Water Teapot

Water Teapot
Tanpa Taca...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please...


Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Cerita ini tentang gadis kembar yang harus menerima kenyataan kalau Kakaknya diperkosa oleh pacarnya hingga hamil dan kurang waras. Dan akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Sedangkan Adiknya hampir diperkosa oleh orang yang memperkosa kakaknya hingga membuat Adiknya trauma sampai dia tidak mau disentuh oleh lelaki manapun,"


"....."


"Nama mereka Tasya dan Taca..."


"Taca.." ujar Radi kaget mendengar nama gadis kembar tersebut, Radi ingin membuka serbet dimatanya, namun dicegah Taca.


"Iya, Rad itu trauma aku, aku hampir diperkosa orang. Itu yang bikin aku ngak bisa disentuh sama pria manapun. Sampai... sampai aku ketemu.."


"Adipati ?" tanya Radi pedih.


"Iya, sampai ketemu Adipati. Tapi, sebelumnya aku ketemu sama seorang lelaki baik yang menghargai aku, menyayangi aku bahkan dia mau mencintai aku dengan caranya sendiri, laki-laki yang pernah membuat aku jatuh cinta. Laki-laki itu kamu, Rad.."


Radi terdiam mendengar penjelasan Taca, napasnya tercekat. Oksigen seperti tidak dapat Radi hirup dengan baik membuat dirinya merasakan perasaan sesak.


"Terus sekarang kamu masih bisa nerima aku ? Masih ada cinta ngak dihati kamu buat aku ?" tanya Radi keras kepala.


"Ngak ada, ngak ada Radian Hasta. Aku udah ngak cinta sama kamu. Cinta aku udah buat Adipati,"ujar Taca.


"Sedikitpun tidak ada ?" tanya Radi memastikan.


"Ngak ada Radi, maaf."


Nyiiittt...


Sesak, sakit, pedih semua rasa bercampur aduk menjadi satu didada Radi saat mendengar pengakuan Taca apalagi mendengar Taca menjawabnya dengan yakin.


"Terima kasih Rad, terima kasih udah jadi bagian hidup aku. Terima kasih sudah membuat aku tau kalau masih ada lelaki yang mau nerima aku apa adanya. Terima kasih dan maaf."


"Maaf buat ?" tanya Radi sambil mencoba mengatur intonasi suaranya yang mulai berubah, air matanya melesak maju. Hatinya sakit...


"Maaf, maaf kalau aku udah bahagia sama Adipati, aku minta maaf. Maaf, karena udah bikin hidup kamu nggak nyaman. Maaf Radi, maaf. Maaf, aku udah ngak cinta kamu lagi, aku cinta Adipati dan aku bisa pastikan kalau Adipati pria yang baik," ujar Taca sambil menatap Adipati yang sedang memperhatikan dirinya dengan Radi.

__ADS_1


"Taca, kenapa sakit banget disini ?" tanya Radi sambil menunjuk dadanya.


Taca mengigit bagian bawah bibirnya, rasanya dia ingin memeluk Radi, tapi dia menahan keinginannya. Bisa ngamuk Adipati kalau melihat Taca memeluk Radi.


"Maaf, aku minta maaf Rad.." ujar Taca sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Astaga, Taca... aku ngak mampu Ta, aku ngak bisa..." isak Radi, dia sudah tidak peduli dengan apapun Radi ingin menangis, hatinya terlalu sakit.


"Nangis aja Rad, aku disini kok. Aku disini sampe sesaknya hilang. Aku bakal pastiin air mata kamu berhenti. Aku bakal disini nungguin kamu sampai siap menghadapi semuanya, tanpa aku..." ujar Taca lirih.


Radi terdiam mendengar perkataan Taca, tanpa sadar air matanya tumpah. Air matanya langsung terserap serbet dimatanya, lengannya dengan cepat menekan kedua matanya.


Radi menangis dalam diam, bahunya sesekali bergetar menandakan Radi menangis. Air matanya terus terserap serbet dimatanya. Taca duduk disebelah Radi dan sesekali mengatakan maaf pada Radi.


Waktu berganti menit, menit berganti jam. Tanpa terasa Radi sudah mengeluarkan air matanya hampir 2 jam disana. Radi benar-benar menangis dalam diam dan Taca dengan sabarnya duduk menunggu sampai Radi benar-benar siap.


