Water Teapot

Water Teapot
S2: Jangan deket-deket...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


“Iis...” panggil Taca dengan perasaan riang, sambil melambaikan tangannya.


“Ta, maaf telat. Tadi, Liz ngambek nggak mau dimandiin aku, dia ingin dimandiin Mas. Tapi, Masnya tadi sibuk banget,” ujar Iis sambil mendorong stroller miliknya.


Saat ini Iis dan Juan sedang mendatangi rumah Gio, Gio mengajak mereka semua untuk makan siang dirumahnya.


“Haduh ini anak Papihnya yah, Mamihnya nggak dilirik, ini mah,” ucap Taca sambil menjawil pipi Liz.


“Aku tuh cuman diangap kalau dia lapar sama mau tidur aja, selebihnya anaknya Mas Juan, aku mau gendong aja susah banget, Ta,” curhat Iis.


“Sabar, Bu. Makanya ditambahin biar banyak anaknya. Biar nggak rebutan, nih kaya aku nggak rebutan. Kafta aku pegang, Kalila sama Adipati, dan Kama sama Nonno-nya,” ujar Taca sambil menunjuk Adipati dan Gio yang sedang asik mengobrol.


“Astaga, Ta... ini anak masih tiga bulan masa mau tambah lagi, aduh...”


“Lah ini,” Taca menunjuk Kafta sambil tersenyum jahil, “Dateng disaat Kakak-kakaknya belum ada satu tahun.”


Iis menepuk pelan bahu Taca sambil berbisik pelan, “Salahkan Daddynya yang hobi transfusi darah putih sama kamu.”


Taca hanya bisa terkekeh pelan saat mendengar perkataan Iis, untuk hal yang satu itu jangan ditanya Adipati itu bisa meminta dimanapun, kapanpun, nggak ada yang bisa menghentikan Adipati kecuali Abah..!


“Udah jangan diingetin, pinggang aku sakit ini. Jompo aku tuh kalau berhadapan sama Adipati,” cicit Taca.


“Alah, jompo-jompo juga demen kan, situ,” ejek Iis sambil menggendong Liz dan duduk disamping Taca.


Taca menatap Iis sambil memicingkan matanya, “Demen?”


“Iya demen,” jawab Iis santai.


“Ih... enak aja bukan demen aku mah,” ujar Taca.


“Apa atuh kalau bukan demen?”


“Hobi aku mah, malah udah suatu kebutuhan...” ujar Taca sambil tertawa keras.


Iis yang mendengar perkataan Taca hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sahabatnya ini benar-benar sudah ketularan mesum suaminya.


“Mesum...” ledek Iis sambil mencawil perut Taca.


“Bodo...” jawab Taca sambil menjulurkan lidahnya.


Taca dan Iis menatap langit didepannya, ada perasaan lega dan bahagia dihati Taca dan Iis. Mereka tidak menyangka, mereka sudah menikah dan memiliki anak, rasanya baru kemarin mereka SMA.


“Iis, aku nggak nyangka loh, kita bisa ada diposisi sekarang,” ucap Taca.


“Posisi sekarang gimana?”


“Ya nikah punya anak, apalagi trauma aku parah dulu. Kalau aku nggak dikasih obat perangsang sama Kania, nggak bakalan aku mau dipegang Adipati,” ucap Taca lagi.


Iis kembali mengingat kejadian dimana Taca nangis-nangis dikamar mandi sampai pingsan. “Berarti kamu harus bilang makasih sama Kania.”


“Bener, nanti pulang dari sini aku bakal telepon Kania deh,” ujar Taca lagi.


“Tapi, kamu mah emang mesum. Udah nangis-nangis sampe kejer, eh... pas Adipati dateng pertama kali langsung pasrah,” ujar Iis sambil menunjuk hidung Taca.


“Hai... coba kamu liat bentukkannya suami saya, dilihat tolong, matanya astaga makjan. Gimana aku nggak ngelepek Iis,” bela Taca sambil menunjuk Adipati yang sedang mengusap bagian belakang kepalanya, benar-benar tampak maskulin.


“Hahahaa... iya iya, emang bener sih. Nggak munafik kalau aku diposisi kamu juga bakal pasrah,” Iis menatap Taca sambil mengedipkan sebelah matanya. “Suami anda memang hot...”

__ADS_1


“Terima kasih, tapi jangan deket-deket suami saya. Karena suami anda sedang murka...” ujar Taca sambil menunjuk kebagian belakang tubuh Iis.


Iis yang bingung langsung menolehkan kepalanya kebelakang, saat menoleh dia mendapati Juan sedang menatapnya dengan tajam dan menyilangkan tangannya.


“Hai Mas....”


“Hot yah Adipati?” tanya Juan sambil mengangkat salah satu alisnya.


“Hot... panas Mas, maksudnya aku hareudang, panas...” dusta Iis sambil mengibas-ngibaskan tangannya di bagian lehernya.


Taca hanya bisa menahan senyuman dan tawanya melihat ekspresi Juan yang ngambek dan Iis yang salah tingkah, karena ketahuan sedang memuji Adipati.


“Panas, panas. Genit bener kamu beneran,” protes Juan sambil mengambil Liz dari gendongan Iis.


