Water Teapot

Water Teapot
Binar matamu...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Adipati memasukkan tubuh Taca kedalam bathup secara perlahan. Mengosok badan Taca dengan sponge mandi secara perlahan, sambil sesekali mencium pipi Taca. Berharap ada sedikit pergerakan pada diri Taca, namun hasilnya nihil, Taca diam seribu bahasa, tatapannga kosong.


"Ta.. cepet sadar. Nanti kita ke Viterbo yah, Amore hu...." suara Adipati tertahan karena menahan air matanya, Adipati berusaha tersenyum sambil terus memandikan Taca.


"Nanti kita ke Palazzo dei papi, kita mandi air panas alam, yah Amore. Tapi kamu harus sadar dulu, yah. Kamu harus sehat, Amore. Aku mohon, aku mohon tu..han..." Adipati benar-benar tidak bisa meneruskan perkatannya, air matanya membuat napasnya tercekat. Adipati hancur, baru tiga hari Taca dalam keadaan seperti ini, Adipati seperti kehilangan jiwanya. Apalagi kalau 3 bulan, 3 tahun atau 30 tahun. Entah apa yang terjadi pada Adipati.


Adipati menjatuhkan sponge ditangannya, kemudian terduduk bersandar pada bathup. Kedua tangannya menutup mukanya, Adipati mengosok wajahnya dengan kasar, sambil menarik rambutnya.


"ARGHHHH....!!!!" Adipati berteriak keras tangisnya pecah, rasa bersalah benar-benar menyelimuti diri Adipati. Adipati mengutuki nasibnya, mengutuki karmanya.


"Tuhan, aku mohon Tuhan. Ambil segalanya yang aku miliki, ambilah Tuhan. Harta, Tahta, apapun Tuhan. Tapi aku mohon satu hal... huhuhu..." Adipati mengusap hidungnya, kemudian menghapus air matanya.


"Jangan bawa wanita yang kucintai ini, aku mohon Tuhan. Aku mohon, maafkan aku tak pernah berdoa padamu, aku minta maaf. Tapi aku mohon kabulkan permintaanku. Sembuhkan Taca Tuhan, sembuhkan wanita yang kucintai," Bisik Adipati sambil menyembunyikan kepalanya dibalik tangannya.


"Sembuhkan dia Tuhan, aku berjanji padamu akan menjaganya sampai mati. Aku berjanji tuhan..!"


Ringkih, remuk, hancur, rusak...


Itulah yang dirasakan Adipati saat ini, tidak ada lagi Adipati sang CEO, tidak ada lagi Adipati yang arogan, tidak ada lagi Adipati yang kasar, tidak ada lagi Adipati yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Yang ada hanya seorang lelaki yang menangisi nasibnya, memohon pada Tuhan atas kesembuhan Wanita yang dicintainya.


Adipati mengusap mata dan hidungnya, memasukkan udara sebanyak-banyaknya ke paru-parunya. Kemudian membuka kemeja dan celananya, setelah semua pakaiannya Adipati lepas. Adipati masuk kedalam bathup bersama Taca.


Adipati diam menatap intens mata Taca yang kosong, Adipati terus menatap mata Taca sambil mengambil tangan Taca kemudian menciumi tangan Taca terus menerus tanpa melepaskan pandangan matanya dari iris mata coklat milik Taca.


Tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara Stephanie Poetri yang mengcover lagu Titi DJ.


Rindu aku melihat


Binar matamu itu


Gugup 'ku tak tersenyum


'Ku tak percaya


Tak pernah 'ku melihat


Sepasang kelembutan


Selembut mata itu


Tiba-tiba Adipati merasakan sedikit pergerakan di pipinya. Tapi Adipati mengabaikannya dia berangapan itu hanya halusinasi. Adipati terus menatap tajam mata Taca. Mendekatkan wajahnya dengan wajah Taca. Jempol Adipati mengelus bagian bawah bibir Taca.


Kini aku melihat


Kilau matamu itu

__ADS_1


Lega aku tersenyum


Dan kupercaya


Dan masih 'ku melihat


Sepasang kehangatan


Sehangat mata itu


Indah, bersinar, berkilauan


Semakin kuat untukku


Mata yang paling indah hanya matamu


Sejak bertemu kurasakan tak pernah berubah


Sinar yang paling indah dari matamu


Sampai kapan pun itulah yang terindah


-Stephanie Poetri : Matamu (cover)-


"I will kiss You, Taca. Setiap hari, setiap saat, setiap waktu, setiap jam. Seperti apapun keadaanmu, sampai aku mati. Kenapa ? Karena aku mencintaimu," ujar Adipati sambil mencium Taca dengan lembut tanpa menutup matanya. Mata Adipati terus menatap iris mata coklat Taca.


Adipati melepaskan ciumannya sambil terus menatap Taca menggunakan mata birunya, intens, sensual, lembut....


"Di..."


"Yes, Amore... ini aku sayang, ini aku... sadar sayang, aku mohon dengan sangat, aku mohon..." ujar Adipati lirih.


"Adipati ?"


"Iyah sayang.. ini aku," senyum merekah diwajah Adipati. Kedua tangan Adipati langsung memegang kedua pipi Taca. Mengusapnya perlahan.


"Di... Di..."


"Iyah sayang ini aku, ini aku. Aku disini, Amore...!!!" Adipati kemudian menciumi wajah Taca.


"Diiii... Adipati, Di... maaf maaf, sayang maaf...!!!" kesadaran Taca seperti tertarik kembali dari alam bawah sadarnya. Tangis Taca pecah.


"Astaga, Amore. Tuhan terima kasih Tuhan...!!" jerit Adipati lagi sambil memeluk tubuh Taca, mendekapnya erat.


"Taca, Taca.. aku siapa sayang, jawab... jawab sayang ?" tanya Adipati sambil menguncang lembut badan Taca.


"Kamu... kamu Adipati, kamu jiwaku, napasku, kamu, kamu... kamu calon tulang punggungku, ayah bagi anak-anakku," jawab Taca lemah sambil mengecup bibir Adipati.


"Terima kasih Tuhan, terima kasih."


"Tapi, Di. Aku kenapa, aku dimana ? Tangan aku sakit, Di," ujar Taca sambil mengangkat tangan kanannya yang perih. Taca memperhatikan tangan kanannya.

__ADS_1


Sekelebat peristiwa terlintas diotaknya, ingatan Taca perlahan-lahan kembali. Taca langsung mengalami panic attack.


"Di, Di... aku aku mau diperkosa Di, aku mau divideoin Di. Astaga Di... Di Becca, Jules.. Di.. Di Ni...ko..." Taca meracau kacau, kalimat yang keluar dari bibirnya tidak ada yang jelas. Matanya kalut, kesadarannya seperti akan terserap kembali ke alam bawah sadarnya.


Adipati yang sadar Taca akan kembali pada mode auto pilotnya, langsung mencium bibir Taca, lembut dan menuntut. Meminta Taca untuk mengalihkan perhatiannya dari ingatannya tentang hal kelam tersebut, mengalihkannya pada ciuman Adipati yang lembut dan menuntut perhatian Taca.


Adipati menghentikan ciumannya kemudian, menatap Taca intens, menghipnotis Taca. "Tenang Amore, semuanya sudah berakhir, ada aku. Ada aku, aku akan jaga kamu sampai mati, Amore."


"Di tapi aku..."


"Kamu ngak kotor, Amore. Tiap saat aku mengosok badan kamu, aku udah bersihin kamu, Amore. It's oke." potong Adipati sambil memeluk Taca, kemudian mengecup pucuk rambut Taca dengan lembut.


Mereka berpelukkan didalam bathup, dari mulai airnya hangat sampai dingin, hanya berpelukkan tidak ada aktifitas lainnya. Berpelukan dan saling mengecup.


"Taca, aku mohon. Jangan-jangan hilang kesadaran lagi. Aku ngak sanggup Amore, aku ngak sangup kalau harus kehilangan kamu lagi," pinta Adipati sambil menatap mata Taca.


Taca yang seperti terhipnotis oleh pandangan mata Adipati yang lembut langsung menjawab, "Maaf, maaf Di. Aku janji akan selalu bersama kamu. I love you, Adipati."


"I love you, more..."


Taca tersipu mendengar ucapan Adipati, kemudian Taca merasakan sesuatu di perutnya.


"Di.. aku..."


"Iya kenapa, Amore ?"


"Aku... aku..."


"Taca kenapa ?" tanya Adipati panik, Adipati takut Taca hilang kesadarannya kembali,


"Aku lapar," jawab Taca sambil tersenyum manis.


Adipati yang mendengar jawaban Taca seketika tertawa.


"Hahahaha.. ya udah mau makan apa, mau sushi ? Aku pesenin yah," ujar Adipati sambil mengusap punggung Taca.


Taca hanya bisa menjawab dengan anggukan dan senyuman manis.


•••


Adipati sudah jatuh cinta, jatuh sejatuh jatuhnya...


❤️❤️❤️


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


MJangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️ Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2