Radi mengambil napasnya dalam-dalam rasa sakit di dadanya sedikit berkurang tapi napasnya masih sedikit sesak. Rasa sesal menghantui dirinya. Penyesalan selalu datang di akhir.


Radi kemudian membuka serbet dimatanya, lalu menatap Taca yang sedang duduk dan menunggu dirinya sedang tersenyum menatap Radi.


"Penyesalan selalu datang diakhir yah, Taca.." ujar Radi sambil menekan kedua matanya lembut menggunakan serbet yang tadi dipake Taca untuk menutup kedua matanya.


"Taca, are you happy with him ?" tanya Radi sambil menunjuk Adipati yang masih setia menungu Taca di meja lainnya.


(Taca, kamu bahagia sama dia ?)


"Yes... he is perfect..!" jawab Taca yakin dan cepat membuat Radi mengakui kekalahannya.


(Iya, dia sempurna..!)


Radi kemudian menganggukkan kepalanya kemudian menatap Taca lagi, "Maaf aku terlalu egois dan naif. Aku terlalu sombong untuk sadar kalau kamu saat ini sudah berbahagia dengan Adipati,"


"..."


"Aku terlalu sombong dan merasa kalau cuman aku yang bisa membahagiakan kamu. Padahal ada Adipati yang sangat bisa membahagiakan kamu lebih baik daripada aku," ujar Radi.


"Iya Rad, Adipati tidak sempurna tapi dia segalanya buat aku. Dia dunia aku, Rad. Dunia aku bakal runtuh kalau dia ngak ada. Sabarnya dia, baikknya dia, cemburunya dia, bahkan sifat kolokannya dia, semuannya adalah segalanya buat aku. Aku bahagia Rad, aku jatuh cinta dengan orang yang aku butuhkan," ujar Taca sambil tersenyum pada Radi.


"Aduh kata-kata kamu bikin hati aku makin sakit, hahahaa.." ujar Radi sambil memegang dadanya sambil tertawa lirih.


"Rad.. aku yakin kamu bisa, kamu bisa hidup tanpa aku, aku yakin.." ujar Taca sambil menyelipkan rambutnya ketelinga sebelah kanan.

__ADS_1


"Aku coba. Aku coba Taca, terima kasih udah mau ketemu sama aku. Maaf aku pernah bikin kamu nangis dulu saat aku ninggalin kamu, maaf yah Princess.."


"Iyah Rad, ngak papa. Eh nama Aku Taca," ujar Taca sambil mengkerucutkan bibirnya.


"Iya tau, terakhir doang," ujar Radi sambil tersenyum pada Taca.


"Janji yah terakhir doang."


"Janji, Taca.. maaf aku udah hampir bikin kamu ngak jadi nikah karena aku kasihin video Adipati sama Becca ke Ayah kamu. Maaf aku udah bikin kamu berantem sama Adipati di Singapura. Maaf, yah.." ujar Radi.


"Iya.. ngak papa. Jangan diulang lagi yah, sama jangan deket-deket sama Becca deh, dia gangguan jiwa..!" ujar Taca kesal mengingat apa saja yang dilakukan unggas sialan itu pada dirinya.


"Iya, aku baru tau dari Iis, ternyata Becca pernah bikin kamu hampir diperkosa dan yang urus kamu Adipati," ujar Radi sambil menggaruk hidungnya.


"Iya, udah jangan dibahas," ujar Taca merasa tidak nyaman membahas peristiwa tersebut.


"Taca.."


"Hmm"


"Berbahagialah sama Adipati, aku ngak bakal ganggu kamu lagi. Aku bakal cari kebahagiaan aku," ujar Radi sambil menepuk lengan Taca pelan.


"Iya..."


"Selamat tinggal Taca Safina Trina," ujar Radi sambil bangkit dari kursinya kemudian pergi meninggalkan Taca yang masih duduk disana.


•••


Yupz Radi menyerah, Radi menyerah untuk mendapatkan Taca...


lebih sakit loh saat orang yang kamu cinta bilang kalau dia mencintai orang lain, dan bilang kalau dulu aku pernah cinta kamu, tapi sekarang nggak... hehehe...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2