
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Saat ini dokter sedang melakukan visit, Dokter Tria mengatakan bahwa Taca sudah sehat dan bisa pulang kerumah sore ini juga.
"Sudah bisa pulang, sudah sehat. Saya permisi dulu," ujar Dokter Tria dan seorang suster. Sesaat Dokter Tria menutup pintu tiba-tiba Taca merengek.
"Di.. Di.. sakitt... sesak..."
"Hah.. kamu sesak ?" Adipati langsung panik wajah Adipati berubah pucat, dengan cepat dia berlari keluar kamar sambil berkata, "Tunggu...tunggu bentar.. aku pangil suster...".
Taca menahan tawanya saat melihat Adipati keluar kamar dan terdengar langkah Adipati yang berlari terburu-buru di koridor rumah sakit.
"Hihihihi..." Taca menahan tawanya.
Sesaat kemudian seorang suster datang bersama Adipati, "Bu Taca kenapa ?" tanya suster tersebut cemas.
Taca terdiam melihat Adipati yang ngos-ngosaan bersama seorang suster yang tampak ditarik paksa oleh Adipati.
"Gak..gak papa Sus..." jawab Taca sambil tersenyum.
Suster langsung bernapas lega kemudian berjalan kearah pintu. Sedangkan Adipati langsung mendekati Taca, kemudian..
"Aduh.. aduh..." Taca berpura-pura kesakitan, Adipati langsung panik.
"Suster..."
Suster yang belum sampai ke depan pintu langsung berbalik dan mendekati Taca, "Kenapa Bu Taca ?"
"Hemm ngak, ngak papa," jawab Taca sambil memberikan senyuman manisnya.
Suster pun kembali berjalan kearah pintu.
"Duh.. Di... sakit.." ujar Taca lagi sambil mengelus-elus dadanya.
"Suster..suster..." teriak Adipati kembali panik.
"Apa lagi Pak Adipati, astaga Bapak, Bu Taca ngak papa, saya liat juga Bu Taca baik-baik saja. Sudah jangan ganggu saya, kerjaan saya masih banyak..!" ujar Suster tersebut sambil berkacak pinggang kemudian pergi dari kamar Taca.
Taca langsung tertawa terbahak-bahak melihat Adipati yang dimarahi suster tadi, Taca benar-benar sukses menjahili Adipati.
Adipati yang baru sadar bahwa dia sedang dijahili oleh Taca hanya bisa memijat keningnya sambil menahan tawa.
"Parah kamu, Amore. Kamu bikin aku dimarahin suster," ujar Adipati sambil mencubit kedua pipi Taca gemas.
"Hahahahahaa.... maaf maaf, abis kamu lucu tau. Muka kamu sampai pias gitu pas aku bilang sakit."
"Ihh... tunangan sapa sih ini, nyebelinnya sampai ke tulang sumsum.." ujar Adipati sambil mengecup dahi Taca.
Taca langsung tersenyum dan mengacungkan tangannya keudara kemudian berteriak "Tunangan Adipati Berutti..!"
"Yes.. bentar lagi ganti nama yah.."
__ADS_1
"Hah ?? Kok ganti nama ? "
"Iya lah, bentar lagi namanya jadi Taca safina Berutti, oke Mrs. Berutti ?" tanya Adipati sambil mengecup berkali-kali bibir Taca.
"Oke Mr. Berutti." jawab Taca sambil tersenyum senang.
•••
Pagi itu Radi terbangun dari tidurnya dengan seluruh badan terasa sakit, badannya remuk kepalanya sakit. Radi terdiam menatap langit-langit rumah sakit mencoba untuk mengembalikan ingatannya kemarin.
Radi ingat betapa manisnya bibir Taca saat dia menciumnya, menghisapnya bahkan ********** sesuka hatinya. Senyuman terbit di wajah Radi, Radi kemudian menyentuh bibirnya.
"Ta... rasa bibir kamu sangat manis, teramat manis," ujar Radi sambil terus mengusap bibirnya.
Klek...
"Aduh, Radi kamu kenapa bisa babak belur gini ?" suara seorang wanit terdengar saat pintu kamar terbuka.
Radi mengalihkan pandangannya pada sumber suara, "Kak Cindy ?"
"Ih... Radi muka kamu sampai bengkak gini, kamu kenapa sih ? Siapa yang mukulin kamu sampai kaya gini, itu bakal sakit banget loh," cerocos Cindy sambil menyentuh muka Radi dengan hati-hati takut menyakiti adiknya.
"Ngak..ngak papa Ka, cuman kemaren lagi ada masalah aja," ujar Radi sambil tersenyum pada Kakaknya.
"Ih masalah kamu bikin Papa nelponin aku," ucap Cindy sambil menarik kursi untuk duduk disamping kasur Radi.
"Kenapa, tumben Papa nelponin kamu. Jangan bilang kamu balik lagi sama Ahyar..!" selidik Radi sambil memberikan tatapan tajam pada Kak Cindy.
"No, udah cukup aku udah sadar, aku ngak mau balik lagi untuk ketiga kalinya sama Ahyar. Aku bukan samsak hidup, Rad," jawab Kak Cindy yang sudah memantapkan keputusannya untuk meninggalkan Ahyar.
"Terus kenapa Papa nelponin Kaka ?" tanya Radi bingung.
Radi menghela napasnya sambil tersenyum, Radi tidak menyangka kalau Adipati bergerak secepat ini, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam Adipati sudah menendang dirinya dari perusahaan, menjauhkannya dari Taca.
"Kaka, ingat Taca ?"
Cindy mengerutkan keningnya, "Iya, Taca gebetan kamu dulu 'kan. Yang badannya mungil-mungil itu, yang manis ?" tanya Cindy sambil tersenyum mengingat gebetan Adiknya yang baiknya ngak ada obat.
"Iya..."
"Yang baik banget kan, mau kamu salah apapun dimaafin aja terus..."
"Hahahaa... iya yang itu, yang bikin aku ngak keluar kamar seminggu pertama pas kita tinggal di Singapura," ujar Radi sambil menggeser tubuhnya sedikit.
"Iya, Kaka inget, kenapa sama Taca ?" tanya Cindy bingung apa hubungannya Taca dengan semua masalah ini.
"Aku ketemu Taca, Kak. Dia masih cantik, ngeselin, baik, dan ternyata aku masih cinta sama Taca. Tapi, ada masalahnya..."
"Masalah apa ?" tanya Kak Cindy polos.
"Taca udah punya tunangan, tunangannya Adipati Berutti." ujar Radi sambil memejamkan matanya menahan sakit di hatinya.
"Hah... Adipati kan pacarnya Becca, tau kan temen Kaka si Becca Nata," ujar Kak Cindy bingung, setaunya Adipati Berutti sedang berpacaran dengan Becca Nata.
"Tapi kenyataannya begitu kok, Kak..." ujar Radi.
__ADS_1
"Ngak mungkin, coba kita tanya Beccanya gimana ? Apa Becca tau Adipati saat ini tunangan sama Taca ? Masa sih Taca jadi pelakor, Taca ngak ada tampang pelakor," ucap Cindy sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Radi hanya bisa memejamkan matanya mendengatkan pertanyaan Kak Cindy yang bertubi-tubi, sampai...
"Hola... Cindy, mana katanya Adik kamu dirawat di sini, yah ?" seseorang dari arah pintu menyapa Cindy.
Cindy langsung menatap sumber suara senyumannya berkembang diwajahnya, "Becca... ah aku kangen kamu..!" ujar Cindy sambil berlari memeluk Becca.
"Hai, Dear long time no see," ujar Becca sambil berjalan masuk kemudian berdiri disamping kasur Radi.
"Becca kenalin ini adik aku, Radi. Radi ini Becca," ujar Cindy sambil mengambil bunga dari tangan Becca.
Becca terlihat kaget saat melihat keadaan Radi yang tidak karu-karuan, ketampanan Radi seolah menghilang ditelan lebam dan memar diwajahnya.
"Lo, abis ngejambret ? Muka lo bonyok gitu..." Tanya Becca bingung melihat memar dan lebam di muka Radi.
Radi meringgis kesakitan saat berusaha untuk duduk di kasurnya. "Bukan, kenapa ngak lo tanya pacar lo," ujar Radi tenang.
"Emang lo diapain Adipati ? Seumur hidup gue kenal Adipati belum pernah gue liat dia mukulin orang," ujar Becca sambil menyilangkan tangannya didada. Yah... Adipati di mata Becca adalah lelaki tampan, dingin dan tidak mau berurusan dengan apapun dia tidak akan peduli dengan keadaan sekitarnya.
"Yah elo tanyain lah, gue bonyok gini yah dipukulin Adipati."
"Yah... kenapa, semarah-marahnya Adipati dia ngak bakal mungkin lepas emosi. Pacar gue bukan orang yang bisa lepas kontrol," ujar Becca sambil duduk dikursi yang tadi diduduki oleh Cindy.
"Gue digebukkin gara-gara gue cium Taca, tau Taca kan."
Mata Becca membulat mendengar alasannya, demi apapun Becca tidak menyangka seposesif itu Adipati pada pelakor sialan itu. Dulu, mau Becca dicium bahkan tidur dengan siapapun Adipati tidak pernah peduli, bahkan malah tidak ambil pusing.
"Jadi, elo tuh masih pacaran sama Adipati ?" tanya Radi menyelidik, andai Becca bilang sudah putus, Radi akan ikhlas melihat Taca berbahagia dengan Adipati.
Becca terdiam reputasinya dipertaruhkan, bukan apa-apa hampir semua orang di circle pertemanannya, keluarganya, orang tuanya bahkan rekan bisnis keluarganya tau kalau Becca adalah kekasih Adipati, calon istri Adipati Berutti, bisa rusak image dan harga dirinya kalau orang-orang tau bahwa Becca sudah tidak menjadi kekasih Adipati.
"Iya, kami masih berpacaran, tapi kami open relationship, mungkin saat ini Adipati sedang sedikit bermain-main dengan Taca. Tau sendirikan Adipati tidak pernah cukup dengan satu wanita..."
Radi mengeraskan rahangnya, sakit di mukanya tidak seberapa sakitnya dengan sakit dihatinya. 'Sikeparat itu maunya apa sih, ah.. aku udah bilang ke kamu Taca, Taca aku bakal nyelamatin kamu dari si brengsek Adipati..!' batin Radi.
"Mau aku bantu menyingkirkan Taca ? Tapi kalau berhasil Taca jadi milik aku, dan kamu bisa ambil Adipati," ujar Radi sambil menatap Becca.
"Kamu emang kenal Taca ?"
"Kenal, Bec. Dulu mereka hampir pacaran, tapi karena Papa nyuruh Radi tinggal di Singapura jadi hubungannya dengan Taca rada renggang," potong Cindy tiba-tiba, Cindy yang tidak tau apa yang dibicarakan Radi dan Becca langsung menjelaskan siapa Taca pada Becca.
"Oh... oke deal..!" ujar Becca sambil menyambut jabatan tangan Radi.
•••
Pasti kaka gallon dimarah-marah sama pembaca ini, yakin huhuhuhuhuuu...
Maafkan demi menuju sah Adipati-Taca memang banyak lika likunya, biar Taca tertempa dengan baik, harus sekuat dan setegar karang kalau mau jadi istrinya mantan Cassanova 🙈
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon