
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Sesampainya di Pulau Tengah, Iis benar-benar dibuat terpanah dengan indahnya tempat tersebut, ternyata ada surga kecil di Jakarta. Tidak pernah terpikirkan oleh Iis dia bisa berada ditempat seindah itu dan yang terpenting di Indonesia..!
(Buat liat tempat tinggal, pantai dan Yacht yang dipakai Iis silahkan datang ke Instagram Kaka gallon yah storyby_gallon)
“Wah, kita nginep disana ?” tanya Iis sambil menunjuk bangunan berwarna putih yang tampan gagah dan mewah didepannya.
“Yup, Nenek nyewa dari temennya. Nenek tiba-tiba ingin bikin acara ulang tahun yang sangat privat. Biasanya sih ngerayainnya gede-gedean, tapi Nenek sekarang lagi ini privat. Jadi, yah disinilah kita terdampar dipulau.”
Iis mendengarkan perkataan Sarah sambil menarik kopernya yang lumayan berat, lalu tiba-tiba ada seseorang pegawai yang membantunya membawa koper tersebut masuk kedalam villa itu.
Iis celingukkan melihat tempat tersebut, besar lebih dari cukup untuk mereka berdua. “Aku tidur sama kamu Sar ?”
“Iya, kecuali kamu mau tidur sama Abang atau Dimas,” ujar Sarah sambil mengerling nakal.
“Nooo.. mohon maaf aku masih segel,” ujar Iis sambil duduk di sofa yang empuk.
Brakkk...
Iis kaget melihat barang-barang yang terlepas dari tangan Sarah, apa yang aneh menjadi wanita yang masih disegel ? Emang ini di Amerika, yang semua wanitanya berlomba-lomba melepaskan kegadisannya diumur 18 tahun ?
“Bullshit..!!!” teriak Sarah sambil berlari kemudian meloncat duduk disebelah Iis.
“Sarah, ada Caca..”
“Ngak ada, Caca udah kekamarnya sama Mbaknya,” ujar Sarah sambil menatap Iis dengan tatapan ‘Tell me more’
“Kenapa, emang aneh ?”
“Ngak aneh, cuman kamu tinggal satu apartemen sama tunangan kamu, kamu ngak ngapa-ngapain ? Tunangan kamu impoten ?” tanya Sarah antusias.
“Hadeuh.. ya nggak lah, Mas ngak impoten,” pikiran Iis melayang pada perbuatan nakalnya bersama Juan di kamar mandi dan di mobil milik Juan, betapa menjulangnya tongkat pramuka milik Juan dan betapa lamanya Iis harus melakukan ‘hal’ tersebut sampai Juan melakukan pelepasan.
Sarah tersenyum melihat perubahan wajah Iis yang tiba-tiba merona merah. Arghh imutnya.
“Masih segel tapi udah ngelakuin aneh-aneh yah ?” ujar Sarah sambil menunjuk muka Iis dan membuat Iis makin serba salah.
“Hahahahaa....”
“Sarah udah ah, malu tau,” ujar Iis sambil menutupi mukanya.
__ADS_1
“Tapi, kamu hebat loh masih bisa segelan. Aku udah ngak segel pas nikah sama Lex,” ujar Sarah santai.
“Lex ngak marah ?”
“Marah ? Astaga buat apa, dia aja emang masih perjaka pas nikah sama aku ? Ngak Bu, sama aja,” ujar Sarah santai.
“....”
“Lex udah ngak perjaka, pacarnya banyak. Kami nikah karena keinginan Papih dan Nenek. Semua udah diatur, aku cuman tinggal datang bawa diri dan nikah. Done, selesai. Awal pernikahan happy Iis, semuanya indah. Lex lelaki yang baik tapi aku harus banyak-banyak tutup mata sama kelakuan dia dibelakang aku.”
“....”
“Aku belajar dari Mamih, Mamih bilang tutup mata dan kuping kamu, harga diri keluarga ada di bahu kamu, kamu cerai kamu mepermalukan nama keluarga. Mamih paling tau perasaan aku, Mamih udah biasa menghadapi Papih dan para gundiknya, bahkan ada beberapa yang sampai hamil, Mamih tetap bertahan, tau apa kata Mamih ?”
“Apa ?” tanya Iis pelan.
“Seorang Ratu tidak pernah berurusan dengan gundik, kasta kita lebih tinggi. Jangan kotori tangan dan hidupmu dengan gundik. Bertahanlah, jangan biarkan gundik berubah menjadi Ratu, kasta kita berbeda,” ujar Sarah sambil menahan tangisnya.
“Sar..”
