Water Teapot

Water Teapot
Radi is coming...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"ADIPATI...!!" teriak Taca kesal, dengan cepat Taca berjalan untuk melihat kondisi handphonennya. Taca meringis melihat kondisi handphonennya yang sudah tidak tertolong sama sekali, layarnya pecah, LCDnya rusak.


"Di, kebiasaan ah, Kamu. Apa-apa lempar." hardik Taca kesal sambil mengambil handphonennya.


"Rusak ?"


"Iya, ini kan belum lunas, ada 5 bulan lagi ihhhh...!!!" rengek Taca kesal sambil melihat Adipati.


Adipati menahan tawanya, astaga Taca benar-benar imut. "Ya..udah beli lagi aja, sekalian ganti nomer kamu. Biar Radi ngak bisa nelpon kamu, sama sekali." saran Adipati sambil berdiri dari duduknya, sesekali terdengar suara meringis saat Adipati berjalan.


"Beli lagi, kamu tau ngak sih gaji aku berapa ? Sadar ngak, perusahaan kamu ngegaji aku berapa. Ihhh.... bahlul, kesel sumpah..!!" hardik Taca kesal.


Kekesalan Taca makin menjadi saat melihat Adipati hanya tersenyum mendengarkan perkataan Taca. "Lebih dari cukup ?"


Taca hanya bisa mengangukkan kepalanya mendengar jawaban Adipati, memang benar apa yang Adipati katakan gaji karyawan diperusahaannya lebih dari cukup.


"Yah, tapi masa tiap kamu cemburu aku harus beli handphone baru mulu. Bangkrut yang ada, Di...!!!" cerocos Taca sambil mendorong badan Adipati kesal.


Adipati langsung mengambil dompet di saku Jasnya, mengambil beberapa kartu dari dalam dompetnya. "Ini, yang ini kamu pake buat bayar semua keperluan dirumah ini, dari mulai gaji Bi Yuli, bayar maintenance apartemen, pokoknya apapun keperluan rumah kamu yang urus, ambil semua biayanya dari kartu yang ini. Pinnya tanggal lahir dan bulan kamu sama tanggal lahir aku." Adipati memberikan kartu debit prioritas pada Taca, ada nama Taca disana. Entah kapan Adipati membuatnya.


"Yang ini, kamu pake buat bayar semua kebutuhan kamu, kamu mau belanja apapun beli apapun terserah. Pokoknya semua keinginan kamu, kamu bayarnya pake kartu ini. Karena setiap kamu gesek kartu ini bakal ada notifikasi ke handphone aku, jadi aku tau semua barang yang kamu beli." Adipati memberikan Kartu kredit Centurion Card dari American Express dan lagi-lagi Taca melihat namanya di kartu tersebut.


Taca terdiam melihat dua kartu ditangannya, dua-duanya kartu yang tidak pernah Taca lihat seumur hidupnya. "Ini buat aku ?".


"Iyah buat kamu, emang buat siapa ? Kan kamu yang mau jadi istri aku, emang siapa yang mau jadi istri aku selain kamu, masa Becca ?" goda Adipati.


"Ihhh.... sana sana... sana sama Becca. Demen banget kamu tuh sama unggas...!!!!" pekik Taca kesal sambil bangkit dari duduknya kemudian memukul Adipati dengan keras.


"AUWWWWWW SAKIT...!!!!" teriak Adipati kesal sambil menjerit kesakitan.


"Awas aja kamu, kalau aku liat kamu sama unggas itu, beneran aku tendang "adik" kamu, biar hilang masa depan kamu...!!!!" teriak Taca sambil berlalu dari hadapan Adipati.


"Hahahhaaa... cemburu bu ?" goda Adipati.


"Iya, emang aku cemburu, kenapa ?? Keberatan ???" teriak Taca kesal.


Adipati langsung mengulum senyumannya, tertawa melihat tingkah calon istrinya.


"Amore, mulai hari ini kamu tinggal di apartemen kamu yah, aku ngak sangup liat kamu wara wiri di sini, kapan sehatnya aku kalau kamu hobi banget wara wiri pake celana pendek gitu."


"Iya..." jawab Taca singkat sambil menjulurkan lidahnya.


•••

__ADS_1


Pagi yang damai di kantor, Taca dengan tenang berjalan kekursinya, tapi...


"Taca, gawat gawat..." ujar Kania sesaat Setelah Taca duduk di kursi kerjanya.


"Kenapa ? Ada apa ?" tanya Taca bingung, pikirannya makin bingung saat melihat meja Kania yang sudah bersih tidak ada lagi barang-barang Kania dimejanya.


"Lo di pecat ?!" tebak Taca sambil menatap Kania bingung.


"Jangan sampai, cicilian gue masih banyak, hutang gue banyak yang belum lunas, Taca...!!" ujar Kania.


