Water Teapot

Water Teapot
S2: Unboxing


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


“Mas...”


Juan medekati Iis tanpa mengedipkan matanya sama sekali, rasanya rugi kalau dia memejamkan matanya walau sedetik. Dia butuh menatap Iis lebih lama lagi. Dia butuh Iis memanjakan matanya. Dia butuh Iis dibawah tubuhnya..!!


“Aku aneh?”tanya Iis yang mundur sampai membentur kaca jendela kamarnya memberikan sensasi dingin kepunggungnya.


Juan tersenyum smirk sambil terus berjalan mendekati Iis. Membuat istrinya itu terdesak ke jendela kamar.


Tangan Juan mengelus rambut Iis menelusupkan jari-jarinya diantara rambut istrinya, dengan cekatan Juan menarik jepit rambut milik wanita yang sudah halal baginya dan membuangnya kesembarangan tempat. Rambut Iis dengan cepat tergerai sempurna.


Tangan Juan mengelus rambut Iis, kemudian turun mengelus leher jenjangnya dan makin turun melewati kedua bukit kembarnya, sedikit bermain disana, jempol Juan memutar dibagian pucuknya membuat desahan Iis meloncat keluar. Terakhir Juan memainkan pita dipinggang Iis. Pita pink.


“Ini pitanya Yang?” bisik Juan sambil menggesekkan hidungnya di leher Iis. Dengkul Iis bergetar hebat, Juan sama sekali tidak melakukan apapun pada dirinya tapi sensasinya membuat Iis meledak. Setiap Inci ditubuhnya meraung mendamba sentuhan Juan, menginginkan lebih.


“Iy...iya..”jawab Iis serak, sambil menggigit bagian bawah bibirnya menahan desahannya meloncat keluar dari bibirnya.


Ditariknya pita diperut Iis dengan sekali hentakan, dengan cepat kimono yang ada dibadan Iis terbuka, memberikan akses tak terbatas untuk Juan menikmati tubuh sempurna Iis yang terbalut sempurna oleh lingerlie warna burgundy.


Mata Juan tidak berkedip sama sekali, diciumnya pita yang tadi mengikat pinggang Iis. Ide sinting terlintas dibenak Juan, dengan cepat ditutup mata Iis dengan pita pink tersebut, membuat Iis tidak dapat melihat apapun.


“Mas..”


Juan tersenyum kemudian menggoyangkan hidung dan bibirnya di leher Iis, memberikan sensasi yang membuat Iis mengeliat, sesekali Juan mengesekkan sesuatu dibalik celana boxer Juan yang sudah mengeras di paha Iis, membuat Iis mengepalkan tangannya menahan hasrat yang makin tinggi, Lalu...


Iis terdiam, kenapa tiba-tiba Iis tidak merasakan kehadiran Juan sama sekali disana. Gelitikan dan sentuhan Juan tidak Iis rasakan sama sekali ditubuhnya. Iis bingung kemana suaminya ini, emang kalau mau malam pertama ada jedannya yah?


Iis menarik pita yang menutupi matanya, bersamaan dengan itu Iis mendengar suara gebrakkan.


BRAKKKKKKK.......


Iis kaget dia tidak melihat sosok Juan dimanapun, Iis hanya melihat celana panjang dan kemeja Juan yang terongok di lantai. Mungkin tadi Juan sudah membuka pakaiannya. Tapi, kemana Juannya!?


“Mas...”panggil Iis mencari Juan kesetiap sudut kamar yang ada. Nihil...


Astaga emang seperti ini yah, malam pertama? Harus ada jedanya? Iis yang masih polos dan benar-benar tidak mengerti bagaimana cara melakukan transfusi darah putih kebingungan.


Siapa orang yang bisa Iis tanya mengenai masalah ini? Ah... Taca..!!!


Dengan cepat dia mengambil handphonennya dan menelpon Taca, pada dering ke tiga Taca mengangkat teleponnya.


“Iya..”


“Ta..aku mau nanya, kamu pas malam pertama, ada jeda?”tanya Iis to the point, tanpa ada tendeng aling aling.

__ADS_1


“Hah, jeda? Gimana maksudnya? Ini malam pertama yang mana? Yang sebelum nikah atau sesudah nikah?”tanya Taca bingung, Taca memang tidak ada filter bila berbicara dengan Iis.


Iis hanya bisa memijat dahinya mendengarkan pertanyaan Taca. Malam pertama aja ada dua versi.


“Pas, malam pertama sebelum nikah..!”ujar Iis sambil duduk di samping kasur dan mengikatkan kimononya menggunakan tali asli kimononnya bukan lagi pita.


“Oh.. ngak ada jeda sih kalau ngak salah, boro-boro jeda inget juga ngak,”jawab Taca polos mengingat kebodohannya dulu meminum obat perangsang sialan itu.


Adipati yang sedang duduk disebelah Taca menatap Taca tajam, “Amore, kamu ngak inget malam pertama kita?”


