Water Teapot

Water Teapot
S2: Pengabdi ikan pari


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Iis menggeliat dikasurnya, merentangkan tangan dan kakinya. Seperti biasa selama di Dubai Iis selalu merasakan sesuatu di salah satu bukit kembarnya dan perutnya. Kebiasaan Juan tidur ini benar-benar membuat Iis hanya bisa tersenyum.


Zrrrttt...Zrrrtt....


Iis mangambil handphonennya kemudian melihat siapa yang meneleponnya.


Dimas


Iis bingung ngapain juga Dimas meneleponnya saat ini, Iis melirik jam di dinding jam 10.00 pagi waktu Dubai, berarti jam 7 pagi waktu Indonesia.


"Iya halo.." bisik Iis takut membangungkan Juan yang masih mendengkur lembut dibelakang tubuhnya.


"Hai, Iis.. ngak kepagian 'kan aku nelepon kamu?" tanya Dimas ramah.


Suara Dimas yang renyah langsung memanjakan kuping Iis.


"Ngak, aku lagi ngak di Indonesia jadi ngak kepagian disini mah," jawab Iis jujur.


"Kamu dimana emangnya ?" tanya Dimas penasaran.


"Di Dubai."


"Ngapain ?"


"Ngebor laut mati," jawab Iis asal.


"Muahahhaaa... wow selain psikolog kamu tukang bor juga, keren yah.." ujar Dimas sambil tertawa.


"Ada apa nelpon jam segini ?" tanya Iis cepat.


"Ngak, aku cuman mau undang kamu aja, Nenek nantikan ulang tahun kamu datang yah, nanti aku kasih alamatnya via chat. Ultah Nenek dirumah asli Nenek."


"Lah, rumah yang kemaren emang rumah-rumahan ?" tanya Iis bingung dan langsung dijawab tawa Dimas.


"Rumah kemarin itu cuman rumah sementara, yang tau rumah itu juga cuman aku, Nenek, kamu sama susternya. Kak Sarah sama keluarga aku yang lain ngak ada yang tau," jawab Dimas santai.


Iis benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran orang-orang kaya. Kebanyakan duit atau bagaimana hobi bener beli rumah dimana-mana.


"Oke, nanti kabarin aja, yah. Waktu dan tempatnya, aku pasti dateng kok," ujar Iis riang.


"Aku jemput aja gimana? Daripada kamu ribet kerumah Nenek," ujar Dimas memberikan saran, Dimas tau dengan pasti pengamanan di acara ulang tahun Neneknya akan sangat-sangat ketat.


"Ngak usah, nanti aku minta antar pacar aku aja, kamu ngak usah jemput aku," tolak Iis halus.


Dimas tersenyum miris, jiwa jomblonya meronta-ronta. Jomblo hampir 1 tahun membuat Dimas hampa. Iis bukan tipenya, tapi ngobrol dengan Iis benar-benar enak dan nyambung, hah.. andai Iis tidak punya pacar sudah Dimas pacari gadis ini.


"Ya udah, nanti aku chat semuanya," ujar Dimas.


"Sip, makasih Dimas.." jawab Iis sambil menutup sambungan teleponnya.


"Siapa Dimas ?" tanya Juan tiba-tiba di belakang kuping Iis.


"Haizzzz..." teriak Iis kaget sampai-sampai menjatuhkan handphonennya.


"Siapa Dimas ?" tanya Juan lagi sambil mengambil handphone Iis ingin mengcek nomer telepon Dimas.

__ADS_1


Dimas siapa lagi ini, siapa laki-laki yang berani menelepon Iis sepagi ini. Seingat Juan masih jam 7 pagi di Jakarta.


"Temen aku, Mas. Dia ngundang aku ke ulang tahun Neneknya, kamu nanti anterin aku yah, nanti aku kenalin sama Nenek dan Dimas," jawab Iis sambil mengambil handphonenya.


"Nenek siapa ?" Juan benar-benar tidak mengerti dengan lingkaran perteman Iis yang sangat-sangat luas, sampai ada seorang cucu nenek-nenek nelpon Iis, buat apaan coba ?!


"Nenek yang waktu itu aku ketemu di supermarket, yang aku kerumah dia buat bantuin dia bikin kue, dia punya cucu namanya Dimas."


"Terus.."


"Yah, udah gitu doang," jawab Iis menyembunyikan fakta bahwa Nenek Lia ingin menjodohkan dirinya dengan Dimas. Bisa ngamuk Juan kalau tau itu.


"Ya udah nanti kalau kamu ke sana aku anter, sekalian aku mau kasih tau si Dimas buat ngak usah nelpon-nelpon kamu lagi, kaya ngak ada kerjaan aja nelponin kamu," cerocos Juan kesal.


"Ih... orang cuman ngobrol doang, masa ngak boleh," ujar Iis.


"Ngobrol sama aku, aja. Ngapain ngobrol sama Dimas......"


Tok tok tok...


Terdengar suara ketukan menghentikan ucapan Juan.


"Iya," jawab Iis buru-buru sambil bangkit dari tidurnya.


"Iis, buka..." terdengar suara Taca dari balik pintu kamarnya.


"Kenapa Ta ?" tanya Iis saat membuka pintu kamarnya, Iis langsung melihat Taca.


"Iis, hayo kita ke The Lost Chamber Aquarium," ujar Taca.


"Ta, kemarin kan kita udah ke Dubai Aquarium and Underwater Zoo, ngapain kita ke aquarium lagi ?" tanya Iis bingung, Iis sudah merasa cukup melihat ikan. Bahkan dikamarnya pun Iis sudah melihat ikan berenang renang.


"Aku mau liat ikan pari..!"


"Iya ikan pari, lucu tau ikan pari itu..." ujar Taca sambil menepuk kedua tangannya.


"Iya..."


"Pokoknya kamu aku tunggu disana yah, bye Iis bye Juan.." ujar Taca sambil berlalu.


"Taca kesambet siluman ikan pari kayanya, Yang," ujar Juan dari balik selimut sambil tersenyum manis.


Deg...


Senyuman Juan membuat Iis tersipu, kadang Iis bingung kenapa pacarnya bisa seganteng ini diusianya yang tidak muda lagi. Om Om ganteng kalau kata rekan kerjanya.


•••


Iis terdiam melihat keindahan aquarium besar tersebut. Dengan cepat dia menarik tangan Juan dan berlari sambil menunjuk ikan-ikan yang ada.


Juan hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Iis yang menunjuk-nunjuk semua ikan-ikan disana, Juan mulai berpikir mungkin pacarnya ini sudah ketularan Taca yang kesambet siluman ikan pari.


"Baguskan ikan parinya," tiba-tiba Taca berkata di dibelakang Iis dan Juan.


"Taca.. iyah ini ikan parinya bagus, heheee..." jawab Iis jujur.


"Juan, angkat Iis. Aku mau photo kalian berdua..." perintah Taca tiba-tiba.


Juan dengan sigap langsung mengangkat tubuh Iis. Iis langsung tersenyum melihat Juan.


Klik...

__ADS_1



(Photo hanya ilustrasi...)


"Arghh lucu," pekik Taca bahagia saat melihat hasilnya dan menunjukkan kepada Iis, Iis tersenyum melihat hasilnya siluet tubuh Iis dan Juan benar-benar bagus.


"Sini aku photoin kamu," kata Iis lalu mengambil kamera Taca kemudian menyuruh Taca berdiri di suatu tempat.


Klik...



(Ini hanya ilustrasi gambar didapat di Ig)


"Wuaaahhh kamu pas banget moto aku bareng ikan pari, astaga Daddy liat ini ikan parinya lucu hihihihihiii..." ujar Taca yang entah kenapa tiba-tiba menjadi pengabdi ikan pari, untung aja Taca ngak bikin sekte menyembah ikan pari..!?


Adipati tersenyum melihat hasil photo Iis, "Bagus, Is. Pas banget itu ikan parinya," ujar Adipati yang sudah kenyang mendengarkan celotehan Taca tentang ikan, dari ikan mas, ikan pesut sampai ke ikan pari.


"Aku gituloh," ujar Iis sambil tersenyum.


Iis dan Juan memisahkan diri dengan Adipati dan Taca yang masih berphoto dan membicarakan tentang perbedaan Ikan pari janda dengan duda.


"Yang, kita pergi ke suatu tempat yuk," pinta Juan.


"Mau kemana, Mas ?"


"Kamu ngak takut ketingian 'kan ?" tanya Juan sambil menarik Iis dan melirik Adipati. Adipatu hanya melambaikan tangannya sebagai balasan untuk Juan.


"Ngak, tapi ini mau kemana dulu," ujar Iis penasaran, dia tetap mengikuti Juan.


"Ikut aja, kamu pasti suka..."


"Kemana sih ?!" tanya Iis kesal sambil masuk kedalam mobil yang sudah disediakan di lobby.


"Ini mobil siapa ? Siapa yang nyupir ?" tanya Iis lagi bingung karena tidak menemukan siapa yang menyupir mobil tersebut.


"Mobil hotel, aku yang nyupir... ayooo..!!"


"Iya, bentar. Mau kemana ?" tanya Iis lagi dan lagi-lagi hanya dijawab cengiran oleh Juan.


•••


Kemana ini mau dibawa kemana ?


Ya udah tunggu aja besok yah... hehehee...


Selamat tahun baru semuanya...


moga ditahun 2021 ini kita selalu sehat dan diberikan banyak-banyak rezeki ❤️


Tetep sehat semuanya, yang sakit ayoo semangat pasti sembuh...


Moga tahun 2021 CORONA HILANG, hore...!!!


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2