Water Teapot

Water Teapot
S2 : Hariwang


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Iis makan malam disini, yah... please.." ujar Taca sambil meloncat-loncat mendekati Iis.


Iis langsung ngilu saat melihat Taca meloncat-loncat dengan perut besarnya yang sudah turun. "Astaga, Taca jangan loncat-loncat ngeri tau. Gimana kalau sikembar keluar tiba-tiba ?" ujar Iis khawatir.


"Hehehee... ngaklah, makan disini yah. Aku bosen jadi wanita satu-satunya disini," rengek Taca sambil menarik-narik tangan Iis.


Iis langsung menatap Juan yang ada disebelah Adipati meminta persetujuan menggunakan sinyal matanya, Juan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya, oke..."


"Asikkk, bentar aku suruh Bi Yuli buat nambah 2 piring lagi," ujar Taca sambil berlari kearah dapur untuk mencari Bi Yuli.


Iis lalu berjalan ke arah jendela kemudian menatap pemandangan kota Jakarta dari jendela tersebut.


"Neng Iis," panggil Abah dari belakang Iis.


"Eh... Abah, sampai kapan Abah di Jakarta ?" tanya Iis.


"Sampai, ketemu bidadari Abah lagi," ujar Abah sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.


"Hah..."


"Hehehee... sampai ketemu Mamih Juan si Bidadari," ujar Abah.


"Abah, jangan ngaco ih... Mamih Juan masih punya suami, Abah minta di rebus Mas Juan," ujar Iis.


Abah hanya terkekeh mendengar perkataan Iis, tidak pernah ada dipikiran Abah untuk merebut Mamih Juan dari Papihnya, tapi entah kenapa Abah suka sekali menjahili orang-orang disekitarnya, sifat tengil Abah sebelas duabelas dengan Juan.


"Abah dulu playboy se Citeko loh, Iis. Ampe dulu pacar Abah ada lima. Itu Ceu Ningsih, Ibu kamu sama Ibunya Taca, wah...klepek-klepek sama Abah, saking gantengnya Abah," ujar Abah sambil menarik kerah bajunya ke atas.


Iis hanya bisa tertawa mendengar omongan Abah, Abah yang selalu menyayanginya dan benar-benar menganggap Iis anaknya.


"Iya, percaya Abah, percaya. Tapi, jangan Mamih Mas Juan di embat juga, heheheee," ujar Iis.

__ADS_1


"Playboy mah semuanya di libas, Neng," ujar Abah sambil duduk dikursi yang menghadap jendela, diikuti Iis yang duduk disebelah Abah.


"Ih, Abah serem..."


"Neng, kamu yakin mau tinggal berdua sama Juan, jangan atuh Neng, Abah hariwang (Was-was)" ujar Abah.


"Hmmm... ngak papa, Bah. Aku yakin Mas Juan baik kok," jawab Iis.


"Aduh, setiap hari liat Neng Iis wara wiri di apartemen, iman si dodol Juan bisa jebol. Mana kelakuan Juan sebelas duabelas sama si bule mesum."


"Hahaha... ngak papa, Bah." Iis berusaha meyakinkan.


"Abah, takut kalau ada apa-apa sama kamu Iis, Ibu kamu nitipin kamu ke Abah, Abah udah angap kamu anak Abah sendiri."


Iis langsung memikirkan perkataan Abah, iyah dulu pada saat ajalnya Ibu Iis memang bersikeras untuk berbicara dengan Abah bukan dengan Ayah, Ibu meminta tolong Abah untuk menjaganya. Semenjak itu Iis pun selalu kebagian sambitan maut koran legend Abah kalau buat perkara, bahkan dulu kalau ada pembagian raport atau rapat orang tua murid, Abahlah yang datang kesekolah. Ayahnya ? Jangan ditanya Ayahnya hanya berfokus pada Bunda. Iis hanya diangap outsider (orang luar) oleh Ayahnya.


Baru saat Ayahnya sakit stroke ke 6 kalinya dan sudah mulai sakit-sakitan, Iis baru diangap kembali. Berkali-kali Ayah menangis dan memohon maaf pada Iis, Iis tetap tidak memaafkan Ayahnya, sampai kemarin saat Juan datang dan meminta Iis menikah dengan dirinya, Iis baru mau membuka pintu maafnya.


"Abah tenang, Iis bisa jaga diri Iis. Mas Juan baik kok. Dia ngak macem-macem," Iis lagi-lagi menenangkan Abah.


Abah lalu mengusap kepala Iis, Iis gadis malang yang harus memikul akibat perbuatan Ayahnya yang hobi bermain perempuan. Iis yang selalu ada untuk Taca dan Tasya, Iis yang selalu menginap dirumah Abah dan menolak pulang kerumahnya.


Masih ingat di benak Abah saat Iis datang malam-malam dalam keadaan hujan, menangis histeris karena Ibunya pingsan saat mengetahui Ayahnya sudah memiliki anak dari madunya. Lalu, saat Iis menangis mengetahui kalau Ayahnya akan membawa madunya untuk tinggal dirumahnya. Wanita dihadapannya ini dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya, disaat teman-temannya disibukkan dengan masalah receh duniawi, Iis harus berjibaku dengan kelakuan Ayahnya yang terus menyakiti dirinya dan Ibunya secara psikis.


Iis langsung memeluk Abah saat mendengar perkataan Abah. Demi apapun Iis ingin menikah dengan Juan, tapi Iis perempuan Iis harus menunggu kesiapan Juan. Walau, sebenernya Iis tau Juan sudah siap secara finansial untuk mengurusnya. Tapi, Juan harus mengenalkan Iis pada keluarga besarnya yang menurut Juan sangat ribet.


"Doain aja aku bisa nyusul Taca," ujar Iis.


"Abah ngak mau kamu disia-siakan, Abah memang bukan Ayah kamu. Tapi, kamu udah Abah anggap anak. Makanya dulu Abah ngamuk sama si Rozak, kenapa juga dia mutusin kamu cuman gara-gara mau fokus PNS. Nah, sekarang dia udah lulus PNS, tapi kamunya udah sama si dodol," ujar Abah kesal dengan kebodohan Rozak.


"Padahal Abah udah nyiapin Avanza 1, belet (bodoh) si Rozak teh, kesel..!!" ujar Abah sambil mengusap rambut Iis.


Iis ingat saat Abah mengetahui kalau Iis dan Kang Rozak putus hanya karena Kang Rozak ingin fokus penerimanaan CPNS di Citeko, Abah ngamuk sampai Kang Rozak disambit koran berkali-kali.


"Hahahaa... bukan jodoh kali, Bah..." ujar Iis sambil tersenyum.


"Neng, jangan bilang kamu nyewain apartemen buat bantu Ayah kamu bayar hutang..."


"Shuuuttt..." Iis langsung menutup mulut Abah dengan kedua tangannya, kemudian melirik kekanan dan kekiri takut Juan mendengar perkataan Abah.

__ADS_1


"Kenapa ?"


"Mas Juan ngak tau, Bah." ujar Iis.


"Juan ngak tau ?"


"Ngak, jangan sampai tau, malu Bah. Apa kata keluarga Juan kalau tau Ayah aku punya banyak hutang. Yang ada aku disangka perempuan yang cuman mau ngeruk harta kekayaan Mas, pokoknya aku bakal nabung buat nutupin hutang Ayah ke koperasi."


"Yakin, kamu Neng. Hutang Ayah kamu ngak sedikit..."


"627 juta..." jawab Iis sesak, Iis ingat saat Bunda meneleponnya mengabarkan bahwa Ayah terkena stroke dan ternyata penyebabnya adalah hutang Ayah dikoperasi mencapai 627 juta.


Iis sampai bingung saat mengetahui hal itu, seumur hidup Iis, Iis tidak pernah mendapatkan apapun dari Ayahnya. Uang sekolah, jajan, dan membeli barang-barang apapun semuanya didapat dari Ibunya. Untungnya Ibunya memiliki usaha kost-kostan dari semenjak Ibunya gadis. Uang Ayahnya ? Entahlah semenjak Ayahnya main gila dengan Bunda, Ibu Iis sudah tidak pernah di nafkahi sama sekali.


Setelah diselidiki ternyata hutang tersebut adalah hutang bekas Bunda jalan-jalan ke eropa, korea, umroh dan membeli mobil Avanza. Iyah, yang senang-senang Bunda dan anaknya, tapi yang kena imbas Iis. Iis saat ini yang kewalahan membayar cicilan hutang Ayahnya, kenapa ? Karena Ayahnya menjaminkan surat tanah kostan milik Ibu Iis ke koperasi untuk mendapatkan pinjaman dana sebesar itu. Iis tidak rela satu-satunya harta warisan milik Ibunya yang harusnya menjadi milik Iis dijual atau diambil pihak koperasi.


Iis berkali-kali bernegosiasi dengan pihak koperasi untuk menyelamatkan satu-satunya aset milik Ibunya, dengan berbagai macam alasan. Akhirnya pihak koperasi mengalah dengan cara menstop bunga perbulannya yang mencapai 2% perbulan. Dan mengizinkan Iis untuk mencicil.


"Neng, kalau Neng kesulitan bilang Abah yah, Abah bisa usahakan. Pokoknya Neng tinggal bilang ke Abah," ujar Abah sambil mengusap kepala Iis.


Iis hanya bisa menganggukkan kepalanya, bersyukur didunia ini masih ada orang-orang yang menyayanginya.


"Ini maksudnya gimana yah, kenapa jadi Abah meluk pacar Juan ?" tanya Juan tiba-tiba.


"Mas..."


•••


Jadilah orang tua yang baik, karena dampaknya akan dirasakan oleh anak-anakmu. Berbuat baiklah agar karma baik diterima anak-anakmu...


-Kaka Gallon-


Buat Ayah... kaka gallon benci Ayah *padahal kaka gallon yang bikin karakternya tapi kaka gallon yang gremet sendiri hahahaa...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2