
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Iis sedang berjalan kearah kamarnya, Iis kecapean, dia ingin tidur sebentar atau mandi atau apapun untuk menyegarkan dirinya. Iis tadi meninggalkan Juan, Juan sedang asik bersama teman-temannya. Juan sedang bercerita nostalgia bersama teman-temannya, Iis yang tidak mengerti dengan cerita mereka lebih baik pamit undur diri.
Saat sedang mau masuk kedalam lift, Iis bertemu dengan Cicil yang sedang membawa kotak berpita pink.
“Iis,”sapa Cicil sambil tersenyum manis.
“Cicil, ngapain disini,”tanya Iis bingung mendapati Cicil ada di dalam lift. Seingatnya tadi Cicil sedang berbincang dengan beberapa temannya di bar.
“Aku nyari kamu, sini..”Cicil menarik tangan Iis kedalam Lift.
“Ikutt...” tiba-tiba Taca masuk kedalam lift dengan cepat, badan mungilnya membuat dia dengan cepat bisa masuk kedalam lift.
“Taca,”ujar Iis kaget.
“Hai Cil, Iis, maaf aku udah ngak kuasa, aku ngantuk banget, jadi mending aku kekamar duluan aja. Adipati sama Juan masih dibawah,”ujar Taca.
“Kama sama Kalila?”tanya Iis bingung, kemana anak-anak Taca.
“Ah, sama Papa Gio,”jawab Taca singkat.
“Iis, ini aku mau kasih kado ini buat kamu, dipake yah, buat nanti. Aku pilihin yang paling pas buat kamu,”ujar Cicil sambil menyerahkan kotak tersebut pada Iis.
“Buka, aku kepo,”ujar Taca polos.
“Oke, bentar,”ujar Iis sambil mengurai pita pink diatas kotak, dengan cepat Cicil mengambil pita tersebut dan membuatnya menjadi bandana untuk Iis.
Iis dengan cepat membukanya dan saat melihat Isinya Iis berteriak keras.
“ARGHHH...”
Taca tertawa melihat kado yang diberikan oleh Cicil dan mengacungkan kedua jempolnya pada Cicil dan dibalas oleh Cicil dengan tanda oke.
“Apaan ini, baju macam apa kaya gini? Ini mah baju kurang bahan..!!”ujar Iis kesal saat melihat pakaian dalam berjenis lingerie berwarna burgundy.
“Pake ini, Iis pas malam pertama, Aku yakin 100% Juan bakal klepek-klepek,”ujar Cicil sambil tersenyum senang, sebenarnya dia tidak mungkin bilang itu adalah pengalaman pribadi saat bersama dengan Juan. Bisa di jambak dia olah Iis.
“Aku setuju..!!”ujar Taca sambil tersenyum nakal pada Iis.
Iis menggelengkan kepalanya, ngak mungkin dia pakai baju seperti ini. Bisa-bisa dia masuk angin..!! Kalau pake baju kaya gini mending ngak usah pake baju aja sekalian.
“Iis..”
__ADS_1
“Ngak mau, ih... Cicil..!!”ujar Iis sambil menutup kembali kotak yang tadi diberikan oleh Cicil.
“Iis, ngak papa biar makin happy,”rayu Taca, Taca yang sudah menikah hampir 1 tahun lebih benar-benar sudah terkontaminasi kemesuman suaminya.
“Happy gimana ceritanya?” ujar Iis kesal, astaga kenapa sahabat sama temannya ini benar-benar membuat kepalanya hampir meledak.
“Ah, Iis jangan lupa nanti kamu sama Juan......”Cicil mengucapkan kalimat panjang mengenai cara melakukan transfusi darah putih yang baik dan benar. Wajah Iis langsung merona merah, jangankan wajahnya kupingnya pun langsung berwarna merah.
“Iyah, bener.. nanti punyanya Juan kamu.....” Taca tiba-tiba nimbrung dan mulai menjelaskan tentang atraksi kuda-kudaan dengan lebih detail lagi, kuping Iis makin merah. Tolongggg...!!!!
“Tidakkk...!!!!”jerit Iis sambil berjongkok dan menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam dipahanya.
Cicil dan Taca menahan tawanya sambil saling tatap, astaga Iis benar-benar polos. Saking polosnya membuat Taca dan Cicil jadi lebih bersemangat menjahili Iis.
“Iis nanti bagian..”
“Tidak, aku kotor, aku kotor...!!”jerit Iis sambil menutup kedua kupingnya dan menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri.
Taca dan Cicil otomatis tertawa keras mendengar perkataan Iis.
Ting...
Lift terbuka dihadapannya berdiri Adipati, Juan dan Aa Riki yang kaget melihat Iis yang berteriak-teriak aku kotor, aku kotor.
“Yang, siapa yang kotor?”tanya Juan bingung sambil mendekat pada Iis.
“Kenapa, Yang?” tanya Juan lagi.
Menatap Juan sedekat ini membuat pikiran kotor Iis meronta. “Astaga, Mas... aku kotor..!”teriak Iis saraya bangkit dan berlari menuju kamarnya.
Juan makin heran dengan prilaku Iis yang absurd. Juan lalu menatap Taca dan Cicil meminta penjelasan. Taca langsung nyengir kuda, sedang Cicil langsung memperbaikki rambutnya sambil melihat ke arah lain.
“Taca, Cicil, istri aku kenapa?”tanya Juan meminta penjelasan.
“Di, kayanya dada aku udah penuh, yuk kita cari Kama sama Kalila. Mereka butuh susu,”ujar Taca sambil menarik Adipati dari sana meningalkan Cicil, Riki dan Juan.
“Cicil..”
“Aa, apa kabar ? Gimana kabarnya, eh...kita kesana aja yah, kangen Geulis ngak? Geulis sekarang udah bisa makan sendiri loh,”ujar Cicil sambil menarik Riki dari sana. Lebih baik dia ngobrol dengan Riki daripada harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Juan.
“Geulis? Kucing kamu? Emang dia kenapa..?”tanya Riki bingung sambil mengekor Cicil yang sudah menariknya menjauh dari Juan.
Juan hanya bisa berkacak pinggang melihat kelakuan mantan tunangannya dan sahabat istrinya itu.
Ah, sudahlah lebih baik dia kembali kekamar dan bertemu dengan Iis. Tapi, sepertinya dia harus membawa sesuatu dulu ke bagian resepsionis. Barang yang akan Juan paksa agar Iis mau memakainya.
•••
__ADS_1
Iis diam dikamar, astaga kenapa dia melakukan tindakan sableng seperti tadi dan berteriak-teriaku kotor. Emang dia pemain film sabun colek?.
Diliriknya lingerlie merk La Perla di dalam kotak yang tadi diberikan Cicil dan pita pink ditangannya. Tiba-tiba dia teringat dengan perkatanyan mengenai dirinya yang di beri pita.
Apakah dia harus menggunakan itu, tapi emang Juan suka yang seperti ini? Ah sudahlah lebih baik Iis mandi saja.
Selesai mandi Iis masuk kedalam kamar dan lagi-lagi melihat lingerlie dari Cicil. Apa yang harus Iis lakukan. Iis mengatur pernapasannya dengan tenang oke, sekarang atau tidak sama sekali. iis akhirnya mengambil lingerlie burgundy dan kimono berbahan satin kedalam kamar mandinya.
•••
Juan tersenyum senang melihat kotak ditangannya, Juan sudah memesan lingerlie merk savage x fenty by Rihanna. Dia akan memaksa Iis mengunakannya. Dengan cara dan alasan apapun.
Wajah Juan yang tersenyum memikirkan apa yang akan dia lakukan pada istrinya itu. Dibukanya kamarnya, Juan sama sekali tidak menemukan Iis dimanapun juga.
“Yang... Sayang..”panggil Juan sambil melepaskan sepatu dan kaos kakinya. Kemudian masuk kedalam kamar tidurnya.
Saat membuka pintunya mata Juan terbelalak melihat Iis yang sedang berdiri menatap keluar jendela menggunakan pakaian yang membuat Juan berjuang menelan salivanya.
Brak...
Tanpa sadar Juan menjatuhkan kotak ditangannya. Astaga padahal Iis menggunakan kimono berbahan satin berwarna burgundy yang masih menyamarkan isinya bahkan lekuk tubuhnya tapi Juan sudah tidak mampu menahan nafsunya sendiri.
“Yang...”
Iis yang dari tadi melihat keluar jendela, langsung melirik pada Juan, jantung Iis bertalu-talu ingin mengetahui bagaimana reaksi Juan. Melihat dirinya dengan pakaian kurang bahan ini. Ditambah pita pink yang Iis ikatkan dibagian depan kimononya. Iis yakin bila Juan menarik pitanya akan membuat kimononya terbuka dan memberikan akses tak terbatas untuk Juan melihat dirinya, yang hanya ditutup kain extra tipis.
“Mas...aku aneh yah?”tanya Iis sambil tersenyum manis. Sinar bulan yang menerobos jendela membuat kulit dan rambut Iis yang Iis cepol tanpak bercahaya.
“You you look ama..amazing...”ujar Juan sambil menelan salivanya dengan susah payah. Juan berjalan maju melangkah mendekati Iis...
“Mas...”
•••
Gimana? Unboxingnya gini aja gimana? Pake kata-kata andalan DAN MEREKAPUN MELAKUKANNYA?! 🤣🤣🤣🤣
*auto dikeplak reader, mau malam pertama spekta kan, ya sudah sabar yah 🤣🤣🤣...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1