
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Taca dan Adipati saat ini sedang melakukan perjalanan pulang ke apartemen miliknya, Taca tersenyum sepanjang perjalanan sambil melihat ke kanan dan ke kiri, sesekali terdengar suara Taca yang bersenandung.
“Kamu happy banget, Amore ?” tanya Adipati sambil mengusap perut Taca lembut, hobi baru Adipati saat ini adalah mengusap perut Taca.
Taca melirik Adipati kemudian tersenyum menunjukkan gigi-gigi putinya. “Akhirnya aku bisa naik pesawat, yeah...!!!!”
Adipati hanya bisa menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri melihat tingkah istrinya yang makin hari makin mirip anak SMA.
“Amore, kamu kalau pake seragam SMA kayanya masih cocok, loh. Imut-imut gimana gitu,” entah kenapa Adipati membayangkan Taca mengenakan seragam SMA.
Taca menyipitian matanya kemudian menatap Adipati dengan senyuman nakal, “Aku masih punya baju SMA loh, nanti malam aku pakai, yah. Tapi, aku ngak janji masih muat atau ngak.” ujar Taca sambil melihat kebagian perutnya yang besar.
“Pake, Amore. Kayanya lucu...” ujar Adipati sambil terkekeh membayangkan Taca menggunakan baju SMA.
Entah kenapa Taca tiba-tiba terlintas ide nakal diotaknya, saat mobil Adipati berhenti di lampu merah tangan Taca langsung mengelus paha Adipati lembut.
“Amore...”
Taca mendekatkan bibirnya ketelinga Adipati kemudian berbisik lembut, “Nanti malem aku pake baju seragamnya, nanti kamu jadi gurunya yah, Da-ddy...” bisik Taca sambil menggigit telinga Adipati lembut.
BOOMMM...
Wajah Adipati memerah mendengar perkataan Taca, pikiran mesumnya berlari keluar dari jalurnya, parahnya lagi celananya terasa sempit hanya mendengar perkataan Taca. Adipati benar-benar kewalahan menghadapi Taca yang makin liar, semenjak hamil.
“Amore...” desah Adipati sambil menatap manik mata coklat Taca.
Taca mengigit bagian bawah bibirnya kemudian mengecup bibir Adipati cepat, “Jalan, Daddy. Kalau ngak....”
TITTTTTTTTTTTTTTT
Suara klakson dari mobil belakang memekakkan telinga Adipati dan Taca.
“DAMN....!” maki Adipati sambil menjalankan mobilnya dengan tergesa-gesa.
Taca hanya bisa tertawa melihat Adipati yang kelimpungan menjalankan mobilnya. “Sabar sampai nanti malam, Daddy.” goda Taca sambil mengusap paha Adipati lagi.
Adipati membelokkan mobilnya ke kanan, saat mobilnya melewati sekolah SD yang penuh dengan jajanan tiba-tiba Taca berteriak keras.
“STOPPPP...!!!”
Dengan cepat Adipati menginjak remnya, untungnya dibelakang Adipati tidak ada kendaraan apapun, bila ada mungkin akan terjadi tabrakan beruntun.
“AMORE.... are you kidding, me. Kamu kenapa ?” tanya Adipati panik bercampur kesal.
Taca langsung membuka seatbeltnya kemudian membuka pintu mobil dan berlari mendekati salah satu pedagang disana.
Adipati hanya bisa berteriak mengingatkan Istrinya untuk tidak berlari-lari dalam kondisi hamil 8 bulan. Entah kenapa selama hamil Taca sangat lincah.
“Amore... hati-hati kamu lagi hamil, AMOREEE...!!!”
Taca sama sekali tidak mempedulikan teriakkan Adipati, Adipati langsung mencari tempat parkir untuk kendaraannya, beruntung ada satu space kosong di bagian kanan, dengan cepat Adipati memarkirkan mobilnya.
“Pak, parkir ?” tanya Kang Parkir tiba-tiba saat Adipti keluar dari mobilnya.