"HIDUP HUTANG...!!" canda Taca, walau sebenarnya Taca tau Kania bukan orang yang suka berhutang. Itu hanya candaan diantara mereka berdua.


"Hidup..." jawab Kania sambil mengepalkan tangannya ke udara.


"Hahahaa...terus barang kamu kemana ini ?"


"Gue dipindahin, gue jadi partnernya Lily, gue dipindahin, Ta..." isak Kania kesal, Kania tidak terlalu cocok dengan Lily.


"Hah... terus partner gue siapa ?" tanya Taca sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"R..."


"Aku, Princess..." jawab Radi sambil duduk disebelah Taca.


"RADI...!!!" teriak Kania dan Taca berbarengan.


"Ngapain kamu disini, kenapa kamu bisa kerja disini tiba-tiba ?" tanya Taca kesal, gimana cara hanya dengan waktu singkat Radi bisa pindah kantor begitu saja. Ngak masuk akal.


"Pak Lukito yang minta aku kerja disini, dia nyuruh aku pindah perusahaan. Gajinya lebih baik, kerjaan lebih ringan plus bisa sama kamu, kenapa ngak ?" ujar Radi sambil mengedipkan sebelah matanya pada Taca.


Semua sumpah serapah Taca katakan didalam hatinya, kepalanya berdenyut. Entah apa yang terjadi kalau Adipati tau partnernya berubah.


"Kamu jadi partner Lily aja deh, aku tetep sama Taca. Lily pasti happy dapet partner kaya kamu." pinta Kania kesal, dia benar-benar tidak cocok dengan Lily.


"No... Pak Lukito yang nyuruh aku jadi partner Taca, sorry, Kania..." ujar Radi sambil membuka file-file pekerjaannya.


Taca hanya bisa menghela napas kemudian membenturkan kepalanya ke meja kerjanya, tamat sudah riwayatnya.


•••


"TACAA..." panggil Radi saat makan siang.


Taca yang sedang makan siang di kantin perusahaan hanya bisa memberikan senyuman kecil, melihat Radi berjalan kearahnya.


Tidak adakah meja lain disini ??? Kenapa Radi harus duduk dengan Taca. Astaga Tuhan tolong Taca.


"Meja banyak Radi, duduk ditempat lain ngak bisa apa ?" tanya Taca kesal, saat Radi duduk disampingnya.


"Emang banyak, tapikan aku kenalnya sama kamu. Masa aku tiba-tiba duduk di meja orang seenaknya," jawab Radi sambil menyimpan nampan makanan di meja.

__ADS_1


"Tau ah..." ujar Taca ketus sambil mengerucutkan bibirnya.


"Nih..." Radi memberikan susu strawberry kesukaan Taca di nampan makan Taca. "Aku beli tadi didepan, ini merk kesukaan kamu, kan."


Taca melirik susu didepannya, benar itu merk kesukaan Taca, Radi masih mengingatnya dengan baik. Taca tersenyum, "Masih inget ?"


"Masihlah, ampe sushi kesukaan kamu aja aku masih inget," jawab Radi sambil sedikit menyikut lengan Taca.


"Awwww..." pekik Taca spontan saat Radi menyikut lengan Taca.


"Kenapa Princess ?" tanya Radi bingung sambil berusaha menyingkap lengan blouse panjang Taca, lengan blouse Taca yang longgar membuat Radi dengan cepat melihat lebam-lebam biru dilengan Taca.


"INI KENAPA ?" bentak Radi membuat beberapa orang disekitar mereka menatap Taca dan Radi.


"Hussshhh... Radi kenceng amat ngomongnya."


Radi langsung mengatur napasnya kemudian kembali bertanya, "Ini kenapa ?"


"Ngak papa," jawab Taca cepat, dampak dari amukan Adipati tadi pagi yang menguncangkan tubuh Taca dengan keras membuat lebam-lebam di tangan Taca. Bukan karena Adipati yang kasar tapi memang kulit Taca yang sensitive.


"Bohong... ini bekas cengkraman Taca, kamu dipukulin Adipati, yah. Dia mukul kamu ?" hardik Radi sambil menyentuh wajah Taca, Radi makin kaget saat sadar bibir Taca yang luka.


"Oke, fine.. kita kekantor polisi sekarang..!" bentak Radi sambil menarik tangan Taca membuat beberapa orang disana berbisik-bisik melihat tingkah Radi.


Taca yang tidak mau menimbulkan gosip menarik tangan Radi kearah pantry kantor. Berharap supaya tidak ada yang mendengarkan mereka.


"Sini..."


Taca menarik lengan baju Radi kedalam pantry kemudian menutup pintu pantry.....


•••


Nungguin yah hahahahaaaa.....


Tenang mohon bersabarrr mohon bersabar hihihihihiiiii....


Sabar yah...


maafkan author yang menyebalkan hahaaa...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2