Water Teapot

Water Teapot
Mencuri waktu


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Sesampainya dirumah Adipati langsung mandi, Taca dengan sigap menyiapkan baju Adipati kemudian menyimpannya di kasur.


"Amore... Amore..."


"Iya."


"Handuk aku, tolong."


Dengan cepat Taca mengambil handuk kemudian memberikannya pada Adipati. Saat tangannya mengulurkan handuk kebalik pintu. Tangan Taca ditarik oleh Adipati, membuat Taca masuk kedalam kamar mandi.


Klik


Adipati langsung mengangkat tubuh Taca kemudian menghimpitnya kedinding kamar mandi yang dingin, refleks Taca membelitkan kakinya pada Adipati.


"Di, mau apa ?" tanya Taca bingung sambil menahan napasnya, suhu tubuh Adipati yang dingin bersentuhan dengan suhu tubuh Taca benar-benar memberikan sensasi yang berbeda.


"Let's do it quickly, Amore," ujar Adipati sambil mencium leher Taca, menggesekkan pipinya dan bibirnya keleher Taca membuat Taca mencengkram bahu Adipati.


"Di, nanti ada..."


"Amore.."


"Hmmm..." jawab Taca yang sedang menstabilkan napasnya.


"Kamu senam kegel yah, sempit amat ?" tanya Adipati polos.


Pupil mata Taca langsung membulat mendengar pertanyaan Adipati, mukanya memerah.


"Astaga Diiii, ngak ada pertanyaan lain apa ?" ucap Taca sambil memukul bahu Adipati kesal.


Dan mereka melakukannya...


•••


Taca dan Adipati dengan cepat berpakaian, Taca tidak mau ada yang memergoki apa yang baru saja mereka lakukan. Bisa abis dia di murkai Abah dan kedua kakaknya.


"Di, aku tunggu diluar yah."


"Mau kemana ?" tanya Adipati sambil memeluk Taca dari belakang.


"Ke...luar..." jawab Taca terbata-bata.


"Hmmm..." Adipati menghisap wangi tubuh Taca. Taca berjuang keras untuk berdiri tegak, kakinya hampir lunglai menerima serangan dari Adipati.


"Di..."


TOK TOK TOK TOK


Taca langsung melepaskan diri dari pelukkan Adipati.


"Iya, sebentar..." ujar Taca sambil membenarkan dressnya, kemudian berjalan kearah pintu.


"Hei..." Adipati menarik tangan Taca membuat Taca jatuh kepelukkannya, dengan cepat Adipati mencium Taca.


"Di..."


"Bayaran buat tadi pagi heheee.." kekeh Adipati mengingat kejadian pagi tadi.


Tawa Taca pecah mendengar ucapan Adipati.

__ADS_1


•••


"Iya..."


Taca membuka pintu kemudian kaget dengan lelaki dihadapannya.


"Hei Taca.."


"Hei Entis." jawab Taca sambil tersenyum.


"Aa Rikinya ada ?" tanya Entis sambil memberikan senyuman terbaiknya, berusaha untuk membuat Taca terpesona.


"Oh belum pulang, mau nunggu ?" tanya Taca cuek.


"Boleh, boleh saya masuk kedalam ?" tanya Entis.


"Iya masuk aja."


Saat Entis masuk kedalam ruang tamu, Adipati keluar dari kamar.


"Siapa ?" tanya Adipati pada Taca.


"Entis, Di. Nyari Aa Riki." jawab Taca dingin.


"Oh... hai, Adipati tunangan Taca," ujar Adipati sambil merengkuh Taca erat-erat membuat senyuman Entis buyar.


Entis langsung menatap kearah lain, entah kenapa ada rasa panas didada Entis, rasa cemburu menggerogoti dirinya. Entah kenapa sampai sekarang rasa cintanya malah makin subur pada Taca.


"Entis."


"Oh... saya sama Taca kebelakang dulu, yah. Ngak apa-apakan ditinggal ?" tanya Adipati, tanpa menunggu jawaban dari Entis, Adipati langsung mendorong Taca masuk ke arah dapur.


Di dapur Taca langsung mengambil gelas, Taca mau membuatkan minuman kopi untuk Entis.


"Lagi apa kamu ?"


"Kenapa, Di ?"


"Kasih air putih aja, ngak udah cape-cape bikinin minuman buat si Entis," ujar Adipati sambil menciumi tangan Taca.


"Iya udah air putih aja," ujar Taca mengalah sambil mengecup bibir Adipati dengan cepat.


Setelah membuat air putih, Taca langsung keluar bermaksud untuk menyajikan minuman untuk Entis. Betapa kagetnya Taca saat melihat Rina sudah duduk manis disana bersama Aa Riki juga Entis.


"Oh Aa udah pulang, ada Rina juga..." ujar Taca basa basi.


Taca menatap Aa Riki dengan tatapan 'kenapa itu makhluk astral ada disini?' pada Aa Riki, kemudian dijawab Aa Riki dengan menaikkan bahunya.


"Aku kebelakang dulu , yah. Mau ambil minum lagi," ujar Taca.


Taca berjalan cepat kedapur, saat didapur Taca melihat Adipati sedang melakukan meeting online dengan Handhika Jahja direktur Shopee Indonesia.


Taca memberikan bahasa isyarat pada Adipati, bahwa dia akan membawakan minum untuk Aa Riki kemudian kembali keruang Tamu, Adipati hanya menjawab dengan senyum lalu melanjutkan kembali meetingnya.


•••


"Taca, calon suami kamu mana ?" tanya Rani.


"Ada didalem lagi meeting online." jawab Taca ketus.


"Jadi, gimana Entis. Jadi hari jumat acara KB gratis untuk warga Citekonya ?" tanya Aa Riki.


"Makasih minumnya, Ta." ucap Entis mencari perhatian Taca.


"Sama-sama Ntis." jawab Taca

__ADS_1


Tiba-tiba Rina mengalungkan tangannya ke tangan kanan Entis sambil melihat Taca dengan tajam. Taca yang ditatap oleh Rina hanya melengos.


"Jadi, malah nanti bakal ada Bapak Gubernur Ridwan Kamil, Rik." ucap Entis dengan senyum jumawa.


"Hah... aku bisa photo dan duduk bareng sama Pak Ridwan Kamil dong, aku kan calon ISTRI kamu." ujar Rina heboh sambil mengelayut manja di tangan Entis, tak lupa sedikit lirikkan sinis pada Taca.


Taca cuman diam melihat tingkah calon PASUTRI didepannya. 'bodo amat mau ketemu Bapak Ridwan Kamil, kek, mau ketemu Ade londoh kek. BODO AMAT.' maki Taca didalam hati.


"Wah, berarti harus sempurna dong acaranya. Butuh relawan buat acara KB nya ngak ?" tanya Aa Riki pada Entis.


"Butuhlah, tau sendiri Ibu-Ibu kalau udah selesai di KB spiral harus digendong kan." ujar Entis.


"Berarti saya harus kerahkan pemuda karang taruna, oke..oke bisa diatur. Acaranya hari jumatkan biar saya koordinasikan." ujar Aa Riki.


Tiba-tiba Adipati masuk keruang tamu dan duduk disebelah Taca.


"Dari mana, Adi ?" tanya Aa Riki.


"Ada meeting sebentar, Rik." jawab Adipati sambil menggeser tubuhnya mendekat pada Taca.


Entis yang melihat hal tersebut lagi-lagi terbakar cemburu. Entis langsung membenarkan posisi duduknya, sedikit menjauhkan dirinya dari pelukkan Rani.


"Kenapa Kang ?" tanya Rani bingung, kenapa Entis mengeserkan tubuhnya menjauh dari dirinya.


"Panas, Ran. Geser," pinta Entis.


"Geser sana ke bulan," bisik Taca kesal, entah kenapa Taca merasa kesal pada Rina, bukan, bukan karena Rina akan menikah dengan Entis. Tapi sikap sombong Rina benar-benar membuat Taca kesal.


"Kamu, kenapa sih ?" tanya Adipati sambil berbisik.


"Ngak kenapa-napa," bisik Taca lagi.


Entis yang berpersepsi bahwa Taca cemburu pada Rina, karena Rina akan menikah dengan dirinya langsung merasa bahagia. Senyuman manis langsung terukir di wajahnya.


"Adi, kamu mau jadi relawan buat nanti ibu-ibu KB ?" tanya Aa Riki.


"Kapan ?" tanya Adipati.


"Jumat, bisa ?" Tanya Aa Riki.


"Bisa, siang 'kan ? Kalau malam saya ada meeting online lagi masalahnya," ujar Adipati.


"Pagi sampai sore lah, Di. Bisa ?"


"Oke, bisa." jawab Adipati.


"Kamu yakin, Di ? Capek loh." ujar Taca sambil mengoyangkan bahu Adipati.


"Wah, kalau Adipati ikut pasti sangat membantu. Taca kamu juga bisa ikut kok, bantu-bantu." tiba-tiba Entis memberikan ide.


"Ehmmm ya udah deh aku ikut, tapi aku ajak Iis yah," Taca berkompromi, kemudian dijawab anggukan oleh Entis.


•••


Maaf yah, part ini ngak penting hahahaaa...


Pemanasan dulu pemanasan heheheeee...


Aku mau nanya ada yang kangen Becca ngak sih ? Hahahahaaa


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2