Water Teapot

Water Teapot
S2: Cinta itu simple


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


“Itu...”


“Siapa yang jodohin kamu ?” tanya Iis lagi sambil mendekati Juan sambil memicingkan matanya.


Juan mundur selangkah demi selangkah kebelakang. Menghindari pandangan penuh kecemburuan dari Iis.


“Ngak ada, Yang.”


“Terus tadi ditelepon itu apa ?” tanya Iis sambil terus berjalan mendekati Juan. Siapa juga yang berani-beraninya jodohin Juan. Ngak tau apa Juan tunangan Iis, oh mungkin harus bikin acara yang disiarin satu Indonesia kali yah, biar orang-orang tau salah satu pangeran kelurga Wijaya ini punya Iis..!?


“Nenek aku,Yang. Kata dia jangan lupa pergi ke acara keluarga. Tahun kemarin ‘kan aku ngak dateng, jadi Nenek ingetin aku,” Juan benar-benar mundur kebelakang tanpa menyadari kalau dibelakangnya hanya ada tembok.


“Nenek kamu, nyuruh kamu tunangan sama siapa ?”


“Ngak ada...” dusta Juan.


Langkah Iis terhenti, Iis tau Juan berbohong. Iis memutar otaknya untuk menemukan cara agar Juan mengatakan yang sebenarnya.


“Oh, ya udah, makan yuk..” ujar Iis sambil menarik tangan Juan.


Juan kaget sekaligus bersyukur dengan perubahan diri Iis, “kamu masak apa, Yang ?”


“Yang ada aja, dibantuin Bi Sur juga. Emang Nenek kamu ada apa tadi nelpon ?”


“Nanya aku datang ke acara keluarga nggak, aku bilang aku datang. Aku mau ajak kamu juga,” ujar Juan sambil melihat makanan yang tersedia di meja makan.


Bi Sur dengan cekatan menyiapkan segalanya dimeja makan, mulai dari piring, sendok, gelas dan lainnya.


“Kenapa ajak aku ?”


“Mau aku kenalin sama Nenek,” ujar Juan sambil duduk disamping Iis.


“Kenapa ?”


“Biar mulut Nenek mingkem, ngak ngomong lagi.”


“Emang Nenek kamu kenapa, ngomong apa dia ?” pancing Iis sambil mengambilkan makanan untuk Juan.


“Banyak Yang, kaya tadi masa dia mau jodohin aku sama...”


Juan sadar dia salah ngomong, dengan cepat Juan melirik Iis yang ada disampingnya. Juan langsung mendapati Iis yang sedang tersenyum manis pada dirinya.


“Sama siapa, SA-YA-NG ?” Iis benar-benar menekankan kata sayang dengan sejelas-jelasnya.

__ADS_1


Terlihat dengan jelas Juan berusaha menelan salivanya. Cemburu Iis lebih menakutkan dari apapun, Cicil saja habis disiram air oleh Iis. Entah apa yang dilakukan Iis pada perempuan yang akan Nenek jodohkan dengan dirinya nanti.


“Ng..gak ken...al...” Juan terbata-bata menjawab pertanyaan Iis.


Iis mendekatkan wajahnya ke wajah Juan, “Yakin, ngak kenal ?” tanya Iis lagi.


Juan berdoa didalam hati semoga tidak ada ucapannya yang membuat Iis ngamuk. “Yakin, aku ngak pernah ketemu sama orangnya, Aku seminggu ini nyariin kamu, Yang.”


Plakkkk


“DAMN...!!” Juan menjerit keras saat Iis memukul pahanya, tangan Juan terkepal sempurna sambil menatap Iis dengan kesal. Iis hanya menatap Juan dengan tatapan dingin.


“Awas kalau bohong, aku cakar perempuannya nanti.”


“Cakar aja, pukul pake sutil, atau kamu jambak juga bebas. Aku dukung..!! Tapi ngak pukul paha aku juga, sakit banget, Yang. Pedih,” Juan mengelusi pahanya yang dipukul Iis.


“Hahahaa... jadi aku boleh nguyek-nguyek cewe itu, asal ngak nguyek-nguyek kamu ?”


“Iyalah, ngapain nyiksa aku, dosa apa aku. Kan aku udah nolak dia juga,” Juan membela diri, dia tidak sudi mendapatkan tindakan KDRT apapun dari Iis.


Iis menahan tawanya mendengar penjelasan Juan yang menggebu-gebu, menjelaskan semuanya.


“Awas aja kamu bilang mau nikah sama perempuan itu, kalau kamu bilang iya, aku bakal nikah sama orang lain..!” ujar Iis sambil pergi meninggalkan Juan yang bengong dengan perkataan Iis.


“Siapa ?”


“Oke cukup, aku kurung kamu..!” teriak Juan kesal sambil melempar serbet makannya dan berlari mengejar Iis yang sudah berlari menghilang kedalam kamarnya.


•••


“Dimas..” panggil Iis saat melihat Dimas berjalan di depannya.


Saat ini Iis sudah ada di rumah Sarah, bermaksud mengembalikan mobil sarah dan bersiap untuk berangkat ke Pulau Seribu.


Dimas menghentikan langkahnya melihat Iis yang sudah tersenyum manis padanya, “Eh... ada Bu Iis, udah siap ?”


“Udahlah, ngak liat gaya aku udah kaya dipantai,” ujar Iis sambil berputar pelan menunjukkan summer dress kuning yang dikenakan Iis.


Dimas tertawa melihat kelakuan Iis “Ah, Sayangnya aku masih ada kerjaan sama Abang, kamu duluan ke sana sama Sarah dan Caca.”


“Wah... nanti ada Abang juga ?” tanya Iis penasaran dengan bentuk dan rupa Abang Huang ini.


“Uncle Huang datang ?” tanya Caca tiba-tiba sambil menyeret tas Tayo miliknya.


“Wah, Caca tasnya lucu,” ujar Iis sambil melihah tas Tayo milik Caca yang sangat lucu.


“Aunty suka Tayo, aku punya selimut sama bantal Tayo juga loh, aunty nanti di sana kita bobo berdua, yah,” cerocos Caca sambil berjalan disebelah Iis.


“Kenapa ?”

__ADS_1


“Uncle Huang itu sukaaa banget jahilin aku, dia suka mindahin aku malem-malem aunty..!”


“Hah.. mindahin gimana ?” Iis makin bingung dengan manusia bernama Huang ini. Udah namanya kaya merk kue, kelakuannya juga absurd maximal. Pantesan jomblo kadaluarsa, cuman cewe sinting kayanya yang suka sama si Huang ini.


“Abang tuh jahil, jadi kadang malem-malem Caca dipindahin dari kamar Caca, keruang tengah, kedapur dan yang perah pernah dipindahin kekamar mandi..” Sarah tiba-tiba muncul dengan membawa koper miliknya.


“Kamar mandi ???”


“Iyah, tapi yah sebentar doang. Kaya dipindahin terus dibangunin gitu, jadi ngak lama Caca tidurnya. Tapi, jahilnya itu aduh, ngak paham..!” Sarah masuk kedalam mobilnya, Iis mengikuti Sarah sambil mengutuki kelakuan manusia bernama Huang ini.


“Abang tuh jahil ke Caca, dia suka anak kecil. Abang cuman senyum ke Caca doang, tapi kalau ke aku sama Dimas apalagi Papih aku, Hmm asem...! Ngak ada senyum-senyumnya, dingin banget, kulkas aja kalah sama Abang,” Sarah mendeskripsikan Abang dengan sejelas-jelasnya.


“Pantesan jomblo, Sar. Mana ada cewe yang kuat,” ujar Iis.


Sarah tersenyum pada Iis, ternyata Iis masih waras, hanya wanita somplak yang kuat dengan Abangnya itu.


“Tapi, Abang pernah tunangan 2 kali dan dua-duanya kandas. Tapi, katanya sekarang dia lagi menjalin hubungan juga.”


“Aunty, aunty... aunty kan ngak mau sama uncle Dimas, mending sama Uncle Huang,” saran Caca tiba-tiba dari kursi belakang.


Iis menolehkan kepalanya kemudian menatap gadis kecil yang duduk manis di carseat sambil memainkan boneka kelincinya. “Tapi, Aunty harus hati-hati Uncle Huang suka gigit, katanya Uncle Huang titisan singa, aummmm...”


“Aummmm...” Iis menirukan perkataan Caca sambil membentuk cakar ditangannya. Caca terkekeh melihat kelakuan Iis.


“Jadi, pilih mana Dimas atau Abang ? Nenek nunggu jawaban kamu, tau..!” ujar Sarah sambil melirik Iis dan sedikit kaget karena melihat cincin berlian sudah tersemat kembali di jarinya.


Sebelum menjawab Iis menatap Sarah, “Aku pilih tunangan aku aja, aku udah balikkan lagi. Sekarang, aku mau berjuang untuk hubungan ini, bersama-sama,” jawab Iis.


“Ha... baiklah. I am happy for you. Jangan sampai, kisah cinta kamu kaya aku. Cuman demi martabat, harga diri dan mempertahankan harta kelurga aku harus menikah dengan lelaki Bereng...”


“Sarah, ada Caca...” Iis mengingatkan Sarah.


“Sorry.. pokoknya cinta itu simple, yang bikin ribet manusia..!” ujar Sarah datar.


Iis menggangukkan kepalanya menyetujui perkataan Sarah. Semuanya itu simple, cuman kita yang bikin ruwet.


•••


Ehh kata siapa, yang bikin ruwet hidup kalian mah Kaka Gallon tau 🤣🤣🤣🤣


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2