Water Teapot

Water Teapot
Punya hak apa ?


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Arghhh... DAMN..."


Taca terbangun dari tidurnya, suara teriakan Adipati menyadarkan Taca 100%. Taca langsung memeluk Adipati.


"Kamu kenapa, Di. Kenapa ?" tanya Taca ketakutan melihat Adipati yang memijat-mijat keningnya.


"Adipati, kamu kenapa ?" teriak Taca sambil memeluk Adipati.


"Ampun, Amore... Ampun aku.... astaga ngak mau aku disunat dua kali. Kenapa Papa ngak sunat aku dari dulu sih, sakit banget sumpah...!!!" cerocos Adipati sambil membalas pelukkan Taca dan menciumi pucuk rambut Taca dengan geram.


"Yah, aku juga ngak mau kamu disunat dua kali, bisa habis yang ada..!!" cerocos Taca sambil menutup kedua matanya menahan tawa.


"Jangan sampe abis dong...!! Aku ingin banget marah ke Papa. Kenapa sih ngak disunat pas aku kecil aja," ujar Adipati kesal.


"Ya gimana, Papa sama Mama kamu kan liberal orangnya, membebaskan kamu mau memeluk agama apapun. Walau kamu dari brojol udah di adzanin..!" ujar Taca sambil menahan Tawanya.


"Pokoknya udah aku ngak mau disunat lagi, kepala aku sakit, mana kamu suka ngak bisa diajak kerja sama lagi," cerocos Adipati, entah kenapa semenjak di sunat berubah menjadi lebih cerewet.


"Ngak bisa diajak kerja sama gimana ? Aku salah apa sih?" tanya Taca kesal.


"Kaya kemarin? Maksud dan tujuan kamu apa, olah raga pake baju kaya gitu ?" tanya Adipati mengingat kejadian kemarin pagi yang membuat Adipati sampai menyemburkan kopinya.


"Ya masa aku olah raga pake sarung ?? Nanti disangka aku mau lahiran bukan mau olah raga.....!!!" ucap Taca sambil mencubit perut Adipati.


"Awww... sakit Amore.." ucap Adipati sambil mencubit kedua pipi Taca kesal.


Andai 'adiknya' tidak sakit, sudah habis Taca dimakan olehnya sebagai sarapan pagi.


Zrrrtttt... Zrrrt....


Suara handphone Taca mengagetkan Adipati dan Taca.


"Handphone kamu dari tadi bunyi mulu, Amore." ujar Adipati sambil mengambil Handphone Taca kemudian melihat notifikasi Handphone Taca.


Radi


Adipati mengkerutkan keningnya membaca nama orang yang mengirimkan Taca pesan WA yang sangat banyak. Taca yang tidak pernah mengunci handphonenya mempermudah Adipati dengan leluasa membuka WA dan membaca semua pesan dari Radi.


Rahang Adipati mengeras membaca pesan-pesan Radi. Tanpa sadar dia mencekram tangan Taca keras.


"Aaaauuuu...sakit, Di. Kamu kenapa ?" Taca menjerit saat tangannya dicengkram Adipati. Refleks Taca memukul tangan Adipati membuat Adipati menjatuhkan handphone Taca.


"Adipati, kamu kenapa sih ?" tanya Taca bingung sambil mengambil handphonenya yang terjatuh.


Saat Taca melihat layar handphonenya matanya membulat dan lidahnya keluh.

__ADS_1


'Jangan bilang Adipati baca pesan dari Radi, Arghhhh ribet ini urusannya..' batin Taca kesal.


"Di..."


"Ya...Princess..." jawab Adipati sarkas sambil menyenderkan badannya di hardboard kasur. Adipati menatap Taca dengan tajam, manik biru mata Adipati menunjukkan cemburu yang sangat besar.


"Di..." ucap Taca sambil duduk disamping Adipati.


"Siapa Radi ? Ngapain dia manggil-manggil kamu Princess, punya hak apa dia nyuruh kamu ninggalin aku ? PUNYA HAK APA ??" bentak Adipati sambil mengguncangkan badan Taca.


Taca terdiam, seumur hidup dia belum pernah di bentak Adipati. Semarah-marahnya Adipati paling dia hanya mendiamkan Taca, tidak pernah Adipati meneriakkinya.


"Apa maksudnya dia ngomong gitu? Iya, aku emang brengsek, bangsul, playboy, tukang mainin perempuan. Tapi dia ngak punya hak buat maksa wanita yang aku cintai ninggalin aku. PUNYA KUASA APA DIA SAMA KAMU ???!!" teriak Adipati lagi sambil mengguncang badan Taca dengan lebih keras lagi.


"Di.. sakit..." ujar Taca lirih.


Adipati menatap Taca, tatapan Adipati yang penuh dengan amarah dan cemburu membuat Taca takut, mau tidak mau Taca menundukkan kepalanya.


Adipati yang makin kesal karena Taca malah menundukkan kepalanya, langsung menaikkan dagu Taca dengan tangan kanannya, membuat Taca menatap mata Adipati langsung.


"You sleep with, him ?" tanya Adipati pada Taca. (Kamu tidur dengannya ?)


PLAKKK...


"Are you kidding, me ?" bentak Taca kesal. (Apa kamu bercanda ?)


Taca menampar pipi Adipati kesal, orang gila mana yang mau dituduh tidur dengan orang lain oleh pasangannya.


"Dia ngak punya hak apapun, Di. Dia ngak punya hak apapun atas diriku." jawap Taca pasrah, badannya sakit di tarik dan diguncang oleh Adipati. Taca yakin dengan kulitnya yang sensitive pasti akan meningalkan biru-biru ditangannya.


"Terus sejak kapan dia manggil kamu Princess ?"


"Sejak kuliah, dia sahabat aku, Di. Tanya Iis kalau kamu ngak percaya." jawab Taca pasrah.


"Dia mantan kamu ?" tanya Adipati sambil menekan bibir Taca mengunakan jempolnya dengan kasar.


"Aw..." tanpa sengaja Taca menggigit bibir bagian bawahnya.


"Amore..." dengan panik Adipati mengambil tissue kemudian mengusap bibir bagian bawah Taca yang berdarah.


"Maaf Amore.. maaf... kamu ngak papa ? Amore..." Adipati yang panik meniupi bibir bagian bawah Taca yang tergigit akibat ulahnya.


"Sakit, Di... ampun deh kamu." ucap Taca sambil membawa tissue dari tangan Adipati kemudian menekan lukanya.


"Maaf, Amore. Maaf..." ujar Adipati.


"Kamu cemburu ?" tanya Taca pada Adipati.


Terdengar helaan napas Adipati, dengan cepat Adipati mengusap-ngusap kepalanya. Rasa sakit diselangkangannya tidak dia pikirkan lagi. Demi apapun rasa sakit dihatinya lebih terasa sakit.


"Di, kamu cemburu ?" tanya Taca sambil mengusap pipi Adipati berkali-kali.

__ADS_1


"Iya..."


Taca kaget mendengarkan jawaban Adipati, terlihat rona merah diwajah Adipati.


"Siapa dia ? Kenapa dia maksa kamu ninggalin aku ?" tanya Adipati lebih tenang.


"Namanya Radi, dia sahabat aku waktu kuliah. Kita pernah dekat..."


"Pacaran ? Kamu pacaran sama dia ? " tanya Adipati sambil menatap Taca takut-takut.


Taca mengelus kepala Adipati lembut kemudian mencium kepala Adipati. Ciuman Taca dikepala Adipati membuat Adipati tenang. Feels like home.


"Ngak.. aku ngak pernah pacaran sama dia, pacar pertama aku, Kamu..."


"Really ?" tanya Adipati dan langsung dijawab anggukan oleh Taca.


"Terus kenapa dia kaya gitu, emang dia kenal aku ? Iya emang reputasi aku, udahlah mending kamu tutup kuping, Amore. Reputasi aku udah ngak bisa ditolong. Tapi please percaya sama aku, aku sayang, aku cinta sama kamu." ujar Adipati.


Taca tersenyum mendengar perkataan Adipati, Taca yakin 1000% apa yang dikatakan Adipati benar. Gimana ngak, Adipati tetep mau menerima Taca dengan kekurangannya, menemani Taca saat Taca mengalami trauma, ngerawat Taca, memandikan Taca, menghadapi tingkah ajaib keluarganya, dan terakhir dia mau disunat.


"Amore..."


"Hmmm..."


"Jawab, kamu mau ningalin aku ?" tanya Adipati.


"Emang aku orang gila apa ningalin, kamu. Aku ngak bakal ningalin kamu apapun yang terjadi. Kamu baca semua WA Radi ?" tanya Taca yang langsung dijawab anggukkan olah Adipati.


"Kamu liat kan, aku ngak bales lagi, aku ngak peduli Radi mau bilang apa tentang kamu, yang tau kamu, cuman Aku, Di." lanjut Taca sambil memeluk Adipati.


Adipati membalas pelukkan Taca dengan hangat, diciuminya pucuk kepala Taca. "Handphone kamu mana ?" tanya Adipati.


"Ini..."


Adipati langsung mengambil handphone Taca, dengan sekali ayunan Adipati melempar handphone Taca ke dinding kamar.


BRAAKKKKKKKKKK....


•••


Yeahhhh GANTUNGGGG.... horeee dicari pembaca... author kaburrr hahahahaaa....


Dadahhhh selamat pagi selamat aktifitas... jangan kangen author yah ahhahahaaa...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2