“Jaga disini,” perintah Adipati sambil memberikan dua lembar uang seratus ribuan kepada Kang Parkir tersebut.
Mata Kang Parkir berbinar-binar melihat uang dua ratus ribu yang diberikan Adipati, “Siap, Boss...!”
__ADS_1
Adipati dengan cepat berlari mengejar Taca yang sudah asik memakan sesuatu.
“Kamu makan apa ?” tanya Adipati bingung melihat makanan yang dimakan Taca, suasana disana masih sepi karena anak-anak sekolah belum jamnya pulang sekolah.
“Cilor, enak tau. Mau ?” tanya Taca sambil memakan cilornya sekaligus 2 buah, membuat Adipati kaget.
“Amore, nanti kamu sakit perut,” ujar Adipati yang mempertanyakan kebersihan makanan disana.
“Ngak, kok enak malah. Mang tambah lagi yah, nanti suami saya yang bayar,” ujar Taca sambil tersenyum senang.
“Siap, Non...” ujar Tukang Cilor sambil menunjukkan kedua jempolnya.
Taca langsung bertepuk tangan saat Tukang Cilor tersebut mengambil tusukkan cilok kemudian membuatnya menjadi Cilor.
“STOPPP...”
Teriak Taca tiba-tiba membuat Tukang Cilok menghentikan kegiatannya membuat Cilok, lalu melihat Taca, “Nape, Non ?”
“Biar suami saya aja yang bikin..!!” ujar Taca antusias sambil menatap Adipati.
“WHATT..!?” teriak Adipati sambil menunjuk hidungnya.
“Iya, Daddy yang bikin yah, please. Aku mau cilor bikinan Daddy, Please....” rajuk Taca sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya, kemudian memberikan tatapan puppy eyes sambil mencibirkan bibir bagian bawahnya.
“Amore, aku ngak bisa. Gimana caranya aku ngak bisa, Amore mending kamu suruh aku rapat berjam-jam sama Mr. Makarim dari pada bikin cilor,” ujar Adipati menyebutkan salah satu partner bisnis barunya Mr. Nadim Makarim.
“Hik...hik..” tiba-tiba tangis Taca pecah saat mendengar perkataan Adipati. “Huaaa Bang, suami saya ngak sayang, dia ngak mau bikinin cilor..!!!”
Tiba-tiba Taca duduk di aspal jalanan kemudian menggerak-gerakkan kedua kakinya seperti bayi yang menangis. “HUAAA...”
Adipati langsung menutup kedua matanya dengan tangan Kanannya, ngidam Taca memang aneh-aneh. Dimulai makan Lemon, ikan yang harus lajang, naik pesawat sekarang dia harus bikin cilor..!!.
“Pak, ikutin aja nape ? Cuman bikin cilor doang mah, gampang... aye ajarin deh, dari pada si Non ngamuk..” ujar Tukang Cilor dengan logat betawi yang kental.
“Huaaaa...”
Kepala Adipati berdenyut karena pusing dengan situasi yang ada. “Oke, fine.”
Adipati dengan cepat duduk ditempat duduk yang tadi tukang Cilor dudukki. Kemudian membuka 2 kancing teratas kemejanya.
Taca langsung tersenyum kemudian berdiri disamping Adipati. “Daddy hebat..!”
“Qual è stata la mia prima colpa, finché mia moglie non ha avuto uno strano desiderio come questo, Dio.” rutuk Adipati menggunakan bahasa Italy agar Taca tidak mengerti ucapannya
(Apa salahku dulu, sampai istriku punya keinginan aneh seperti ini ya Tuhan.)
Taca hanya tersenyum mendengar perkataan Adipati, “Artinya apa, Daddy ?”
“Jadi mau bikin berapa? itu artinya,” ujar Adipati sambil menggulung lengan kemejanya.
“10” jawab Taca sambil menunjukkan kesepuluh jarinya.
“Oke... jadi ini gimana ?” tanya Adipati sambil bertanya pada Tukang Cilor.
Tukang Cilor dengan telaten mengajarkan Adipati membuat Cilor, entah dapat ilham atau memang Adipati memiliki bakat menjadi tukang cilor. Adipati bisa membuat Cilor dengan baik dan benar.
Taca dengan suka cita langsung memakan cilornya.
“Bang, cilornya lima,” ujar Ibu-ibu yang membawa anak SD.
“Oke, siap..” ujar Tukang Cilor sambil menepuk bahu Adipati supaya Adipati berdiri.
“Jangan..!!”
__ADS_1
Adipati dan tukang Cilor langsung menatap Taca bingung, ‘Mau apalagi ibu hamil satu ini’ pikir Tukang Cilok dan Adipati didalam hati.
“Bu, mau beli cilor berapa ? 5 yah, kalau suami saya yang bikin gimana ? Saya lagi ngidam liat suami saya dagang Cilor..!” ujar Taca sambil tersenyum pada Ibu-ibu tersebut.
“Hah... suaminya yang ini ?” tanya Ibu-ibu tersebut sambil menunjuk Tukang Cilor.
“Ishhh... bukan Bu, tapi yang ini,” ujar Taca sambil menunjuk Adipati yang hanya bisa pasrah.
“Wah.. boleh kapan lagi bisa dibikinin Cilor sama bule ganteng,” ujar Ibu tersebut bersemangat.
“Sip, Daddy bikin 5 yah,” pinta Taca sambil tersenyum pada Adipati.
“Tapi...”
“Shutt.. cepet bikin, dan kamu cepat teriak yang keras biar banyak yang beli cilornya, cepet..!” ujar Taca.
“Siappp Non, AYOOOO BELI CILORRRNYA... AYOOO.....!!!!”
“CILORRR...” teriak Taca sambil tersenyum senang.
Adipati hanya bisa menggaruk kepalanya gemas melihat tingkah Istrinya.
Teriakkan Taca dan tukang cilor membuat para Ibu-ibu mendekat dan langsung membeli cilor buatan Adipati.
“Astaga, tukang cilor kok ganteng”
“Kalau tukang cilornya kaya gini sih, saya mau deh beli cilor banyak-banyak..!”
“Bang saya beli 10”
“Saya 20,”
“Saya 35 tusuk tapi bonus senyum manismu, Bang...!!!” teriak Ibu-ibu yang menggunakan make up tebal.
“Yeahh... usaha aja, eh tapi saya juga, kalo bonus peluk aku beli 40 tusuk..!!”
“Eh... saya juga...”
Tiba-tiba tukang cilor yang tadinya sepi berubah ramai, sampai-sampai membuat kemacetan disepanjang jalan.
“Bu, eling bu. Ayo pulang. Buat apa Ibu beli cilor sampai 50 biji, Buat apa ?!” tanya seorang Bapak-bapak yang menarik istrinya, istrinya tiba-tiba ingin membeli 50 tusuk cilor. “Eling... woi sadar..!”
“Ihh kamu siapa ? Saya mau beli cilor..” ujar Ibu-ibu tersebut sambil terus merengsak masuk kedalam kerumunan Ibu-ibu buas yang ingin membeli cilor buatan Adipati.
“Ini suamimu, ayah dari anak-anakmu..!!! Cepet pulang, eling kamu tuh..!!” teriak Bapak-bapak tersebut kemudian menarik Ibu-Ibu tersebut dan membawanya ke dalam mobil
“TIDAKKK KANG CILORRR...!!!”
Beberapa orang disana menahan tawanya saat melihat adegan tersebut, beberapa orang bahkan mengvideokan hal itu dan mempostingnya di media sosial mereka dengan judul.
-KANG CILOR BULE GEGERKAN JAKARTA-
•••
Hadeuh Bu Taca itu suka aneh-aneh aja. Ya kali Adipati disuruh dagang cilor 😔😔😔
Gegerkan itu sekolahan..!
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon