
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Juan berlari di dalam apartemennya mencari sosok Iis, Juan mencari kedalam kamar Iis, dapur, kamar mandi, lorong, ruang keluarga dan terakhir Juan berlari kedalam kamarnya, matanya menyapu setiap ujung kamarnya sampai ekor matanya melihat sebuat kotak yang berada di atas kasur. Dengan cepat Juan mengambilnya.
Mata Juan membulat sempurna saat melihat isi kotak tersebut, dilihatnya kartu kredit, cek 10 milyar, kartu debit, kalung dan gelang yang dulu Juan kasih untuk Iis.
Pluk..
Juan melihat cincin yang jatuh dari kotak, jantung Juan langsung bergetar hebat saat melihat cincin yang jatuh tersebut.
“Ngak..ngak..ngak...” ujar Juan berkali-kali saat melihat cincin tersebut, ini cincin tunangan milik Iis. Juan tahu dengan pasti Iis tidak pernah membuka cincin tersebut dari jarinya.
Juan melihat kertas yang terjatuh dikakinya, dengan cepat Juan mangambil kertas tersebut, saat dibuka Juan melihat tulisan Iis.
Hai Mas..
Mas, aku pergi yah. Ngak usah nyari aku, aku mundur Mas. Papih bilang aku cuman wanita yang bakal nyusahin kamu.
Papih minta aku buat ningalin kamu, jangan tanya apa yang Papih omongin ke aku, pokoknya kata-kata bijak Papih nyadarin aku kalau aku ngak pantes buat kamu.
Maaf yah Mas aku selama ini udah nyusahin kamu, aku mohon maaf kalau aku sering nyusahin kamu dan terima kasih, terima kasih sudah mau jadi pegangan aku, terima kasih sudah menjadi kisah manis dihidup aku.
Aku mundur bukan karena aku ngak mencintai kamu Mas, aku mundur karena aku sangat mencintai kamu, aku sayang kamu Mas. Tapi, aku ngak mau kamu jadi anak durhaka, kamu harus pilih keluarga kamu jangan tingalin mereka, jangan tingalin mereka demi perempuan kaya aku, aku ngak pantes, Mas.
Jadilah anak yang sayang sama Papih dan Mamih, yah. Bahagiain mereka, bakti kamu terakhir sebagai anak adalah menikah dengan orang yang mereka harapkan, dan aku bukan wanita itu.
Sehat-sehat yah Mas,
Terima kasih untuk segalanya...
Iis
Brakkkkk
Badan Juan ambruk kuping Juan langsung berdenging. Astaga padahal Papih menjelek-jelekkan Iis dengan hebatnya, tapi Iis sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun yang menjelek-jelekkan Papih.
“Yang... kamu dimana ?” ujar Juan lirih sambil menarik-narik rambutnya dengan kesal. Dilihatnya laptop di meja kerja miliknya, seperti orang kesetanan Juan berlari kearah laptopnya, dengan cepat Juan mengetikkan sesuatu dilaptopnya.
Senyumnya langsung merekah saat melihat tanda merah di laptopnya, "Ketemu kamu Yang."
Juan berlari keluar, berharap Iis masih ada disana. Juan harus membawa Iis pulang apapun yang terjadi, Iis harus pulang...!
•••
Iis bingung harus kemana, kakinya terus melangkah didalam salah satu Mall terbesar di Jakarta sambil menyeret kopernya, beberapa orang melihat dirinya. Tapi tidak Iis pedulikan, langkahnya terhenti saat melihat tulisan karoke keluarga.
Entah pikiran gila dari mana Iis langsung masuk kedalam tempat karoke tersebut dan memesan 1 room ukuran paling kecil.
Iis berjalan mengikuti petugas karoke tersebut untuk masuk kedalam salah satu roomnya, setelah beberapa saat petugas tersebut keluar dari sana.
Iis menatap layar kosong didepannya, rasa lelah langsung mendera dirinya, entah kenapa Iis sama sekali tidak menangis, air matanya seperti kering. Iis sendiri bingung kenapa air matanya tidak keluar sama sekali, padahal hatinya jangan ditanya sakitnya bukan main.
__ADS_1
Hari ini benar-benar hari yang sangat melelahkan bagi dirinya, harga diri Iis babak belur dihajar habis-habisan oleh Papih Juan. Harusnya dia percaya dengan firasatnya yang mengatakan untuk tidak menandatangani asuransi sialan itu.
"Hah..."
Iis mengambil napas dalam-dalam, mencoba memasukkan sebanyak mungkin oksigen kedalam paru-parunya. Iis sangat-sangat ingin menangis, tapi dia tidak bisa, astaga kenapa dengan kelenjar air matanya ini, kenapa dia tidak bisa menangis sama sekali.
Zreeetttt Zreeeeeettttttt
Iis melihat nama Juan dilayar handphonennya, Iis mengabaikannya. Iis tidak mau mengangkat teleponnya..
Mati...
Zreeeettttt zreeeeettt....
Iis diam menatap layar handphonennya, Iis kebingungan apa dia harus mengangkat atau mengabaikkan telepon dari Juan. Iis yakin walau saat ini air matanya kering tapi bila Iis mendengar suara Juan, air mata Iis akan berloncatan keluar dari wadahnya.
Mati...
Zreeeetttt.... Zreeettttttt.....
"Ah..."
Tak sengaja Iis mengangkat panggilan telepon dari Juan, Iis kemudian mendekatkan telingannya kedekat handphonennya.
"....."
Iis tidak mendengar suara apapun hanya terdengat suara napas Juan, suara napas Juan terdengar seperti orang yang habis berlari, samar-samar Iis mendengar suara lalu klakson mobil Juan.
"Yang...."
Tesss
Hening...
Tidak ada suara yang terdengar dari pihak Iis ataupun pihak Juan, mereka berdua sama-sama mengatur napasnya.
"Yang..."
Mendengar suara Juan seperti ada gelombang air yang menjebol tanggul-tanggul air mata Iis, dalam hitungan detik air mata Iis sudah tumpah, tangisnya pecah, napasnya sesak.
"Yang pulang, aku mohon," Juan pun menahan emosinya sekuat mungkin, Juan mencengkram stir mobil hingga buku-buku jarinya memutih.
"Maaf mas..." isak Iis napasnya sesak untuk mengucapkan kedua patah kata itu pun Iis harus sangat berjuang keras.
"Yang, pulang. Jangan dengerin kata-kata Papih, dengan atau tanpa restunya aku bakal nikahin kamu," bujuk Juan.
•Kamu cuman pengemis kecil•
Nyuttt
Kata-kata Papih benar-benar menusuk hati Iis, pengemis. Astaga malang sekali nasib Iis disangka seorang pengemis oleh calon mertuanya sendiri.
"Maaf Mas, Papih benar. Aku cuman, aku cuman perempuan yang bakal nyusahin kamu."
"Yang, jujur sama aku Papih bilang kamu apa ? Yang, jujur."
__ADS_1
Iis menggigit bagian bawah bibirnya, dia ingin mengatakan semua makian yang ditunjukkan pada dirinya, tapi dia tidak mau Juan membenci Papih, bagaimana pun perlakuan Papih pada dirinya, Juan masih anaknya.
"Ngak ada, Mas. Papih ngak ngomong apa-apa. Papih cuman menyadarkan aku, kamu cuman sesuatu yang ngak bisa aku raih."
Juan memukul stir mobilnya dengan keras mendengar perkataan Iis. Astaga terbuat dari apa hati Iis, Juan yakin 100% perkataan Papih benar-benar menyakiti hati Iis, tapi kenapa Iis bungkam..!?
"Mas..."
"Jangan bohong, Yang."
"Aku ngak bohong, Mas. Aku ngak bisa jadi pendamping hidup kamu. Aku ngak bisa, maaf. Aku doain yang terbaik buat kamu. Oh sama tolong kembaliin cek Papih yah, bilang ke Papih makasih buat kebaikkan hatinya mau nolongin keluarga aku, tapi maaf. Aku bisa bayar semuanya sendiri." Iis menggosok-gosokkan tangannya di pahanya.
Rasanya Juan ingin menabrakkan mobilnya mendengar perkataan Iis, wanita macam apa Iis ini. Papih pasti memberikan cek tersebut dengan cara tidak hormat pada Iis, tapi kenapa Iis.
"YANG, PULANG ...!?" teriak Juan keras.
"...."
"Denger yah, mau kamu bilang apapun juga. Kamu tetap tunangan aku. Aku ngak bakal lepasin kamu Lizbet Sandia...!!"
"Mas.."
"Pulang Yang.."
"Mas..." panggil Iis sambil sesenggukkan, dari tadi Iis menahan tangisnya.
"Pulang, Yang.."
Iis mengusap matanya yang terus mengeluarkan air mata, air matanya meledak. Tanpa Iis sadari napasnya benar-benar sesak. Pandangan matanya mulai kabur, kepalanya pusing dan tangannya bergetar menahan emosi sedih yang meluap didalam dirinya.
Lebay ? Iya silahkan kalian sebut Iis lebay, tapi saat ini Iis benar-benar sendirian tidak ada penopang. Juan penopang miliknya satu-satunya di tarik paksa oleh Papih, membuat Iis oleng, terkatung-katung tanpa arah dan tujuan.
"Mas, your are best thing I never had..."
(Mas, kamu adalah hal terbaik yang tidak bisa aku miliki)
Brakkk....
Iis benar-benar sudah tidak sanggup lagi menahan kesadarannya, pandangannya menggelap satu-satunya yang Iis ingat hanya teriakkan namanya dan sebuah tangan kekar yang menopang tubuhnya agar tidak membentur lantai.
"IISSS.....!?"
•••
Cinta itu indah tapi terkadang menyesakkan, Cinta itu manis tapi terkadang membunuh secara perlahan....
Fighting Iis dan Juan...
jalan kalian masih berliku, perih, dan menyakitkan...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon