
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Taca bangun pagi-pagi sekali, saat bangun Taca bingung kenapa tidur dikamar tamu bukan dikamar Adipati. Matanya menatap sekitarnya.
"Hmmm...let's get married, Taca," ujar Taca sambil merenggangkan tubuhnya. Taca turun dari kasur kemudian membuka jendela kamar, melihat hiruk pikuk kota Jakarta, tak pernah terpikirkan di kepalanya dia akan manikah tanpa harus mengurusi segala tektek bengek urusan tentang pernikahan.
"TACAAAA..." teriak Iis sambil berlari memeluk sahabatnya dari bayi.
"Iisss... aku mau nikah...!!!" jerit Taca senang sambil melompat-lompat kecil bersama Iis.
"Iya, arghh dari kemarin aku sama Juan udah gatel pengen ngomong rencana Om Gio, tapi ngak bisa. Maaf yah..." ujar Iis sambil terus melompat-lompag bersama Taca.
"Ehh... jadi rencana pernikahan ini udah lama ?" tanya Taca sambil menghentikan lompatannya.
"Iya, sehari setelah Adipati disunat, Om Gio minta tolong Juan untuk cariin Wedding Organizer ( WO) buat ngurusin nikahan kamu. Pokoknya Om Gio bilang harus dikerjain diam-diam." Iis menjelaskan semuanya pada Taca sambil duduk di kasur.
"Pas tragedi kamu pingsan di lift, aku sama Juan udah ketar ketir takutnya kamu kenapa-napa. Tapi ya udah untung kamu sehat heheheee..." ujar Iis lagi sambil membenarkan rambutnya.
"Haduh, aku ini kaya ngak nikah, ngak ada persiapan-persiapannya. Yah walaupun Papa bilang nanti akan adain resepsi lagi, tapi kok kaya yang kurang gimana gitu, tiba-tiba nikah," ujar Taca sambil mengerucutkan bibirnya.
Taca kemudian duduk disamping Iis, lalu menunjukkan kedua tangannya, "liat tangan aku aja masih polosan, kuku aku kaya abis main pasir. Aku ngak diet sama sekali, ah tau ah..." pekik Taca kesal karena dia sama sekali tidak menyiapkan apa-apa.
"Kamu ngak gendut ih, kalau kamu gendut gajah apaan dung ?"
"Ihhh kok nyamain aku sama gajah...!" ujar Taca kesal sambil mendorong Iis.
Tok tok tok..
Ada suara ketukan diluar kamar Taca, tak berapa lama muncul kepala Juan dari pintu kamar. Sontak membuat Taca menjerit dan menarik selimut didekatnya langsung menutupi bagian dadanya yang tidak mengunakan daleman.
"Sorry, Ta. Sorry... aku cuman mau nyari Iis. Sorry..." ujar Juan menahan Tawanya.
Iis langsung berdiri kemudian menutup mata Juan dengan tangan kirinya. "Kamu tuh yah, centil amat. Ngak cukup apa liat yang punya aku, hah ???" bentak Iis kesal sambil mendorong Juan keluar.
"Hahahaa.. maaf, Yang. Ampun, cuman mau bilang ini Make Up Artistnya udah dateng," ujar Juan sambil berjalan mundur kebelakang.
"Pengantinnya dimana, mbak ?" tanya kru make up sambil melihat Juan dan Iis.
"Mbak sama masnya yah ?" tanya kru lainnya sambil menatap Iis dan Juan.
"Bukan, Taca ada didalam kamar, masuk aja mbak. Saya mau ngurus tunangan saya dulu, matanya harus dikucek rinso..!" ujar Iis sambil mendorong Juan untuk meninggalkan tempat itu.
"Kamu tuh, yah suka nyelonong aja," ujar Iis sambil mendorong Juan.
"Maaf, Yang. Kan urgent juga, aku ngak liat apa-apa kok, aku merem nih, merem" ujar juan sambil tersenyum pada Iis.
__ADS_1
"Jangan pernah liat wanita lain, Juan." Iis memperingatkan Juan sambil menepuk kedua pipi Juan lembut.
Juan menatap manik mata hitam Iis, Iis memang tidak cantik tapi demi apapun, gadis ini mengemaskan. "Ngak, aku ngak mau yang lain. Aku maunya yang ini..!" ujar Juan mantap sambil mencium bibir Iis.
Iis membalas ciuman Juan, tangannya dengan cepat mengalungkan ke leher Juan. Entah sudah ketularan mesum atau apa, tapi semenjak berpacaran dengan Juan, Iis kadang suka lupa tempat bisa bermesraan.
"Iis, Taca udah..."
Iis melepaskan ciumannya kemudian melihat siapa yang memanggilnya.
"Kang Rozak..." refleks Iis mendorong pelan badan Juan, tapi Juan tidak mundur dia malah makin mengeratkan pelukkannya pada Iis.
"Taca, Iis, hmm..." Kang Rozak kebingungan entah kenapa otaknya tiba-tiba buntu saat melihat Iis sedang berciuman dengan Juan. Tiba-tiba Kang Rozak seperti merasa ada pisau yang menancap didadanya.
