Water Teapot

Water Teapot
S2: Dokter Gabriel


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


“Mas, kamu nggak bisa anter aku ke Dokter Rindu?” tanya Iis sambil menatap Juan yang sedang memakan rotinya.


“Maaf Sayang, aku bener-bener sibuk hari ini. Perusahaa Dimas benar-benar butuh bantuan. Kemarin, dia salah langkah yang berdampak sama kerugian perusahaan yang besar,”ujar Juan sambil mengusap pipi Iis lembut.


Iis hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil menyisipkan rambutnya ke telinga kanannya. Kesal rasanya mengetahui pemeriksaan pertamanya tidak diantar Juan. Tapi, mau bagaimana lagi Juan benar-benar sibuk. Sepertinya, Dimas melakukan kesalahan lagi.


Juan yang menangkan kekecewaan besar di wajah Iis langsung meletakkan korannya di meja makan. “Yang, kamu marah?”


Iis langsung menggelengkan kepalanya sambil meminum teh di cangkirnya. Iis berjuang untuk menutupi kekecewaannya. Iis tidak bisa egois, Juan sedang dibutuhkan perusahaannya.


“Ya udah, kita ketemu disana gimana?” tanya Juan.


“Ketemu disana? Emang bisa?” tanya Iis sambil menatap Juan dengan pandangan mata berbinar-binar.


Juan langsung tersenyum, istrinya ini benar-benar gampang dibut bahagia. “Iya, ketemu disana oke, nanti kita ketemu disana,” ujar Juan sambil mengecup hidung Iis cepat.


Iis langsung memegang lembut pipi Juan dengan kedua tangannya. “Ketemu disana yah, awas kalau nggak. Aku gigit kamu,” ujar Iis sambil memberikan ekspresi manja pada Juan.


Juan terkekeh kemudian mengecup pipi Iis, “aku pergi dulu yah, doakan sisemprul Dimas nggak terlalu parah bikin ulahnya,” ujar Juan.


“Bye, Mas,” Iis melambaikan tangannya dengan cepat sambil mengedipkan sebelah matanya.


Iis dan Juan benar-benar seperti pasangan yang baru kemarin menikah. Hangat dan saling merayu adalah kelakuan mereka setiap harinya. Bi Sur sampai diabetes melihat tingkah laku keduanya.


“Bu Iis, Bu Iis nggak diabetes tiap hari kelakuannya kaya baru nikah?” tanya Bi Sur sambil menatap Iis.


“Nggak, malah kalau bisa makin manis lagi,” ujar Iis sambil tersenyum.


“Wah, bisa diabetes saya bu,” ujar Bi Sur sambil mengangkat piring di meja makan Iis.


“Biarin, nanti saya bawa ke rumah sakit terdekat,” canda Iis.


.•••


- Mas aku udah sampai Rumah Sakit.


Iis menchat Juan dengan cepat. Iis benar-benar ingin diteman Juan. Iya sih lebay, tapi Iis ingin ada yang menyemangatinya saat mereka membicarakan tentang inseminasi buatan ini.


“Hai, Suster saya sudah ada janji dengan dokter Rindu,” ujar Iis sambil menatap Suster didepannya.


Suster itu tersenyum, “ Namanya siapa, Bu?”


“Lizbet Wijaya,” jawab Iis.

__ADS_1


Suster itu langsung mencek data di ipad miliknya. Senyumannya merekah saat menemukan nama Iis disana. “Ah, ada, tapi Bu, maaf. Doter Rindunya sedang melakukan study ke San Paolo selama satu bulan.”


“Eh... terus gimana dong? Saya harus pindah dokter? Tapi, semua data saya ada di Dokter Rindu dan lagi Dokter Tanto sudah memberikan data suami saya ke Dokter Rindu,” Iis langsung panik. Gimana ini, apa yang harus Iis lakukan. Ah, andai ada Juan disini mungkin Iis akan lebih tenang.


Suster itu langsung menepuk tangan Iis pelan, berusaha untuk menenangkan Iis yang sudah panik. “Tenang, Bu. Dokter Rindu sudah memberikan semua data-datanya pada Dokter yang menggantikannya. Jadi, Dokter Rindu bertukar dengan Dokter dari San Paolo. Jadi, Dokter dari San Paolo kerja disini, sedangkan Dokter Rindu kerja disana,” ujar Suster itu lagi sambil tersenyum.


“Ah jadi kaya dituker gitu?” tanya Iis lagi.


“Iya Bu, tenang dokter ini dokter terbaik. Dia selalu berhasil melakukan inseminasi. Dokter Gabriel ini tangan dingin,” ujar Suster itu sambil tersenyum manis.


Iis langsung menghela napasnya, ada perasaan sedikit lega saat mendengar perkataan itu. Ternyata dia tidak ditingalkan begitu saja. Apalagi mendengar katanya Dokter Gabriel bertangan dingin, rasanya Iis ingin cepat-cepat bertemu dengan Dokter itu. Dari namanya sepertinya dia Dokter perempuan yang baik.


“Ibu tunggu didalam ruangan prakteknya saja, nanti saya dan Dokter Gabriel ke ruangan Ibu, tenang Dokter Gabriel bisa bahasa Indonesia sedikit. Neneknya orang Indonesia,” ujar Suster itu lagi.


Iis langsung menggangukkan kepalanya dan dengan patuh dia masuk kedalam ruangan paraktek Rindu yang sudah diganti papan namanya menjadi Dokter Gabriel.


Iis langsung duduk dikursi yang sudah disediakan, matanya menatap sekelilingnya. Suasananya masih sama, ah pasti tidak apa-apa. Mungkin hanya kendala bahasa tapi, sudahlah kata Susternya tadi Dokternya bisa bahasa Indonesia dan lagi ada Juan, Juan bisa bahasa Ingris sangat baik. Semua idiom inggris Juan hapal diluar kepala, bahkan aksen Bahasa Inggris Juan benar-benar British.


Ting...


Terdengar suaraa dari gawai Iis, dengan cepat Iis mengambil gawai miliknya dan melihat chat dari Juan.


- Aku masih di kantor, si semprul Dimas ngacak-ngacak banget. Semuanya jadi nggak sesuai susunannya. Kesel bener..! Tapi, udah ini selesai sekitar tiga puluh menit lagi aku kesana.


Sepertinya Dimas saat ini sedang dimurkai oleh Juan. Iis membayangkan Juan sedang melempar semua berkas-berkas yang ada. Kemudian, Saka hanya bisa mengurut dada dan ada Dimas yang hanya bisa meratapi nasibnya.


Ting...


-Bodo amat, semprul emang si Dimas. Gara-gara dia kamu harus periksa sendiri. Udah aku ini mau jalan kesana, biar Saka yang ngurus semuanya, aku mau nemenin kamu aja.


Iis dengan cepat membalas Chat dari Juan.


-Hati-hati Mas, aku nunggu kamu disini. Ini aku masih nunggu Dokter Gabriel. Dokter Rindunya study ke San Paolo, jadi yang gantinya Dokter Gabriel.


Ting...


-Tapi, itu Dokter bagus nggak? Kalau nggak bagus mending kita ke Penang sekalian.


Iis langsung membalas Chat Juan sambil tersenyum. Juan memang menyarankan melakukan proses IVR (Bayi tabung) di Penang. Tapi, Iis menolak. Iis merasa lebih baik melakukan semuanya di Indonesia, Iis merasa lebih nyaman.


-Kaya Susternya, Dokter Gabriel tangan dingin. Hampir semua inseminasi buatan yang dilakuka oleh Dokter Gabriel berhasil.


Ting...


-Oke, aku kesana. Nanti, aku yang ngobrol sama Dokter itu. Dari namanya sih kayanya Dokternya perempuan baik-baik, yah. Udah tungguin aku disana yah.


Iis langsung membalas dengan emoticon cium dan peluk. Kemudian Iis menyimpan gawainya didalam tas Marc Jacob miliknya.


Tiba-tiba saja pintu kamar periksa terbuka, Iis dengan cepat melirik ke arah pintu. Iis langsung tersenyum melihat Suster yang tadi membantunya di meja depan.

__ADS_1


“Bu Lizbet sebentar yah, Dokter Gabrielnya lagi siap-siap dulu. Bu Lizbet, pasien perdana dia di Indonesia. Jadi, dia sedikit gugup,” teranv Suster itu lagi sambil membereskan perlengkapan di sampingnya.


“Ah, jadi Dokter Gabriel baru praktek hari ini, untuk di Indonesia?”


“Iya, Bu.”


“Ah, pantes Taca nggak bilang kalau Dokter Rindu nggak ada,” ujar Iis.


“Ah Bu Lizbet kenal Bu Taca? Yang suaminya ganteng, tapi dingin itu?” tanya Suster sambil tersenyum kecil. Adipati-Taca sudah seperti selebritis di Rumah sakit itu. Dimana, Istrinya orang indonesia sedangkang suaminya bule ganteng yang hobinya hamil dan menghamili.


“Kenal, dia sahabat saya,” jawab Iis sambil tersenyum. “Berarti Bu Taca juga nanti sama Dokter Gabriel?”


“Iya, Bu. Jadwalnya kalau nggak salah besok,” ujar suster itu lagi.


Iis langsung mengambil gawainya lagi, Iis tiba-tiba ingin mengabari Taca tentang informasi barunya tersebut. Saat sedang mengetik di gawainya sayup-sayup Iis mendengar suara yang sangat lembut dan enak didengar dari arah pintu.


“Hola, Mrs. Wijaya.”


“Ah, iya Dok....”


Pluk...


Gawai yang dipegang Iis meluncur dari tangan Iis. Wajah Iis langsung berubah merah saat melihat Dokter Gabriel.


“Gawat..” desis Iis sambil tersenyum kecil..


•••


Gawat apaan ih...


Gawat apaaannnn tuolooonggggggg


Hahahaaa....


Maaf yah telat Update aku tak sanggup ini, banyak kerjaan banget... maaf yah...


Kaka gallon seminggu ini banyak kerjaan, tapi tetep kok bakal Update sehari 2 kali... nggak bakal kurang....


CIAOOO....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2