“Ih.. nggak tanya Taca, panas kan ini, hareudang,” ucap Iis sambil menarik-narik kerah bajunya berkali-kali, sambil menatap Taca dengan tatapan ‘Bantuin-aku-please’


“Iya Ju, panas ini... ah panas banget, itu maksudnya,” ujar Taca sambil menganggukkan kepalanya.


Juan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap Taca dan Iis bergantian. “Nak, kamu kalau udah gede jangan genit kaya, Mamih kamu. Inget yah, Nak,” ujar Juan pada Liz.


“Ih... Mas mah, gitu,” rengek Iis sambil menepuk pelan paha Juan.


Juan langsung tertawa melihat exspressi wajah Iis yang mengerucutkan bibirnya.


“Udah ah, ayo kita makan, kita sebagai ibu-ibu menyusui wajib makan banyak,” ujar Taca sambil beranjak dari duduknya.


•••


“Ba... by,” ujar Kama sambil menunjuk-nunjuk pipi Liz dan tertawa pelan.


“Aoo...” Liz mengambil telunjuk tangan Kama sambil mengoyang-goyangkannya.


“Na...” teriak Kama sambil menggerak-gerakkan tangan satunya.


Iis tertawa melihat Kama dan Liz yang asik bermain berdua.


“Hadeuh... Di, anak lo bener-bener yah, kelakuannya mirip kaya lo, kagak bisa diem kalau liat yang bening,” cecar Juan sambil menatap Adipati.


“Gen...” jawab Adipati sambil menatap Juan santai.


“Jangan deket-deket heh... kalau kelakuan lo kaya bapak lo, mending jangan deket-deket ama Liz. Jauh-jauh lo sono,” ujar Juan sambil membulatkan matanya dan menatap Kama.


Adipati langsung memukul bahu Juan dengan keras saking kesalnya pada Juan, karena membelototkan matanya pada Kama.


“Oh Sh•t....” teriak Juan sambil mengusap bahunya, pukulan Adipati benar-benar keras.


“Mas...”


“Juan...”


Iis dan Taca langsung berteriak saat mendengar perkataan Juan yang kasar.


“Sorry...” jawab Juan sambil nyengir dan duduk disamping Iis.


“Kamu kalau ngomong kasar didepan Liz, sekali lagi, nggak usah peluk-peluk Liz lagi, jauh-jauh sana,” ancam Iis kesal.


“Maaf, Yang. Galak amat,” rayu Juan yang langsung mendapatkan pelototan maut dari Iis.


“Hahahaa... sudah mulai dimarahin istri?” tanya Gio santai sambil duduk dikursinya.


“Setiap hari, Pah,” ujar Adipati sambil mendudukkan Kalila ke kursi khusus bayi.


“Masalahnya Adipati suka ngaco, Pih,” ujar Taca sambil menatap Adipati dan langsung mendapatkan pukulan pelan di pahanya. Adipati melirik Taca sambil memakan kacang dan menatap Istrinya dengan tatapan paling sexy yang dimiliki olehnya.

__ADS_1


Taca hanya bisa menahan napasnya, menikah dan memiliki anak dari Adipati sama sekali tidak bisa membuat Taca bersikap biasa saat ditatap dengan mata biru milik Adipati.


“Oke, sebenernya saya ngundang kalian semua itu, saya ingin ngajak kalian semuanya,” ujar Gio.


“Ngajak ke mana Om?” tanya Iis.


Gio tersenyum manis kearah Juan, Adipati, Iis dan Taca. “Saya sudah tua, saya ingin hidup tenang di kampung.”


Taca dan Iis saat mendengarkan kata kampung, pikiran mereka langsung mengingat sawah, pohon-pohon dan sungai.


“Papah mau pulang?” tanya Adipati.


“Iya, Papah mau pulang,” jawab Gio.


“Pulang kemana?” tanya Iis kepada Juan.


“Kampung,” ujar Juan sambil memotong steaknya.


“Kampung? Dimana? Ada bebeknya nggak?” tanya Taca polos.


“Apa ada kebonya nggak?” tanya Iis penasaran.


“Hahhaaa....” tawa Gio meledak, mendengar ucapan Iis dan Taca. “Seinget Papah, nggak ada itu semuanya.”


“Ah, kampungnya nggak asik,” cerocos Taca.


“Ya udah, anterin Papah ke kampung yah,” pinta Gio.


“Boleh, tapi Iis ikut, yah,” pinta Taca sambil menatap Iis.


“Hah... aku?” tanya Iis sambil menunjuk hidungnya.


“Iya, ikut yah, please,” pinta Taca.


“Tapi....”


“Iis ikut, Amore. Semuanya ikut, bahkan Abah, Riki sama Rozak juga ikut,” jawab Adipati santai.


“Oh, yah?” tanya Taca antusias sambil menatap Gio. “Semuanya ikut?”


“Iya, Amore,” jawab Adipati.


“Semuanya ikut ke kampung Papah,” ujar Gio santai.


“Emang kampung Om Gio dimana?” tanya Iis.


“Itali...”


•••


Ngapain woi ke Itali, ikut nape Kaka Gallon...


Seumur hidup belom pernah ke Itali ini....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2