"Taca di kamar, Kang." jawab Iis sambil mendorong Juan, tapi Juan sama sekali tidak mau melepaskan Iis, Juan benar-benar lengket, bahkan makin mengeratkan pelukkannya dan menyembunyikan wajahnya di leher Iis.
"Juan, malu ih... ada Kang Rozak," ujar Iis sambil mendorong tubuh Juan lembut kemudian tersenyum pada Kang Rozak.
Kang Rozak hanya bisa tersenyum melihat tingkah Juan, karena kalau boleh jujur Rozak pun akan melakukan tindakan yang sama seperti Juan, dia ingin memeluk Iis.
"Juan.."
"Aku ngantuk, Yang. Mau gini aja, salah sendiri Rozak ganggu orang pacaran," ujar Juan sambil terus memeluk Iis erat.
"Ya udah, Akang ke kamar Taca dulu, yah. Mari Juan," ujar Kang Rozak pamit dia benar-benar tidak bisa melihat Iis dan Juan yang sedang bermesraan lebih lama lagi.
"Iya, Kang.."
"Hah ? Kamu kenapa sih, Ju," ujar Iis sambil mencoba untung melepaskan diri dari Juan tapi tidak bisa.
"Manggil Rozak Akang, manggil aku nama doang," ujar Juan sambil melepaskan pelukkannya kemudian meningalkan Iis sendirian kebingungan.
"Astaga, kenapa lagi Pak Juan Wijaya ini...?!" maki Iis sambil menggaruk kepalanya kesal.
Umur Juan boleh 38 tahun, tapi kalau soal manja dan cemburu Juan paling terdepan, Iis sampai hampir menyerah menghadapi manja dan cemburunya Juan, tapi syukurnya stok sabar Iis masih sangat banyak sampai detik ini.
"Juan... hei.. Juan..." panggil Iis sambil mengejar Juan yang sudah berjalan jauh.
•••
Selama persiapan pernikahan Taca dan Adipati yang sangat-sangat dadakan Juan sama sekali tidak mau berbicara dengan Iis, jangankan mengajak ngomong, melihat mata Iis pun enggan.
"Iis ini beneran bagus ?" tanya Taca sambil melihat gaun pengantin yang melekat di tubuhnya.
Baju pengantin Taca berwarna putih bertaburkan swarovski dan brukat bunga. Baju pengantin off shoulder tersebut melekat dengan sempurna di badan Taca yang munggil, menunjukkan dengan sempurna lekukkan tubuhnya.
"Hah.. oh bagus.." jawab Iis sambil mencoba untuk fokus.
Taca menatap Iis sambil memicingkan matanya, Iis yang sudah menggunakan dress bridesmaid berwarna abu-abu.
__ADS_1
"Kenapa, Iis ?" tanya Taca sambil duduk disebelah Iis.
"Ngak kenapa-kenapa, eh kok duduk nanti dressnya kusut," ujar Iis sambil membenarkan gaun Taca.
"Kamu kenapa ?" tanya Taca lagi sambil menatap Iis.
"Ngak kenapa- kenapa, Ta.." jawab Iis sambil mengalihkan padangannya.
"Iis kamu kenapa ?" tanya Taca lagi.
Iis hanya bisa tersenyum, Iis benar-benar tidak bisa membohongi Taca, "Juan ngambek, dia ngak mau liat aku, ngobrol juga ngak mau. Juan kalau ngambek gini lama baiknya."
"Kok bisa ?"
"Tadi aku panggil Kang Rozak, Kang. Kalau kedia Juan doang, dia kesel. Padahal emang aku udah lama manggil Kang Rozak, Kang. Kenapa sih dia.."
"Cemburu, Juan cemburu. Dia taukan kamu mantan Kang Rozak. Mungkin dia cemburu," potong Taca cepat sambil berdiri kembali dan membenarkan gaunnya lalu melihat kaca didepannya, menatap refleksi dirinya. Tidak sia-sia Taca bangun pagi-pagi dan bersiap. Hasilnya tidak mengecewakan.
"Trus aku harus gimana ?" tanya Iis bingung.
"Yah kamu panggil aja dia Kang Juan, Aa Juan, Bang Juan, Mas Juan, Kak Juan, atau Kakek Juan," tawa Taca dan Iis pecah mendengar saran panggilan terakhir Taca.
"Astaga aku paling kesel kalau Juan cemburu, ribet," ujar Iis sambil berdiri disebelah Taca, dengan cepat Taca dan Iis melakukan Welfie.
"Jadi mau manggil dia apa ?"
"Ngak tau.. gimana nanti aja," ujar Iis pasrah.
"Mbak udah siap ? Sekarang kita bisa pergi ke venue," tiba-tiba salah satu kru WO memotong pembicaraan Iis dan Taca.
Taca dan Iis saling berpandangan kemudian saling tersenyum "Oke..."
"Kamu cantik Ta... Tasya pasti bakal iri sama kamu," ujar Iisa sambil mengandeng tangan Taca keluar dari kamar.
"Tasya ngak bakal iri, Is. tapi Tasya bakal ngedoain yang terbaik untuk aku," ujar Taca sambil menatap langit kota jakarta di jendela belakang kamarnya.
•••
Juan cemburu gitu tuh, langsung diem ngambek...
untung ngak kaya Adipati hobinya lempar-lempar handphone hahahahaa...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon