Water Teapot

Water Teapot
Rusuh...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"BULEEEEE...." teriak Abah memanggil Adipati.


"Adipati, kamu dimana, Nak.." panggil Gio sambil menelusuri lorong di apartemen Adipati.


Taca langsung menendang tubuh Adipati, meloncat turun dari meja, berlari dengan cepat kedalam kamar Adipati. Sedangkan Adipati menaikkan celananya, mengenakan kemejanya dan mengancingkannya dengan asal.


Adipati melihat, pakaian dalam Taca di lantai, dengan cepat Adipati memasukkan pakaian dalam taca kedalam panci di atas kompor induksi miliknya. Adipati langsung mencuci tangan dan wajahnya dengan cepat, merapihkan rambutnya.


"Buleee... gelap amat rumah kamu," ujar Abah saat melihat Adipati yang sedang berdiri di samping wastafel.


"Abah, kok bisa disini ?" tanya Adipati berjalan mendekati calon mertuanya.


"Yah, bisalah... ini teh apartemen ? Meni gede gini..!" ujar Abah sambil berjalan mendekati jendela yang menyuguhkan pemandangan kota Jakarta.


Kang Rozak dan Aa Riki mengekor dibelakang Abah berjalan melihat keindahan kota Jakarta, mereka benar-benar tidak memperhatikan penampilan Adipati yang acak-acakan. Hanya Gio yang menatap Anaknya dengan senyuman .


"Nyaris ?" tanya Gio


"So close, Pa. andai aku ngak matiin lampu, mungkin aku sudah di rebus oleh Abah," ujar Adipati sambil mengusap rambutnya.


"Panggil Taca, ada yang mau kami bicarakan." ujar Gio sambil menyentuh bahu Adipati.


"Oke..."


•••


"Neng, kamu tingal disini ?" tanya Abah bingung kenapa Taca bisa ada di apartemen Adipati.


"Ngak, Bah. Itu...itu..." Taca berjuang mencari alasan sambil menatap kedua kakaknya meminta bantuan. Kang Rozak dan Aa Riki hanya bisa menahan tawanya melihat Taca yang kebingungan.


"Itu naon ?" tanya Abah sambil menatap Taca.


(Itu apa ?)


"Itu... itu..."


"Saya yang minta Taca nginep disini malam ini, Bah. Karena, besok kan mau acara, biar gampang kan, Bah," jawab Gio cepat, Taca langsung tersenyum pada calon mertuanya itu.


"Oh iya juga sih, ya udah kita juga nginep disini aja atuh, Zak, Ki..."


"Siap, Bah." jawab Kang Rozak dan Aa Riki berbarengan.

__ADS_1


"Bentar emang acara apa ?" tanya Taca dan Adipati berbarengan.


"Abah mau jelasin atau saya ?" tanya Gio sambil menatap Abah.


"Saya aja, jadi gini. Abah, teh was was di kampung. Abah takut ini bule mesum ngak kuat iman, Abah ngak mau Taca kamu hamil duluan. Ih amit-amit. Abah pokoknya sampai ngak bisa tidurlah mikirinnya juga. Jadi Abah sebulan yang lalu ngobrol lah sama Gio. Kata Gio nikah kalian dicepetin aja. Yang penting Sah dulu, tadinya Abah ngak papa cuman nikah siri dulu, tapi Gio keberatan katanya udah sekalian nikah negara juga. Jadi Abah sama Gio udah ngurus semuanya. Besok kalian nikah yah. Abah jantungan ini, kalau inget Taca cuman berdua doang sama si bule mesum ini," cerocos Abah panjang kali lebar sama dengan tinggi (udah kaya rumus bangun ruang *author).


"Maksudnya ? Taca nikah besok ?" tanya Taca bingung, tiba-tiba disuruh nikah.


"YES, FINALLY I MARRY YOU, AMORE...!" Teriak Adipati sambil menarik Taca kepelukannya dan bersiap untuk mencium bibir Taca.


"IHHH ....Bule mesum, gilaaaa...! Can sah, sabarrr sateh...!" jerit Abah sambil memukuli Adipati dengan korannya.


"Awww Abah sakit, Bah..." ujar Adipati sambil melepaskan Taca dari pelukkannya.


"Kalakuan...!" teriak Abah kesal.


"Udah... ih.. udah ini teh jadinya gimana ? Taca nikah besok ? Emang udah disiapin acaranya ?" tanya Taca bingung.


"Udah, semua udah di siapin. Warga Citeko juga udah datang, mereka nginap di Hotel tempat kamu nanti melakukan pernikahan," Jawab Gio.


"Terus baju, semuanya ?" tanya Taca bingung, pernikahan macam apa ini ?.


"Udah, pokoknya besok kamu tinggal datang aja, Ta. Ini cuman acara kecil, hanya mengundang beberapa undangan saja. Karena nanti kan kita bakal bikin pestanya 6 bulan lagi. Nah pada saat pestanya itu kamu bisa menyiapkan dan memilih tema acaranya. Acara besok pure hanya akad nikahnya saja. Papa takut kamu sadar kalau anak Papa ini brengsek terus ningalin, Adipati. Jadi lebih baik kalian menikah dulu saja," canda Gio sambil tersenyum pada Taca.


"Kalau udah nikah, Abah ngak akan sambit aku pake koran lagi 'kan kalau aku cium Taca ?" tanya Adipati sambil menatap Abah.


"Yes... aku sih Yes nikah besok..!!" ujar Adipati sambil tersenyum pada Taca.


"Ta.." tanya Gio dan Abah meminta persetujuan Taca.


"Ya udah, iya, besok aku nikah..." jawab Taca pasrah, pernikahan macam apa ini ?.


Semua orang disana langsung menunjukkan wajah yang berbahagia.


"Tapi..."


'Apalagi...!?' batin Adipati kesal, entah kenapa Taca sangat sulit untuk diajak menikah.


"Besok Iis sama Kania ada kan ?" tanya Taca sambil menatap Abah, Taca tidak mau hari bahagiannya tidak ditemani oleh kedua sahabatnya.


"Papa.. sudah mengundang mereka dan beberapa orang dikantor." ujar Gio.


"Oke..."


Semua orang disana mulai mengobrol membahas apa yang harus dilakukan esok hari, Adipati bertanya tentang berkas-berkas yang harus disiapkan, tapi semuanya sudah diurus Gio. Adipati dan Taca besok hanya tinggal datang saja.


Taca yang kecapaian karena pulang dari Mall bersama Iis kemudian digempur habis-habisan oleh Adipati tadi, tanpa terasa tertidur dikursi.

__ADS_1


"Lah, si Neng malah tidur," ujar Abah sambil mendekati Taca yang tertidur pulas di kursinya. Abah langsung memeluk Taca bermaksud untuk mengendong Taca kemudian membawanya ke kamar, tapi..


"Aduh...alah..alah..."


"Kenapa Bah ?" tanya Adipati dan Kang Rozak berbarengan.


"Aduh, encok Abah kumat...astaga ini kumat beneran," ujar Abah sambil memeganggi pinggang Abah.


"Aduh, Abah udah tau Taca berat, masih aja sosoan mau ngangkat," ujar Aa Riki sambil mengurut pinggang Abah dan menyuruh Abah untuk duduk.


"Abis, kasian kalau si Neng tidur disini," jawab Abah sambil mengelus-elus pinggangnya.


"Ya kan, Abah tuh udah tua, udah aki-aki..."


"Eh.. enak aja, kalau si neng Taca udah beranak baru tah Abah jadi Aki, sekarang mah masih muda tau..." cerocos Abah sambil memelototkan matanya Pada Aa Riki.


"Udah sini sama Akang, aja digendongnya," ujar Kang Rozak sambil berancang-ancang untuk menggendong Taca.


"Sama saya aja, Kang.." ujar Adipati sambil berdiri bersiap untuk menggendong Taca, perkara mudah untuk dirinya menggendong Taca.


"OH TIDAK BISA..." ujar Abah, Kang Rozak dan Aa Riki berbarengan.


"Besok aja, sabar. Belum SAH...!!" ujar Kang Rozak sambil mengangkat Taca dengan sekali ayunan. Kang Rozak mengangkat Taca dengan gaya bridal Style.


Adipati hanya bisa menghela napasnya, entah apa nasibnya kalau seandainya mereka bertiga tau apa yang baru saja Adipati dan Taca lakukan tadi, bisa habis Adipati di amuk.


"Kamarnya disana, Rozak," ujar Gio, alih-alih menunjukkan kamar yang biasa Taca dan Adipati tempati, Gio malah menunjuk kamar Tamu.


"Pa..kamar Taca bu.."


"Kamu mau disembelih mertua kamu ?" tanya Gio sambil menahan tawanya.


Adipati hanya bisa tersenyum simpul, rasanya dia ingin cepat-cepat hari esok, akan Adipati suruh penghulunya berteriah SAH sekencang-kencangnya...!


•••


Menuju SAH Adipati-Taca heheheee...


Sabar yah masih ada bab selanjutnya heheheee....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2