
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
“Ayah...” teriak Iis saat melihat Ayahnya jatuh sambil bergetar hebat.
Juan yang sedang duduk, langsung bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Iis yang sudah panik setengah mati melihat keadaan Ayahnya yang mengalami kejang hebat dan tidak sadarkan diri.
“Yah, Ayah...”pekik Iis panik sambil menepuk-nepuk pipi Ayah. Iis kalut.
“Ayang...” panggil Juan sambil berjongkok dipinggir Iis dan merangkulnya.
“Mas, Ayah... Ayah Mas, gimana ini?!”teriak Iis panik.
Juan dengan tenang menyuruh Saka menelepon Ambulance untuk menolong Ayah. Beberapa pegawai pengadilan yang masuk karena mendengarkan ada keributan langsung masuk.
“Ada apa?”tanya mereka dan beberapa orang polisi yang langsung mengamankan Bunda, takut bila Bunda melarikan diri.
“Ini Ayah mertua saya ambruk, ada dokter?”tanya Juan sambil memeluk Iis yang sudah kalut.
Bunda yang tidak bisa melihat apa yang terjadi, langsung berlari kearah Ayah saat melihat Ayah tergeletak di lantai.
“Ayah...” panggil Bunda panik. Entah kenapa ada rasa sesak dan takut dihati Bunda saat melihat suaminya tergeletak tak berdaya di lantai.
“Ayah, bangun Yah..!”teriak Bunda sambil menguncang-guncangkan badan Ayah dengan keras.
Keadaan ruangan benar-benar kacau, raungan dan teriakkan Bunda benar-benar membuat beberapa orang menatap dengan penuh simpati pada Bunda. Hampir semua orang diruangan itu menatap simpati Bunda. Hanya Iis dan Juan yang menatap Bunda dengan perasaan ingin menendang Bunda.
Tak berapa lama tenaga medis memasuki ruangan kemudian dengan sigap memeriksa Ayah.
“Pak, Bu maaf ini harus dibawa ke rumah sakit. Bapaknya kena serangan stroke...”
“MASSSS...!!”pekik Iis sambil menatap Juan, Iis sama sekali tidak bisa berpikir sama sekali. Kepalanya hampir pecah, gimana ini Dokter sudah mewanti-wanti Iis agar Ayah tidak kena serangan stroke ke 7 kalinya. Gimana ini?!
Seakan mengerti dengan pikiran Iis, Juan langsung memerintahkan Saka untuk membawa Ayah kerumah sakit langgangan keluarganya.
“Ayah...!!”teriak Bunda sambil berguling-guling dilantai mirip seperti anak TK yang tidak dizinkan untuk makan permen oleh Orang tuanya.
Juan langsung meminta Saka untuk mengurus izin Bunda untuk menemui Ayah di Rumah Sakit nanti. Sedikitnya Juan masih ada rasa kasian pada Bunda saat melihat Bunda berguling-guling.
__ADS_1
Dengan cepat tenaga medis membawa Ayah kedalam ambulance. Juan dan Iis langsung mengikuti dari belakang Ambulance.
Didalam mobil tak henti-hentinya Iis menangis kencang bahkan sampai histeris. Tangannya menutup mulutnya menahan dirinya agar tidak berteriak keras, badannya ditekuk sampai wajahnya mencium lututnya.
“Hmmmpp...Ayah..Ayah...”isak Iis sambil berjuang untuk bernapas. Sesak, Iis merasakan sangat sesak, jantungnya bertalu-talu, kepalanya terasa pusing saking kerasnya Iis menangis. Badannya bergetar hebat.
“Ayah...!!”jerit Iis, otak Iis kalut dipikirannya saat ini hanya ada pikiran bila Ayahnya meninggal dengan siapa dia hidup didunia ini? Baktinya belum cukup untuk Ayahnya.
“Ayah, jangan tinggalin Iis...”isak Iis sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya.
“Yang,”panggil Juan sambil mengusap punggung Istrinya. Konsentrasinya pecah antara mengemudikan mobilnya dengan khawatir akan keadaan Istrinya yang histeris.
“Mas, Ayah..ayah...”isak Iis sambil terus membungkukkan badannya.
Juan benar-benar sudah habis akal, ambulance Ayah sudah melaju didepan sana sudah tidak terlihat lagi. Juan yang khawatir dengan keadaan Iis langsung mengatur tujuannya di GPS mobilnya, kemudian mengklik dua kali tombol autopilot mobil Tesla miliknya. Sekarang Juan benar-benar bersyukur memiliki mobil Tesla yang bisa melakukan semi auto pilot. Setidaknya dia bisa merengkuh Istrinya tanpa harus memikirkan untuk menginjak pedal rem dan gas.
“Yang...”panggil Juan sambil mengangkat tubuh Iis sedikit.
“Mas..”
“Sayang, udah Yang. Kita berdoa yah moga Ayah sehat,”pinta Juan.
Iis menganggukan kepalanya sambil mengusap air matanya dengan kedua punggung tangannya. Iis menegakkan tubuhnya kemudian memeluk Juan erat menyelungsupkan kepalang keceruk leher suaminya.
•••
“Kenapa Yang?” tanya Juan.
“Ini buka pintunya gimana?”tanya Iis sambil menatap Juan dengan mata bengkak karena Iis menangis keras didalam mobil.
“Astaga, Yang. Kamu lupa lagi gimana cara buka pintu mobil?” Juan tidak habis pikir kenapa bisa Istrinya lupa cara membuka mobil Tesla miliknya, selama Juan dan Iis berpacaran sampai menikah Juan selalu menggunakan mobil ini.
“Iya, cantelannya dimana yah?”tanya Iis bingung.
“Udah aku bukain,tunggu,”ujar Juan sambil keluar dari dalam mobilnya dan membuka pintu mobil bagian istrinya.
“Maaf yah, Mas. Aku bingung,”ujar Iis sambil tersenyum lemah. Kepalanya sakit rasanya kupingnya berdenging dan tangannya bergetar hebat.
“Iya nggak papa, pelan-pelan Yang,”ujar Juan sambil memapah Iis.
Sesampainya di ruang gawat darurat Iis dan Juan langsung melihat Taca dan Adipati yang sedang duduk di kursi ruang tunggu. Taca yang melihat Iis langsung berlari membantu Juan membopong Iis.
__ADS_1
“Iis kamu nggak papa?” tanya Taca sambil memapah Iis ke tempat duduk. Iis hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Taca dengan cekatan mengusap-usap bahu Iis dan memeluk Iis erat. Iis hanya bisa membenamkan kepalanya di dada Taca, menangis dalam diam adalah pilihannya saat ini.
Adipati langsung menarik Juan menjauh dari Iis dan Taca.
“Kenapa jadi gini?”tanya Adipati bingung karena rencana awal semuanya di lakukan secara sembunyi dan tidak melibatkan Ayah sama sekali.
“Gue juga ngak tau, pas gue lagi ngobrol sama Bunda dan Idad tiba-tiba Ayah sama Iis ada dibelakang gue, gue juga kaget,”terang Juan pada Adipati. Adipati menatap Juan dengan tatapan tidak percaya.
Juan melihat tatapan tidak percaya dari Adipati langsung memukul bahu sahabatnya itu. “DAMN, Di. Gue ngak setega itu sama Ayah, gue tau kalau seandainya gue kasih tau Ayah, Ayah bakal ambruk. Bini gue bakal histeris, nah kan liat sendiri buktinya bini gue histeris ‘kan,”ujar Juan sambil menunjuk Iis yang sedang menangis dipelukkan Taca.
Adipati menatap Iis yang sedang menangis dipelukkan Taca, Taca menatap Adipati sambil tersenyum hambar.
“Oke, gue percaya. Terus sekarang gimana? Lo dapet semuanya? Lo dapet pengakuannya?”tanya Adipati.
“Dapet, tapi buat apa lagi, Ayah udah denger,” ujar Juan sambil menepuk bahu Adipati.
“Tapi, masalah Ryan?”tanya Adipati yang entah kenapa dia masih dendam. Padahal saat peristiwa itu terjadi Adipati sama sekali belum kenal Taca, tapi entah kenapa Adipati ingin sekali memukuli Ryan sampai habis.
“Itu urusan kamu, kamu mau lakuin apapun itu sama Ryan itu bukan urusan aku,”ujar Juan sambil tersenyum pada Adipati.
“Apapun?”ulang Adipati lagi.
“Apapun, Di. Tapi dengan catatan ngak sampe mati,”Juan mengingatkan Adipati.
Adipati langsung menganggukkan kepalanya kemudia berjalan mengikuti Juan yang sudah terlebih dahulu berjalan menghampiri Iis dan Taca.
•••
Inhale exhale inhale exhale heheheee...
Sabar adalah kunci membaca novel kaka Gallon yang ribet 🙈🙈🙈
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon