Water Teapot

Water Teapot
S2 : Geulis


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Dor..."


Aa Riki yang sedang mengambil minum dikulkas dikagetkan dengan kedatangan Taca.


"Neng, ngagetin aja," ujar Aa Riki sambil menuangkan minuman di gelas miliknya.


"Biarin, Aa tumben Aa mau usaha diJakarta ?" tanya Taca bingung, padahal dulu Aa Riki paling males bila disuruh untuk membuka usaha di Jakarta.


"Emang ngak boleh ?"


"Ihhh... Aa kan paling males dulu kalau disuruh buka usaha di Jakarta, sekarang malah mau buka usaha, sampai mau tinggal di Jakarta," ujar Taca sambil tersenyum pada Aa Riki.


"Ngak papa, Aa juga sekalian mau cari orang," ujar Aa Riki sambil meminum air putih.


"Siapa ?"


"Ada aja, moal beja-beja bisi comel (ngak akan dibilangin takut ngak bisa jaga rahasia )" ujar Aa Riki sambil mengelus kepala adik kesayangannya.


"Ihhh... beneran, eh bentar Aa lagi jatuh cinta yah ? Ngakuuu..." ujar Taca sambil menunjuk muka Aa Riki, muka Aa Riki langsung memerah mendengar tebakkan Taca yang tepat.


"Ng..ngak ihhh..."


"Bohong hahahaa ngaku ihh... ngaku..." ujar Taca sambil mendorong lembut bahu Aa Riki.


"Iya deh, iya. Kayanya Aa suka sama seseorang tapi. Aa cuman ketemu sekali aja, cuman Aa ngerasa dia keras diluar tapi rapuh didalam. Ngerti ngak ? Kaya porslen..." kata Aa Riki sambil tersenyum pada Taca.


"Aduh, udah jatuh cinta akut ini, mah, cantik yah ?" tanya Taca.


"Banget, kaya bidadari bodynya wah, kulitnya mulus ah pokoknya mah gini tah..." ujar Aa Riki sambil menunjukkan jempol tangan kanannya pada Taca.


"Hadeuh... bener-bener yah, ya udah Taca doain langgeng yah," ujar Taca sambil mencubit kedua pipi Aa Riki.


"Aa, Taca pengen lolipop," ujar Taca tiba-tiba pada Aa Riki.


"Hah ?!"


"Beliin lolipop yang rasa coca cola, cepet. Beliin...!!!" ujar Taca tiba-tiba. Taca merengek pada Aa Riki.


"Hah ? Beneran dimana ? Ada yang jualan ini udah jam 9,”ujar Aa Riki bingung.


"Ada dibawah, pokoknya cari yah... ngak mau tau harus ketemu. Ini payung sama jaketnya, pokoknya cari sampai ketemu," ujar Taca sambil menyerahkan payung dan jaket milik Aa Riki.


"Tapi..."


"Beliin pokoknya..." rengek Taca sambil mendorong badan Aa Riki keluar.


"Tapi..."


"Beliin 10 biji ngak mau tau..!!!"


"Tapi..."


Brakkk Taca sudah menutup pintu apartemen membuat Aa riki hanya bisa mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hadeuhhhh ibu hamil, untung ade sendiri kalau bukan udah...!!!" ujar Aa Riki sambil berjalan.


•••


Riki yang sudah menemukan lolipop pesanan Taca langsung membeli 10 buah dan membayarnya dikasir. Dengan cepat Aa Riki keluar dari minimarket tersebut. Saat keluar Aa Riki sudah disambut oleh hujan yang sangat-sangat deras.


"Hadeuh, suaminya Taca sapa sih, kok jadi saya yang ribet beliin lolypop buat Taca," ujar Aa Riki kesal sambil merapatkan jaket miliknya. Rasa dingin menusuk ketulang Aa Riki.


Aa Riki membuka payungnya kemudian berjalan menembus rintiknya hujan, saat sedang berjalan ekor matanya menangkap seorang wanita mengunakan kemeja putih dan celana jeans berambut panjang sedang berjongkok dipojok bangunan.


Aa Riki menatap wanita itu, entah kenapa ada rasa rindu melihat wanita tersebut, tanpa Aa Riki sadari langkahnya mendeketi wanita itu, diintipnya apa yang sedang dilakukan wanita tersebut.


"Kamu lapar, ini makan yang banyak. Kamu sendirian yah, mau ngak pulang ketempat aku ?" tanya Wanita itu sambil mengelus anak kucing berwarna putih.


Meong...


Kucing tersebut memakan makanan yang diberikan wanita tersebut dengan lahap.


Aa Riki menberanikan diri untuk memayungi wanita tersebut, kemudian menatap wajah wanita yang masih menatap kucing dipangkuannya.


Aa Riki langsung tersenyum melihat wanita tersebut, entah setan dari mana yang membuat Aa Riki berani untuk mengisipkan rambut wanita tersebut ketelinganya.


"Cicil..."

__ADS_1


Wanita tersebut langsung menatap Aa Riki kemudian tersenyum melihat Aa Riki.


