
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Tian, aku boleh minta tolong ngak ?" tanya Radi sesaat mereka berjalan ke arah tempat makan.
Tian dan Radi berjalan beriringan sedangkan Siska sudah berjalan duluan dengan Taca, meninggalkan mereka berdua.
"Bantuan apaan ?" tanya Tian bingung sambil membenarkan tas didadanya.
"Nanti photoin aku sama Taca kalau lagi makan yah, kalau bisa pas aku mesra sama dia," pinta Radi pada Tian sambil memberikan handphone Radi yang lain pada Tian.
Tian bingung dengan permintaan janggal Radi tapi tangannya tetap mengambil handphone yang diberikan oleh Radi. "Buat apaan ?"
"Buat dokumentasi pribadi," jawab Radi asal sambil menepuk bahu Tian. Tian tidak ambil pusing, Tian hanya mengangukkan kepalanya.
"Radi, Tian sini photo disini yuk, bianglalanya keliatan dari sini, cepet ihhh kaya keong bener jalannya," cerocos Taca kesal melihat kedua lelaki tersebut yang jalannya mirip keong.
Radi dan Tian hanya bisa tersenyum sambil mempercepat langkahnya menghampiri Taca dan Sisca yang sedang berbicara dengan OB yang diminta tolong untuk memotret mereka berempat.
"Cepet photo dulu," ujar Taca sambil berdiri disebelah Siska.
"Kamu dideket Radi aja photonya," ujar Siska sambil menarik badan Taca mendekati Radi, tapi badan Taca tidak bergerak sama sekali, dia tetap disamping Siska.
"Ngak aku disini aja, nanti suami aku ngamuk kalau aku deket-deket Radi," ujar Taca sambil menggenggam lengan Siska erat-erat.
Siska tertawa mendengar alasan Taca, Siska penasaran seganteng apa suami Taca, sampai-sampai Taca nolak Radi yang menurut Siska ganteng.
"Oke, ready," ujar OB tersebut sambil membidik kameranya dan memotret mereka berempat.
"Thank you," ucap Taca sambil mengambil handphonenya kemudian melihat hasilnya. Taca dengan cepat mengirim photo tersebut via Chat pada Adipati.
- Suami, maaf yah aku ke Flayer Singapura nya sama Radi. Tadi di bandara aku ketemu Radi. Dia bilang supirnya ngak jemput jadi dia ikut aku. Terus dia nemenin aku jalan-jalan di sini, jangan marah yah. Aku juga disini bareng orang lain kok, turis dari Indonesia juga namanya Tian sama Siska. Aku kemana-mana sama Siska kok. Jangan ngambek, yah. Oh iyah... aku bawa lingerie warna kulit kesukaan kamu, hehehehee...
Luv you suami....
Sent..
Hanya ada cheklist satu dihandphonenya, Taca langsung melihat jam ditangannya jam 13.30, sepertinya Adipati masih rapat. Taca dengan cepat mengirimkan beberapa photo dirinya atau photo dengan Siska berdua. Taca berharap Adipati tidak ngamuk parah kalau dia memberikan bukti photo sebanyak-banyaknya.
"Pulang dari sini mau kemana ?" tanya Siska sambil duduk dikursi kosong tempat makan tersebut.
"Ngak tau, tapi panas banget kayanya mau balik hotel aja," ujar Taca sambil melihat keatas, rasa panas benar-benar menyergap Taca.
__ADS_1
"Ah.. ngak asik, ke Merlion dulu, dari sana jalan ke hotel gimana ?" usul Tian sambil melihat menu ditangannya.
"Aku bawa koper, tadi aku dari bandara langsung kesini, koper ada dimobil," ujar Taca kebingungan, Taca ogak harus jalan-jalan sambil menarik-narik koper.
"Ya udah kopernya simpen aja di mobil, suruh supir suami kamu kirim kopernya ke hotel, bereskan," ujar Radi santai sambil membenarkan anak-anak rambut Taca yang tertiup angin tanpa Taca sadari.
Klik...
"Ya udah, kalau gitu. Aku ngikut aja deh," ujar Taca, Taca tidak sadar Tian memotret Taca dan Radi tadi.
"Sippp..." ujar Siska riang karena akhirnya dia memiliki teman wanita yang bisa diajak berkeliling bersama.
"Sudah siap pesan" tanya pelayan tiba-tiba sambil bersiap menuliskan pesanannya (ini pelayan anggep aja ngomong bahasa inggris yah, author males nulis arti bahasa inggrisnya hahahaa....)
"Oke saya mau ayam saus telur asin, ice tea 1. Kamu apa, Yang ?" tanya Tian pada Siska.
"Aku mau kwetiaw goreng seafood sama ice tea 1," ujar Siska.
"Aku mau ayam saus telur asin juga, mbak.." ujar Taca tenang.
"Aku... hmmm aku..."
"Arghh kebiasaan lama kaya keong," ujar Taca sambil mengambil menu dari tangan Radi, Taca tau Radi itu sangat lama memilih menu nanya banyak menu yang ada tapi akhirnya balik lagi ke makanan Favoritenya.
"Mie ayam, jangan pake saledri terus sambelnya dipisah, kecapnya banyakkan. Sama bawain cuka masak. Oh pangsitnya dipisah. Sama ice tea satu buat saya," ujar Taca sambil memberikan menunya pada Pelayannya.
"Ng..." Radi kembali berpikir akan membeli minuman apa, Taca yang tau Radi hanya meminum air putih dalam situasi dan kondisi apapun, langsung mengambil keputusan cepat.
"Nggak dia mah biasa minum air kobokan," canda Taca sambil mengambil tas Radi kemudian mengambil tempat minum Radi di samping tasnya, tempat dimana Radi selalu menyimpan botol minumnya.
Radi tersenyum manis melihat tingkat Taca, astaga rasanya Radi ingin memeluk Taca saat ini juga. Taca masih ingat semua kesukaan dan kebiasaannya, lagi rasa sesak menyusup kedalam dada Radi, andai saja dia tidak meninggalkan Taca dulu mungkin saat ini Radi yang menjadi suaminya bukan Adipati.
"Kenapa ?" tanya Taca bingung melihat Siska dan Tian yang menatap takjub pada Taca.
"Yakin, Radi bukan suami kamu," tanya Siska pada Taca.
"Heeh...."
"Beneran Radi bukan suami atau selingkuhan kamu, mungkin ?" tanya Tian sambil menahan tawanya melihat Taca yang menatap Tian dan Siska.
"BUKANNNN IHHH...." ujar Taca gemas.
Radi hanya bisa menutupi bibirnya dengan tangan kanannya sambil mengelengkan kepalanya, "Kalau kamu mau, aku ngak papa kok jadi selingkuhan kamu," canda Radi sambil mendorong bahu Taca lembut.
"Idih kagak..."
__ADS_1
Hahahhahaaa...
Tawa mereka pecah saat mendengar jawaban Taca yang kesal mendengar perkataan Radi.
"Kamu, abisnya hapal banget makanan Radi tanpa harus Radi buka mulut," ujar Siska sambil meminum ice tea nya yang sudah datang.
"Oh, kebiasaan dulu aku sama Radi temen kuliah jadinya gini. Aku hapal banget kebiasaan Radi. Dia picky eater pusing kalau dia mesen makan. Ribet..." ujar Taca sambil mengambil pesanannya.
"Hahahahaa... kalian kayanya cocok jadi suami istri deh," ujar Siska sambil menahan tawanya.
Radi langsung merangkul Taca kemudian tersenyum bahagia kearah Tian sedangkan Taca sedang melihat Siska sama sekali tidak sadari, Tian memotret dirinya "Doain aja Taca sadar kalau suaminya ngak ada apa-apanya sama saya," ujar Radi.
Brukkk...
"Duduk disana, pindah... nyebelin... sana pindah hush hush..." usir Taca kesal sambil memukul bahu Radi keras.
"Sakit, Ih... galak amat," ujar Radi sambil pindah duduk.
Hahahahahaaa....
"Astaga Tom and Jerry bener-bener deh kalian," ujar Siska sambil mengelengkan kepalanya melihat kekocakkan Radi dan Taca.
Tian langsung memberikan handphonenya melalu punggung Siska sehingga Taca tidak melihat hal tersebut. Dengan cepat Radi mengambil handphone tersebut dan tersenyum melihat hasil jepretan Tian yang benar-benar sempurna.
Dengan cepat Radi mengirimkan photo-photo tersebut pada Becca via chat.
Sent...
Taca yang tidak sadar akan apa yang akan dia hadapi hanya ikut tertawa bersama Siska dan Tian. Taca memphoto makanannya kemudian mengirimkan photonya pada Adipati.
- Selamat makan, suamiiiii......
sent
•••
Kaka gallon mau nyiapin amunisi dulu ini hahhahaaaa...
Siap-siap obat penurun darah tingginya sodara-sodara...!!!! Hahahaaa...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
'Salam sayang Gallon