Water Teapot

Water Teapot
Taca anak saya, kok situ yang ribet.


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Neng, Taca gimana sama Adipatinya, mau nikah dimana ? Mau nikah kaya Rani ngak tuh, dibalai desa, kan keren." cerocos Ceu Ningsih sambil membenarkan tata letak kerudungnya.


'Here we go again...!' batin Taca sambil menghela napas. (Dimulai lagi)


"Eh...Neng Taca, jadi nikahnya ? Mana Adipatinya? Denger-denger Neng Taca ditinggal yah, gara-gara Adipati tau kalau Neng Taca pernah ampir di "ehem-ehem" sama Ryan," cerocos Ceu Edah tanpa Filter.


"Maksudnya gimana yah, Ceu ?" tanya Taca sambil mencoba untuk menahan amarahnya, jangan sampai sepatu hak tingginya melayang.


"Oh...itu loh, kan ada desas desus. Ngak tau dari mana..."


'Palingan dari anak, situ..!' batin Taca dongkol.


"Kalau, Adipati pulang ke Jakarta. Ngak jadi nikah sama kamu. Karena dia tau tentang kejadian waktu itu tuh..." ujar Ceu Ningsih lagi sambil mendelikkan matanya.


"Hahaaa.. ngaco, Adipati pulang ke Jakarta itu, karena banyak kerjaan. Hari ini juga bakal balik lagi kok, Ceu" bela Taca kesal dengan bibir Julid Ceu Ningsih.


"Oh, yah...kita tungguin ajalah. Kalau sampe nanti belum dateng juga yah... cukup taulah..." nyinyir Ceu Edah, sambil tersenyum penuh arti pada Ceu Ningsih.


BRAK...!


Dengan kesal Taca memukul meja rias didepannya, mengangetkan beberapa orang diruangan itu. Bahkan periasnya sampai terdiam, untungnya Taca sudah selesai di make up.


"Ceu Edah, Ceu Ningsih.. ada yang salah yah, sama kehidupan kalian berdua ?" tanya Taca geram.


"....."


Semua orang disana diam, lebih banyak kaget. Taca yang biasanya santun dan terkesan diam, tiba-tiba meledak amarahnya. Kesabaran ada batasnya, dan sabar miliknya sudah habis.


"Adipati mau nikah sama aku atau mau apapun itu bukan urusan kalian, Adipati mau nikahin aku dimanapun juga bukan urusan kalian...!! Punya mulut mending disekolahin deh." maki Taca kesal sambil membereskan perlengkapan make up-nya.


"Eh.. Taca kita berdua tuh cuman kasian sama kamu, kalau sama Adipati ini kamu ngak jadi dinikahin. Kamu mau gimana? Dikampung ini udah ngak ada yang mau bekasan Ryan dan Bule. Tau sendiri bule kehidupannya bebas. Siapa yang mau sama bekasan,hah ?" tanya Ceu Ningsih sambil menunjuk-nunjuk Taca.


Air mata Taca berkumpul di pelupuk matanya, tapi Taca berjuang untuk tidak menangis, dia tidak sudi menunjukkan air matanya pada orang-orang yang menginjak-nginjak harga dirinya.


"Ceu, aku teh punya salah apa sih, sama euceu ? Dari mulai aku kecil sampai sekarang, euce julid banget sama aku. Aku teh salah apa, Ceu ?" tanya Taca kesal.


"Ih... dibilangin, saya teh cuman kasian sama kamu, siapa yang mau sama kamu, bekasan Ryan sama Bule..."


"Urusanna naon jeung maneh ?"


(Urusannya apa sama kamu ?)


Taca langsung menoleh ke arah pintu kemudian melihat Abah, yang sedang berkacak pinggang, sambil menatap Ceu Ningsih geram.


"Eh, Kang Suhaedi..." ujar Ceu Ningsih malu-malu.


"Mau dia bekasan bule atau apapun, Taca itu anak saya, kenapa kalian harus ribet. Urusin sana, urusan kalian sendiri. Anak-anak saya yah, gimana saya aja..!" Abah menatap tajam Ceu Ningsih.


Ceu Ningsih yang dimarahi Abah langsung menundukkan kepalanya, ada rasa malu menyelusup di hatinya.


"Bah, udah yu..." pinta Taca menarik tangan Abah agar keluar dari sana.


"Ngak bisa Taca. Abah dari dulu diem aja, sabar. Berharap Ceu Ningsih dan Ibu-Ibu yang lain bakal sadar. Eh malah makin ngak jelas."

__ADS_1


"Udah, Kang. Kami minta maaf, kami gini juga karena kami peduli sama Neng Taca," ujar Ceu Edah menengahi.


"Peduli kok, bibirnya pedes...!!"


"Yah, kan kita ngak mau juga Taca jadi perawan tua. Emang ada yang mau sama bekasan orang...!" ujar Ceu Tari tiba-tiba angkat suara.


"CEU TARI...!" bentak Kang Rozak yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Abah dan Taca.


"Kalau punya mulut tuh dijaga, yah. Dibiarin ngelunjak..!" bentak Aa Riki yang juga tiba-tiba sudah ada disana.


Taca terdiam melihat Abah, Aa Riki dan Kang Rozak disana. Ada rasa senang didada Taca memiliki Abah dan kedua kakaknya yang membelanya.


"Jangan aneh-aneh, deh. Yang tau Taca itu saya, Aa Riki dan Abah. Euceu-Euceu disini mah ngak ada yang tau. Emang kenapa sih sama Taca. Sirik bilang, Boss...!" ucap Aa Riki sambil menarik Taca kebelakang tubuhnya.


"Ceu Ningsih, jangan lagi ganggu Taca, yah. Ini peringatan terakhir," ujar Abah kesal.


"Iya.. kang..." jawab Ceu Ningsih lirih.


Taca bingung kenapa tiba-tiba Ceu Ningsih menjadi lunak. Dan seperti menurut pada Abah. Padahal biasanya kalau Taca melawan, bisa-bisa Ceu Ningsih makin garang menyerang dirinya.


"Aa... kok Ceu Ningsih manut-manut aja ?" tanya Taca pada Aa Riki.


"Kamu ngak tau ?"


"Kenapa ?"


"Ceu Ningsih sama Abah itu tadinya mau nikah, tapi ngak jadi. Gara-gara Ceu Ningsih selingkuh sama bapaknya Rina."


"HAAAH ???"


"Nah, makanya Ceu Ningsih tuh, suka rada julid kekeluarga kita, lah wong dulu ngak jadi nikah sama Abah."


•••


"Abah, kata Aa Riki, Abah dulu mau nikah sama Ceu Ningsih ?"


"OHOKKK OHOKKK..." Abah yang sedang minum langsung tersedak mendengarkan pertanyaan Taca.


"Abah..Pelan-pelan ih..." ujar Taca sambil memberikan Tissue pada Abah.


"Hadeuh... tau dari mana kamu ? " tanya Abah pada Taca.


"Dari Aa Riki.."


"Aduh, si Riki, kabiasaan (kebisaan) umbar-umbar kelakuan Abah keur ngora (lagi muda)."


"Hih... jadi bener, Abah dulu mau nikah sama Ceu Ningsih ?" Taca bergidik ngeri.


"Hahahaa... iya, dulu mah geulis (cantik) Neng," ujar Abah sambil nyengir kuda.


"Idih... sekarang masih mau ? Taca ngak bisa bayangin punya Ibu, bentukkannya kaya Ceu Ningsih." ucap Taca sambil lagi-lagi bergidik ngeri.


"Hahaha ngak lah, udah peot (kurus/keriput) gitu, mending cari yang seumuran sama kamu..." canda Abah, Taca langsung membulatkan matanya mendengar candaan Abah.


"Ngaco, Abah...!!"


"Hahahaa... eh, itu si Adipati mana ? Ngak bakal kesini ?" tanya Abah.


"Dia ada rapat, Bah. Ngak tau selesainya jam berapa. Taca aja dari tadi nelponin ngak diangkat-angkat." ucap Taca sambil melihat handphonenya.

__ADS_1


Sudah beberapa kali Taca menelepon Adipati, tapi tak diangkat-angkat oleh Adipati.


Tiba-tiba rombongan pengantin keluar dari rumah Rina, mereka bersiap untuk datang berjalan kerumah Entis bersama iring-iringan marawis.


Taca dan abah langsung bediri kemudian mengikuti rombongan yang ada, sesekali Taca mendengarkan gosip Ibu-Ibu disekitarnya.


"Oh, itu yang bekasan bule ?"


"Ditingallin dong, kasian.."


"Emang ada yang mau ?"


"Ah, udah dikasih avanza 20 biji 'kan, buat uang penutup mulutnya."


"Masih gadis ngak yah ? Kasian, yah..!"


Kuping Taca langsung panas mendengarkan perkataan Ibu-ibu tersebut, rasa-rasanya Taca ingin memukuli ibu-ibu tersebut dengan tas tangannya.


"Udah biarin, Abah yakin, Adipati bakal nikahin kamu. Antep (biarin)," ujar Abah tiba-tiba sambil menggenggam tangan Taca.


"Iya, bah.."


Pada saat rombongan berjalan melintasi lapangan sepak bola milik kampung, mereka dikejutkan dengan suara sesuatu dari atas langit.


Rombongan terhenti kemudian menatap kelangit-langit, kemudian melihat helikopter berwarna orange yang terbang rendah, seperti akan mendarat dilapangan bola tersebut.


"Aduh, siapa itu Rin...?" tanya Icih penasaran.


"Apa itu punya Kang Entis ? Kang Entis ngak rela kamu jalan kali, Rin." ujar Eva sambil menatap kagum Rina, bahagia banget Rina dapet suami sekaya Kang Entis.


"Ah... iya pasti Kang Entis, itu. Maklum orang kaya," dusta Rina karena dia juga tidak tau siapa yang membawa helikopter tersebut. Tapi karena tau Taca ada dibelakangnya, rasanya dia ingin membuat Taca iri pada dirinya.


Taca hanya diam, 'bodo amat deh, mau si Entis punya truk tronton juga, ngak peduli...!!!!' batin Taca geram.


Semua orang disana terdiam melihat helikopter tersebut, mendarat dengan mulus di lapangan sepak bola desa. Beberapa anak kecil berlari-lari kesenangan melihat helikopter.



Semua orang terdiam, pada saat pintu helikopter terbuka dan menunjukkan siapa yang turun, senyuman Taca dan Abah mengembang....


"AMORE...!"


•••


Iyah sultan mah bebas, mau naik helikopter mau jalan kaki sambil kayang. Mau ngapain aja, BEBASSSS....


Rani ngak ada kapoknya ihhh...


ketauan kan kenapa Ceu Ningsih julid maksimal sama Taca, hahahahaaa...


karena abah adalah mantan terindah Ceu Ningsih.


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2