
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
“Mbak, Caca dimana ? Anak kecil yang jatoh dimana ?” tanya Abang sambil memukul-mukul meja.
“Oh.. itu diruangan itu..” kata suster sambil menunjuk ruangan disamping kanannya.
Abang langsung berlari keruangan itu berusaha untuk mencari Caca. Caca malaikat kecil kesayangannya.
•••
Iis yang sudah didalam ruangan langsung melihat Summer dressnya, moga bisa hilang darahnya. Iis melepaskan bagian atas summer dressnya. Membuat Bagian atas Iis hanya menggunakan pakaian dalamnya saja.
Iis kemudian membelakangi pintu dan mengambil summer dress milik Sarah. Melihatnya sebentar, mengira-ngira muat atau tidak.
Sampai..
Klik...
“Caca...”
Iis refleks jongkok sambil menutupi bagian dadanya dengan summer dress milik Sarah, kepalanya membungkuk, berusaha mengecilkan dirinya.
“Sebelah, Caca disebelah,” ujar Iis.
“Oh iya maaf.”
Klik...
Lelaki itu terdiam saat menutup pintu, rasanya kok ada yang janggal, sih. Bentar kok didalem kaya...
Klik...
Lelaki itu membuka kembali pintu yang baru saja tadi dia tutup secara perlahan, kemudian mengintip wanita berkepang satu tadi.
Iis kemudian berdiri lalu membuka bagian bawah summer dressnya membuat tubuhnya hanya menggunakan pakaian dalam saja.
Bentar kenapa badan sama pakaian dalemnya, kaya yang hapal yah. Bentar, lelaki itu terus melihat wanita didepannya dengan penasaran. Sumpah demi apapun dia benar-benar hapal dengan lekuk tubuh dan pakaian dalam yang melekat di tubuh perempuan itu. Tanpa sadar pria tersebut masuk kedalam ruangan dan menutup pintunya pelan.
Iis yang tidak sadar ada yang memperhatikannya, kemudian berbalik menghadap pintu dan..
“MASSS...!”
“AYANG...!”
Seketika itu juga Iis langsung berjuang menutupi tubuhnya dengan summer dress milik Sarah. Tapi semua itu sia-sia sodara-sodara, Bapak Juan Wijaya sudah berjalan mendekati Iis.
“Mas..”
“Apa ? Aku kan udah bilang kamu cantik kalau kaya gini,” ujar Juan mendekati Iis.
Iis mundur perlahan kebelakang, kakinya menabrak ranjang membuat tubuhnya oleng kebelakang dan terduduk, Juan tiba-tiba sudah ada didepannya kemudian mengangkat dagu Iis untuk melihat dirinya.
Iis hanya bisa menatap manik mata Juan dan berbisik “Mas.”
“Apa, kamu ngapain disini ? Nyari aku yah, kangen ?” tanya Juan sambil tersenyum nakal pada Iis.
Astaga tatapan mata Juan yang intens membuat Iis terdiam, napasnya memburu cepat. Hasrat didalam tubuh Iis benar-benar bergemuruh.
“Mas...”
__ADS_1
Juan mendekatkan wajahnya, mengikis jarak diantara bibir mereka berdua, sedikit menggesekkan bibirnya di bibir Iis, memainkan perasaan Iis yang sudah tidak tentu arah.
Juan sama sekali tidak menyentuh bibir Iis, Juan hanya menggesek-gesekkan bibirnya di bibir Iis seperti mempermainkan Iis.
“Mas..”
“Ap...”
Dengan cepat Iis melingkarkan tangannya dileher Juan dan berbisik ditelinga Juan dengan sensual, “Just kiss me, Mr. Wijaya,”
Duarrr...
Pertahanan Juan jebol dengan cepat Juan mendorong badan Iis hingga tertidur, Juan menciumi setiap jengkal wajah Iis, jari-jari tangan Juan menggelitik bagian paha Iis, memberikan sensasi yang membuat Iis hampir meledak.
Kaki Iis bergerak naik turun, tanpa sadar menggesek bagian tubuh Juan, membuat Juan benar-benar sudah tidak mampu lagi menahan dirinya.
“ASTAGAAAA ABANG...!!!!”
Iis yang sedang terlena dengan ciuman Juan kaget saat, Juan ditarik dengan paksa dari atas tubuhnya.
Bugggg...
Iis mendengar suara pukulan disana, tiba-tiba ada seseorang yang menutupi tubuhnya dengan selimut rumah sakit.
“Iis, kamu ngak papa ? Kamu diapain Abang, dia merkosa kamu ?”
“HAH...”
Sebentar ini kenapa ? Ini kenapa bentar, Iis berjuang untuk menjernihkan pikirannya. Siapa yang merkosa ?
“Iis aduh, kamu pasti kaget, kamu ngak papa ? Kamu diperkosa Abang ‘kan? Kamu ngak papa ?” tanya Sarah lagi sambil memeluk Iis yang masih kebingungan.
“DAMN DIMAS...! Are you f*cking kidding me, get off..!!” bentak Juan sambil mendorong Dimas yang dari tadi memukuli Juan dengan membabi buta.
“Rape who ??” teriak Juan sambil mencengkram tangan Dimas yang sedang mencengkram kemejanya.
“Iis, dia kan perempuan yang mau Nenek jodohkan dengan Abang, tapi Abang bilang Abang ngak mau dan Abang ngizinin aku buat dapetin dia.”
“WHAT...!!!” teriak Juan dan Iis berbarengan
Dimas dan Sarah kaget dengan reaksi Iis dan Juan. Iis dengan cepat melepaskan pelukkan Sarah kemudian berdiri.
“Bentar, gimana. Ini gimana ceritanya sih?” tanya Iis bingung.
“Yang, kamu mau tunangan sama Dimas ? Kamu mau aku kurung, hah.” teriak Juan pada Iis sambil melepaskan cengkraman tangan Dimas dikerah lehernya.
“Jangan ngaco kamu, Mas..!” ujar Iis kesal dengan omongan Juan.
“BENTARR” Sarah mencoba menelaah situasi yang ada.
“Iis dia siapa ?” tanya Sarah sambil menunjuk Juan.
“Mas, Mas Juan. Tunangan aku,”
“Abang ini siapa ?” tanya Sarah untuk meyakinkan dirinya.
“Tunangan aku, Sar..!” ujar Juan sambil mengelap darah dari bibirnya.
“Bentar, Dimas nama panjang kamu siapa ?” tanya Iis.
“Dimas Wijaya, Iis.”
“Kamu ?” tanya Iis pada Sarah.
__ADS_1
“Sarah Wijaya,” jawab Sarah.
“Jangan bilang Nenek Lia, namanya Amalia Wijaya..!!” ujar Iis sambil merapatkan selimut ditubuhnya, dia tidak sudi Dimas melihat tubuhnya.
“Iya..!” jawab Juan, Sarah dan Dimas bersamaan.
Iis langsung menepuk dahinya, “Dia, Dia jomblo kadaluarsa, bangkotan, bangsul dan titisan singa ? Dia Uncle Huang ?” ujar Iis sambil menunjuk muka Juan yang sudah berada didekat Iis dan memperbaiki letak selimut dibadan Iis, agar menutup bukit kembar Iis.
“Iya, dia Abang, laki-laki begajulan yang harus kamu jauhin Iis..!” ujar Sarah mengingatkan Iis.
Iis langsung mengingat semua perkataan dan percakapannya dengan Sarah, Dimas dan Nenek Lia. Astaga ternyata bayi besarnya ini adalah Uncle Huang.
“Jadi, kamu tadi ngak diperkosa sama Abang ?” tanya Dimas sambil membenarkan kerah kemejanya.
“Ngapain juga aku merkosa tunangan sendiri, yang ada tadi dia yang bikin pertahanan aku je..”
Bug...
Iis menyikut perut Juan kesal, sebenarnya yang dikatan Juan benar, Iis tadi yang bikin pertahanan Juan jebol, tapi ngak usah diomongin juga..!
“Sakit Yang,” ujar Juan sambil mengelus perutnya.
“Kamu, sih mulutnya. Aku ‘kan malu. Kamu tuh yah...”
“Apa ? Ngangenin ?” tanya Juan sambil menjawil hidung Iis.
“Iya..” goda Iis sambil menjulurkan lidahnya.
“Oke, Fine. Keluar kalian semua, aku mau lanjutin yang tadi. Movee movee..!” ujar Juan sambil mengusir Sarah dan Dimas yang masih kaget dengan informasi yang baru saja mereka dapatkan.
“Yeh... kamu sama Dimas keluar, aku mau pake baju. Sana-sana cepet ah, sana..” ujar Iis sambil mendorong Juan keluar dari ruangan tersebut. Dimas yang kebingungan hanya bisa berjalan dibelakang Iis.
“Tapi, yang tadi ngak dilanjut, bentar lagi loh itu, celana kamu tinggal aku..”
“JUAN WIJAYA KELUAR..!!” ujar Iis kesal sambil mendorong Juan kesal kemudian menutup pintunya. Tapi..
Klik..
Juan kembali membuka pintunya, kemudian menarik Dimas yang dibelakang Iis. “Lo juga keluar, semprul..!!”
“Eh.. iya Bang...” ujar Dimas yang kaget ditarik Juan keluar dari ruangan tersebut.
Saat Juan dan Dimas keluar, Sarah dan Iis saling bertatapan dan...
“HAHAHHAHAA....”
Tawa Iis dan Sarah bergema diruangan tersebut. Membuat Juan dan Dimas yang ada diluar ruangan itu juga ikut tertawa. Astaga ternyata kehidupan itu bisa sekocak ini.
•••
Udeh tuh udeh ketemu. Puas yeh...
Jangan ngambek-ngambek lagi.
Ehhh... pasti masih nanya kapan Iis ketemu Nenek ? Jawabannya kapan-kapan deh.. kalau inget *ditimpuk wajan wkwkwk..
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon