Water Teapot

Water Teapot
S2: Kucing kampung...


__ADS_3

“Ngapain sih lo ke Italia bawa-bawa kucing?” tanya Becca kesal saat melihat Cicil sedang menciumi kucing miliknya.


“Kasian, Bec. Dirumah nggak ada yang ngurus, mending gue bawa aja,” jawab Cicil santai, bukan perkara sulit bagi dirinya untuk membawa kucinh kebelahan dunia manapun di bumi ini.


“Astaga, mana kucing kampung pula. Aku sangka kamu tuh bawa kucing british shorthair atau minimal anggora gitu. Lah, ini malah kucing kampung,” decak Becca kesal.


“Gue suka yang kampung-kampung,” jawab Cicil ngasal sambil menciumi kucing miliknya. Entah sejak kapan dia tiba-tiba mencintai kucing kampung yang ditolongnya bersama Riki dulu.


Cicil dan Becca saat ini sedang duduk manis di salah satu kursi yang menghadap danau. Angin musim panas Italia mempermainkan rambut mereka berdua.


Becca yang sebenarnya tidak diundang ke acara tersebut, datang atas permintaan Cicil. Cicil menjadikan Becca plus one-nya. Sebenarnya, didalam hati kecilnya dia takut juga bila bertemu Adipati. Peristiwa dahulu di Singapura benar-benar membuat Adipati ngamuk.


Ayahnya sampai memaksanya menikah dengan seorang pengusaha di Kalimantan dan detik ini dia sudah menikah dengan pengusaha itu. Pengusaha itu tidak ganteng dan gagah seperti Adipati. Tapi, suaminya itu sangat baik dan perhatian pada dirinya. Romantisnya tidak ada dua.


Becca benar-benar menikmati kehidupan perkawinannya. Walau dijodohkan, sepertinya dia cukup beruntung mendapatkan suami yang baik.


“Cil, gue takut di gebukkin Adipati. Lo tau sendiri gue banyak dosa ama Taca,” ucap Becca sambil melirik kanan dan kiri, Becca benar-benar parno.


Cicil menjulurkan lidahnya, “Lo sih bikin acara culik-culik segala. Untung Tacanya nggak sampe diperkosa. Kalau sampai diperkosa udahlah, Ambyar.”


“Bukan Ambyar lagi, nggak punya muka aku tuh buat ketemu mereka. Beneran, dosa aku banyak banget, yah,” ucap Becca sambil membenarkan posisi rambutnya yang tertiup angin.


“Mau minta maaf ke mereka nggak?” tanya Cicil sambil mengayun kucingnya seperti mengayun bayi.


“Ketemu mereka?” tanya Becca ketakutan.


“Iya, mau nggak? Taca baek kok,” ucap Cicil sambil menatap Becca.


Becca mengigit bibir bagian bawahnya, berpikir sebentar. Dia benar-benar menyesal dengan segalanya. Dia mau meminta maaf pada Taca. “Oke, tapi ke Taca aja,yah.”


“Oke...”


•••


Taca sedang asik berbincang dengan Iis saat pintu ruangan diketuk pelan. Mereka berdua saling tatap, rasanya hari ini benar-benar padat. Waktu berlalu dengan sangat-sangat cepat, membuat mereka berdua seperti dikejar waktu.


“Iya,” jawab Taca pelan, “masuk.”

__ADS_1


Saat pintu dibuka masuklah Cicil dan....


“Ngapain unggas sialan itu disini?” tanya Taca sambil mengambil sepatunya bersiap untuk melemparkannya pada Becca.


“Siapa yang undang unggas? Siapa?” tanya Taca kesal. Mata Taca langsung mencari dimana handphonennya berada. Dia benar-benar ingin menelepon Adipati dan mencacinya dengan semua kata di kebun binatang. Maksud dan tujuan suaminya itu apa? Kenapa harus ada unggas diundang.


“Sabar, Taca. Adipati nggak ngundang Becca kok.” Cicil berusaha untuk menenangkan Taca yang tampak siap ******* Becca.


“Terus kenapa itu unggas ada disini?” tanya Taca kesal.


“Aku yang bawa dia, dia plus one aku. Aku nggak mungkin kesini sendirian ‘kan. Kamu mau liat aku depresi?” tanya Cicil sambil menurunkan Geulis dari pangkuannya.


“Depresi gimana?” tanya Iis.


“Kalau Riki kesini bawa pacar atau bawa siapa gitu. Terus aku sendirian, aku bisa semaput, Is,” ucap Cicil sambil mendekati Taca dan Iis.


Becca yang berdiri dibelakang Cicil hanya mampu menatap takut-takut pada Taca yang masih memegang sepatunya. Becca ngeri melihat hak sepatu milik Taca yang lumayan runcing.


Taca menurunkan sepatunya perlahan sambil menghela napas keras. “Terus, mau apa kesini? Mau ngerebut Adipati lagi? Mau nyuruh orang buat perkosa aku lagi, hah?” tanya Taca kesal.


“Aku mau minta maaf,” cicit Becca.


“Mau minta maaf, Ta,” ulang Becca dengan suara lebih keras dari tadi.


Taca kaget dengan perkataan Becca, apa kupingnya tidak salah dengar. Unggas sialan ini mau meminta maaf pada dirinya? Sepertinya hari ini akan ada hujan badai.


“Nggak salah?” tanya Taca seraya berdiri dan mendekati Becca yang sudah berjalan mendekati Taca.


“Nggak, nggak salah. Aku mau minta maaf, aku banyak salah sama kamu,” Becca menggenggam tangan Taca lembut.


Taca mengerjapkan kedua matanya berulang kali. Wah, sepertinya bakal hujan besar hari ini, seorang Becca Nata meminta maaf pada dirinya.


“Kamu, nggak lagi sakit panas ‘kan?” tanya Taca.


“Nggak, aku nggak sakit panas. Ini aku tulus ikhlas, Ta. Aku tau aku nggak pantes dapet maaf kamu. Tapi, setidaknya aku mencoba,” ucap Becca sambil tersenyum manis.


“Kamu nggak bakal ganggu aku lagi?” tanya Taca, sifat Taca yang tidak mau mencari ribut benar-benar membuat dirinya cepat memberikan permintaan maaf pada siapapun juga.

__ADS_1


“Nggak, aku udah nikah. Aku udah bahagia sama suami aku dan aku ingin kamu bahagia juga, Ta,” ucap Becca sambil mengusap air matanya.


Becca tiba-tiba menitikkan air matanya, kebodohannya dulu benar-benar membuat dirinya merasa sangat bersalah. Ditambah, Taca ternyata bukan pribadi yang menyebalkan.


“Ya udah, aku maafin kamu, tapi jangan deket-deket Adipati yah. Radius 100 meter gitu atau 200 meteran gitu,” ucap Taca sambil menatap aset milik Becca yang benar-benar mampu menggetarkan pria manapun yang melihatnya.


Becca tertawa pelan, “Hahaha... nggak usah khawatir. Adipati kayanya udah cinta mati sama kamu,” ucap Becca.


“Ini.” Becca menunjuk bagian dadanya, “nggak bakal bisa bikin Adipati ngelirik aku lagi.”


“Syukurlah...” ucap Taca sambil mengepalkan tangannya diudara.


“Hahaha... kalau nggak kamu operasi aja di Korea, Ta. Biar gede,” canda Cicil.


“Jangan ngide,” ucap Iis sambil menatap Cicil. Iis tau Taca sangat insecure pada bagian dadanya. Walau, kalau di lihat-lihat bagian dada Taca bisa dibilang berisi juga.


“Ah, aku mau minta ijin Adipati, aku mau gedein,” ucap Taca sambil menunjuk dadanya.


“Nah kan, Cil. Lo ngide sih,” ucap Iis sambil menyikut Cicil pelan.


“Hahahaa... nggak papa nanti aku ama Becca anterin. Gimana Bec?” tanya Cicil.


“Nah, bener nanti aku anterin,” ucap Becca sambil tersenyum senang.


Tawapun terdengar dengan keras diruangan tersebut. Membuat Cicil tidak sadar kalau Geulis sudah keluar dari ruangan itu. Berjalan keluar, berjalan kearah tuannya yang lain.


Yah, tuannya yang bernama Riki Trina...


•••


Done, Becca part...


Ready for Riki dan Cicil part?


Let’s Roll...


Jangan lupa itu tombol Like nya ditendang pake jari hahahaa...

__ADS_1


Vote ama kasih point juga yah ❤️


XOXO GALLON


__ADS_2