Dijawab gelengan oleh Taca, gimana mau ingat. Yang dia inget hanya saat di apartemen Adipati.


“Hmm kalau udah nikah?”tanya Iis lagi.


“Oh, udah nikah? Inget lah, ngak ada jeda itu mah, kenapa?” tanya Taca penasaran, kenapa sahabatnya ini menanyakan hal tidak berfaedah kaya gitu.


“Aku bingung, tadi aku mau ngelakuin yah, tiba-tiba Juannya hilang.”


“Juan hilang?”Pekik Taca membuat Adipati yang sedang bermain handphone menatap Istrinya sambil tersenyum penuh arti.


“Iya, dia dimana yah? Emang kalau malam pertama ada jedanya?” tanya Iis bingung.


“Amore, suruh Iis cari dikamar mandi,”ujar Adipati sambil menahan tawanya, rencananya berhasil.


“Eh... Iis kata Adipati cari di kamar mandi,”ujar Taca kebingungan.


“Kamar mandi? Oh Oke..” jawab Iis sambil menutup sambungan telepon dari Taca cepat tanpa mengucapkan perpisahan saking penasarannya dimana suaminya ini.


Tok...tok...tok...


“Mas...” panggil Iis pelan.


“Yah...” berbarengan dengan suara Juan, Iis mendengar suara deburan air dari closet duduk kamar mandi.


Klik...


Iis mundur beberapa langkah dan menatap Juan yang terlihat kepayahan sambil menyentuh perutnya.


“Astaga, Mas kamu kanapa?” tanya Iis kebingungan.


“Perut aku sakit banget, astaga...”


“Kamu salah makan?”tanya Iis lagi sambil berjalan mendekati Juan, tapi...


“BENTAR YANG, DIUJUNG..!!”teriak Juan sambil masuk kembali kedalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan keras.


“Kamu kenapa Mas?”tanya Iis kebingungan.


Juan berlari ke arah closet duduk, astaga perutnya benar-benar melilit. Kenapa perutnya tidak dapat diajak kompromi. Apa yang salah dengan dirinya, padahal tadi sebentar lagi dia bisa menjebol Iis. Astaga kenapa dengan perutnya ini?!

__ADS_1


Iis yang ada diluar pintu kamar mandi hanya bisa mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Sepertinya dia harus mengenakan kembali piyama satin miliknya. Badannya tidak kuat dingin, sedangkan baju dari Cicil ini bener-benar membuat dirinya menggigil.


Iis pun mengenakan kembali baju tidurnya, dan menyimpan lingerlie di lemari pakaian dan duduk dikursi meja rias sambil mengikat rambutnya tinggi-tinggi bersiap-siap membersikan make upnya.


Klik...


Juan keluar dari kamar mandi dengan wajah pias. Mendekati Iis kemudian memeluknya. “Ya ampun, kayanya aku salah makan, Yang. Malam pertamanya nanti lagi yah. Sumpah perut aku sakit banget.”ujar Juan sambil menciumi pucuk rambut Iis.


Iis hanya tersenyum, sepertinya Juan benar-benar sakit perut. “Iya, ngak papa. Masih ada hari esok, lusa atau mungkin nanti setelah kamu sembuh, Mas,”ujar Iis memaklumi suaminya ini.


“Maaf yah,”ujar Juan.


“Iya, ngak papa Mas,”Iis memaklumi, ya kali orang sakit dipaksa untuk melakukan transfusi darah putih.


“Kamu tau aku kekamar mandi dari siapa?”tanya Juan sambil membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk.


“Tadi, aku kan bingung kamu ilang. Aku sangka kalau orang, malam pertama ada jeda gitu, nah aku telepon Taca, buat nanya, kata Taca kalau malam pertama ngak ada jeda..”


Astaga istrinya ini benar-benar polos, saking polosnya dia menelepon sahabatnya. Juan hanya bisa tertawa sambil menatap Istrinya.


“Terus, kata Adipati coba cari di kamar mandi, yah aku nurut dan ternyata bener kamu ada dikamar mandi,”jawab Iis polos.


“Adipati yang bilang kamu buat nyari aku di kamar mandi?”tanya Juan curiga.


“Iya..”


Juan langsung beranjak dari tidurnya, mengambil handphonennya yang tergeletak di nakas. Kemudian membuka kunci handphonennya dan kaget saat melihat chat dari Adipati.


-Gimana, asik malem pertamanya? di kamar mandikan malam pertama lo? Sorry yah, kayanya obat pencaharnya kebanyakan hahahahaa...


Ini pembalasan karena lo bilang gue ejakulasi dini sama ‘barang’ gue karatan, Bro...


Brakkk...


“Massss...” teriak Iis kaget saat melihat Juan menjatuhkan handphonenya ke lantai saking kagetnya dengan chat yang baru saja dia baca.


“ADIPATI...!!!!!”


•••


Kaka Gallon hanya bisa tersenyum manis 🤣🤣🤣🤣🤣


DAN MEREKAPUN MELAKUKANNYAAAAA.....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2