Water Teapot

Water Teapot
Ini, ngak jadi ?


__ADS_3


Sudah tiga hari ini Taca bermain kucing-kucingan dengan Adipati. Selama tiga hari Adipati berkali-kali mencoba mencari Taca di kantor. Tapi dengan lihai, Taca mampu melarikan diri dari kejaran Adipati.


"Kemana sih, dia tuh," geritu Adipati sambil mematahkan pensil 2b menjadi dua bagian.


"Ngak Tau, Di. Tapi, kata Pak Lukito dia masuk kok," ujar Juan tenang sambil meminum kopinya, Juan sudah benar-benar sakit kepala mengurus kisah cinta sahabatnya, ini.


"Apa Taca, punya ilmu 7 langkah lalu menghilang ?" ujar Adipati kesal.


"Mungkin," jawab Juan sambil lalu


"Pacar lo, dimana apartemennya ?" tanya Adipati lagi. Selama tiga hari ini Adipati selalu datang ke apartemen Taca, bahkan Adipati tidur di apartemen Taca, berharap Taca pulang dan mereka bisa memperbaikki masalah yang ada.


Juan langsung menaikkan alisnya, berpikir kapan Dia punya pacar. "Pacar, yang mana?.".


"Astaga, sahabatnya Taca," ujar Adipati kesal.


"Oh.. ngak tau. Lah wong dia bukan pacar gue. Gue ngak sengaja ketemu di pos satpam kemaren. Eh ternyata dia sahabatnya Taca. Keren, yah. Sangar, gue ampe ngakak liat dia ngeguyur si Becca ampe 2 kali. Hahahaha..." Juan ngakak mengingat kejadian tersebut.


"Hahahah... pas gue liat dia guyur si Becca, rasanya pengen gue kasih duit sekarung. Sumpah," ujar Adipati sambil mengingat kejadian tersebut.


"Jadiin pacar, Ju. Kayanya cocok ma lo," ujar Adipati mencoba memberikan motivasi pada Juan.


"Nah... ngak lah. Ngapain, males gue," ujar Juan sambil tersenyum penuh arti pada Adipati.


"Di, ngak ada cita-cita keruangan HRD. Bilang aja lagi mantau atau apalah. Kan kalau lo keruangannya bisa ketemu Taca."


"Alasannya apaan gue ke HRD ?" tanya Adipati bingung. Seumur-umur Adipati jarang jalan-jalan di kantornya. Walau kantornya dibuat dengan konsep ramah lingkungan dan mengikuti konsep kantor Google di Amerika. Tapi Adipati paling malas kalau harus muter-muter dikantornya.


Juan menantap Adipati dengan tatapan ' ARE-YOU-KIDDING-ME '. "Di, lo yang punya perusahaan ini. Mau lo salto di ruangan manapun, ngak ada yang bakal ngelarang. Mau lo tiba-tiba ke pantry kantor bawa orkes melayu juga, kagak akan ada yang larang, Di...!!" Juan mengingatkan tentang kuasa Adipati.


Seperti disadarkan akan privilege miliknya di perusahan tersebut, Adipati langsung tersenyum senang. "Lo jenius, Ju.".


Adipati pun langsung melenggang keluar dari ruangan Juan sambil tersenyum.


•••


Taca yang sedang mengetik sedikit terganggu dengan suara ribut-ribut di arah pintu. Taca melirik kearah pintu dan matanya hampir meloncat keluar. Adipati sedang berjalan kearahnya, tapi pandangan Adipati tertutup oleh pohon yang berada ditengah ruangan HRD.


Taca langsung mencari tempat persembunyian, Taca sedang tidak mau bertemu dengan Adipati. Hatinya masih bimbang, bimbang dengan perasaannya sendiri. Apakah dia bisa menerima Adipati, apakah Dia yakin Adipati berbeda denga Ryan. Taca langsung bersembunyi dibawah meja kerjanya, matanya ditutup kemudian mulai berdoa.


"Pak Adipati, tumben datang kesini," sapa Lukito pada Adipati.


"Oh, saya sedang mencari, Bu Taca, Pak," ujar Adipati formal sambil melihat berkeliling, lagi-lagi Dia tidak menemukan Taca.

__ADS_1


"Tadi Bu Taca ada dimejanya, Pak. Mari saya antar," ujar Lukito sambil mengarahkan Adipati ke meja Taca.


"Bu Kania, Bu Taca mana, yah?" tanya lukito pada Kania yang sibuk dengan pekerjaannya, sampai tidak menyadari adanya Adipati diruangan tersebut.


"Ta.. Pak Lukito nyari, tuh," ujar Kania acuh, tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas didepannya.


"Ta.. eh kok ngak ada, Pak.. eh," Kania yang baru sadar ada Adipati disana langsung terdiam.


"Bu Kania.." Lukito memanggil kania.


"Eh.. tadi disini, Pak," tanpa sengaja Kania menjatuhkan pulpennya, kemudian memungutnya lalu...


"Eh... Oncom... ngapain lo disana ?" pekik Kania kaget melihat Taca ada dibawah kolong meja.


Muka Taca langsung berubah panik, dengan cepat Taca menutup mulut Kania. Tapi, usaha Taca gagal. Adipati keburu menyadari hal tersebut, dan berjongkok untuk melihat Taca yang sedang panik dibawah meja.


"Gotcha, Amore," pekik Adipati kegirangan menemukan kekasihnya ada dibawah meja.


"Siapa Amore, Pak ? Ini Taca, Bapak cari Amore atau Taca ?" tanya Kania bingung.


Disana Taca bersyukur pada tuhan, nama pangilan kesayangan Adipati pada dirinya, bukan mengunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia, sehingga jarang ada yang menyadari arti panggilan Amore.


"Oh, ngak. saya memang cari Bu Taca. Bu Taca, mari ke kantor saya. Ada yang ingin saya bicarakan," ujar Adipati singkat, Adipati berusaha mati-matian untuk tidak tersenyum atau bahkan berjingkrak saking senangnya.


"Iya, Pak," ujar Taca pasrah.


•••


Taca mengikuti adipati dengan pasrah, Adipati membawanya ke ruangan kerja miliknya.


"Sher.. Tolong ubah jadwal, saya. Saya tidak mau diganggu," ujar Adipati sambil menarik Taca masuk kedalam ruangannya.


"Tapi, Pak...."


BRAK...


Adipati menutup pintu ruangan kerjanya, tak lupa mengunci pintunya. Adipati berjalan kesalah satu saklar didekat lemari kemudian mengubah tampilan jendela kantornya menjadi gelap. Sehingga apapun yang terjadi didalam kantornya tidak dapat dilihat dari luar.


Taca langsung menelan salivanya. Saat melihat Adipati berjalan mendekatinya, membuat Taca hampir limbung. Taca mundur sampai badannya menyentuh meja dibelakangnya, menghentikan langkahnya.


Adipati tersenyum manis melihat kekasihnya, tangannya langsung menyentuk bagian tubuh kesayangan Adipati. Dielusnya bibir Taca mengunakan jempolnya.


"Kamu, kemana aja ?".


"Saya, kerja Pak," jawab Taca tenang, padahal jantungnya berdetak dengan kencang.

__ADS_1


"Saya ? Jangan formal, Amore. Biasanya juga kamu, bilang aku," ujar Adipati sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Taca.


Taca mengigit bagian bawah bibirnya, berjuang menahan hasratnya. Rasanya ingin sekali tangan Taca mengapai leher Adipati, mengusap the five o'clock shadow, lalu mencium wangi kayu dan hutan dari tubuh Adipati dan menggigit leher Adipati. Membayangkannya saja sudah membuat kaki Taca bergetar.


"Aku, kerja, Di," ujar Taca dengan intonasi suara yang sudah tidak karu-karuan. Badan Taca sedikit terangkat dan duduk di meja kerja Adipati, membuat dirinya sejajar dengan Adipati.


Adipati tersenyum mendengarkan perkataan Taca, dielusnya leher Taca dengan pelan, elusan tangan Adipati makin pelan dan turun kebawah. Taca bisa merasakan hembusan napas Adipati dilehernya.


Taca mulai limbung, biasanya Adipati akan mendekapnya, tapi kali ini Adipati sama sekali tidak memeluk Taca, tangan Adipati hanya mengelus leher Taca kemudian turun kebawah, mengelus dua bukit kembar milik Taca yang masih tertutup kemeja putihnya.


Gerakan Adipati yang intens dan perlahan, membuat bagian bawah Taca basah. Taca mencengkram pinggiran meja kerja Adipati sampai buku-buki jarinya memutih, menikmati setiap sentuhan Adipati di tubuhnya.


Tangan Adipati mulai turun, mengelus bagian kaki Taca, mengusapnya keatas dan kebawah. Taca memejamkan matanya sesekali jeritan kecil keluar dari mulut Taca. Entah apa yang membuat Hasrat Taca meninggi, padahal Adipati hanya menyentuh Taca, tidak ada ciuman, gigitan, tidak ada apapun, bahkan tangan Adipati menyentuhnya secara tidak langsung. Pakaian Taca masih terpasang sempurna, Adipati hanya mengelus pelan.


"Di..."


"Yeah.." jawab Adipati sambil mengesekkan pipinya di leher Taca.


"Please.." pinta Taca, Taca benar-benar sudah tidak mampu menahan hasratnya.


"Oke, let's talk, Amore," ujar Adipati tiba-tiba sambil menyentuh kedua pipi Taca dan menggoyangkan kepala Taca ke kanan dan ke kiri, membuat Taca tersadar.


"Hah..." Kesadaran Taca seperti kembali. "Hah ? Gimana ??".


Adipati tersenyum penuh kemenanggan, melihat reaksi Taca yang ternyata masih mendamba sentuhan dirinya.


"Ini, ngak jadi ?" tanya Taca kesal, sambil mengerjapkan matanya.


"Emang mau ngapain, Amore ?" tanya Adipati pura-pura lugu. Yang langsung dibalas pelototan oleh Taca.


•••


Bagi yang masih dibawah umur harap, di skip aja. Atau bersabar menskip juga bab selanjutnya hohohohooo..


Maaf author lagi ingin bikin yang ehem-ehem hehehe....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2