
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Iis kembali berbelanja dan memasukkan semua kebutuhannya ke dalam trolly belanjanya. Kemudian berkeliling sekali lagi untuk melihat takut-takut ada yang terlupakan.
"Tissue dapur, tissue toilet, tissue kamar, sabun, terus...."
"Aduh, gimana sih kamu kok bisa lupa tas saya, gimana kamu ini."
"Maaf, Bu.. saya ambil sekarang."
"Lah, kalau kamu ke mobil, saya sama siapa ?"
Terdengar pertengkaran kecil dilorong bagian depan, Iis melihat Wanita sepuh dan susternya, entah kenapa Iis mendekat ke arah wanita sepuh tersebut.
"Ada apa, Bu ?" tanya Iis tiba-tiba menghentikan ocehan Wanita sepuh tersebut.
"Ini, Surti lupa bawa tas saya, gimana cara saya bayar ini belanjaan saya," ujar Wanita tersebut kesal.
"Ya udah, mbaknya ambil dulu tasnya, biar saya yang jaga Ibunya disini," Iis menawarkan bantuannya.
"Bu..."
"Ya udah sana," ujar wanita tersebut.
Surti langsung pergi meninggalkan Iis dan wanita tersebut. Iis melihat isi didalam keranjang wanita sepuh tersebut, didalamnya banyak sekali belanjaan.
"Bu, Ibu mau bikin kue keju ?" tanya Iis sambil melihat belanjaan wanita tersebut.
"Iya, kok kamu tau ?" tanya wanita tersebut.
"Ibu beli keju edam masalahnya, jadi saya tebak Ibu mau bikin kue keju sama ibu mau bikin sarikaya kacang merah yah ?" tebak Iis saat melihat kelapa dan gula merah yang dibeli wanita tersebut.
"Wah kok kamu bisa tau," ujar Wanita tersebut dengan mata berbinar, baru kali ini ada yang bisa menebak apa yang mau dia masak hanya melihat dari bahan makannya saja.
"Cucu dan anak saya suka sekali kue keju dan sarikaya kacang, makanya saya mau buat tapi entah kapan mereka bisa makannya," ujar wanita tersebut.
"Kenapa ngak bisa, Bu ?"
__ADS_1
"Lia nama saya Lia, panggil Nenek aja, saya sudah 80 tahun ini," ujar Nenek Lia terkekeh.
Iis membulatkan matanya, dia tidak percaya wanita sepuh didepannya sudah berumur 80 tahun, demi apapun kalau Nenek Lia bilang umurnya 60 tahunan masih bakal banyak orang yang percaya.
"Lizbet tapi pangil saya Iis aja, Nek," ujar Iis sambil mengulurkan tangannya.
"Anak sama cucu saya itu cuman datang kalau saya ulang tahun doang, selebihnya mereka sibuk dengan dunianya sendiri, makanya saya suka kesepian dirumah. Tapi buat bunuh waktu saya sering masak kue-kue kesukaan cucu dan anak saya," ujar Nenek Lia sambil berjalan pelan.
Iis yang mengikuti Nenek Lia disampingnya hanya bisa tersenyum,"Kalau, Nenek mau. Saya bisa kok nemenin Nenek, eh... kalau Nenek mau loh, saya bisa bantu kalau Nenek mau masak apa gitu," ujar Iis sambil tersenyum.
"Bener kamu mau bantu ? Yakin ?" tanya Nenek Lia sambil menatap Iis.
"Iya, boleh. Kapan Nenek mau masaknya nanti saya ketempat Nenek," ujar Iis sambil terus berjalan pelan disamping Nenek Lia.
"Tapi, Nenek lagi ngak tinggal dirumah, rumah Nenek lagi diberesin karena Nenek mau ulang tahun sebentar lagi. Jadi rumah lagi di bersihin. sekarang Nenek lagi tinggal di rumah sewaan, kamu masih mau bantuin Nenek ?" tanya Nenek Lia penuh harap.
"Iya mau Nek, aku ngak peduli kok rumah Nenek kaya apa juga, aku iklas mau bantu," ujar Iis sambil tersenyum manis membuat Nenek Lia tersenyum senang.
"Bu, ini tasnya," ujar Surti sambil menyerahkan tasnya pada Nenek Lia.
"Surti kamu catat nomet telepon Iis, nanti saya sama Iis mau bikin kue bareng-bareng, catet yang bener nomer teleponnya," ujar Nenek Lia sambil memberikan handphonenya pada susternya.
"Baik Bu, Bu Iis nomer teleponnya berapa ?" tanya Surti, Iis langsung memberikan nomer teleponnya dengan sigap Surti menulikan nomer telepon Iis dihandphone milik majikannya tersebut, kemudian melakukan misscall pada telepon Iis.
"Iya, nanti Nenek telepon, kalau Nenek minta anter kepasar mau ? Atau beli bunga ?" tanya Nenek Lia penuh semangat.
Iis tertawa mendengar permintaan Nenek Lia, "Boleh Nek, kenapa ngak," ujar Iis.
"Wah... asik, gimana kalau kita jalan-jalan dari pagi ? Besok ?" tanya Nenek Lis bersemangat.
"Hah... besok ? Maaf Nek, ngak bisa saya kerja, gimana kalau hari minggu aja ? Saya libur," ujar Iis sambil terus berjalan disamping Nenek Lia.
"Boleh, nanti saya suruh Surti buat kirim alamat rumah saya ke kamu," ujar Nenek Lia.
"Minggu ini kan yah, saya bisa. Nanti kita masak banyak-banyak deh, Nek. Tapi kalau anak sama cucu nenek ngak ada siapa yang makan ?" tanya Iis bingung.
Nenek Lia pun mulai berpikir, benar juga apa yang dikatakan Iis, siapa yang makan kalau mereka berdua memasak banyak bahan makanan kalau tidak ada yang makan.
"Ah... nanti kita masukin ke dus-dus terus Nenek kirim aja ke tempat anak Nenek, gimana ? Ngak papa kalau masak banyak ?" tanya Nenek Lia.
"Hmmm ngak papa sih Nek," ujar Iis.
__ADS_1
"Kamu beneran ikhlas bantu Nenek ?" tanya Nenek Lia lagi.
"Hah... astaga Nek, iya ikhlas atuh, Nek. Masa aku ngak ikhlas, minggu kan Nek ?" ujar Iis meyakinkan Nenek Lia.
Nenek Lia langsung mengangukkan kepalanya ada rasa bahagia terpancar dari kedua bola matanya. Sebentar lagi dia punya teman untuk membuat kue-kue untuk anak dan cucunya.
•••
Iis yang sudah selesai berbelanja dan sudah pamit dengan Nenek Lia, saat ini sedang memesan Grab car untuk pulang ke apartemen Juan, tiba-tiba.
Titttt...
"Eh...."
Sebuah mobil Tesla berhenti didepannya kemudian seseorang keluar dari mobil tersebut.
"Mas," ujar Iis bingung sambil menghentikan pemesanan Grabcarnya.
"Udah selesai Yang ? Pulang, Yuk,"ujar Juan sambil mengambil belanjaan Iis lalu mengecup pipi Iis.
"Kamu kok tau aku disini ?" tanya Iis bingung.
"Kekuatan cinta, Yang. Dengan kekuatan cinta aku bisa menemukan kamu dimana saja dan kapan saja," ujar Juan sambil menyipitkan matanya kemudian membentuk tanda cinta ala korea menggunakan jari jempol dan telunjuknya.
Iis langsung tertawa melihat kelakuan Juan, "Aduh, Mas. Ngacooo...." ujar Iis sambil masuk kedalam mobil yang pintu mobilnya sudah dibukakan oleh Juan.
"Ngaco-ngaco juga kamu cinta 'kan," ujar Juan sambil mengerucutkan bibirnya memberikan kode pada Iis untuk mengecup bibirnya.
"Astaga... iyah tetep cinta deh, mau ngaco mau apapun juga," ujar Iis sambil mengecup cepat bibirnya Juan.
Juan tersenyum kemudian menjalankan mobilnya menembus kemacetan Jakarta.
•••
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon