Water Teapot

Water Teapot
S2: Persiapan Nikah Sultan


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Iis sedang menarik-narik rambutnya, kepalanya hampir pecah dengan segala persiapan pernikahannya, padahal dia sudah dibantu WO, Saka, Sherlly dan Taca. Rasanya dia ingin menangis, masalahnya bukan tentang uang atau hal apapun juga. Tapi, kemisteriusan Juan yang memaksa semua orang tidak memberitahukan dimana Iis akan melakukan akad nikah.


Semuanya disini adalah semua kelurganya, bahkan Kokom pun bungkam tidak mau memberitahukan dimana lokasi akad nikahnya Iis. Rasanya Iis ingin menangis.


“Kalian tuh yah, tega. Gimana kalau aku nikahnya di atas gunung agung?”tanya Iis sambil menatap Taca, Saka dan Sherlly dengan tatapan puppy eyes andalannya. Tapi, nihil semua orang disana bungkam, mereka lebih takut Juan daripada tatapan puppy eyes Iis.


“Maaf Bu Iis, tapi kami masih sayang nyawa, jadi mending kami ngak ngomong apa-apa,”ujar Saka sambil mengetik nama-nama undangan-undangan dari Citeko.


Iis langsung membenturkan kepalanya ke meja didepannya, rasanya dia ingin menangis. Demi apapun dia tidak mau menikah ditengah sawah. Juan pasti punya ide gila untuk acara nikahannya ini.


“Udah pasrah aja, Iis. Ngak papa, ikhlas yakinlah, Juan ngak mungkin akad nikah didalam air laut...”


“Astaga..!! Itu bisa jadi, tunangan aja dia ajak aku skydiving, bisa jadi dia ajak aku akad nikah di dalam laut...!”potong Iis cepat, dia yakin pasti akad nikahnya di dalam laut atau sesuatu yang ada unsur airnya.


“Ehh... ngak mungkin, Juan ngak mungkin punya pikiran se edyan itu, Is,”Taca mencoba menenangkan Iis.


“SAKA..!!!”


“Iyah... iyah... eh iyah Bu,” jawab Saka kaget dengan teriakkan Iis.


“Jawab jujur, akad nikahnya dimana?” paksa Iis sambil menatap Saka tajam.


“Di...”


“Saka udah ngetiknya?” suara bariton dibelakang Iis membuat Saka terdiam seribu bahasa. Padangan tajam Iis masih kalah menyeramkan dari pada pandangan seorang Juan Wijaya.


“Ud...udah Pak,”jawab Saka sambil membereskan laptopnya dan menyerahkan daftar tamu pada Iis.


“Bagus,” sahut Juan sambil mencium pucuk rambut Iis, “kamu masih pusing sama jumlah undangan, Yang?”


“Hah...” Iis seperti tersadar dengan masalah yang lebih besar lagi, Ayah dan Bunda meminta undangan sebanyak 800 orang, kepala Iis hampir pecah. 800 orang harus dikali 2, berarti 1600 orang. Kebayang 1600 orang harus dibawa ke Bali? Gimana akomodasinya?


“Iya, kamu masih pusing sama jumlah undangan?”tanya Juan lagi.


“Iya, ini 1600 orang gimana caranya dibawa dari Citeko ke Bali? Pake apa? Tinggal dimana? Biayanya berapa?”tanya Iis pada Juan sambil mengacungkan kertas yang bertuliskan nama-nama undangan ditangannya.


Sumpah demi apapun, tidak semua orang didaftar tersebut Iis kenali. Rasanya bisa dipangkas menjadi 200 orang saja, ngak usah jadi 800 orang.

__ADS_1


Juan mengambil kertas ditangan Iis kemudian membaca nama-nama disana, matanya tersenyum saat melihat sebuah nama disana. Ah, nama yang sangat Juan nantikan kedatangannya.


“Ya udah undang aja semuanya, Saka..”


“Iya Pak,” jawab Saka sambil mengambil Ipadnya bersiap menerima perintah Juan.


“Booking hotel dan pesawat untuk 1600 orang, terserah kamu gimana caranya, saya ngak mau tau. Bagi dua, berikan orang-orang penting tiket kelas bisnis dan orang yang biasa kelas ekonomi, terus kalau ada yang berkeberatan naik pesawat, kamu sewa bis. Pokoknya buat semua orang didaftar ini datang dan urus semua hotelnya...”


“Biayanya?”potong Saka bingung, Biayanya bisa sangat-sangat mahal.


“Yah, tingal dibayar. Jangan kaya orang susah lah, Saka, pokoknya urus semuanya,”ujar Juan sambil menyerahkan kertas tersebut pada Saka.


Iis yang mendengarkan perkataan Juan hendak melakukan protes.


“Ngak usah protest, uang bisa dicari tapi bibir-bibir julid di Citeko bakal bikin kuping kamu panas sampai akhir hayat kalau kamu ngak undang kenikahan kita, Yang,”ucap Juan tegas, pengalam Adipati benar-benar membuat Juan sadar betapa ganasnya emak-emak arisan panci Citeko yang digawangi Ceu Ningsih dan Rina.


“Bener...” pekik Taca sambil mengacungkan kedua jempolnya, “aku aja sampe detik ini masih diomongin karena ngak jadi bikin pesta kedua. Gimana mau bikin pesta kedua wong, aku hamil.”


“Nah, ‘kan. Saka, urus semuanya yah, sekarang kamu sama Sherlly pulang deh. Udah malem juga,”pinta Juan sambil menyerahkan daftar nama-nama kepada Saka.


“Oke Pak, kami pulang dulu yah,” pamit Saka dan Sherlly yang langsung di sambut lambaian tangan dari Iis dan Taca.


“Kamu ngan pulang Ta?”tanya Juan pada Taca yang masih menamani Iis mengurus berbagai macam pernak pernik nikahan.


“Emang, Adipati udah pulang?”tanya Taca bingung, seingatnya Adipati meminta izin untuk pulang terlambat hari ini, ditambah Kama dan Kalila ada di tempat Gio, membuat Taca merasa bebas.


Taca langsung tersenyum senang, “Ya udah, aku balik dulu yah. Kamu udah ngak ada yang harus di urus ‘kan?”tanya Taca pada Iis.


Iis menjawab dengan anggukan, “Udah ngak ada, Ta. Makasih, yah, salam buat Adipati,” Iis melambaikan tangannya.


“Oke bye...” Taca langsung beranjak dan berjalan keluar.


•••


“Mas kita jadi ‘kan nikahnya di Padma Ubud bali?”tanya Iis sambil mencorat coret tata letak meja dan kursi dikertas.


“Iya,”jawab Juan santai sambil membolak balik koran investasi ditangannya.


“Tapi, kenapa WOnya nulis pesta di Padma Ubud dan akadnya di tempat rahasia?”Iis benar-benar penasaran.


Juan hanya bisa tersenyum kecil mendengar pertanyaan Iis. Sampai kapan pun Juan tidak akan membuka mulutnya sama sekali. Dia akan bungkam mengenai dimana dia akan melakukan akad dengan Iis. Biarkan itu menjadi kejutan kecil untuk Iis.


“Mas...yeh ditanya malah senyum-senyum,”ujar Iis kesal sambil mengambil koran yang sedang dipegang Juan.

__ADS_1


“Apa Yang?”tanya Juan, Juan hanya bisa tersenyum saat melihat muka Iis yang sudah ada didepannya.


“Kita akad dimana?”


“Dimana aja yang penting SAH dimata tuhan dan agama,”jawab Juan ngasal, Juan menarik tangan Iis untuk duduk dipangkuan Juan.


Dengan patuh Iis duduk dipangkuan Juan, “Mas, aku was-was ini, gimana kalau kamu punya ide nikah didalam gua, dikedalaman air atau lebih parahnya nikah didalam gunung merapi..!”


“Hahahaaa...”Juan tertawa terpingkal-pingkal mendengar pikiran Iis, sesomplak-somplaknya seorang Juan tidak mungkin dia sampai berpikiri akan menikah didalam gunung merapi.


“Mas...ih, malah ketawa, tau ah kesel”ujar Iis kesal.


“Kamu sih punya pikiran aneh-aneh, ya kali nikah didalam gunung merapi, itu mau nikah atau mau jadi peneliti vulkanik?”canda Juan sambil mencubit paha Iis.


“Awww, sakit,”pekik Iis sambil mengusap paha yang dicubit olen Juan, “jadi dimana?”


“Udah pokoknya nanti kejutan aja,”jawab Juan.


Iis menatap mata Juan dengan kesal, Iis tau Juan pasti akan tetap bungkam. Dasar Juan si kepala batu. Ya sudah lah, benar kata Taca, pasrahkan segalanya pada Juan. Karena Juan menunjukkan jalan yang benar dan lurus...!


•••


Tebak-tebakkan yuk, bakal akad dimana Iis dan Juan?


A. Pantai


B. Hotel dengan pemandangan alam


C. Aquarium


D. Kebun binatang


E. Tempat yang ada air-airnya


F. ........... (isi sendiri jawabannya)


Jawabany yang tepat akan dapat pelukkan hangat dari Kokom Hollykom 🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2