
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Malam itu Adipati duduk dipekarangan rumah Taca. Menatap hamparan Avanza didepannya, dalam hati Adipati tersenyum sendiri, ini kelakuan terabsurd yang pernah Adipati lakukan. Dia benar-benar membuat kegaduhan, dipikir-pikir ngapain juga dia beli mobil sampai 20 buah.
"Di..." panggil Taca lembut sambil memberikan air putih untuk Adipati.
"Duduk sini, Amore," pinta Adipati sambil menepuk pahanya.
"Ishh... bisa diomongin tetangga, Di," tolak Taca halus sambil berjalan melewati Adipati, namun Adipati menarik tangan Taca, membuat Taca terduduk dipaha Adipati. Dengan cepat Adipati mencium salah satu bukit kembar Taca. Mengesap wanginya tubuh Taca yang sudah menjadi candunya.
"Di, nanti diliat tetangga," ujar Taca dengan sedikit mendorong Adipati tapi usahanya tidak membuahkan hasil, Adipati tetap memeluk erat Taca.
"Siapa yang mau liat, Amore. Ini pekarangan rumah kamu ketutupan sama mobil Avanza," Adipati menahan Tawanya pada saat berkata Avanza.
"Kamu, nih. Bikin pusing tau, ini Avanza sebanyak ini buat apa , Di ?? Mau nyuruh Abah buka travel, hah ?" ujar Taca gemas, saking gemasnya Taca mengigit telinga Adipati.
"Aaaaahhh... sakit Amore," pekik Adipati sambil memukul paha Taca. Taca yang dipukul Adipati langsung membenamkan wajah Adipati di dadanya, berharap Adipati kehabisan napas, tapi yang ada Adipati malah kegirangan diberi akses penuh pada dada Taca.
"Adi, Adi geli... Adi geli...!" pekik Taca sambil tertawa-tawa.
"Ish... kelakuan kamu Taca, ngak ada sopan-sopanna....!"
Taca lansung mendorong Adipati keras, membuat Adipati terjengkang kesamping. "Amore..."
"Astaga, Di. Maaf maaf... kamu ngak papa Di ?" tanya Taca kebingungan, sambil berusaha mengangkat Adipati.
"Aya naon ?" ujar Aa Riki yang mendengar suara gaduh.
(Ada apa ?)
"Eta si Taca ngalakah mesum di hareupeun imah, maeunya can nikah geus papangkuan, teu boga kaera..." nyinyir Ceu Ningsih, sambil memberikan bingkisan KFC pada Aa Riki.
(Itu, Taca malah mesum di depan rumah, masa belum nikah udah saling gendong-gendongan. Ngak punya malu)
Taca hanya bisa mengambil napas dalam-dalam, mulut Ceu Ningsih emang ngak ada obatnya, sama aja kaya mulut anaknya Rina.
"Are you ok, Di ?" ujar Taca manja sambil mencoba untuk mengangkat Adipati.
Adipati hanya bisa meringis, saat terjatuh kaos Adipati sempat tersingkap sedikit menunjukkan perutnya yang six pack, sesaat Rina melihat perut Adipati langsung menahan napasnya.
"Apa liat-liat ?" cecar Taca pada Rina dengan tatapan 'Senggol-bacok'.
Rina langsung mendengus, kemudian memalingkan mukanya kesal.
"Mau masuk dulu Ceu ?" tanya Aa Riki berbasa basi busuk, padahal didalam hatinya dia berharap Ceu Ningsih ini pulang saja. Dia sudah tau kalau Ceu Ningsih datang pasti mau nyinyir.
"Ya iyalah, saya udah bawain ayam mahal, masa saya ngak disuruh masuk, ckckckck...." Ceu Ningsih langsung masuk kedalam ruang tamu diikuti Rina.
Taca langsung menghela napas, dia tau apa maksud dan tujuan dari Ceu Ningsih dan Rina ke rumahnya. Tak lain dan tak bukan untuk mengorek informasi mengenai Adipati dan pasti membanding-bandingkan dengan Entis.
"Haduh... here we go again," bisik Taca sambil menghela napasnya.
"Kenapa, Amore ?" tanya Adipati bingung.
"Itu tuh, emak-emak tukang julid, nyebelin banget. Emak-emak ngak mau kalah. Pasti dia mau banding-bandingin kamu sama si Entis calon menantunya. Ihhh nyebelin lah." cerocos Taca kesal.
__ADS_1
"Ya udah ngak papa, suruh aja dia banding-banding sesuka hati dia ajalah. Kan aku nikahnya sama kamu bukan sama anaknya," jawab Adipati bijak. Mendengar jawaban Adipati Taca terkejut, kemudian memegang dahi Adipati.
"Di, kamu ngak sakit ? Tumben bijak, biasanya mode sengol bacok," ujar Taca sambil tersenyum.
Adipati menggenggam tangan Taca kemudian mengecup telapak tangan Taca lembut, "Selama dia ngak bikin perkara sama kamu, aku ngak bakal marah-marah ngak jelas."
Taca lansung tersenyum.
•••
"Abah, Taca teh mau nikah ?" tanya Ceu Ningsih memulai penyelidikannya.
"Iya, Ceu mau nikah. Sama Adipati, itu diluar mahar nikahnya Ceu, oh Ceu ngomongnya pakai bahasa Indonesia aja. Adipati ngak bisa bahasa Sunda, maklum product luar," jawab Abah, Abah yang punya dendam kesumat sama Ceu Ningsih yang suka julid dan biang gosip entah kenapa tiba-tiba membanggakan Adipati sampe ke awang-awang.
"Oh, cuman Avanza doang, ah sedikit itu, mah. Rina mahar kamu apa tadi kata Kang Entis ?" tanya Ceu Ningsih sambil melirik sinis Adipati.
"Abdi (aku) mah, mau dikasih tanah sawah yang dibojong, Bah, yang harga jualnya 8 milyar, Bah. 8 Milyar. Sama rumah siap huni yang di depan SD. Tau sendiri kan Bah harganya berapa, 3 milyar kan," Rina menekankan kata 8 milyar dan 3 milyar didepan Taca.
"Oh.." jawab Abah tenang, peduli amat dah mau dikasih mahar 11 M juga, kagak untungnya buat gue.
"Iyah, mana pekerjaan udah terjamin PNS, Lurah, bener kan Rin.."
"Iyah atuh, Bu. Gajinya 15 sebulan belum tunjangan-tunjangan perbulannya bisa 33 juta sebulan," Rina benar-benar menyombongkan Entis, pokoknya Entis tidak boleh kalah sama calonnya Taca.
( makasih loh kak Rahma infonya ❤️❤️).
Taca hanya bisa menghela napas kemudian menatap Adipati dengan gemas, Adipati yang mendengar penuturan Rina dan Ceu Ningsih hanya bisa menahan Senyum.
"Wah... hebat atuh, Ceu ningsih. Keren, gaya. Beda kelas sama Taca. Taca mah maharnya cuman mobil Avanza," jawab Aa Riki merendah. Aa Riki merendah, biar perbincangan ini selesai dan Ceu Ningsih juga Rina minggat dari rumah itu.
"Nyak atuh, emang kamu kerja apa, gajinya berapa ?" tanya Ceu Ningsih sambil memandang rendah Adipati.
"Hah, siapa saya ?" tanya Adipati yang bingung dengan pertanyaan Ceu Ningsih, seumur hidup tidak ada yang pernah bertanya gaji kepada dirinya. Mempertanyakan gaji seseorang adalah hal tabu di dunia bisnis.
"Eh.."
Adipati langsung mengusap paha Taca pelan untuk menghentikan Taca nyerocos.
"Maaf, saya CEO di perusahaan E-Commerce TOKO. Kalau gaji saya ? Hmmm saya ngak tau tapi cukup buat beli apartemen, gaji pembantu sama beli barang-barang," jawab Adipati polos, dia benar-benar tidak tau berapa gajinya.
Mendengar penjelasan Adipati, Ceu Ningsih langsung tersenyum senang. 'Alah pasti miskin, apartemen paling apartemen murah, tetep Entis yang lebih kaya' batin Ceu Ningsih.
"Wah, apartemennya jadiin mas kawin aja, Taca," Rina langsung memberikan ide pada Taca dan Adipati.
"Kalau Taca dan Abah mau, yah boleh jadiin aja mas kawin. Karena semua punya saya yah punya Taca, juga. Saya kerja juga buat Taca," jawab Adipati tenang.
Jawaban Adipati langsung membuat Abah tersenyum, mulai tumbuh rasa suka pada diri Abah pada calon mantu bulenya ini.
"Yah... kalau kamu ridho apartemennya juga dimasuk boleh. Jadi Avanza sama apartemen yah." ujar Abah sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Taca hanya bisa memijat keningnya sambil berbisik "Apartemen yang mana, Di ?".
"Apartemen yang kita tempati, Amore. Aku ngak punya apartemen lagi." Jawab Adipati santai.
Taca langsung mengedipkan matanya mendengar perkataan Adipati. Taca tau harga apartemen di tempat Adipati bukan main-main.
Mendengar hal tersebut, Rina tiba-tiba berkata "Jadi kan kalau aku nanti pas ijab qobul tuh, disebutin 'kan harga tanah dan rumahnya yang 8 milyar dan 3 milyar. Kamu juga nanti disebutin kan, harga apartemennya, berapa... paling juga 80 ju..."
"Kok kamu tau harga apartemen saya 80 Milyar ?" tanya Adipati polos.
__ADS_1
Ceu ningsih yang sedang minum langsung memuncratkan air dari mulutnya, sedangkan Rina hanya bisa diam mendengarkan ucapan Adipati.
"Nu bener sateh...!" tiba-tiba Abah berteriak sambil menyambit bahu Adipati.
(Yang benar kamu tuh.)
"Abah..." ucap Taca sambil mengerucutkan bibirnya. "Adipati ngomong jujur kok, apartemen Adipati di Keraton Residen, cari aja di internet berapa harga apartemen disana." hardik Taca kesal sambil memelototkan matanya kepada Ceu Ningsih dan Rina.
"Ceu, kalau Euce mau banding-bandingin kekayaan mending pulang deh. Euce harusnya bersyukur Rina mau nikah sama Entis. Bukan banding-bandingin sama Adipati," cerocos Taca kesal.
"Ih... siapa yang mau bandingin," ujar Ceu Ningsih keki sambil melap bajunya.
"Udah kita pulang aja, Bu. Palingan pas malam pertama Adipati nyesel, dapet bekasan Ryan..."
"NGOMO...." belum selesai Abah berbicara, tiba-tiba...
"GET OUT....! KELUAR DARI RUMAH INI. SEKALI LAGI KAMU HINA TACA, CALON ISTRI SAYA, SAYA BUNUH KALIAN. KELUAR...!!!!" bentak Adipati sambil mendorong kedua wanita itu dengan kasar.
Taca yang tau Adipati marah besar langsung menarik tangan Adipati, dia tidak mau Adipati kelepasan. "Di, udah Di..."
"Keluar sekarang juga, cepat....!!!"
Ceu Ningsih dan Rina yang ketakutan langsung berdiri kemudian berjalan dengan tergesa-gesa kearah pintu.
"Dengar ini yah, sekali lagi saya dengar kalian hina Taca calon istri saya dan calon ibu bagi anak-anak saya, saya tuntut kalian atas pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan, mengerti ?".
Brakkkk
Adipati membanting pintu dengan keras, kemudian memeluk Taca. "Jangan deket-deket sama orang berkelakuan dajjal kaya gitu,"
"Iya.."
"Good girl," ujar Adipati sambil mencium pucuk kepala Taca.
Aa Riki dan Abah yang masih kaget, langsung tersadar.
KEPLAKKKKKK
Adipati langsung merasakan pukulan dari koran di kepalanya.
"Jangan peluk-peluk sateh (kamu tuh), bukan muhrimnya," bentak Abah sambil menarik Taca, kemudian menyembunyikan Taca dibelakang badannya.
"Maaf, Om..."
"Abah, panggil Abah. Kamu anak saya juga kan..." ujar Abah sambil tersenyum pada Adipati.
"Iya, Bah." jawab Adipati tersenyum senang, mendapat lampu hijau dari Abah.
•••
Ceu Ningsih dan Rina emang Sirikkkk, sirik tanda tak mampu euce... hahahaa
darah mata duitan ku bergolak yah ceu 🙈
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️ M
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon