. Itu si Nona Becca teriak-teriak di lorong Neng, sampe satpam dilempar vas kembang yang deket lift itu loh, Neng."


"HAAAHHH ???"


"Iya, Neng. Wah pokokna mah Riweh (ribet), tapi Den Adipati tuh lagi diluar negri, Neng. Kalau nggak salah gara-gara nggak diajak jalan-jalan sama Den Adipati." Bi Yuli menjelaskan.


"Eh buset, nggak diajak jalan-jalan aja ampe kaya gitunya, yah,” ujar Taca, sadar ternyata Becca memang kelakuannya absurd.


"Ih... dia tuh yah, Neng. Kalau lagi nginep di sini, wah gayanya kaya ratu, Neng. Semua mau dilayanin, tapi sering diusir sama Den Adipati. Pokoknya jam 9 pagi Den Adipati udah maksa Nona Becca minggat dari sini." Bi Yuli menjelaskan sambil mengelap meja.


"Becca, tidur disini ? Dikamar Adipati ? Diranjang Adipati itu ?" tanya Taca gemas.


"Iyahlah, Neng masa mau tidur di kolam renang." jawab Bi Yuli sambil tersenyum kuda.


"Ja..."


"Morning, Amore.. udah siap ?" Adipati tiba-tiba muncul sambil mengecup pipi Taca.


"Di, pulangnya kita ke toko Kasur yah." pinta Taca tiba-tiba.

__ADS_1


"Hah ? Ngapain, Amore. Kasur kan masih bagus." Adipati bingung, kemudian menatap Bi Yuli.


"Kapan terakhir kasurnya kamu ganti ?" tanya Taca kesal, seraya bangkit dari duduknya.


"Aku nggak pernah ganti kasur,Amore. Buat ap..."


"Bi, jujur kapan terakhir kali Becca tidur disini ?" tanya Taca sambil memelototkan matanya kesal kepada Adipati.


"Sembilan bulan yang lalu, Neng." jawab Bi Yuli jujur.


"Jadi kalau kasurnya rusak baru diganti, Di ?" tanya Taca lagi sambil tersenyum manis.


Adipati yang sudah tau arti senyuman manis Taca, langsung berpikir keras, kesalahan apa yang dia buat hari ini. Nihil, dia merasa tidak punya dosa apapun hari ini.


"Bi, minyak tanah masih ada disamping mesin cuci kan ?" tanya Taca sambil berjalan kearah ruang cuci.


"Masih, Neng.” Bi Yuli yang masih bingung kemana arah pembicaraan Taca, hanya bisa mengiyahkan.


"Bi, Taca kenapa, tadi Bibi ngobrol apa ?" tanya Adipati bingung.


"Tadi saya bilang kalau Non Becca sering nginep disini, tidur di kamar Den Adipati," jawab Bi Yuli polos.


Adipati makin bingung, apa yang salah. Taca sudah tau kelakuan bangsulnya, apalagi Adipati tidak menutupi apapun. Terus kenapa Taca marah.


Tiba-tiba Taca melewati Adipati dan Bi Yuli sambil membawa jerigen minyak tanah.


"Dasar cowo bangsul, gila... udah tau itu ranjang bekas dipake sama dia dan si bebek peking, nggak diganti dung....!! Ya kali aku mau tidur di atas ranjang bekas bebek peking...!!! BAHLULLLL...!!!!" maki Taca sambil berjalan menuju kamar Adipati.


TINGGGGG


Seperti mendapatkan pencerahan dari perkataan Taca. Adipati langsung loncat dari duduknya, "Amore, jangan dibakar kasurnya!?”


"Oh.. masih ingin disimpen, HAH? Biar bisa kenang masa lalu. BAHLUUULLLL!?” maki Taca keras sambil mengguyur kasur Adipati menggunakan minyak tanah.


Adipati langsung mengambil jerigen minyak tanah dan pematik api dari tangan Taca. "Bukan, bukan itu alesannya tapi kamu mau bikin satu apartemen kebakar, Amore ???".


Taca memelototkan matanya, "BI YULIIII... PANGNYANDAKKEUN BEDOGGGG...!”


(Bi yuli bawain golok..!)


Adipati yang tidak mengerti bahasa sunda sama sekali langsung berteriak panik, "Bi Yuli apapun yang disuruh Taca jangan dilakuin, apapun..!!".


Adipati langsung memberikan jerigen minyak tanah pada Bi Yuli, kemudian meminta Bi Yuli pergi dari sana.


"Oke... okeee..."


"Ganti nggak ini kasur ?!"


"Oke, Amore, aku ganti ini kasurnya." Adipati mengalah.


"Bener ?" tanya Taca dengan tatapan menyelidik.


"Bener, kita ke toko kasur dulu, yah," Adipati mengusap rambut Taca kemudian mengecup puncak kepala Taca.


"Awas kalau bohong, aku bakar ini kasur..!!!" hardik Taca kesal.


"Astaga, Amore. Kamu kalau cemburu serem yah." ujar Adipati sambil mengecup bibir Taca.


"Aku bukan cemburu, aku cuman mempertahankan milik aku, tau..!!!" pekik Taca sambil pergi meningalkan Adipati yang masih menggelengkan kepalanya.


•••


Taca itu manis-manis galak loh 🙈

__ADS_1


Yo.. comment menurut kalian Becca bakal dipenjara atau nggak?


__ADS_2