"Riki..." teriak Cicil kemudian memeluk Aa Riki erat. Aa Riki yang dipeluk langsung menahan napasnya.


"Kamu.. kamu kemana aja, aku nyari kamu kesemua Jakarta tapi ngak ketemu, aku nyari sosial media kamu juga, aku ngak nemu. Kamu dari mana, aku sendirian...!" ujar Cicil tiba-tiba sambil memukul dada Aa Riki lembut.


"Hah... aku kan kerja, aku bukan orang sini juga. Kenapa ? Kangen ? Hahahaa" canda Aa Riki sambil membuka jaketnya kemudian menyelimuti tubuh cicil dengan jeketnya.


"Iya, kangen. Aku ngak bisa tidur sama sekali semenjak aku ketemu sama kamu, kamu pelet aku, yah ?" tanya Cicil sambil merapatkan jaket yang diberikan Aa Riki.


"Idih, ngapain melet kamu, mending melet Putri Indonesia 2020," ujar Aa Riki ngasal.


"Hah... kamu mau melet Ayu? Kamu kenal Ayu ?" tanya Cicil kesal, kalau memang Aa Riki kenal Ayu dia ngak usah sepusing ini mencari Aa Riki.


"Eh.. siapa Ayu ?"


"Ayu maulida, Putri Indonesia 2020, kamu mau melet dia 'kan ?" tanya Cicil kesal.


"Hah... hahahaaa aku cuman bercanda, aku ngak kenal Ayu Maulida. Aku cuman bercanda, Cil.." ujar Aa Riki sambil tersenyum.


Bugg...


"Nyebelin.." ujar Cicil sambil mengerucutkan bibirnya dan memukul bahu Aa Riki, membuat Aa Riki gemas dengan kelakuan Cicil.


"Hahahaa... udah lah, eh itu kucing siapa bagus banget," ujar Aa Riki sambil melihat kucing yang ada di pelukkan Cicil.


"Kucing nemu, aku kasian sama dia. Dia sendirian persis kaya aku, sendirian..." ujar Cicil sambil tersenyum manis pada kucing tersebut.


Aa Riki terdiam mendengar perkataan Cicil, benar apa yang dipikirkan Aa Riki, Cicil terlihat tangguh diluar tapi rapuh didalam. Rapuh serapuh-rapuhnya.


"Kata siapa kamu sendirian ?" tanya Aa Riki sambil membuka jaket miliknya kemudian menyelimuti tubuh Cicil menggunakan Jaketnya. "Kan ada saya."


Cicil membulatkan matanya kemudian menatap Aa Riki, manik mata Aa Riki benar-benar menghujamnya, tatapan penuh sayang yang selalu Cicil rindukan. Tanpa Cicil sadari air matanya jatuh dipipinya.


"Eh kok nangis..."


"Ah... iya aku jadi cengeng kalau deket-deket kamu, hahahaa..." ujar Cicil sambil mengusap matanya.


"Udah jangan nangis, Neng Geulis tong sedihnya, aya Aa Didieu," ujar Aa Riki sambil mengusap pucuk rambut Cicil.


(Udah jangan nangis, Neng cantik jangan sedih, ada Aa disini).


Cicil menatap Aa Riki, hatinya tiba-tiba terasa hangat, mukanya memerah. Demi apapun Cicil tidak tau apa yang dikatakan Aa Riki tapi sentuhan tangan Aa Riki di kepalanya benar-benar menghangatkan hatinya. Hatinya yang kosong sekarang seperti terisi penuh.


"Hahahaa... udah jangan sedih, kan ada Aa disini," kekeh Aa Riki sambil mengosokkan kedua telapak tangannya kemudian menyentuhkan telapak tangannya yang hangat kepipi Cicil.


Deg


Jantung Cicil berdetak keras, wangi papermint yang menguar dari tubuh Aa Riki membuat Cicil tenang.


Meong...


"Eh.. maaf, maaf. Yuk pulang yuk, kamu dingin ?" tanya Cicil pada kucing dipangkuannya.


"Aku juga dingin, Cil...." ujar Aa Riki tiba-tiba membuat Cicil tertawa.


"Hahahaa... ya udah ini kucing gede ikut pulang juga," ujar Cicil sambil tersenyum.


•••


Meonggg....


Kucing kecil itu sekarang sudah tidur dibantal yang dibuat sedemikian rupa oleh Aa Riki kemudian di beri selimut. "Udah anget kan, bobo sana..." ujar Aa Riki.


Cicil memberikan handuk kering pada Aa Riki kemudian duduk disamping Aa Riki yang sedang menyelimuti kucing putih itu. "Kasih nama siapa yah ?" tanya Cicil sambil mengelus kucing.


Aa Riki melihat Cicil, jantungnya berdetak cepat. Wanita didepannya benar-benar cantik, wanita yang rapuh entah kenapa rasa sayang tumbuh dihatinya. Wanita ini sangat mirip Tasya.


