
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Iis dengan cepat berjalan kekamar mandi milik Taca sambil sedikit berlari, saat sampai didepan pintu kamar mandi khusus tamu, tiba-tiba pintu disampingnya terbuka kemudian keluarlah Kang Rozak.
"Iis.."
"Akang.." ujar Iis sambil menatap Kang Rozak yang baru selesai mandi, wangi sabun mandi Kang Rozak menguar dari tubuhnya, membuat Iis mengenang kisah jenaka dimasa lalu.
"Iis kamu ngapain disini ?" tanya Kang Rozak sambil menatap Iis yang entah kenapa makin tampak menarik.
"Oh, aku mau ngasih tau kalau apartemen aku bisa disewa Aa Riki," ujar Iis.
"Lah, kalau apartemen kamu disewa, terus kamu tinggal dimana ?" tanya Kang Rozak bingung sambil menggosok-gosokkan handuk ke rambutnya yang basah.
"Aku," ujar Iis sambil menunjuk hidungnya.
"Iya, kamu emang siapa lagi yang ada disini ? Anoa ?" canda Kang Rozak yang langsung membuat Iis tertawa.
"Masih jayus aja kamu, Kang," ujar Iis sambil melambaikan tangannya di udara.
"Iya abis ditanya malah balik nanya," ucap Kang Rozak kesal.
"Ya maaf, aku bakal tinggal di apartemen Mas Juan. Dia 'kan apartemennya cuman 2 lantai diatas apartemen ini, kamarnya juga ada 3. Jadi aku bisa pakai salah satu kamar yang ada," perjelas Iis sambil tersenyum pada Kang Rozak.
Kang Rozak memberikan tatapan tidak setuju, demi apapun perempuan dan lelaki tinggal di tempat yang sama sangat beresiko. "Iis, kamu yakin ?"
Iis menatap Kang Rozak, dia tau pikiran Kang Rozak, "Ngak papa Kang, aku baik-baik aja. Mas Juan juga sangat menghargai prinsip aku."
'Walau kadang harus ditendang dulu baru inget,' batin Iis kesal.
"Ya udah, kalau itu udah keputusan kamu, Iis. Akang bisa apa, Akang cuman mendoakan yang terbaik untuk kamu," ujar Kang Rozak.
"Makasih Kang," ujar Iis sambil mengibaskan rambut panjangnya kebelakang bahunya membuat leher Iis terlihat dengan jelas.
Kang Rozak langsung melihat tiga bukti kepemilikan di leher Iis yang mulus, Kang Rozak tidak polos. Kang Rozak tau dengan pasti apa yang ada di leher Iis. Dulu, dulu sekali Kang Rozak yang memberikan bukti kepemilikan di leher Iis.
"Iis itu.." ujar Kang Rozak sambil menunjuk leher Iis.
Iis refleks langsung menyentuh lehernya sambil mengedipkan matanya, "Iya, ini digigit nyamuk," ucap Iis asal sambil tersenyum kikuk.
__ADS_1
"Digigit nyamuk atau digigit Juan ?" tanya Kang Rozak, Kang Rozak tanpa sadar menyentuh leher Iis.
Tiba-tiba, sebelum tangan Kang Rozak menyentuh leher Iis, ada tangan yang lain menahannya.
"Ngak usah megang-megang leher pacar saya," ujar Juan sambil menatap Kang Rozak dengan tatapan siap membunuh.
"Mas," ujar Iis kaget saat melihat Juan menahan tangan Kang Rozak yang hampir menyentuh lehernya.
"Ngapain kamu pegang-pegang leher Iis ?" tanya Juan kesal.
Kang Rozak langsung tersenyum pada Juan, "Maaf Juan saya cuman penasaran sama tanda di leher Iis, Iis bilang di gigit nyamuk. Ngak mungkin digigit nyamuk sampai kaya gitu," Kang Rozak menjelaskan, dia tidak mau ada kesalah pahaman. Mungkin, mungkin Kang Rozak masih ada perasaan dengan Iis, tapi Kang Rozak mana mau merebut pacar orang.
"Bukan itu saya yang gigit, kenapa? Keberatan ?" tanya Juan dengan tatapan siap menelan Kang Rozak.
"Ngak, ngapain saya keberatan," ujar Kang Rozak sambil berjalan menjauh dari Juan dan Iis.
Namun, tiba-tiba langkah Kang Rozak berhenti kemudian melirik Juan sambil tersenyum tengil, entah kenapa Kang Rozak ingin menjahili Juan, "Jaga Iis yah, kalau udah ngak sanggup, aku bisa kok ngurusnya."
Juan langsung membulatkan matanya, "Ngapain lo nyuruh gue ngejaga Iis, pastilah gue bakal ngejaga Iis. Lo mau nya apa sih ? Hah ??? " ujar Juan pada Kang Rozak gemas.
Kang Rozak langsung tersenyum penuh kemenangan saat tau kalau Juan termakan jebakannya.
"Mas, ihhh udah, Kang Rozak itu cuman bercanda. Tuh liat dia ketawakan," ujar Iis memberi tahu pada Juan sambil menarik tangan Juan.
"Lah, kok kamu malah ngebela dia sih, Yang. Kamu mau pacaran lagi sama dia, hah ?" tanya Juan gemas.
"Bener ?"
"Iya, astaga ngapain bohong. Berani keserempet becak, Mas. Aku mending sama kamu daripada balik lagi sama Kang Rozak..!!" Iis meyakinkan Juan sambil memeluk Juan.
Juan langsung mengusap rambut Iis kemudian mencium rambut Iis yang lebat. "Awas kamu kalau deket-deket Kang Rozak, aku bunuh Kang Rozaknya...!"
"Lah kok Kang Rozak yang dibunuh ?"
"Iyalah, mana berani aku bunuh kamu, Yang. Kamu terlalu berharga buat aku sakitin, heheheee..." gombal Juan sambil menjawil hidung Iis.
"Halah... gombal deh, udah ah aku mau kekamar mandi, bye..!" ujar Iis sambil mendorong lembut badan Juan agar menjauh dari dirinya.
"Ikut, Yang..." canda Juan.
"Ngakkk... ngaco aja ih," ujar Iis sambil menjulurkan lidahnya kemudian menutup pintu kamar mandi dengan pelan.
"Namanya juga usaha, Yang," ujar Juan sambil mematikan lampu kamar mandi Iis.
__ADS_1
"ASTAGA JUAN WIJAYAAAAA, MAU KAMU APA HAH...!!!" teriak Iis kesal dari dalam kamar mandi karena lampu kamar mandi dimatikan oleh Juan, membuat kamar mandi yang tadinya terang benderang langsung berubah gelap gulita.
"Aku cuman mau di cium, Yang hahahahaaa..." ujar Juan sambil berlari menjauh dari kamar mandi karena tau sebentar lagi Iis akan melemparkan benda apapun pada dirinya.
Dengan kesal Iis mengambil handuk dan membuka pintu kamar mandi, "Bener-bener yah, Juuuuaaannnn...!!!!"
Iis yang tidak menemukan Juan hanya bisa mengerucutkan bibirnya kemudian menyalakan kembali saklar lampu kamar mandi, lalu masuk kedalam kamar mandi.
•••
"Kenapa Iis ?" tanya Adipati bingung mendengar teriakkan Iis dan melihat Juan yang berlari.
"Ngambek, lampu kamar mandinya gue matiin tadi, hahahaaa..." tawa Juan pecah membuat Adipati memukul dahinya.
"Jahil lo kumat lagi, yah," ujar Adipati yang tau sifat jahil Juan yang sudah tersohor di Harvard University.
"Emang dulu gue ngak jahil ?" tanya Juan.
"Dulu pas lo sama Cicil boro-boro Jahil. Diotak tuh tentang perusahaan mulu, ampe pusing aku ngeliat kehidupan kamu dulu. Mabok, nyab*, transfusi darah putih sama Cicil, kerja, repeat (ulang). Dulu kehidupan kamu tuh ngak sehat banget, Juan," ujar Adipati mengingatkan betapa ngak sehatnya kehidupan Juan dulu.
"Hahahahaa... dulu parah banget yah hidup aku, ngak sehat banget-banget."
"Baru sadar ?" tanya Adipati sambil tersenyum.
"Hahahaa... entahlah dulu pas sama Cicil hidup aku penuh beban sekarang sih ngak ada beban sama sekali," jawab Juan sambil mengelus rambutnya pelan.
"Sukurlah, gue selalu berdoa moga lo happy mulu, lo tuh kalau strees lagi bisa balik nyab*," ujar Adipati sambil menepuk punggung Juan pelan.
Juan hanya bisa meringgis, Juan tahu kalau semua yang dikatakan Adipati benar adanya.
"Jangan sampai deh aku balik lagi kedunia kaya gitu," ujar juan sambil tersenyum bahagia.
"Selama lo sama Iis, gue yakin lo ngak bakal nyari barang-barang laknat itu," ujar Adipati.
"Iya..."
•••
Jangan jahil napeee orang lagi dikamar mandi malah dimatiin lampunya ekkekke
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon