Water Teapot

Water Teapot
S2: Preweding ala sultan


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Iis benar-benar dibuat pusing dengan kelakuan Mamih dan Juan. Seperti tadi Iis harus naik mobil berwarna biru sambil pura-pura tersenyum, lalu tiba-tiba Mamih menyuruh menggunakan gaun di tengah gunung..!?



Bisa kalian bayangkan pakai gaun malam yang terbuka di tengah gunung dengan keadaan suhu yang extra dingin...! Iis hampir membanting gaunnya tadi, untungnya Tere memberikan jaket miliknya pada Iis untuk menghangatkan badannya.


“Tere dingin banget,”ujar Iis sambil merapatkan diri pada Tere.


“Sabar,Bu. Mau bagus harus sabar,”ujar Tere sambil mengusap-ngusap bahu Iis sambil tersenyum manis pada Damian dan langsung dibalas senyuman oleh Damian.


Iis langsung menatap Tere dengan tatapan curiga, “Hmm roman-romannya udah ada yang baikkan nih.”


Tangan Tere langsung menutupi bibirnya, “Damian bilang dia mau coba rujuk, dia mau maafin aku, Is...”


Dua acungan jempol langsung Iis berikan pada Tere, “Cakep... sekarang tinggal kamunya jangan bikin ulah lagi.”


“Iya, demi anak-anak aku, aku bakal lebih baik lagi, aku bakal ikut kelas-kelas buat menghentikan kecanduan alkohol aku, Iis,” ujar Tere.


“Bagus, kasian anak-anak kamu Tere, mereka butuh sosok Ibu,” ujar Iis.


“Aku tau, makasih yah kamu mau bantu aku, tadinya aku sempat ragu karena udah ngejelek-jelekin Juan ke kamu. Tapi, kamu baik banget mau nolongin aku,” Tere langsung memeluk Iis hangat.


“Aku nolongin kamu tulus kok, moga kamu awet yah,”ujar Iis.


Tere langsung menganggukkan kepalanya sambil menatap Damian yang sedang berbincang dengan Juan.


•••


“Mas, ini ngak terlalu berlebihan? Ngapain juga kita nangkring di atas jembatan gini? Mau loncat ?” tanya Iis sambil mengusap paha Juan bingung.



“Udah ikutin aja keinginan Damian, iyahin aja. Aku ini udah kedinginan Yang,”ujar Juan sambil mengeratkan pelukkannya ke badan Iis.


“Udah tau ngak tahan dingin, tetep aja ingin prewedding di sini, kenapa ngak ditempat yang anget aja gitu,”cerocos Iis sambil pura-pura tersenyum pada Juan.


“Kalau tempat panas aku ngak bisa meluk kamu seerat ini, Yang.”


“Arghhh susah ah ngomong sama kamu, kalah mulu,”ujar Iis kesal sambil menelusupkan badannya kedada Juan.


“Udah dari sini kita ke onsen yuk,” Juan tiba-tiba ingat onsen yang ada disana. Kayanya asik kalau udah dingin-dingin gini langsung berendam di onsen.


“Onsen? Emang ada? Jangan bilang dari sini terbang ke Jepang buat berendam doang,” Iis mendorong badan Juan, ngak kebayang dari New Zaeland langsung ke Jepang cuman buat berendam doang. Remuk yang ada badan Iis.


“Wah ide menarik, Yang...”

__ADS_1


“Ngak mau, remuk badan aku yang ada...” protes Iis kesal.


“Hahahaa... ngaklah, disini ada onsen kok, nanti udah selesai ini semua kita ke onsen yah, di hotel ada sih, tapi aku lebih suka disana. Oh sama makan burger, aku ingin burger Fergburger,oke,” ujar Juan.


“Oke, terserah deh, mau ngapain juga terserah, aku pasrah,” ujar Iis sambil menggigil kedinginan.


•••


Akhirnya selesai juga semua kegiatan prewedding ala Juan Wijaya dan Liliana Wijaya. Iis sedang memakan burgernya dengan cepat, dia lapar dan burgernya enak, Iis benar-benar tidak bisa mengungkapkan rasanya dengan kata-kata.


“Lapar?”tanya Juan sambil menatap Iis, Juan tidak sadar ada saus sambil dipinggir bibirnya.


“Bayi gede dasar, makan belepotan,”ujar Iis sambil mengusap pinggir bibir Juan. Juan yang nakal melakukan sesuatu yang membuat Iis spontan mendesah karena kaget.


“Ah...” desah Iis saat jempolnya di gigit oleh Juan. Iis langsung merasakan sengatan listrik di jempolnya. Pikirin Iis langsung berlari kekanan dan kekiri. ‘Astaga, pikiran aku tolongggg...!?’batin Iis sambil menahan napasnya.


Entah sejak kapan Juan tampak berbeda di mata Iis, otak Iis seperti mengembara kekanan dan kekiri. Iis wanita normal, pertahannya bisa jebol juga kalau setiap hari bersama-sama dengan pria sebaik dan setampan Juan.


“Kenapa, Yang?”tanya Juan sambil menyelipkan rambut Iis kebelakang telinga Iis.


‘Kenapa? Kamu kemanisan Mas, diabetes aku ini,Mas. Aku bisa jebol kalau kamu gini terus Mas,’batin Iis sambil mengusap pipi Juan, refleks Juan mencium telapak tangan Iis sambil mengelus punggung tangan Iis.


‘Mamaahhh... manis banget kamu Mas, tolong’ Iis rasanya ingin salto mendapatkan perlakuan manis Juan.


“Udah yuk, makan kamu udah abis ‘kan, Yang?”ujar Juan sambil menjawil hidung Iis, menyadarkan Iis kembali kerealita, untungnya realita yang sedang Iis hadapi itu manis.


“Udah, mau kemana?” tanya Iis sambil berdiri disamping Juan dan memasukkan tangan kanannya kedalam saku longcoat Juan.


“Kenapa?”


“Ngak, kamu cantik, Yang,” ujar Juan sambil mencium pipi kanan Iis dan menggenggam tangan Iis yang sudah berada di dalam saku longcoat miliknya.


Brushhhh


Wajah Iis tiba-tiba memerah, arghh Iis benar-benar menyerah dengan kelakuan Juan yang extra manis.


“Kamu gombal..!” ujar Iis


Juan hanya tertawa renyah mendengar perkataan Iis.


“Mau?”Juan menyodorkan buah cherry pada Iis saat berjalan ditrotoar. Iis dengan cepat mengambil 1 buah cherry dan memakannya, rasa manisnya membuat Iis kaget.


“Manis, enak Mas,”ujar Iisa sambil mengambil satu buah cherry lagi.


“Kesana, yuk,” ajak Juan menarik tangan Iis mendekati jembatan yang bisa membuat mereka menikmati pemandangan gunung dan bintang-bintang juga milkway.


Mereka berjalan sampai ke ujung jembatan, Juan memeluk Iis dari belakang. Angin benar-benar bertiup kencang.



“Yang..”pangil Juan di telinga Iis.

__ADS_1


“Hmmm..”


“Aku punya kekurangan, kalau seandainya kamu tau kekurangan itu, kamu mau terima aku?”tanya Juan sambil menggesekkan hidungnya ke telinga Iis.


Iis bingung, apa kekurangan Juan? Kayanya ngak ada, dia lelaki sempurna untuk Iis. Apa kelurangannya? Malah Iis yang banyak kekeruangan untuk Juan.


“Apa?”


Juan menciumi leher Iis sambil mengusap leher Iis dengan bibirnya, Iis hampir jatuh karena lututnya tidak mampu menopang tubuhnya, hanya dengan gesekkan saja sudah mampu membuat Iis terbang kelangit ketujuh, apalagi jika...


Pikiran Iis langsung traveling kemana-mana. Tuhan kuatkan hamba, sebentar lagi, sebentar lagi Iis bisa memberikan segalanya untuk Juan, sesuatu yang Iis jaga, hanya untuk Juan Wijaya.


“Mas, kaki aku gemeter Mas. Kamu jangan gesek-gesek gitu,” cicit Iis.


Juan terkekeh, Iis benar-benar polos, wangi tubuhnya benar-benar wangi seorang gadis. Menggoda...


“Hahhaaa...ya udah maaf, Yang. Tapi, bener jika suatu hari nanti kamu tau kekurangan aku, aku mohon sama kamu.”


Iis benar-benar tidak fokus dengan perkataan Juan, wajah Juan yang masih bertengger di leher Iis masih membuat Iis panas dingin.


“Kekurangan kamu apa sih, Mas?”tanya Iis dengan suara extra parau karena menahan hasratnya sendiri.


Juan memejamkan matanya, tidak adil rasanya kalau Juan tidak memberitahukam kekurangannya. Tapi, dia tidak mau wanita yang ada dipelukkannya ini pergi meninggalkan dirinya.


“Aku bakal kasih tau kamu, tapi, ngak sekarang.”


“Kapan ?”


“Nanti, aku belum siap, tapi tolong Yang, kamu harus ingat satu hal. Apapun yang terjadi jangan tingalin aku, aku mohon. Aku cinta kamu.”


Iis mengedipkan kedua matanya, bingung apa kekurangan Juan. Tapi, Iis akan menunggu sampai Juan siap, siap memberitahukan kekurangannya.


“Aku juga cinta Mas,” jawab Iis sambil membalikkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya keleher Juan.


Bibir mereka bertemu dan berpangutan, menikmati candu mereka masing-masing.


•••


Seperti biasa kakak-kakak semuanya, buat video preweding Mas Juan dan Iis liat di Ig dan Fb.


Ciaooooo


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2