Water Teapot

Water Teapot
Sahabat sendok, temennya saos tomat ?!


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Setelah pembicaraan tersebut berakhir Gio diajak Abah untuk melihat-lihat kebun dan sawah miliknya. Sedangkan Kang Rozak dan Aa Riki sudah kembali pada kegiatannya masing-masing.


Taca saat ini sedang mengolesi minyak kutus-kutus ke bagian-bagian tubuh Adipati yang terkena pukulan koran Abah.


"Abah tuh nyimpen dimana sih korannya ?" tanya Adipati bingung, dimana Abah menyimpan korannya.


Taca langsung tertawa mendengar perkataan Adipati, dia mengingat masa-masa Kang Rozak, Aa Riki, Tasya dan dirinya dipukuli Abah dengan koran bila nakal, awalnya mereka bingung dimana Abah menyimpan korannya tersebut.


"Abah nyimpen korannya dibalik baju yang dia pakai. Kadang diselipin di celananya, pokoknya tiap pagi Abah bakal nyelipin koran hari kemarin ke celananya," ujar Taca sambil mengoles bagian leher Adipati yang merah.


"Disimpen dimana sih korannya ? Mau aku buang semuanya, parah sakit banget," ujar Adipati kesal.


"Hahahaaa padahal udah lama Abah ngak ngeluarin korannya loh. Terakhir tuh Abah mukulin Kang Rozak karena ketauan pacaran sama Iis di sungai belakang rumah, udah sekitar 3 tahun yang lalu," ujar Taca sambil mengingat-ingat kejadian tersebut.


"Terus kenapa koran itu sekarang eksis lagi ? Muncul lagi ?" tanya Adipati geram.


"Hahahaha... mungkin, karena Abah kesel sama kamu, kamu mesum banget sih. Emang ngak bisa apa mesumnya dikurangin dulu gitu," ujar Taca sambil menjawil hidung Adipati.


Adipati menatap Taca yang tertawa didepannya, mana bisa ??? Liat Taca tertawa saja pikiran Adipati sudah kekanan dan kekiri, dan semuanya pikiran mesum..!


"Mana bisa, Amore ? Otak aku setelannya beda, mana kamu tuh suka ngak sadar ngegodain aku," ujar Adipati kesal.


Taca yang kesal langsung melipatkan kedua tangannya didada membuat bukit kembar miliknya membusung.


"Nah..nah... apa coba kamu lipat tangan disitu, arghghhh tau ah..." ujar Adipati sambil mengalihkan pandangannya dari Taca.


"Iya udah... maaf maaf... hahahaa.." ujar Taca sambil memeluk Adipati dari belakang.


Adipati langsung mengelus tangan Taca, kemudian mengecup tangan Taca. "Korannya kita buang aja gimana , Amore ?"


"Jangan... sebenarnya Abah ada alasan mukulin anak-anaknya pakai koran.."


"Kenapa ?"


"Karena menurut Abah, dia lebih baik mukul anaknya pakai koran daripada mukul anak-anaknya menggunakan tangannya langsung. Dia ngak mau anak-anaknya punya persepsi kalau tangan itu fungsinya untuk memukul. Abah ngak suka kekerasan.."


"..."


"Seumur hidup aku, Abah ngak pernah mukul siapapun, kecuali Ryan....." ujar Taca sambil mencium pipi Adipati.


Adipati terdiam, mertuanya ini memang galak maksimal, kadang suka konyol, punya kata-kata aneh, tapi dibalik itu semua Abah adalah sosok Ayah yang menyayangi anaknya tanpa batas.


"Kayanya aku ngak jadi ngehancurin koran-koran Abah," ujar Adipati sambil tersenyum.


Trzzzz trzzzzz


Tiba-tiba terdengar suara dari handphone milik Taca. Taca langsung mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Neng, makan siang buat Abah, suruh Adipati yang kirim ke kebon yah. Abah rada deg-degan kalau kamu berdua sama Adipati lama-lama," cerocos Abah dari ujung telepon.


"Ih.. Abah, ya udah nanti Taca suruh Adipati kesana bawain makanan, yah."


"Oke sip,"


Taca kemudian mematikan sambungan teleponnya kemudian berjalan kemeja makan, lalu menyiapkan makan siang untuk Adipati, Abah dan Gio kedalam tempat makan.


"Di, nanti tolong ini dikirim ke tempat Abah, di kebon," ujar Taca sambil menyerahkan bekal makan siang tersebut pada Adipati.


"Aku makan disana aja, yah," ujar Adipati sambil mengambil bungkusan tersebut kemudian mengecup bibir Taca.


"Iya, ati-ati yah..."


•••


"Sini, Di..." terik Gio saat Adipati berjalan mendekati Gio dan Abah.


Adipati melambaikan tangannya kemudian berjalan mendekati Abah dan Gio. Abah dan Gio sedang duduk di rumah kecil yang selalu dipakai Abah untuk beristirahat di kebun miliknya.


"Wah... asik masakan Neng Taca..." ujar Abah sambil tersenyum melihat makanan yang dibawa Adipati.


Dengan cepat Abah membagikan piring dan sendok kepada Gio juga Adipati.


"Ini yang masak Taca semuanya ?" tanya Gio takjub melihat masakan Taca dihadapannya. Ada ayam, sambal, tahu tempe dll, masakkan yang sangat sederhana tapi entah mengapa Gio menyukainya.


"Iya, yang masak Neng Taca, Taca itu pinter masak cuman males," ujar Abah sambil tersenyum membanggakan anak bungsunya.


"Ah kebiasaan si Neng mah, Di, coba kamu kerumah bawain sahabatnya sendok sama temennya saos tomat, cepet..." minta Abah.


"Sejak kapan sendok punya sahabat dan saos tomat punya temen ?" tanya Adipati kebingungan.


"Adeuh... udah sana, mintain ke Taca yah..." usir Abah, "Abah ngak bisa makan tanpa temennya saos tomat."


Adipati dan Gio kebingungan dengan ucapan Abah.


"Di, kamu yakin calon mertua kamu nih manusia ?" tanya Gio kebingungan.


"Sabar, Pa. Papa baru sehari bareng Abah udah pusing. Apalagi aku Pa..!!"


•••


Sepanjang jalan Adipati berpikir keras siapa sahabatnya sendok dan temannya saus tomat. Sejak kapan mereka punya sahabat dan temen. Sejak kapan ?????!


Saking asiknya menebak-nebak Adipati sampai tidak sadar ada seseorang yang mengikutinya dibelakang.


Orang tersebut menyergap Adipati dari belakang kemudian memiting tangan Adipati, Adipati yang kaget langsung mendorong pingulnya membuat orang tersebut hilang keseimbangan, kemudian Adipati langsung mencengkram kerah orang itu lalu membanting orang tersebut dengan sekali angkat.


"Auwww ini gua Di...!!" jerit Juan sambil mengangkat tangannya melindungi wajahnya.


"Astaga Juan..!!" maki Adipati sambil menyulurkan tangannya.


"Hahahaa... muka lo serius amat, kaya lagi mikirin negara..." ujar Juan sambil berdiri kemudian menepuk-nepuk celananya yang kotor.

__ADS_1


"Gue lagi disuruh Abah ambil temennya saos, sama sahabatnya sendok. Gue bingung mereka kapan punya temen sama sahabat," ujar Adipati sambil menggaruk kepalanya.


Juan langsung menatap Adipati bingung, Juan bersyukur calon mertuanya tidak seabsurd calon mertua Adipati yang absurd maximal.


"Lo yakin mereka punya sahabat sama temen, ini gimana ceritanya sendok sama saos bisa punya sahabat dan temen ?" tanya Juan bingung.


"Ngak tau gue, mending gue tanya Taca deh, gue udah ngak paham," ujar Adipati sambil berjalan kearah rumah Taca.


•••


"Amore..." panggil Adipati setelah melihat Taca yang sedang berbicara dengan Iis didapur.


"Apa, Di ?"


"Abah nyari temennya saos.."


"Oh temennya ? Bukan sahabatnya kan ?" tanya Taca lagi sambil menatap Adipati.


"Hah ?? Gimana ? Emang itu saos punya sahabat juga ? Mereka suka interaksi sosial atau rumah lo ini ajaib jadi benda-bendanya bisa ngobrol malem-malem ?" cerocos Juan bingung.


"Hahahahaa... ya ngak lah, Ju." jawab Taca sambil mengambil sesuatu dari dapur


"Ini temennya saos," ujar Taca sambil memberikan kecap pada Adipati.


"Nah ini, sahabatnya saos," Taca memberikan saos tomat.


"Mereka kan kalau dimeja makan itu, sering bareng-bareng, Di. Jadi mereka sahabatan gitu," Taca menjelaskan dengan muka polos membuat Juan dan Adipati hanya bisa bengong.


"Nah kalau ini," Taca menyimpan garpu ditangan Juan, Juan hanya bisa menatap garpu ditangannya kemudian beralih ke wajah Taca kemudian Iis yang sedang menahan tawanya.


"Jangan bilang garpu ini sahabatan sama sendok," tebak Juan gemas.


"Nah, iya itu sahabatnya sendok, klo sendok yang kecil-kecil tuh anak-anaknya." jawab Taca polos.


"Dan mereka adalah keluarga yang berbahagia...!!" ujar Iis sambil menahan tawanya melihat ekspresi Juan dan Adipati yang kesal.


"ABAHHHH...!!!!" pekik Adipati dan Juan berbarengan.


•••


Ketawa dulu dikit yah...


Author lagi nyiapin bom atom masalahnya hihihihii....


Dadah....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2