“Tapi, sayangnya Ratu Sarah menyerah. Aku ngak sanggup Iis, ternyata hidup 7 tahun bersama Lex membuat aku jatuh cinta pada Lex, tapi Lex ? Hah.. dia cinta mati pada gundiknya, sakit. Ratu yang ini lengser..” ujar Iis sambil menunjuk hidungnya dan menangis di dada Iis kencang.
Sarah menangis keras menumpah kekesalannya, pedihnya dan sakit hatinya pada Lex, lelaki brengsek yang sudah mengisi kekosongan hidupnya selama 7 tahun. 7 tahun yang manis, indah namun penuh dengan tipu daya, intrik dan neraka.
“Sabar, Sar. Mungkin kamu belum dapetin seorang lelaki yang memperlakukan kamu seperti seorang ratu, yakin sama aku pasti bakal ada laki-laki yang datang dan memperlakukan kamu seperti seorang ratu. Percaya, sama aku.” Iis mengusap-usap punggung Sarah yang bergetar hebat karena menangis.
“Udah..udah...”
“Makasih yah udah mau dengerin aku, aku tuh ngak bisa ngomong sama siapa-siapa, status sosial dan nama baik keluarga menjadi taruhannya kalau aku ngomong ini sama orang lain. Temen-temen aku saat tau aku mau bercerai bukannya merangkul malah kaya yang happy gitu, seorang Sarah bisa hancur juga, mungkin itu yang mereka pikirkan,susah yah cari temen” ujar Sarah sambil mengusap air matanya dengan punggung tangannya.
Iis mulai mengerti kenapa banyak orang-orang kaya yang selalu menghabiskan uangnya untuk hal-hal semu, hal-hal yang menurut Iis tidak jelas. Ternyata dibalik itu semua ada rasa sepi dan sendiri yang mereka rasakan. Iis mungkin tidak akan sanggup menjalani hidupnya bila tidak ada sokongan dari Taca, Almarhum Tasya, Abah, Aa Riki dan Kang Rozak, tanpa mereka mungkin saat ini Iis sudah menyusul ibunya.
“Udah....udah...sabar yah, udah jangan nangis. ‘Kan sekarang ada aku, nanti kalau ada apa-apa cerita ke aku aja, aku bakal dengerin kok, nanti kita pergi bareng-bareng sama Taca juga yah, Taca orangnya asik kok,” ujar Iis sambil tersenyum manis.
“Arghh Iis kamu nikah sama Dimas aja deh, biar aku bisa bareng-bareng sama kamu, Dimas ngak ada kamu bisa nginep ditempat aku, please,” pinta Sarah yang hanya dijawab gelengan oleh Iis.
Ini kenapa sih demen amat nyuruh Iis nikah sama Dimas, kayanya bener deh kata Juan Iis harus dikasih barcode. Entah apa yang bakal Juan lakuin kalau tau omongan Sarah ini.
“Ngak perlu jadi istri Dimas buat jadi temen kamu, aku mau kok. Ikhlas. Aku bakal ada buat kamu, nanti aku minta izin Mas deh, kalau kamu mau ngobrol-ngobrol,” ujar Iis.
“Bener yah, eh ngomong-ngomong nama tunangan kamu tuh siapa sih, aku dari kemarin ngak tau namanya siapa,” ujar Sarah penasaran siapa sebenarnya tunangan Iis ini.
“Lah iya, aku belum kasih tau namanya, yah ?Astaga maaf, aku manggilnya Mas, mulu” ujar Iis sambil menjulurkan lidahnya.
“Iya.. siapa namanya ?” tanya Sarah penasaran.
__ADS_1
“Namanya Ju..”
“Bu, Caca Bu...” kata-kata pengasuh Caca menghentikan perkataan Iis.
“Kenapa ?!”
“Caca....”
•••
CACACACCACAAAAA....
ngamuk ‘kan pembaca wkwkwk..
Sabar-sabar mau ketemuannya biar heboh harus sabar.. orang sabar disayang Kaka Gallon 🤣🤣
Semuanyaaaa haii...
Kaka Gallon disini, akhirnya kaka galon punya GC, mari kita ngobrol disana..
tapi biar asik yang mau masuk ada passwordnya. Pas masuk jawab pertanyaan ini yah,
Jawab semuanya pertanyaanya
1 apa merk mobil yang sering dipakai Juan ?
2 siapa nama kucing Cicil ?
3 bahasa Italy jika kau bukan istriku, aku akan melemparmu ke sungai ?
Dan pas masuk jangan lupa intro yah, sayang-sayangku..
yuk mari kita ngobrol di GC, happy-happy yah semuanya...
Oh sama GC buat 18+ yah jangan kurang nanti sawan denger obrolan yang ada hahaha
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1
LIKE YANG BANYAK YAH, jangan lupaaa hihihihiii...