
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
“Iis...” jerit Taca keras sambil memeluk Iis yang sadang duduk di kursi sofa apartemennya.
“Apa?” tanya Iis bingunh saat mendapati Taca yang tiba-tiba ada di apartemennya tanpa ada pemberitahuan.
“Aku mau nikah lagi...!!!” teriak Taca sambil duduk disamping Iis.
Iis menjatuhkan majalah yang ada ditangannya saat mendengar perkataan Taca, kesambet apa sahabatnya ini, siang hari bolong teriak-teriak mau nikah lagi. “Kamu teh nggak lagi meriang kan?”
“Nggak Iis, aku sehat wal afiat,” jawab Taca senang.
“Kamu mau nikah lagi?” tanya Iis.
“Iya...”
“Kamu teh mau cerai sama Adipati? Mau nikah sama siapa kamu teh? Astaga Taca, maneh geuring, rek pegat maneh teh(kamu sakit, mau cerai kamu tuh)?” pekik Iis sambil berdiri dari duduknya saking kagetnya. Logat sunda Iis langsung mengalir keluar saat memarahi Taca.
“Hah...” Taca kaget dengan perkataan Iis.
“Taca nyebut kamu tuh, masa kamu mau cerai, terus mau nikah lagi, mau nikah sama siapa kamu teh?” tanya Iis sambil menguncang-guncang badan Taca dengan gemas.
“Siapa yang mau cerai, Yang?” tanya Juan tiba-tiba. Juan baru selesai memandikan Liz kaget mendengar teriakkan istrinya yang memekakkan telinya.
“Si oncom ini, si oncom ini mau nikah lagi, Mas,” ujar Iis sambil menunjuk Taca gemas. “Si oncom ini mau nikah lagi...!?”
“Hah? Taca kamu mau nikah lagi? Emang Adipati kenapa?” tanya Juan bingung, seingatnya pernikahan Adipati adalah pernikahan terbahagia yang pernah Juan liat.
“Itu... aku....”
“Taca sadar kamu teh, kurang apa Adipati? Emang dulu dia kelakuannya brengsek tiada tara alias bangsul. Hobi maen perempuan, dan pacarnya dimana-mana. Tapi, dia sekarang setia sama kamu, Ta. Kamu kenapa tiba-tiba mau nikah lagi? Ada masalah apa, sok cerita atuh," ujar Iis sambil menggenggam tangan Taca.
Juan hanya menatap Taca dan Iis sambil menggendong Liz. Dia tidak mau ikut campur dengan kehidupan pernikahan Adipati, selama Adipati tidak mengeluh dan kabur ke Alaska dan meninggalkan perusahaan, Juan akan bungkam.
"Iis, dengerin dulu, aku...."
"Ya atuh kamu teh kenapa atuh? Adipati mukul kamu?" potong Iis cepat.
"He... nggak, Adipati nggak mukul aku sama sekali," ujar Taca bingung, kenapa dengan sahabatnya ini.
"Yah, terus kenapa? Kenapa kamu mau nikah lagi, emang udah ada calonnya?" tanya Iis sambil mengusap air mata yang tiba-tiba turun dari mata kanannya.
"Lah, kamu kanapa jadi nangis gini?"
"Gimana nggak nangis, atuh. Kamu teh mau nikah lagi, gimana itu Kama, Kafta sama Kalila. Kamu teh meni egois ih, Ta," ujar Iis dengan logat sunda yang kental.
"Lizbet Sandia, siapa yang mau cerai?" ujar Taca sambil menahn tawanya dan mengusap air mata Iis.
"Kamu, kamu tadi bilang mau nikah lagi atau jangan-jangan kamu mau...."
__ADS_1
"Mau apaan?" tanya Taca bingung.
"Kamu mau poliandri?!" teriak Iis sambil menatap Taca.
"HAH," Taca dan Juan sama-sama kaget mendengar perkataan Iis. Dapat ide darimana Iis tentang konsep poliandri.
"Lo mau poliandri, Ta?" tanya Juan kaget, "emang si Adipati ikhlas?"
"Ngaco semuanya ah," teriak Taca sambil menepuk dahinya.
"Abis kamu mau apa atuh?" tanya Iis penasaran.
"Dengerin dulu makanya," pinta Taca sambil kembali duduk dihadapan Iis yang dari tadi menukar-nukar posisi duduknya dengan gelisah.
"Iya, apa?" tanya Iis dan Juan berbarengan.
"Kata Adipati, aku sama dia mau nikah lagi di Itali. Jadi, nanti itu disana aku bakal nikah ulang gitu." Taca menjelaskan sejelas-jelasnya pada Iis dan Juan.
"Lah itu, gue udah tau. Gue yang urus akomodasi tetangga lo di Citeko sana," ujar Juan santai sambil menciumi Liz.
"Jadi, kamu nggak nikah sama orang lain? Jadi, nikah lagi sama Adipati gitu?" tanya Iis lagi.
"Nggak lah, gila apa aku nikah sama orang lain, buntut aku udah tiga, udah kontrak mati aku sama Adipati, Iis," jawab Taca sambil tersenyum.
"Kamu mah, ngagetin tau. Ampir pingsan aku tadi pas kamu bilang mau nikah lagi" ujar Iis sambil mengerucutkan bibirnya.
"Nggaklah, Iis," Taca mencoba menenangkan Iis, "Aku kesini mau minta anter buat beli gaun jadi, buat nikahan aku nanti. Waktunya kan mepet jadi aku mending beli gaun jadi aja, yang bisa dibenerin dikit-dikit doang," ujar Taca.
