
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please...
Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Cicil yang sedang meminum segelas martini bersama Laura sahabatnya selain Becca. Dikagetkan dengan getaran di pahanya, saat Cicil liat ternyata getaran itu didapat dari chat Adipati. Dengan cepat Cicil membuka chat dari Adipati.
- Cil bisa tolong jagain Juan? gue harus pulang, anak gue sakit. Taca panik, kalau misalnya lo nggak bisa handel banget coba kamu telepon Iis ini nomernya 0800000ngagorolong. Gue langsung ke rumah sakit masalahnya nggak ke Apartemen.
Cicil langsung membalas pesan Adipati.
- Ya udah, biar gue yang urus Juan. Semoga cepet sembuh yah, anak lo.
Tanpa menunggu lama Cicil langsung menerima balasan dari Adipati.
- Thank you, Cil.
"Laura, gue cari Juan dulu, yah."
"Ngapain? Jangan jadi pelakor deh, CIl," Laura memperingatkan Cicil.
"Aduh, nggak zaman jadi pelakor, mending gue cari yang lajang. Males gue ama yang udah punya bini, ribet."
"Terus elo ngapain nyari Juan lagi?" tanya Laura kesal karena akan ditinggal sendirian disana.
"Lo tau kalau Juan mabok bakal kaya apa? Bisa abis berapa botol dia? Terus semua laki-laki bakal di ajak berantem dan yang parahnya lagi dia bakal nyerocos terus menerus nggak pake filter," Cicil mengingatkan Laura kelakuan absurd Juan yang sudah diketahui teman-temannya.
Tanpa menunggu jawaban dari Laura, Cicil langsung berjalan mencari keberadaan Juan diantara manusia-manusia yang sedang menggoyangkan badannya dan tatapan-tatapan nakal yang menatapnya. Cicil sudah biasa berhadapan dengan pria-pria tidak waras yang bernafsu melihat dirinya, mengabaikan mereka adalah jawabannya.
Ekor mata Cicil langsung melihat Juan yang sedang menegak bacardi langsung dari botolnya dan menari mengikuti lagu, Cicil hanya biasa menggelengkan kepalanya, kebiasaan Juan tidak berubah kalau sedang mabuk.
Cicil mengambil handphone dari tasnya kemudian memesan go-food, Cicil memesan makanan yang selalu Juan makan saat sedang mabuk parah, makanan yang ada di restoran fast food yang ada di Jakarta. Setelah memesan makanan, Cicil langsung menelepon seseorang, seseorang yang lebih berhak untuk menolong Juan, seseorang bernama Lizbe Sandia Wijya.
•••
Iis yang sedang menonton film di TV, tersentak saat handphonenya bergetar dipahanya, dengan cepat Iis melihat siapa yang menelepon dirinya. Matanya menyerngit saat melihat nomer tak dikenal meneleponnya, tapi dengan cepat Iis mengangkat teleponnya cepat.
"Siapa yah?" tanya Iis.
"Iis, ini Cicil. Aku dapet nomer kamu dari Adipati. Adipati nggak bisa anterin Juan pulang, karena anaknnya sakit..."
"Hah... sikembar sakit? Sakit apa?" tanya Iis cepat.
"Nggak tau, aku nggak tanya. Tapi, ini Juan mabok parah, bisa kamu kesini jemput Juan? masalahnya Juan itu kalau mabok bisa sangat-sangat cerewet, suka berantem sama cowo," ujar Cicil.
__ADS_1
"Hah... separah itu? Aku belum pernah liat Mas Juan mabok," ucap Iis jujur.
"Selama hubungan sama kamu, Juan berubah jadi anak baik, Is. Mana pernah dia mabok, udah cepet sini. Aku shared location, yah." ujar Cicil.
"Oke aku kesana, yah," ujar Iis sambil mematikan sambungan teleponnya.
Iis langsung mengambil jaket, kunci mobil dan tasnya, kemudian berjalan keluar dari apartemennya untuk menjemput Juan.
•••
lis sampai di parkiran mobil, dengan cepat lis memarkirkan mobilnya dan berjalan mendekati Cicil yang sudah menunggunya bersama Juan di lobby club. lis Kaget melihat Juan yang sudah tergeletak dikursi. "Astaga, Mas kamu kenapa?"
"Mabok Is, Juan kalau mabok emang gitu," ucap Cicil.
"Juan nggak pernah mabok kalau sama aku, ini pertama kali aku liat dia mabok," ujar Iis sambil mendekati Juan yang sudah tergeletak tak berdaya di sofa lobby.
"Juan kalau sama kamu jadi anak baik-baik, Iis," kekeh Cicil ambil memberikan bungkusan makanan fastfood pada Iis.
Iis langsung mengambil bungkusan tersebut dan melihat bagian dalam isinya, "Hamburger?"
"Iya, Juan kalau lagi hangover kaya gini pasti akhirnya bakal minta makan hamburger, nggak taulah aneh dia. Pokoknya nanti kalau dia bilang laper-laper kamu kasih aja hamburger langsung diem dia," jawab Cicil sambil tersenyum.
Iis hanya bisa menganggukkan kepalanya, ada gunannya juga berkomunukasi dengan mantan tunangan suaminya ini. "Makasih yah, Cil."
"Sama-sama, Pak bisa tolong angkat Juan ke mobil istrinya?" tanya Cicil pada bodyguar yang ada disana.
"Bukan, Pak. Dia teman saya, itu istrinya," ujar Cicil sambil menunjuk Iis yang sedang kebingungan melihat Juan yang mabok parah Iis lebih baik merawat orang sakit stroke daripada orang mabok.
Dengan cepat para bodyguard itu memindahkan Juan kedalam mobil mini cooper countryman milik Iis, mobil yang diberikan Juan untuk Iis gunakan menggantikan mobil hyundai Atoz miliknya."Makasih yah," ujar Iis.
Cicil langsung menyelipkan 5 lembar uang berwarna pink ke tangan para bodyguar tersebut sebagai ucapan terima kasih. Dengan cepat para bodyguar tersebut mengambilnya dan berlalu dari sana.
"Bentar mobil Juan, gimana?" tanya Iis bingung.
"Sini kuncinya, besok aku anterin ketempat kamu, kebetulan aku nggak bawa mobil," ujar Cicil sambil mengambil kunci mobil dari tangan Iis kemudian melihat Iis yang kebingungan."Kamu kenapa?"
"Hah..." Iis seperti orang linglung saat ini, dia benar-benar tidak tau harus melakukan apa pada Juan yang mabuk. "Aku cuman bingung harus ngapain, aku belum pernah ngurusin orang mabok."
"Astaga, Is kamu polos banget. Udah nanti kalau sampai apartemen minta tolong satpam buat bawa badan Juan ke kamar. Sampai kamar, kamu ganti itu semua baju Juan, terus sediain air minum biasanya Juan bakal minum air putih banyak banget sambil makan hamburger. Nah, selama itu kamu dengerin aja dia ngoceh apapun juga, jangan didebat sampe Juan tidur sendiri, besoknya palingan dia bangun sambil nyengir gara-gara udah bikin kamu susah," terang Cicil sambil tersenyum manis pada Iis.
"Oke, jadi aku cukup dengerin Juan ngoceh?" tanya Iis lagi.
"Iya, dengerin aja," ucap Cicil.
"Oke, makasih Cil."
•••
__ADS_1
"Yang, Ayang..."
"Apa Mas?" tanya Iis sambil mengemudikan mobilnya dengan tenang,
"Kok, kamu ada disini?" tanya Juan sambil menatap Iis kemudian mendekati pipi Iis dan menciumi pipinya dengan beringas.
"Mas, aku nyupir ini," ujar Iis sambil medorong badan Juan pelan, bau alkohol benar-benar menyengat hidung Iis. Astaga ini terakhir kalinya Iis akan mengijinkan Juan untuk pergi ke pesta teman-temannya.
"Oh... kita di mobil? Eh... mobilnya bagus yah, siapa yang beliin coba?" tanya Juan sambil menepuk-nepuk tangannya.
Iis hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Juan yang mirip anak kecil. "Mas, ini terakhir kamu minum yah, aku nggak akan ijinin kamu minum lagi, Mas," ujar Iis sambil membelokkan mobilnya ke prkiran apartemen.
"Siap... hormat grak," ujar Juan sambil mengangkat tanganya dan memberikan sikap hormat pada Iis, Iis yang tadinya mau marah langsung mengulum senyumnya menahan tawa melihat kelakuan Juan.
Dengan cepat Iis meminta beberapa orang satpam mengangkat Juan dan membawanya kedalam apartemennya. Satpam-satpam tersebut dengan tenang membantu Iis.Selesai membantu Iis satpam-satpam tersebut langsung berlalu dari sana setelah diberi upah oleh Iis.
Dengan cekatan Iis membuka pakaian Juan yang berbau alkohol dan menggantinya dengan piayama milik Juan. Selama proses tersebut mulut Juan terus mengoceh tak henti-hentinya membuat Iis pusing.
"Mas kamu berisik, sumpah yah."
"Biarin, berisik juga kamu tetep cinta dan sayang 'kan?" tanya Juan sambil mendekati Iis kemudan mencium bibir Iis secara serampangan. Iis langsung membulatkan matanya saat merasakan aroma alkohol dari mulut Juan.
"Mas..." ujar Iis sambil mendorong Juan kesal.
"Ah... Ayang, nggak sayang aku deh,” ujar Juan sambil menepuk-nepuk pahanya.
"Yang, aku mau," Juan langsung berlari kekamar mandi.
Dan dengan suksesnya Juan memuntahkan semua isi perutnya kedalam closet duduk.
"Mas..."
•••
Cuman mau bilang, Juan itu nggak sempurna. Mabok itu udah hal wajib yang dilakukan Juan dulu.....
Ready for the Boom!?
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1