Water Teapot

Water Teapot
Guantanamera..


__ADS_3

Pagi-pagi buta Taca yang sudah bangun kemudian memasak nasi di dapur. Taca sama sekali tidak menyadari ada yang memperhatikan dari balik pintu dapur, memperhatikan semua gerak geriknya, sesekali tersenyum melihat tingkah Taca.


Tiba-tiba Taca mengambil handphonenya kemudian menyalakan musik dari handphonenya.


Guantanamera


Guajira Guantanamera


Guantanamera


Guajira Guantanamera


Mi verso es de un verde claro


Y de un carmin encendido


Mi verso es de un verde claro


Y de un carmin encendido


Mi verso es un ciervo herido


(Guantanamera-Julia iglesias)


Taca langsung menari mengikuti irama lagu classic. Lagu yang terkenal di tahun 50an.


Adipati yang dari tadi melihat Taca langsung mebelalakkan matanya, rasa kaget menyusup kedalam dadanya. Lagu ini.. lagu ibunya...


Senyum manis terbit diwajah Adipati, astaga... mana mungkin Taca tau lagu ini, ini lagu zaman dulu, dan demi apapun ini lagu dari Cuba. Adipati mengusap kedua wajahnya sambil mengelengkan kepalanya. Tuhan, sekarang Adipati tau kenapa dia tergila-gila pada Taca. Taca mengingatkan dirinya pada Ibunya, Ibu yang sangat dia cintai.


Tawanya, cara berjalannya, cara Taca memanggil namanya, marahnya dan sekarang lagu kesukaan Ibunya...


Adipati berjalan kemudian merangkul Taca dari belakang mengecup pucuk rambut Taca lembut, "Tau dari mana lagu ini, Amore ?"


"Astaga, Di. Kaget tau.." bisik Taca sambil membalikkan badannya kemudian mengalungkan tangannya keleher Adipati membuat Adipati menundukkan badannya.


"Amore, injek kaki aku," pinta Adipati pada Amore.


"Hah.."


"Injek kaki aku dua-duanya. Ayo..." pinta Adipati.


Taca pun menginjak kedua kaki Adipati membuat tinggi badannya sedikit naik. Kemudian Adipati mengerakkan kakinya kekanan dan kekiri, depan dan belakang. Taca dan Adipati pun berdansa dengan iringan lagu Guantanamera.


Sesekali Adipati mengusap punggung Taca dan menepuk belakang pinggulnya, membuat Taca memelototkan matanya, Adipati langsung menelusupkan kepalanya keleher ke jenjang Taca, mengesap wangi kesukaannya. Wangi wanita kesayangannya.


"Kamu tau dari mana lagu, ini ?" tanya Adipati lagi, sambil berbisik ditelinga Taca.


Taca terdiam saat merasakan hembusan napas Adipati dilehernya...


"Amore.."


"Hah.. oh.." Taca mengedipkan matanya beberapa kali, mencoba menyadarkan dirinya. Punya calon suami bentukkannya seperti Adipati emang harus punya banyak-banyak obat khusus diabetes, Adipati kemanisan.


"Itu.. dulu Abah suka banget dengerin lagu ini, pake speaker ampe orang satu kampung tau lagu ini. Aku awalnya ngak suka jadi suka, Di."


Adipati langsung mengelengkan kepalanya sambil tersenyum, mertuanya memang ngak ada lawannya.


"Terus sekarang kenapa ngak pernah dipake lagi ?" tanya Adipati penasaran.

__ADS_1


"Oh.. itu, dulu gara-gara Abah sering banget dengerin lagu pake volume tinggi, jadi bikin warga protes, akhirnya sama Bu Rw, Speaker Abah dicabut terus di simpen di mesjid." ujar Taca polos.


"Ya.. gimana ngak pada protes, wong dengerin lagu dangdut koplo jam 6 pagi, selama 7 hari berturut-turut dengan volume maximal..!" kenang Taca sambil tertawa.


"Hahahaaa... Bapak kamu, tuh.."


"Mertua kamu tau..!!" ujar Taca sambil menjinjitkan kakinya kemudian mencium bibir Adipati lembut.


Adipati kemudian mengangkat badan Taca sambil terus mencium bibir Taca lembut.


"Amore, Ti amo." bisik Adipati lembut.


(Aku cinta kamu, sayang)


Taca tersipu malu, kemudian membisikkan kata-kata balasan di kuping Adipati "Abdi oge bogoh ka Anjeun, Kang Adipati."


(Aku juga cinta kamu, kang Adipati)


Guantanamera


Guajira Guantanamera


Guantanamera


Guajira Guantanamera


Mi verso es de un verde claro


Y de un carmin encendido


Mi verso es de un verde claro


Y de un carmin encendido


Mi verso es un ciervo herido


•••


"Wah.. neng masak enak ini." ujar Abah sambil mengambil nasi goreng tanpa kecap kesukaannya.


"Hehehe... makan yang banyak, Abah. Abah kurus sekarang, nanti Abah sakit lagi," ujar Taca sambil menyimpan gelas berisikan air hangat di samping Abah.


"Asikk.. nasi goreng si neng..!" ujar Aa Riki sambil duduk disamping Adipati.


"Akang, telat... Akang ngak makan, yah.." ujar Kang Rozak buru-buru.


"Nasi goreng Taca ini..." ujar Abah dan Aa Riki berbarengan.


"Oke, siap mana piringnya ??" Kang Rozak langsung menghentikan langkahnya kemudian duduk disebelah Taca.


"Lah...katanya telat kok malah makan ?" tanya Taca bingung.


"Masakan kamu tuh enak, makanya mending Akang telat daripada ngak makan masakan kamu hehehee..." ujar Kang Rozak sambil mengelus rambut Taca.


Mereka pun makan dengan tenang, Adipati yang baru merasakan nasi goreng buatan Taca terdiam, tanpa sadar Adipati tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.


"Kenapa ? Ngak enak ? Keasinan ?" Taca langsung panik melihat ekspresi Adipati. Bisa gawat kalau Adipati ngak suka makanan buatannya.


"Ngak..ngak... enak kok, Amore. Enak banget malahan," jawab Adipati sambil mengusap rambut Taca.

__ADS_1


"..."


"Ini mirip sama masakkan Ibu aku, aku jadi inget almarhum Ibu aku." jawab Adipati sambil tersenyum lembut.


"Ah.. aku.."


"Nanti kita kesana yah, nengokkin Ibu aku."ujar Adipati.


"Nanti kita ke tempat Emak juga yah, Nak. Nanti Abah kenalin sama Emak," tiba-tiba Abah berkata sambil menepuk punggung Adipati sambil tersenyum senang.


"Iya, Abah..." jawab Adipati singkat.


Adipati menoleh ke arah Taca kemudian memegang kedua pipi Taca, Adipati hendak mencium bibir Taca...


"ASTAGAAAA IEU BULE...!!!!!" teriak Abah sambil mengambil koran dari balik bajunya.


Kang Rozak langsung menarik Taca, Aa Riki langsung duduk ditengah Taca dan Adipati.


Plakkk plakkk...


Sambitan koran mengenai badan Adipati.


"Aduh Abah, Abah sakit, Bah... Astaga Abah dapet dari mana itu koran... ARGHHH..." teriak Adipati yang di pukuli Abah menggunakan koran.


"Dasar bule mesum, nyaho Abah oge (tau Abah juga) anak Abah geulis (cantik), sabar kamu tuh...!!! Sabar sampai penghulu teriak SAHHH...!!!" teriak Abah kesal sambil terus memukul Adipati dengan koran.


"Iya.. Abah, ampun-ampun..!!!" teriak Adipati pasrah.


"Calon kamu, nafsuan ih...!!" bisik Aa Riki pada Taca sambil menahan Tawanya melihat Adipati di pukuli Abah.


"Kamu udah diapain aja, sih. Penasaran.." ujar Kang Rozak sambil menatap Taca dengan tatapan 'kamu-udah-ngapain ?'


Taca hanya bisa menjulurkan lidahnya pada kedua kakaknya sambil merangkul kedua kakaknya. "Mau tau aja atau tau banget ?"


"Banget...!" jawab Aa Riki dan Kang Rozak berbarengan.


"Hmmm.... kasih tau ngak, yah..." goda Taca pada kedua Kakaknya.


"Kasih tau lah..." paksa Kang Rozak penasaran.


"Makanya punya pacar atuh, jomlo mulu..!!" ledek Taca sambil ngeloyor pergi.


"Yehh...Nenggg..!!" teriak Aa Riki dan Kang Rozak kesal.


•••


Iya..iya lagunya jadul, kan ini lagu kesukaan Ibunya Adipati. Jadi harus jadul-jadul manjah hahahaa...


Ngak mungkin almarhum Ibunya demen lagu jarang goyang hahahahaaa....


Kalau mau denger lagunya bisa di search di youtube atau dengerin di Ig storyby_gallon


Hahahaa...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2