Tangan Aa Riki lagi-lagi menyentuh rambut Cicil kemudian menyelipkan rambutnya ke telinga Cicil. "Geulis.." guman Aa Riki tanpa sadar.


"Hah..." ujar Cicil sambil menolehkan kepalanya


"Geulis," ujar Aa Riki sambil mengecup bibir Cicil pelan dan lembut.


Cicil yang kaget dikecup oleh Aa Riki hanya bisa terdiam, jantungnya tiba-tiba berdetak cepat, napasnya tercekat. Dengan berani Cicil menyentuh bibir Aa Riki dengan telunjuk tangan kirinya.


"Maaf.." ujar Aa Riki saat sadar dengan apa yang dilakukannya pada Cicil.


"Buat ?" tanya Cicil.


"Nyi...nyium kamu," ujar Aa Riki gagap.


Cicil tersenyum sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Aa Riki, mengikis jarak diantara mereka, "Itu nyium ?".

__ADS_1


"Iya..." Cicit Aa Riki bingung, kalau itu bukan nyium terus apaan ? Ngubek semen ?.


"Kaya gini nyium itu," ujar Cicil sambil mencium bibir Aa Riki lembut, kemudian memiringkan kepalanya, mengesap bibir Aa Riki lembut, tangan Cicil langsung menyentuh lembut pipi Aa Riki.


Aa Riki terkesiap dengan ciuman Cicil tapi manisnya dan lembutnya bibir Cicil membuat Aa Riki membalas ciuman Cicil. Ciuman lembut itu sedikit demi sedikit berubah liar.


Cicil mengusap leher Aa Riki kemudian menarik tubuh Aa Riki mendekat....


Zreeettttt zreeeztttttt


Aa Riki langsung melepaskan ciumannya, kemudian mengecup kening Cicil. "Sebentar..."


Cicil hanya bisa diam menatap Aa Riki yang mengangkat teleponnya.


"Aa, dimana ? Permen Taca mana?" jerit Taca kesal diujung telepon sana.


Aa Riki langsung menjauhkan telepon dari telinganya. Demi apapun teriakkan Taca benar-benar memekakkan telinga.


"Maaf, maaf neng... ini Aa kesana, permen 10 kan," ujar Aa Riki sambil menahan tawanya.


"Iya Aa, cepet ih...!!!" rengek Taca lagi.


"Astaga Neng, yang suami Neng bukan Aa kenapa kamu ngerengeknya Ke Aa," oceh Aa Riki sambil mengulum senyumannya.


"Si kembar inginnya Aa yang beliin, udah ah cepet..!!" ujar Taca sambil menutup teleponnya.


"Siapa ?" tanya Cicil penasaran saat Aa Riki menutup teleponnya.


"Adik aku, dia lagi hamil ngidam permen terus dia suruh aku beli, makanya tadi aku beli permen, eh ketemu kamu." ujar Aa Riki sambil berdiri dan membawa permennya.


"Kamu mau pergi ?" tanya Cicil kecewa.


"Iya, ada Ibu hamil nunguin," ujar Aa Riki sambil berjalan kearah pintu keluar yang langsung diikuti Cicil yang mengerucutkan bibirnya.


"Dah..." ujar Aa Riki sambil menutup pintu apartemen Cicil.


Cicil hanya bisa menatap pintu didepannya, udara dingin di apartemennya membuat Cicil merasa sendirian, tiba-tiba...


TOK TOK TOK TOK...


Cicil membuka pintu apartemennya kembali, "Iyah..."


"Maaf, heheee... sini handphone kamu," ujar Aa Riki yang sudah berdiri didepan pintu apartemen Cicil.


Cicil yang kebingungan memberikan handphonenya pada Aa Riki. Aa Riki dengan cepat memencet nomer handphonenya sendiri.


Zrreett zreeettt


"Done, jadi sekarang kamu punya nomer aku, aku juga punya nomer kamu," ujar Aa Riki sambil tersenyum pada Cicil.


Cicil hanya bisa mengedipkan matanya melihat kelakuan Aa Riki, Cicil makin kaget saat Aa Riki mencium keningnya, kedua matanya, pucuk rambutnya dan terakhir mengesap bibirnya dan mengigitnya.


"Jangan nakal, kamu ngak sendirian sekarang ada aku. Nanti aku telepon yah. Dah..." ujar Aa Riki sambil pergi meningalkan Cicil yang masih bengong.


Setelah beberapa saat Cicil menutup pintu apartemennya kemudian menyenderkan tubuhnya dipintu dan tubuhnya merosot hingga terduduk.


Mukanya memerah, Cicil langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya lalu berguling dilantai, astaga seumur hidup belum pernah dia semalu dan sebahagia ini.


Meong...


Cicil menatap kucing kecil putih dihadapannya yang mengesekkan kepalanya ketangan kanan Cicil meminta perhatian.


"Hai... Geulis..."


•••


Manis yah...


bingung-bingung dah pembaca sama keuwuan pasangan disini....


Juan-Iis


Cicil-Riki


Pilih dah, kaka gallon mah nulis aja hahahaa..


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2