Iis langsung menatap Juan untuk meminta persetujuan Juan, Juan membalas tatapan Iis, "Pergi aja, Yang. Biar Liz sama aku. Dia anteng kok, Asi kamu masih ada kan?" tanya Juan.
"Ya udah, ayo..." ujar Iis lagi sambil berdiri dan memberesan pakaiannya yang kusut.
"Sip, makasih Juan," ucap Taca sambil mengacungkan kedua jempolnya kearah Juan.
+++
"Itu bagus, Ta," ujar Iis sambil menatap Taca yang mengenakan dress pengantin dengan bagian belakang terbuka dan menunjukkan punggung Taca yang mulus.
"Tumben kamu bilang bagus, biasanya ngoceh-ngoceh terlalu terbuka lah, kurang bahan...."
"Kamu nikah di Itali, Ta. Nggak bakal ada yang nyiyir kali, sapa yang mau nyiyir...."
"Rina?" jawab Taca sambil terkekeh pada Iis.
"Emang bakal dateng?" tanya Iis penasaran sambil mengambil photo Taca yang mengenakan gaun pengantinnya, Taca yang mungil benar-benar cocok menggunakan gaun pengantin rancangan vera wang itu.
"Kata Adipati sih, diundang. Tapi, dateng atau nggaknya aku nggak tau. Aku nggak bisa bayangin apa yang bakal dia lakuin di Itali. Jangan bilang, di tiap inci kota dia bakal minta photo lagi," kekeh Taca sambil membayangkan kelakuan Rina yang bakal Absurd abis.
"Eh, bukannya dia punya anak yah?" tanya Iis pada Taca.
"Iya punya satu, laki-laki anaknya. Wah, jauhkan Liz sama Kalila dari anak Rina. Aku nggak sanggup ngebayangin punya besan kaya gitu," kekeh Taca sambil berputar-putar mengenakan dress pengantinnya.
"Jua bakal ngamuk kayanya, hahahaa..." kekeh Iis.
__ADS_1
Zrrrttt...Zrrrtttt....
Handphone Taca bergetar menandakan ada seseorang yang meneleponnya, Taca melirik layar handphonennya dan langsung memanggil Iis. "Iis... ini ngapain dia nelpon aku?"
"Siapa?" tanya Iis bingung.
"Ini," Taca menunjukkan siapa peneleponnya pada Iis. Iis langsung meringgis saat membaca nama di layar handphone Taca.
"Rina? Astaga panjang umur yah, dia. Coba angkat aja, Ta," ujar Iis sambil mengambil handphone Taca dan mengangkat video call dari Rina.
"TACAAAA...." teriak Rina saat Iis mengangkat video call darinya. "Eh ada kamu juga Iis, apa kabar? Denger-denger udah punya anak yah?"
"Udah, Rin," jawab Iis seadanya.
"Kapan mau anak kedua? ini aku lagi hamil anak kedua, inget banyak anak, banyak rejeki. Kamu mau suami kamu digondol pelakor? Harus bisa bahagiain suami kamu teh," cerocos Rina sambil menunjukkan perutnya yang sudah terlihat membesar.
"Si Rina, kagak robah yah, semua diomongin. Minta aku santet online," bisik Iis kesal.
"Kalau ngak nyinyir namanya bukan Rina," bisik Taca lagi.
"Eh, bilangin ke Adipati aku bakal ikut ke Itali. Tapi, aku mau akomodasi kelas pertama, Ta. Inget kelas pertama," ujar Rina sambil mengacungkan jari telunjuk tangannya.
"Eh...."
"Taca inget, suami saya teh lurah Citeko, tersohor, terkaya dan terkeren. Anak buahnya banyak, malu atuh kalau naek pesawat kelas ekonomi, mah. Pokoknya saya mau kelas ppep," pinta Rina sambil menganggukan kepalanya.
"PPEP, itu apa yah?" tanya Taca bingung.
"Itu loh, kelas yang paling spesial. Yang paling bagus aja pokokna mah," ujar Rina.
"VVIP, Taca," bisik Iis pelan, rasa-rasanya dia orang sunda juga, tapi dia masih bisa mengucapkan hurup v atau f dengan baik. Siapa bilang orang sunda nggak bisa ngomong huruf F, itu mah pitnah...!
"Iya, itu pokoknya, jangan kaya pas nikahan Iis, masa aku dapet kelas ekonomi. Malu atuh, saya tuh istrinya lu...."
"Lurah Citeko yang tersohor," ucap Taca dan Iis sambil menahan tawanya.
"Nah, itu tau. Makanya saya mau yang terbaik," ujar Rina sambil membenarkan tata letak rambutnya yang sudah di tata separipurna mungkin.
"Oke nanti aku bilangin Adipati, supaya gelar karpet merah buat istri Lurah Citeko yang terhormat," ujar Taca dengan nada sarkas dan memberikan tanda oke didepan layar hanphonennya.
"Oke sip," jawab Rina, "Udah yah, saya sibuk ini. Biasa saya ini kan istri lu..."
"Lurah Citeko yang paling sibuk didunia," jawab Taca dan Iis berbarengan.
"Nah itu tau, ya udah yah. Dah," Rina langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan cepat.
Taca dan Iis langsung saling bertatapan dan tertawa sangat keras, mengeluarkan tawanya yang paling keras yang mereka miliki, menertawakan ke absurdan Rina si Lurah Citeko yang tersohor.
+++
Buat pemenang komen bakal Kaka Gallon umumin di Ig Kaka Gallon yah, masih milih-milih ini hehheee...
Siap-siap berpetualang di indahnya Itali...
__ADS_1
Ciaooo