
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
““Bukan aku tapi kamu yang nggak bisa punya anak..!?”
Juan kaget dengan perkataan Iis, tiba-tiba seperti ada beton yang menghajar dadanya saat Iis berkata seperti itu. Astaga Istrinya benar-benar menguji kesabarannya sampai ketingkat tertinggi.
“IIS...!?”
“Apa?” tanya Iis galak, sudahlah Iis sudah benar-benar tidak kuat lagi. Mau berantem-berantem lah. Iis benar-benar lelah, semua kemarahan benar-benar sudah sampai pada titik tertingginya.
“Kamu kalau ngomong kadang nggak pernah mikir,” ujar Juan sambil menarik badan Iis agar mendekat pada tubuhnya.
“Lepas... nggak usah pegang-pegang,” ujar Iis sambil menggerakkan semua anggota tubuhnya, berusaha untuk terlepas dari pelukkan Juan.
“Terserah aku mau aku pegang mau aku apain juga, kamu istri aku!?” ujar Juan yang sudah mulai tersulut kemarahannya.
“Aku istri kamu? Oh kamu masih anggap aku istri kamu?” ujar Iis sambil mendorong Juan dengan segenap kekuatannya, entah kenapa Iis benar-benar ingin menendang suaminya itu.
“Astaga, Yang. Kalau kamu bukan Istri aku terus kamu siapa?”
“Nggak tau, mungkin pemuas nafsu kamu aja...”
“Ayang kamu tuh yah kalau ngomong nggak pernah di filter..! Maksudnya apa kamu ngomong gitu?”
“Maksud aku? Kamu mau tau maksud aku apa?” tanya Iis.
“Kalau aku istri kamu, kamu pasti bakal bilang kalau kamu mandul, nggak kaya gini, Mas..!!” lanjut Iis lagi.
“Aku takut....”
“Takut apa, kamu takut apa?” tanya Iis kesal sambil memukul dada Juan kesal.
Juan berjalan menjauhi Iis dan duduk di samping kasur dan terus menatap Iis, “Aku takut kamu kaya Cicil yang begitu tau aku mandul langsung ninggalin aku, aku takut kamu kaya Cicil....”
Iis terdiam mendengar alasan nggak masuk akal Juan. Astaga kalau Juan jujur pada dirinya Iis akan tetap disamping dirinya. Kecewa? Pasti tapi nggak mungkin Iis ningalin Juan. Tapi, sekarang? Dengan segala informasi yang Iis dapatkan dan penderitaan Iis untuk berjuang sendirian untuk mendapatkan anak tanpa mengetahui kenyataan bahwa Juan yang sakit, itu benar-benar membuat Iis marah.
“Mas, aku bukan Cicil, aku nggak mungkin langsung gitu aja kabur ninggalin kamu, aku punya otak Mas,” ujar Iis frustasi.
“Tapi, sekarang kamu udah tau, kamu malah pergi ningalin aku bawa koper. Nggak kasih tau aku sama sekali, kalau aku nggak lacak kamu, nggak mungkin aku bisa nemuin kamu,” ujar Juan.
“Beda Mas, kalau sekarang aku marah karena aku kaya orang bego, aku kaya nggak diangap istri sama kamu dan keluarga kamu,” ujar Iis.
“Nggak dianggap gimana Yang? Semua keluarga aku sayang sama kamu. Terus kamu tadi bilang kamu beda sama Cicil. Tapi, liat sekarang kamu pergi juga ‘kan,” ujar Juan sambil menunjuk koper dan tas.
“Ampun Mas, beda Mas. Keadaan aku sama Cicil itu beda, Cicil tau dari awal kamu mandul dan dia bukan Istri kamu..!?”
__ADS_1
“Tapi, buktinya kamu ningalin aku, Yang.” Juan menunjuk dadanya dengan tangan kanannya.
“Karena aku istri kamu, aku yang harusnya paling tau keadaan kamu. Aku istri kamu Mas,” ujar Iis sambil mengguncang bahu Juan.
“Emang kamu istri aku, kamu sangka kamu siapa?” ujar Juan.
Iis langsung berjongkok didepan Juan dan berteriak dengan keras dan mengacak rambutnya dengan kedua tangannya, rasa frustasi benar-benar menerjang dirinya. Dia benar-benar frustasi dengan pikiran Juan yang menyamakan dirinya dengan Cicil dan ke keras kepalaan Juan.
“Mas, kalau aku istri kamu kenapa aku orang terakhir yang tau kamu mandul?” tanya Iis geram sambil menarik rambutnya keras.
“Karena aku takut...!?” Juan turun dari duduknya dan duduk dihadapan Iis yang sudah seperti orang kurang akal.
“Argh.... Mas, hampir semua orang tau kamu mandul. Keluarga kamu, kolega kamu, Adipati, Cicil, semua Circle pertemanan kamu, semua orang-orang dikalangan kamu, bahkan si Becaa yang harusnya nggak usah tau malah tau...!!!”
Juan diam dia bingung bagaimana menjelaskan semuanya, Iis benar-benar sudah mendapatkan semua informasi, entah siapa yang memberitahukannya. Juan benar-benar mati kutu.
“Kamu suruh mereka diam, kamu suruh mereka untuk nggak ngasih tau aku? Apa faedahnya?” tanya Iis.
Juan diam mulutnya benar-benar terkunci, Juan bingung harus berkata apa, hampir semua yang dikatakan Iis benar.
“Jawab Mas, jangan diem aja. Jawab...!” bentak Iis sambil menahan tangisnya, tiba-tiba Iis merasakan sedih yang tidak bisa Iis ungkapkan sama sekali, sepertinya hormon dari suntikkan HCG yang kemarin disuntikkan ditubuhnya mulai bereaksi.
“Yang, aku minta mereka diam, supaya aku yang bilang ke kamu. Tapi, aku belum siap, aku belum siap ngehadapin kamu yang meledak amarahnya,” ujar Juan.
“Bahkan sampai, bahkan sampai sahabat aku sendiri Taca kamu bungkam, kamu beneran jahat. Kamu aduh udah aku nggak tau mau ngomong apa, aku takut dosa, ya ampun...!” ujar Iis frustasi.
“Udah cukup Mas, aku capek. Ini bukan pernikahan, nggak ada pernikahan yang penuh dengan tipu daya,” ujar Iis sambil bangkit dari duduknya dan mengambil jaketnya.
“Kamu mau kemana?” tanya Juan panik.
“Aku nggak bisa disini Mas, udah aku udah capek..!”
“Mau kamu apa?” tanya Juan.
“Mau aku? Kamu mau tau mau aku?” Iis malah balik tanya Juan dengan sengit.
“Iya, aku juga capek, Yang. Sekarang udah ketauan aku mandul. Aku salah aku minta maaf tapi aku nggak pernah minta kamu hamil, kamu yang maksa diri kamu buat hamil....”
“KARENA AKU NGGAK TAU KAMU SAKIT...!? AMPUN MAS.” teriak Iis keras sambil mengepalkan kedua tangannya karena menahan amarahnya.
“Ya, tapi aku nggak sepenuhnya salah..!”
“Astaga Mas, kamu tetep nyalahin aku, karena aku ingin hamil?” teriak Iis frustasi.
“Iya kan kamu yang mau hamil, aku sama keluarga aku nggak pernah maksa kamu hamil, kamu yang usaha kesana dan kesini,” ujar Juan.
“EGOIS KAMU MAS...!!”
“Kok aku yang egois? Kamu juga egois..!” nada suara Juan tidak kalah tinggi dengan Iis.
__ADS_1
“Aku egois, aku egois dimananya Mas, aku ini korbannya, aku nikah sama kamu tanpa tau kamu mandul, aku yang korban disini, bukan kamu atau...” Iis menggantungkan kalimat sambil menatap Juan dengan tatapan sedingin es batu kutub utara.
“Atau apa ?”
“Atau kamu nikahin aku karena aku cuman cewe kampung yang nggak pernah punya temen di lingkaran pertemanan kamu, jadi kamu bisa bodoh-bodohin aku..!”
“Ngaco kamu...” ujar Juan, emosi Juan mulai tersulut. Pertengkaran ini benar-benar menguras emosinya.
“Atau kamu cuman jadiin aku pemuas nafsu kamu doang ‘kan?” teriak Iis.
PLAK...
Iis merasakan tamparan yang lumayan keras, sialnya karena kaki Iis yang entah karena belum makan atau sudah tidak mampu menopang tubuhnya lagi membuat saat Iis ditampar Juan langsung oleng ke kanan dan sialnya membuat dahi Iis terbentur pinggir meja.
Iis terduduk, matanya membulat tidak pernah Iis sangka di otaknya suaminya akan menamparnya. Napas Iis tercekat, badannya bergetar hebat saat menyadari saat ini dia baru saja ditampar dengan keras oleh Juan.
Juan yang kaget karena spontan menampar Iis akibat mendengar perkataan Iis yang membuatnya marah hanya bisa menatap tangannya, kemudian beralih pada Iis.
Juan mendekati Iis yang melihatnya dengan tatapan ketakutan. Jujur Juan belum pernah menampar perempuan, Juan dididik dengan keras oleh Papih dan Mamih untuk tidak memukul perempuan. Tapi, dia benar-benar kelepasan dan demi apapun Juan menyesal. Astaga kenapa dia tidak bisa mengontrol emosinya sama sekali.
“Yang... maaf aku...”
“Keluar...” Tubuh Iis berguncang hebat, perutnya bergejolak memberikan efek mual.
“Yang, maaf aku nggak sengaja. Yang,” ujar Juan panik perasaan bersalah langsung terlukis diwajahnya. Keegoisan Juan untuk mengakui kesalahannya benar-benar menenggelamkan dirinya ke penyesalan paling dalam. Penyesalan menampar Istrinya.
“KELUAR.....!?” teriak Iis sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
•••
Jangan emosi...
jangan benci Juan juga, sekali lagi Kakak gallon ingatkan di novel ini semuanya manusia bisa salah.
Siapkan tissue dan obat darah tinggi yah....
Sama Besok WT bakal Update pagi-pagi Jam 5.00 WIB, iya jam 5 subuh...!? Kenapa? Karena bakal ada sesuatu hohohohooo.....
Keep Reading, pembacaku sayang.... ❤️❤️❤️
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1